Jakarta, TechnoBusiness ID ● Pada era Revolusi Industri 4.0, perusahaan berlomba-lomba bertransformasi ke bisnis digital.

Merujuk pada hasil survei terhadap 53 anggota iCIO Community yang dirilis pada Jumat (3/11), perusahaan-perusahaan tersebut mayoritas mengalokasikan dana hingga Rp100 miliar pada 2019-2020 untuk melakukan transformasi digital.

Baca Juga: Mengapa Posisi CIO Semakin Strategis?

Namun, untuk dimengerti bahwa sesungguhnya keberhasilan transformasi digital perusahaan bukan semata-mata ditentukan oleh kesuksesan implementasi teknologi.

85% CIO meyakini advanced analytics akan menjadi teknologi paling menentukan dalam proses transformasi digital.

Sebanyak 71% anggota iCIO Community berpendapat bahwa keahlian sumber daya manusia yang sesuai juga menjadi penentu keberhasilan sebuah proses transformasi bisnis digital.

Tantangan itu mengalahkan persoalan kultur perusahaan yang menduduki peringkat kedua. “Sebanyak 54% CIO mengatakan sulit mencari sumber daya manusia yang inovatif,” ungkap Abidin.

“Itu yang menjadi tantangan utama,” kata Abidin Riyadi Abie, Koordinator Divisi Riset iCIO Community, dalam keterangan persnya yang diterima TechnoBusiness Indonesia, Senin (5/11).

Baca Juga: Jumienten, Chatbot Canggih dari Sprint Asia Technology

Sementara itu, advanted analytics disebut akan menjadi game changer pada 2019. Setidaknya 85% CIO meyakini advanced analytics akan menjadi teknologi paling menentukan dalam proses transformasi digital.

Dalam survei itu menyebutkan bahwa teknologi digital security menempati posisi kedua di bawah advanced analytics.

—Anwar Ibrahim, TechnoBusiness ID ● Foto: Analytics in Motion