Jakarta, TechnoBusiness IDInternational Monetary Fund (IMF)-World Bank (WB) Group Annual Meeting 2018 yang digelar di Bali sejak 8 Oktober lalu baru saja ditutup kemarin. Pertemuan yang dihadiri oleh sekitar 3.500 delegasi dari 189 negara itu berlangsung aman.

Namun, tahukah Anda bahwa ternyata pertemuan tahunan akbar itu dipantau oleh teknologi pengenalan wajah (face recognition)? Ya, teknologi itu dikembangkan oleh Nodeflux, penyedia platform video analitik cerdas pertama di Indonesia.

Baca Juga: Lima Kesalahan Umum di Media Sosial

Setiap orang yang berada di IMF-WB Annual Meeting 2018 dapat dikenali oleh teknologi pengenalan wajah yang dikembangkan Nodeflux.

Bekerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia, Nodeflux memantau keamanan lokasi pertemuan menggunakan teknologi surveillance berbasis artificial intelligence (AI). Teknologi itu diterapkan mulai dari luar lokasi acara.

Menurut CEO dan co-founder Nodeflux Meidy Fitranto, di luar lokasi acara Nodeflux memakai perangkat lunak license plate recognition untuk mendeteksi pelat kendaraan yang keluar-masuk. Data yang terekam akan dicocokkan dengan data kendaraan milik kepolisian.

Baca Juga: Pahami Proses Pembuatan Iklan Video Online yang Benar

Selain itu, mereka yang berada di sekitar lokasi pertemuan juga dapat dikenali wajahnya berkat teknologi pengenalan wajah. Teknologi itu telah terhubung dengan 155 juta data kependudukan. Kedua teknologi itu dapat membantu pihak kepolisian untuk melakukan pengamanan acara berskala internasional tersebut.

Nodeflux didirikan Meidy bersama Faris Rahman (bertindak sebagai chief technology officer) sejak 2016. Dalam pengembangannya, perusahaan rintisan itu telah disokong oleh beberapa investor, antara lain Prasetia Dwidharma, Telkom Indonesia, dan East Ventures.

—Anwar Ibrahim, TechnoBusiness ID ● Foto-Foto: Nodeflux