● Tidak hanya Indonesia, hampir seluruh negara di Asia Tenggara menghadapi masalah kesenjangan ekonomi.

● “Indonesia telah berhasil mengurangi jadi 39% setelah sebelumnya selalu di atas 40%.”

Hanoi, TechnoBusiness ● Meski zaman sudah modern, kesenjangan ekonomi masih menjadi masalah hampir di semua negara Asia Tenggara. Untuk itu, negara-negara di kawasan regional kemarin bertemu untuk membahas korelasi antara upaya mengurangi kemiskinan dengan perkembangan teknologi belakangan ini.

Salah satu negara yang mengusulkan adanya pengurangan rasio gini melalui pemanfaatan ekonomi digital adalah Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia Rudiantara mengatakan ekonomi digital bisa menjadi strategi pemerataan kesejahteraan dan pengentasan kemiskinan.

Baca Juga: Transaksi Ilegal Turis China Merebak di Vietnam

“Indonesia telah berhasil mengurangi jadi 39% setelah sebelumnya selalu di atas 40%. Vietnam bisa sampai 37%,” ungkap Rudi dalam siaran persnya yang diterima TechnoBusiness Indonesia, Selasa (11/9). Salah satu langkah nyata strategi itu yaitu dengan memfasilitasi pertumbuhan perusahaan rintisan (startup) digital.

Di Indonesia, lanjutnya, pemerintah terus berupaya memfasilitasi sampai mengakselerasi demi mendorong kemunculan perusahaan rintisan digital. “Jika ada yang bertanya bagaimana bisa mengembangkan startup, saya jawab, ‘Follow the money’,” jelas Rudi saat menjadi salah satu panelis Forum ASEAN Start-Ups tersebut.●

—Nguyen Tien Trang (Vietnam) dan Anwar Ibrahim (Indonesia) ● Foto: Kemkominfo