Jakarta, TechnoBusiness IDJohnson Controls (NYSE: JCI), perusahaan teknologi beragam industri yang berpusat di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat, menyatakan memiliki cara baru dalam mengelola gedung.

Cara itu diperoleh setelah perusahaan berpendapatan US$31,4 miliar pada 2018 tersebut baru-baru ini berhasil mengembangkan perangkat lunak Metasys 10.0.

Baca Juga: Nodeflux Sejajarkan Indonesia dengan Amerika

Metasys 10.0 merupakan solusi otomatisasi gedung yang dianggap lebih canggih daripada teknologi sebelumnya. Sistem itu akan memudahkan para petugas gedung dalam merespons tanda-tanda bahaya.

Johnson Controls berhasil membukukan pendapatan US$31,4 miliar pada 2018.

Tanda-tanda bahaya dalam gedung, misalnya terjadi kebakaran, gangguan keamanan, dan pencahayaan. Tanda-tanda itu bisa dipantau hanya dengan satu tampilan saja.

Alat pemantaunya pun bisa terpasang di lingkaran jaringan dengan daya tahan yang lebih kuat berkat Ethernet ring topology. Kemampuan yang amat penting bagi fasilitas-fasilitas vital seperti rumah sakit dan pusat data.

Baca Juga: Inspiratif! “Live Shopping”, Inovasi Ala Shoclef

Ethernet ring topology dibenamkan sebagai tindak lanjut kerja sama antara Johnson Controls dengan perusahaan teknologi global yang berbasis di San Jose, California, Cisco Systems Inc. (Nasdaq: CSCO, SEHK: CSCO).

Johnson Controls tampak agresif setelah melakukan serangkaian aksi merger dan akuisisi.

Johnson Controls tampak agresif setelah melakukan serangkaian aksi merger dan akuisisi dengan perusahaan-perusahaan di sektor pergedungan.

Seperti diketahui, pada September 2016 Johnson Controls merger dengan perusahaan penyedia solusi keamanan dan perlindungan kebakaran Tyco International Plc asal Irlandia.

Jauh sebelumnya, yakni pada 2005, Johnson Controls juga telah mengakuisisi York International (NSYE: YORK), produsen pendingin ruangan dan sejenisnya asal York, Pennsylvania, Amerika Serikat, senilai US$2,4 miliar.

Baca Juga: DIVA dan Tetra X Change Luncurkan Pesan Singkat AI

Sampai saat ini, Johnson Controls telah merambah ke 150 negara, termasuk Indonesia. Perusahaan tersebut masuk ke Indonesia pada 2014 dengan mendirikan anak perusahaan, yaitu PT Johnson Controls Indonesia (sebelumnya bernama PT York Aditama Teknik).

“Sejak berdiri pada 2014, kami telah berkembang sebagai integrator sistem untuk gedung-gedung yang lebih canggih, bersamaan dengan upaya Indonesia yang ingin mewujudkan kota-kota canggih,” ungkap Alvin Komala, Head of Solutions, Building Technologies and Solutions, Johnson Control Indonesia.●

—Vino Darmawan, TechnoBusiness ID ● Foto: Johnson Controls