Jakarta, TechnoBusiness ID PT Kresna Graha Investama Tbk. (IDX: KREN), perusahaan manajemen investasi finansial yang berbasis di Jakarta, menyatakan akan berinvestasi di PT Graha Kreasi Sejahtera, pemilik 15,5% saham perusahaan teknologi finansial (fintech) asal Singapura, MatchMove Pay Pte Ltd.

 

Baca Juga: Tantangan Penerapan Industri 4.0 di Indonesia

 

Investasi itu merupakan langkah perusahaan dalam mempercepat proses transformasi gaya hidup digital masyarakat Indonesia melalui pemanfaatan disruptive global technology excellence. Selain itu, juga sebagai strategi mengintegrasikan pasar lokal dan global.

 Michael Steven, Direktur Utama Kresna Graha, mengungkapkan aksi korporasi itu dimaksudkan untuk mendorong Indonesia menjadi ekonomi digital terbesar se-Asia Tenggara pada 2020. Periset pasar Statista memperkirakan pendapatan e-commerce Indonesia akan tumbuh rata-rata tahunan 17,7% hingga menjadi US$16,5 miliar pada 2022.

“Kami berpendapat pertumbuhannya harusnya lebih dari itu. Salah satu faktor yang menahan pertumbuhan tersebut adalah masalah pembayaran, mengingat masih tingginya persentase populasi unbanked” ungkap Michael.

Untuk itu, berdasarkan laporan United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) 2017, sistem pembayaran online (online payment system) dan mobile pada 2019 akan mengambil alih porsi penggunaan kartu kredit dan debit dalam transaksi e-commerce.

Di China, pendapatan pembayaran mobile, yang dikuasai WeChat milik Tencent Holdings Limited dan AliPay di bawah Alibaba Group Holding Limited, sudah mencapai US$5,5 triliun, 50 kali lipat dibanding Amerika Serikat.

“MatchMove berencana menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan produk dan layanan dalam upayanya merangkul pasar Asia Tenggara yang lebih luas.”

—Shailesh Naik, CEO MatchMove Pay

Kresna Graha berinvestasi di MatchMove Pay karena perusahaan itu memiliki teknologi finansial yang canggih. Tidak hanya perbankan dan e-commerce, perusahaan asuransi, properti, pendidikan, telekomunikasi, dan lain sebagainya pun banyak yang menggunakan platform MatchMove Pay.

Pada 2017, teknologi MatchMove Pay setidaknya telah digunakan oleh 10 juta pengguna di tujuh negara. Pada tahun tersebut, pendapatannya naik 170% dibanding tahun sebelumnya. Pendapatan itu diyakini bakal melesat setelah memperluas cakupan pasarnya hingga ke Eropa, Afrika Selatan, dan China.

Dari sisi teknologi, tidak sekadar melayani kebutuhan saat ini, MatchMove Pay juga telah mengantisipasi perkembangan sistem pembayaran ke depan seperti blockchain, cybersecurity, dan Artificial Intelligence (AI).

Shailesh Naik, CEO MatchMove Pay, menjelaskan bahwa perusahaannya akan membawa kapabilitas yang sama ke Indonesia. “MatchMove berencana menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan produk dan layanan dalam upayanya merangkul pasar Asia Tenggara yang lebih luas,” katanya.

Tidak hanya itu, MatchMove berkomitmen mentransfer kemampuan riset dan pengembangan dari Singapura dan India ke Indonesia, terutama di bidang data analytics dan AI. “Kami juga memastikan bahwa advanced intellectual property juga akan kami kembangkan di sini,” tambah Shailesh.●

—Intan Wulandari, TechnoBusiness ID ● Foto-Foto: Kresna Graha, MatchMove