Jakarta, TechnoBusiness ID ● Manajemen PT Kresna Graha Investama Tbk. (IDX: KREN) sedang bahagia. Sebab, pendapatan perusahaan manajemen investasi finansial yang berbasis di Jakarta itu pada semester 1/2018 melonjak hingga 803,2% menjadi Rp2,11 triliun.

Baca Juga: Alasan Kresna Graha Berinvestasi di Matchmove Pay 

Padahal, dalam waktu yang sama tahun lalu, Kresna Graha hanya memperoleh pendapatan sebesar Rp234,1 miliar. Lantas, apa yang mendorong perusahaan tersebut mampu melipatgandakan pendapatannya?

Rupanya, keseriusan Kresna Graha masuk ke bisnis teknologilah jawabannya. Sejak beberapa tahun terakhir, Kresna masuk ke pasar yang sedang tumbuh dengan beragam cara, termasuk mengakuisisi sebagian kepemilikan perusahaan-perusahaan teknologi.

Kinerja keuangan PT Kresna Graha Investama Tbk. pada semester 1/2018

Selama enam bulan pertama tahun ini, Kresna Graha semakin fokus memperkaya ekosistem dan memberdayakan jaringan distribusi segmen digital, terutama hub pertukaran digital (digital exchange hubs), Internet of Things (IoT), dan Banking-as-a-Service (BaaS).

Dalam bisnis hub pertukaran digital, Kresna Graha berinvestasi di PT NFC Indonesia Tbk. (IDX: NFCX), perusahaan dengan bisnis utama pertukarang pulsa telepon digital (NFCX) dan media dan hiburan digital terprogram (OONA).

NFC, yang baru terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada 12 Juli 2018, kemudian masuk ke bisnis iklan awan digital (digital cloud advertising) dengan menanamkan investasinya di PT Digital Marketing Solution (DMS).

DMS memiliki 4.000 lebih tempat iklan dengan klien-klien besar seperti Djarum, Indomaret, Circle-K, The Bodyshop Indonesia, Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Awal tahun, Kresna Graha juga berinvestasi di PT Sistem Mikroelektronik Cerdas C-Desain (SMC), perusahaan teknologi IoT berupa Two-Way Prepaid Meter (Melinda) dengan akses pasar lebih dari 60 juta pelanggan potensial.

Selama enam bulan pertama tahun ini, Kresna Graha fokus memperkaya ekosistem dan memberdayakan jaringan distribusi segmen digital.

Tidak berhenti sampai di situ, Kresna Graha juga berinvestasi di Matchmove Pay Pte Ltd (MMP), perusahaan teknologi finansial (financial technology) asal Singapura yang telah menggandeng 50-an perusahaan di Asia Tenggara, India, Australia, dan Amerika Latin.

Anak perusahaan Kresna Graha yang bergerak di bidang teknologi Artificial Intelligence (AI), KPISoft Pte Ltd berkembang pesat di delapan negara dengan sederet klien seperti Zurich, TM, dan Sinarmas Group.

Lantas, PT Digital Artha Media (DAM Group) dan PT M Cash Integrasi Tbk. (IDX: MCAS), yang juga menjadi bagian dari Kresna Graha, tumbuh hingga memberdayakan 50.000-an usaha mikro dan kecil di seluruh Indonesia.

Jumlah kios MCAS terus bertambah dari 809 pada 2017 menjadi 1.700 pada kuartal 1/2018. Agen digitalnya membengkak dari 27.000 pada 2017 menjadi 36.000 pada kuartal 1/2018.

Fokus ke bisnis teknologi digital itulah yang kemudian mendatangkan pendapatan berkali lipat tersebut. Dari pendapatan itu, yang 87%-nya disumbang oleh segmen teknologi digital, Kresna Graha mengantongi laba bersih (net income) konsolidasian sebesar Rp165,2 miliar, naik 9,1% dari Rp151,4 miliar pada semester 1/2017.

Nilai asetnya yang pada semester 1/2017 tercatat sebesar Rp2,0 triliun, naik 29% menjadi Rp2,58 triliun. Pertumbuhan yang signifikan itu diyakini bakal terus berlanjut seiring dengan aksi korporasi Kresna Graha dan anak-anak perusahaannya ke depan.●

—Ivan Darmawan, TechnoBusiness ID ● Foto-Foto: Kresna Graha Investama