Jakarta, TechnoBusiness ID ● Jika ada pertanyaan, perusahaan rintisan (startup) apa saja yang bisa untung dalam waktu singkat, barangkali salah satu jawabannya adalah Bigo Technology Ltd.

Baca Juga: Facebook vs Tencent, Mana yang Lebih Tangguh?

Betapa tidak, perusahaan asal Singapura itu langsung melejit di banyak negara, termasuk Indonesia, dalam waktu singkat. Bigo Live, platform live streaming-nya amat disukai pengguna, walaupun cenderung kontroversial.

Peluncuran Cube TV di Shangri-La Hotel, Jakarta, Senin (21/5).

Hanya dalam dua tahun sejak diluncurkan pada Maret 2016, Bigo Live telah menggaet 200 juta lebih pengguna terdaftar dan 36,6 juta pengguna aktif bulanan (monthly active users) di seluruh dunia.

Menurut James Wang, Vice President Bigo Technology Ltd, Bigo Live telah berkembang pesat di lebih dari 100 negara, termasuk Jepang, India, dan Amerika Serikat.

“Bisnis ini telah meraup pendapatan sebesar US$300 juta pada 2017 dan sudah menguntungkan. Ini terjadi karena Bigo Live hanya membutuhkan 2-5% pengguna berbayar untuk mencapai titik impas [break even point] dan mendukung pengembangan lebih lanjut,” katanya.

Untuk itu, strategi bisnis Bigo selanjutnya yaitu meluncurkan Cube TV, menyusul Like dan Hello Yo. Jika Anda pernah mengunjungi Bigo Live dan melihat ada yang bermain game, itulah yang kemudian dikembangkan menjadi Cube TV.

Cube TV merupakan aplikasi yang fokus pada mobile gaming live-stream, arena e-sports, dan pusat belanja game yang bertujuan mengantarkan para pengguna naik kelas menjadi semakin profesional. Di Indonesia, Cube TV diluncurkan di Shangri-La Hotel, Jakarta, pada Senin (21/5).

“Bisnis ini telah meraup pendapatan sebesar US$300 juta pada 2017 dan sudah menguntungkan. Ini terjadi karena Bigo Live hanya membutuhkan 2-5% pengguna berbayar untuk mencapai titik impas.”

—James Wang, Vice President Bigo Technology Ltd

Sama seperti Bigo Live, Cube TV juga akan ditawarkan kepada para pengguna di berbagai negara secara bertahap setelah peluncurannya secara resmi di negara-negara Asia Tenggara selesai. Walaupun kini Cube TV juga telah bisa dinikmati oleh mereka yang berada di kawasan lain.

James optimistis Cube TV akan diterima pasar seperti Bigo Live. Sebab, “Cube TV telah memiliki lebih dari 2 juta pengguna aktif setiap bulan sebelum peluncuran resminya di wilayah Asia Tenggara, Timur Tengah, Amerika Selatan, dan Rusia,” katanya.

Teknologi yang digunakan terbilang canggih karena sudah menyuguhkan real-time video streaming berkualitas tinggi dengan latensi singkat. Kualitas 8M Blue Ray dan 20M Full HD juga akan segera tersedia di aplikasi tersebut.

Dalam jangka panjang, Cube TV akan berkontribusi pada acara-acara e-Gaming. “Di Indonesia, kami telah merekrut beberapa e-gamer profesional seperti Michael Show, Afif, dan Rahmat,” kata Aswin Atonie, Kepala Pemasaran Global Cube TV. “Kami berharap untuk melihat lebih banyak gamer pro bergabung dengan kami.”●

—Ivan Darmawan, TechnoBusiness ID ● Foto-Foto: Bigo