New York, TechnoBusiness ● Bisnis perangkat keras sangat brutal. Demikian perusahaan riset CB Insight menggambarkan betapa banya perusahaan startup perangkat keras yang muncul, tapi tidak sedikit yang kemudian mati.

Baca Juga: Facebook vs Tencent, Mana yang Lebih Tangguh?

Dalam laporan terbarunya yang dirilis Sabtu (26/5), CB Insight menyebutkan ada tujuh top startup perangkat keras konsumen yang gagal di pasar dan terpaksa mati atau dilego ke perusahaan lain. Perusahaan-perusahaan itu yaitu Jawbone, Njoy, Juicero, Fuhu, Pebble, Zeebo, dan Hello.

Jawbone, produsen headset, pelacak kebugaran, dan speaker nirkabel, asal San Francisco, California, Amerika Serikat, pada Juni 2017 dinyatakan dilikuidasi setelah mengumpulkan pendanaan sebesar US$930 juta selama 10 tahun. Kegagalan Jawbone juga menjadi kegagalan pemodal ventura termahal kedua sepanjang masa.

Juicero, Zeebo, dan Hello juga dinyatakan mati seperti Jawbone, sedangkan Njoy dan Pebble kemudian dijual ke perusahaan lain. Njoy, produsen e-cigs dan vaping, dijual ke Homeworld Capital senilai US$181 juta; Pebble, vendor wearable, dijual ke Fitbit senilai US$59 juta.

Cb Insight menyatakan pada umumnya startup-startup perangkat keras konsumen itu gagal karena kurangnya permintaan konsumen, tingginya bahan bakar, kurang diminatinya setelah melakukan crowdfund awal, dan kesalahan strategi produk.●

  • Teks: TechnoBusiness Insight/TechnoBusiness
  • Data: CB Insights
  • Grafis: TechnoBusiness Insight