Spire Insight ● Hari Raya Idul Fitri, selayaknya hari raya lainnya, selalu membawa suka cita. Umat Islam, agama dengan penganut terbanyak di Indonesia, menyambut hari raya tersebut dengan luar biasa.

Baca Juga: Ramadhan, Bulan Gempita E-commerce Indonesia

Membeli baju baru, atau bahkan mobil baru, sudah lumrah adanya. Yang tidak ketinggalan, dan tidak ditemui di momen Lebaran negara mana pun, yakni tradisi pulang ke kampung halaman alias mudik.

Mobilitas yang tinggi itulah yang kemudian mendongkrak kebutuhan penggunaan data internet untuk berkomunikasi antarsanak saudara dan handai taulan lainnya selama momen Lebaran.

PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), operator telekomunikasi seluler terbesar di Tanah Air di bawah naungan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk., misalnya, selama Lebaran 2018 mengalami lonjakan trafik data 22,3% dibanding hari biasa dan 109% dibanding Lebaran 2017.

Baca Juga: Mengatasi Kemiskinan Petani dengan Skema Value Chain Financing

Lonjakan trafik data itu juga terjadi pada PT XL Axiata Tbk. XL, operator yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh Axiata Group, Malaysia, itu menikmati lonjakan trafik data 30% selama Lebaran 2018 dibanding hari biasa dan 95% dibanding momen yang sama tahun lalu.

PT Indosat Tbk. (Indosat Ooredoo), operator milik Ooredoo asal Qatar, menerima kenaikan trafik data Lebaran 2018 sebesar 45% dibanding hari biasa dan 71% daripada Lebaran tahun lalu.

PT Smartfren Telecom Tbk. (Smartfren) kepunyaan Sinarmas Group pun mendapat berkah lonjakan trafik data 176% dibanding Lebaran tahun lalu. Lonjakan trafik data Smartfren terjadi H-3 dan H+3 Lebaran.

Munir Syahda Prabowo, Vice President Technology and Special Project Smartfren, mengatakan terjadi perubahan pola kenaikan trafik Lebaran tahun lalu dan tahun ini.

Jika tahun lalu kenaikan trafik terjadi pada Hari Raya, tahun ini justru saat menjelang dan sesudahnya. “Perubahan pola itu kami maknai positif yang berarti para pelanggan menggunakan layanan kami sebagai teman ketika mereka melakukan perjalanan mudik,” ungkapnya.

Baca Juga: Simalungun, Surga Arabika di Tepi Danau Toba

Pernyataan itu diperkuat dengan adanya tren akses internet Smartfren untuk keperluan menonton video YouTube, video call via WhatsApp, bermain game online, dan mengakses situs e-commerce.

Lonjakan trafik data Telkomsel hingga 12,89 Petabyte pada H-1 Lebaran 2018 didominasi oleh penggunaan layanan media sosial sebesar 33,7% dan video streaming sebesar 31,3%.

Direktur Network Telkomsel Bob Apriawan menuturkan meningkatnya penggunaan data internet itu diikuti dengan penurunan panggilan telepon Telkomsel sebesar 9,8% dibanding masa-masa normal menjadi 1,29 miliar menit.

Trafik layanan pesan singkat (Short Messages Service/SMS) Telkomsel saat Lebaran juga turun 2,1% dibanding hari biasanya menjadi 594 juta pesan.

Naik tingginya trafik data internet operator-operator telko saat Lebaran itu menandakan masyarakat sudah semakin banyak menggunakan ponsel pintar yang mengakomodasi layanan jaringan internet 3G dan 4G.

Jeffrey Bahar, Group Deputy CEO Spire Research and Consulting

Tidak hanya itu, menurut Jeffrey Bahar, Group Deputy CEO Spire Research and Consulting, perubahan perilaku berkomunikasi seluler itu juga didorong oleh semakin kuatnya jaringan internet berbasis 3G dan 4G yang disediakan oleh para operator.

“Ke depan, sesuai perkembangan teknologi, panggilan telepon dan SMS sudah semakin berkurang digantikan dengan layanan komunikasi berbasis internet seperti instant messaging, video call, dan lain-lain,” kata Jeffrey.

Tapi, bagaimanapun, baik panggilan telepon, SMS, maupun trafik data, yang menikmati lonjakan ketika Lebaran tetap operator-operator telekomunikasi sebagai penyedia layanan. Lonjakan itulah yang kemudian menjadi momen Lebaran Telko pula.

“Sebagai pengguna teknologi yang semakin canggih dan layanan yang kian berkualitas, tentu para pengguna juga diuntungkan dari sisi kemudahan komunikasi. Tantangannya, operator-operator dituntut untuk bersaing dalam memanjakan pelanggannya.●

Spire Research and Consulting merupakan perusahaan riset pasar dan konsultasi bisnis global, terutama di negara-negara berkembang, yang didirikan di Singapura pada 2000. Kini, perusahaan ini memiliki kantor perwakilan di semua negara Asia Pasifik dengan kantor pusat di Tokyo, Jepang.