New York, TechnoBusiness Insight ● Coba tebak, perusahaan apa yang memiliki kapitalisasi pasar (market capitalization) terbesar di industri internet dunia saat ini? Google, Amazon, Alibaba, atau lainnya? Kalau itu jawaban Anda, salah.

Google, yang pada 2015 mereorganisasi diri menjadi perusahaan induk Alphabet Inc. (Nasdaq: GOOG), memang perusahaan internet dengan kapitalisasi pasar sebesar US$680 miliar. Tapi, itu masih berada di urutan kedua menurut perhitungan per Mei 2017.

Baca Juga: 5 Pangsa Pasar Ponsel Pintar Terbesar Global per Kuartal 1/2018

Sementara berdasarkan data terbaru dari Statista per Mei 2018, perusahaan internet dengan kapitalisasi pasar terbesar adalah Apple Inc. (Nasdaq: AAPL). Produsen perangkat keras dan lunak asal Cupertino, California, Amerika Serikat, itu mencatatkan kapitalisasi pasar sebesar US$924 miliar.

Posisi kedua dan ketiga ditempati oleh Amazon.com (Nasdaq: AMZN) dan Microsoft Inc. (Nasdaq: MSFT) dengan kapitalisasi pasar masing-masing US$783 miliar dan US$753 miliar. Google, yang kapitalisasi pasarnya naik menjadi US$739 miliar hanya menempati urutan keempat.

Itu berarti kenaikan kapitalisasi pasar Google selama setahun ini kalah dengan agresivitas perusahaan e-commerce Amazon dan penyedia perangkat lunak Microsoft sehingga menempatkannya di posisi keempat.

Facebook Inc. (Nasdaq: FB) (US$538 miliar), Alibaba.com (US$509 miliar), Tencent (US$483 miliar), Netflix (US$152 miliar), Ant Financial (US$150 miliar), dan eBay+PayPal (US$133 miliar) menempati urutan lima besar berikutnya.

Jika ditarik menjadi 20 besar, Statista menyebut perusahaan-perusahaan internet pemilik kapitalisasi pasar terbesar global berikutnya yaitu Booking Holdings (US$100 miliar), Salesforce.com (US$84 miliar), Baidu (US$84 miliar), Xiaomi (US$75 miliar), Uber (US$72 miliar), Didi Chuxing (US$56 miliar), JD.com (US$52 miliar), Airbnb (US$31 miliar), Meituan-Dianping (US$30 miliar), dan Toutiao (US$30 miliar).

Namun demikian, perkembangan teknologi amat cepat dan persaingan bisnis amat dinamis. Maka dari itu, tidak menutup kemungkinan pertukaran demi pertukaran posisi akan terus terjadi setiap periode penghitungan. Buktinya, Tencent yang semula lebih unggul sudah disalip oleh Alibaba, rival senegaranya, China.●

  • Teks: TechnoBusiness Insight
  • Data: Statista
  • Grafis: TechnoBusiness ID