Home NEWS UPDATE FINANCE Isu Perang Dagang Picu “Sell Off” Pelaku Pasar

Isu Perang Dagang Picu “Sell Off” Pelaku Pasar

2

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Setelah rally cukup panjang hingga mencapai 6.669 pada pertengahan Februari 2018, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia kembali terkoreksi cukup signifikan.

 

Baca Juga: Hengki Widjaja Bercerita Tentang Pilihan Sulit dalam Kariernya

 

Faktor eksternal telah memicu penurunan indeks pasar ekuitas, terutama munculnya isu proteksionisme yang diberlakukan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Sebab, banyak pelaku pasar yang memilih melakukan sell off.

Trump menaikkan tarif impor baja dan aluminium sebesar 25% dan 10% serta tarif impor produk-produk dari China. Kebijakan itu mendorong sentimen negatif dari pelaku pasar global.

Amerika yang dikenal sebagai pelopor perdagangan bebas dunia, berbalik arah menjadi tertutup seperti sebelumnya.

Dampak lainnya, anjloknya ekspor dan naiknya inflasi bagi negara-negara yang terlibat perang dagang tersebut.

Untungnya, kata Ivan Jaya, Head of Wealth Management and Retail Digital Business Bank Commonwealth, Indonesia bukan negara yang mengandalkan ekspor untuk perekonomiannya, sehingga lebih kecil dampaknya.

Berdasarkan data World Bank pada 2016, ekspor Indonesia berkontribusi sebesar 19% pada Produk Domestik Bruto (PDB). Angka itu jauh lebih kecil dibanding Malaysia yang sebesar 68% dan Thailand 69%.

Belakangan, nilai impor Indonesia justru meningkat yang menjadi indikasi positif atas meningkatnya konsumsi.

“Dengan mempertimbangkan data-data tersebut dan kondisi IHSG serta koreksi yang terjadi, saat ini merupakan peluang bagi para nasabah untuk meningkatkan porsi alokasi investasi di ekuitas,” kata Ivan dalam siaran pers yang diterima TechnoBusiness Indonesia hari ini.●

—Ivan Darmawan, TechnoBusiness ID ● Foto-Foto: Istimewa