Oleh Ari Nugrahanto

Founder dan CEO Kelola Digital Inc.

 

Selalu menjadi pertanyaan setiap pelaku bisnis yang sudah menjalankan berbagai macam strategi pemasaran digital. Apa sih yang menjadi senjata paling ampuh untuk meningkatkan penjualan pada era teknologi ini?

Pada 2017, masih menjadi keseruan jika para pemasar memanfaatkan website dan media sosial untuk melakukan kampanye pemasaran. Cara yang sangat efektif dan efisien itu pasti diharapkan untuk menarik konsumen. Dengan kekuatan para selebgram untuk memberikan ‘influence’ para pengikutnya, produk dan jasa yang ditawarkan makin berkibar.

Semua pemilik bisnis pasti setuju kalau semakin personal pendekatan pemasaran akan terjadi retensi. Kembalinya para pembeli dan berubah menjadi pelanggan. Kata kunci pendekatan pribadi itu akan menjadi topik yang akan saya angkat untuk lebih menguatkan judul artikel ini.

 

  1. Website bisnis menjadi website pelanggan

Website Anda yang selama ini hanya berisi tentang perusahaan dan produk Anda, segera ubah isinya menjadi semua tentang pembeli dan pelanggan Anda. Berikan apresiasi mengenai siapa saja yang baru melakukan pembelian dan berikan ruang untuk mereka, juga ruang untuk bercerita mengenai layanan, produk, atau jasa Anda.

Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pelanggan Anda yang terus setia membeli dan datang kembali membawa pembeli lainnya. Harga murah dan kesempurnaan layanan dalam perspektif Anda sudah tidak akan laku pada tahun ini.

Kepuasaan para pelanggan menjadi isi papan iklan digital Anda di media sosial. Viralkan dan terus promosikan cerita ini dengan target kata kunci ‘kepuasan pelanggan’, bukan harga paling murah, diskon, atau promo.

 

  1. Media sosial sebagai layanan pelanggan 24/7

Kalau dulu media sosial hanya untuk media promosi dan penjualan online Anda, sekarang dedikasikan untuk layanan pelanggan online. Pembeli bisa melakukan pemesanan langsung melalui media sosial tanpa harus diarahkan ke toko online Anda.

Perjelas semua detail produk dan layanan Anda sehingga pemesanan hanya menuliskan kode sederhana tanpa harus menyebutkan warna,bentuk, jumlah, atau deskripsi panjang lainnya. Maksimal pembeli hanya melakukan dua langkah dan selebihnya Anda yang harus responsif. Jaga personalisasi Anda terhadap pelanggan dengan memberikan selalu penghargaan yang setinggi-tinggi. Sebut nama identitas media sosial mereka atau lebih baik ketahui nama asli sehingga menambah kedekatan Anda dengan pelanggan.

 

  1. Jangan anggap remeh group messenger

Buat segera group messenger untuk semua pelanggan Anda. Jelaskan dahulu tentang keuntungan berada di group ini. Salah satunya adalah apabila ada sebuah produk atau layanan terbaru, hanya nama yang terdapat di dalam grup ini yang bisa melakukan pembelian perdana. Syarat dan ketentuan tentang tata krama grup juga dijelaskan di depan seperti dilarang menyebarkan komplain, berita bohong, SARA, dan lain sebagainya.

Buat grup berdasarkan interest setiap pelanggan Anda, misalnya sesama penyuka fotografi, bisnis, manajemen dan lain-lain. Isi grup harus sesuai dengan kebutuhan anggota bukan selalu tentang bisnis Anda. Sesekali saja Anda bisa memberikan informasi mengenai produk dan layanan.

 

  1. Gunakan software pengelolaan pelanggan digital

Cari dan seleksi program point of sales (POS) Anda yang mencakup pengelolaan data pelanggan Anda. POS yang mendukung program kesetiaan pelanggan (loyalty program) akan sangat dibutuhkan untuk mendukung kampanye pemasaran Anda. Jangan ragu untuk selalu berkonsultasi mengenai hal ini terhadap para ahli di dunia pemasaran digital.

Konsistensi personalisasi digital akan memegang peranan sangat utama untuk menjalankan empat hal tadi. Buat tim khusus atau hanya satu orang di bisnis Anda yang melakukan pendataan awal personalisasi pelanggan. Buka semua database Anda, hubungi mereka dan mulai ketahui mereka lebih jauh, misalnya apa hobi mereka.