Presiden George Zhao menunjukkan ponsel Honor View20 saat peluncuran di Beijing, China, Rabu (26/12).

Beijing dan Jakarta, TechnoBusinessHonor, submerek ponsel global Huawei yang berbasis di Shenzhen, China, kemarin meluncurkan Honor View20 di Beijing, China. Ponsel hasil kolaborasi dengan merek busana mewah Moschino asal Italia itu memiliki beragam keunggulan.

Namun, keunggulan yang paling menonjol adalah kameranya. Sebab, kamera belakangnya memiliki resolusi 48 MP dan 3D yang dinyatakan sebagai yang pertama di dunia. Kamera depannya sudah sebesar 25 MP dan terintegrasi ke dalam layar.

Baca Juga: Membaca Arah Realme, “Second Brand” Oppo

Hasil jepretan pengguna yang bagus akan semakin puas dilihat di layar seluas 91,8%, hampir memenuhi seluruh bodi ponsel. Layar berlekuk, salah satu tren yang paling populer pada 2018, dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan rasio-to-body yang lebih tinggi.

“Seri Honor View20 ini menawarkan teknologi inovatif dan kinerja andalan untuk memberikan pengalaman pengguna yang unggul,” ungkap Presiden Honor George Zhao, di Beijing, kemarin.

“Ini merupakan crossover berani yang akan merevolusi pengalaman mode pengguna yang lebih muda di seluruh dunia.”

Selain itu, Zhao menegaskan, kolaborasi Honor dengan Mochino karena mempertimbangkan pakaian dan aksesori Moschino mendapat pujian di seluruh dunia berkat kecerdasan, inovasi, dan keeksentrikannya, termasuk menghadirkan tema-tema berani.

Baca Juga: Di Balik Filosofi Logo Baru Realme

Pada kuartal 1/2018, pengiriman Honor ke berbagai negara naik 27,1%. 

Selama kuartal pertama 2018, berdasarkan data periset pasar IDC, pengiriman ponsel pintar Honor ke berbagai belahan dunia naik 27,1% dibanding kuartal sebelumnya.

Kenaikan itu berbanding terbalik dengan penurunan 3,1% kinerja pasar ponsel dunia.

Akan tetapi, kenaikan Honor harus dipahami sebagai hal yang wajar sebagai merek yang sedang memulai masuk ke pasar.

“Kalau baru masuk ke pasar, sudah pasti berangkat dari posisi nol, tentu persentase pengiriman produknya akan terus meningkat,” ungkap Jeffrey Bahar, Group Deputy CEO Spire Research and Consulting, di Jakarta, Kamis (27/12).

Menurut Jeffrey, sebagai merek baru, kenaikan pengapalan produk sebesar 27,1% itu bukanlah sesuatu yang menggembirakan.

“Masih terlalu kecil. Harusnya bisa naik 100%, minimal 50%,” kata Jeffrey. “Kalau masih kecil, itu hal yang biasa.”●

—Zhang Ju (China), Ivan Darmawan (Indonesia), TechnoBusiness/PRN ● Foto: Honor