London, TechnoBusiness Insight ● Firma riset pasar independen global Euromonitor International yang berbasis di London, Inggris, hari ini merilis “Global Economic Forecast Q4 2018”.

Dalam laporan itu, Euromonitor menyatakan bahwa momentum pertumbuhan ekonomi dunia telah mencapai puncaknya pada 2018. Tahun depan, ekonomi dunia diproyeksikan kembali melandai.

Baca Juga: Akibat Perang Dagang, GoPro Tinggalkan China

Selama 2018, produk domestik bruto global hanya tercatat 3,8%. Namun, tahun depan justru akan lebih rendah menjadi 3,5%. Proyeksi-proyeksi pertumbuhan ekonomi negara-negara maju pun telah dikoreksi sejak Agustus lalu.

Sumber: Euromonitor International

Kinerja ekonomi negara-negara berkembang yang tahun ini sekitar 5%, tahun depan kemungkinan juga akan lebih rendah lagi menjadi 4,8%.

Tahun ini, negara-negara maju diyakini bakal mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,3%, dan tahun depan lebih rendah lagi.

Harus diakui bahwa ketegangan perdagangan dunia telah memperburuk perekonomian tahun depan. Negara-negara berkembang seperti Argentina dan Turki paling merasakan dampaknya.

Baca Juga: DIVA dan Tetra X Change Luncurkan Pesan Singkat AI

Isu perang dagang antara Amerika Serikat dan China akan terus membayang-bayangi ekonomi global. Sebab, kedua negara kemungkinan akan habis-habisan untuk saling serang.

Zona Euro diprediksi tetap bergejolak. Geopolitik di kawasan Barat itu semakin meningkatkan ketidakpastian.

Tahun depan, ekonomi China pun diperkirakan tak mampu bertahan dari hembasan sehingga akan menurun drastis, bahkan Euromonitor menggambarkannya dengan “China hard landing”.

Kredit macet di Negeri Panda kemungkinan meningkat, diikuti kepercayaan sektor swasta. Hal itu tentu akan berpengaruh pada perekonomian negara berkembang lainnya.

Baca Juga: Ekonomi Digital Asia Tenggara Menuju US$240 Miliar

Zona Euro diprediksi tetap bergejolak. Geopolitik di kawasan Barat itu semakin meningkatkan ketidakpastian. Negosiasi antara Inggris dan Zona Euro terkait Brexit tak menutup kemungkinan menemukan jalan buntu.

Kondisi perekonomian di Eropa akan semakin tegang jika pasar kreditnya kian memburuk dan tingkat kepercayaan di sektor keuangan runtuh.

Itu belum lagi ditambah dengan apabila benar langkah Inggris yang keluar dari Zona Euro akan diikuti oleh Italia dan Yunani. Karena itu, waspadalah, gejolak ekonomi tahun depan akan lebih dahsyat.●

Teks: TechnoBusiness Insight

Data: Euromonitor International

Grafis: TechnoBusiness, Euromonitor International