Palo Alto, TechnoBusiness ● Manusia tetap akan mendominasi proses manufaktur di pabrik-pabrik meskipun terjadi percepatan otomatisasi menggunakan mesin atau robot.

Firma konsultan manajemen global A.T. Kearney bersama penyedia layanan transformasi digital Drishti Technologies Inc. dalam survei terbarunya yang dirilis di Palo Alto, California, Senin (12/11) mengungkapkan hal itu.

Baca Juga: Alibaba Raup US$30,8 Miliar dalam Single Day

“Manusia merupakan aset yang paling berharga di pabrik dan produsen harus memanfaatkan teknologi baru untuk memperluas kemampuan tenaga kerja.”

Menurut kedua perusahaan, manusia masih melakukan 72% tugas manufaktur, tiga kali lebih banyak dibanding mesin, di pabrik-pabrik.

Meskipun berita yang beredar bahwa robot dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) akan menggantikan pekerjaan manusia, manusia tetap menjadi pusat manufaktur dan menciptakan nilai yang signifikan pada masa mendatang.

“Manusia merupakan aset yang paling berharga di pabrik dan produsen harus memanfaatkan teknologi baru untuk memperluas kemampuan tenaga kerja langsung dan tidak langsung,” ungkap Prasad Akella, pendiri dan CEO Drishti.

Namun, kata Michael Hu, mitra di A.T. Kearney, sekalipun peran manusia menonjol di kawasan manufaktur, strategi transformasi digital pabrikan pun tetap fokus pada mesin.●

—Philips C. Rubin, TechnoBusiness ID ● Foto: Drishti