California, TechnoBusiness ID ● GoPro Inc. (Nasdaq: GPRO), produsen perangkat dan aplikasi kamera aksi yang berbasis di California, Amerika Serikat, mengumumkan bahwa jajaran produk terbarunya, Hero7, sudah mulai tersedia secara global sejak Minggu (30/9).

Jajaran Hero7 itu antara lain Hero7 Black, Hero7 Silver, dan Hero7 White. Ketiga lini produk itu dibanderol dengan harga masing-masing US$399, US$299, dan US$199. Sesuai harganya, Hero7 Black memiliki fitur yang lebih lengkap daripada dua seri lainnya.

Baca Juga: Enam Negara Penyumpang Pembayaran Digital Terbesar di ASEAN 2018

“Hero7 Black mendorong keterlibatan sosial tertinggi yang pernah kami lihat untuk GoPro baru, dan kami juga telah melihat penjualan yang kuat di GoPro.com selama seminggu sejak peluncuran,” ungkap pendiri dan CEO GroPro Nicholas Woodman di San Mateo, California, Minggu (30/9).

GoPro meluncurkan Hero7, termasuk Hero7 Black yang menjadi andalannya, pada 20 September lalu. Dalam lini tersebut, GoPro memasukkan bar baru dengan fitur menonjol yang dinamakan HyperSmooth. Fitur itu berfungsi menstabilisasi video, bahkan saat di dalam air dan gunjangan keras sekalipun.

Baca Juga: Pahami Proses Pembuatan Iklan Video Online yang Benar

Dengan Hero7 Black, GoPro juga memperkenalkan bentuk video baru yang disebut TimeWarp. TimeWarp Video menerapkan efek wahana karpet balap berkecepatan tinggi untuk video yang dihasilkan. Perjalanan yang indah atau penyelaman lautan yang dalam dapat distabilkan secara mudah.

Karena kelebihannya itu, “Hero7 Black merupakan GoPro yang sudah ditunggu-tunggu,” kata Woodman. Selain itu, masih banyak kelebihan yang dibenamkan dalam produk tersebut. Sayangnya, Woodman tidak menyebutkan berapa hasil penjualan GoPro selama seminggu ini.

Untuk diketahui, sejak pertama kali diluncurkan pada 2009 hingga kuartal 2/2018, kamera HD Hero telah terjual sebanyak lebih dari 30 juta unit. Penjualan itu melibatkan 25.000 ritel di 100 negara.

Simak Juga: Ajisatria Suleiman: “Kenapa Fintech Itu Menarik?” 

Di kategori kamera aksi, menurut periset pasar elektronik NFD dan GfK, GoPro meraih pangsa pasar terbesar di Amerika Utara, Eropa, dan Asia dengan menguasai 97% pasar di seluruh dunia. Pada 2017, pendapatannya saja mencapai US$1,18 miliar.

Namun demikian, GoPro harus semakin waspada lantaran kompetitornya semakin banyak sehingga menggerus pendapatannya. Buktinya, walau pendapatannya besar, tapi itu sudah jauh lebih kecil dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan kinerja keuangan perusahaan, pada 2014 GoPro mampu membukukan pendapatan sebesar US$1,39 miliar. Pendapatan itu melonjak menjadi US$1,62 miliar pada tahun berikutnya. Tapi, pada 2016, pendapatannya anjlok tinggal US$1,18 miliar.●

—Philips C. Rubin, TechnoBusiness/PRN ● Foto-Foto: GoPro