Ginni Rometty, Chairman, Presiden, dan CEO IBM (kanan), bersama James M. Whitehurst, CEO Red Hat, di Armonk, New York, Minggu (28/10).

New York, TechnoBusiness ● IBM (NYSE: IBM), vendor perangkat lunak dan keras komputer yang berbasis di Armonk, New York, sepakat mengakuisisi distributor Linux, Ret Hat (NYSE: RHT), yang berpusat di Raleigh, Carolina Utara.

IBM mengakuisisi seluruh saham Red Hat yang bernilai US$190 per saham dengan total sekitar US$34 miliar. Akuisisi itu dibayarkan secara tunai.

Baca Juga: Inilah Pendorong Laba Bersih NFC Melonjak 182 Kali Lipat

“Akuisisi Red Hat merupakan game-changer. Ini mengubah segalanya tentang pasar cloud,” kata Ginny Rometty, Chairman, Presiden, dan CEO IBM, di Armonk, New York, Minggu (28/10).

IBM mengakuisisi seluruh saham Red Hat senilai US$34 miliar.

Bergabung ke IBM memberi tingkat skala, sumber daya, dan kemampuan yang lebih besar bagi Red Hat.

Aksi korporasi itu pun mengantarkan IBM menjadi pemimpin di pasar solusi cloud hybrid yang bernilai US$1 triliun.

Pascaakuisisi, Rometty pun meyakini IBM bakal menjadi penyedia cloud hybrid nomor satu di dunia. Sebab, akan menjadi satu-satunya perusahaan yang menyediakan solusi cloud bersistem operasi terbuka.

Open source merupakan pilihan default untuk solusi teknologi informasi modern, dan saya bangga dengan peran yang dimainkan Red Hat dalam mewujudkan realitas di perusahaan,” ujar Jim Whitehurst, Presiden dan CEO Red Hat.

Akuisisi itu akan mempercepat pertumbuhan pendapatan dan mendukung dividen bagi investor IBM ke depan. Saat ini, bisnis cloud hybrid IBM telah bernilai US$19 miliar.●

—David T. William, TechnoBusiness ● Foto: IBM