Jakarta, TechnoBusiness Insight ● Tahukah Anda bahwa saat ini ada 26,66 miliar perangkat Internet of Things (IoT) yang digunakan di seluruh dunia? Jumlah itu naik dari 23,14 miliar pada 2018 dan diyakini bakal terus meningkat hingga 75,44 miliar pada 2025 mendatang.

Tahun depan, berdasarkan data yang dirilis periset pasar Statista asal Hamburg, Jerman, diperkirakan ada 30,73 miliar perangkat yang dimanfaatkan pengguna.

Jumlah perangkat Internet of Things (IoT) yang digunakan di seluruh dunia saat ini

Sumber: Statista

Masalahnya, menurut survei terbaru dari BlackBerry Limited (NYSE: BB; TSX: BB), sekitar 80% konsumen yang disurvei di Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada tidak percaya dengan perangkatnya sendiri.

Para pengguna perangkat internet-connected (perangkat-perangkat yang terkoneksi dengan internet) tersebut meragukan keamanan data dan privasi mereka.

“Ini peluang nyata bagi perusahaan-perusahaan untuk menyediakan layanan dengan tingkat keamanan dan privasi data yang lebih tinggi.”

Mark Wilson, CMO BlackBerry Limited

Merujuk pada survei Desember lalu, BlackBerry mengungkapkan bahwa mereka lebih memilih membeli perangkat yang memiliki reputasi baik dalam menjaga keamanan data dan privasi.

Selain itu, mereka juga mendukung penerapan konsep “Seal” atau Stand of Approval” sebagai standar keamanan pada perangkat internet-connected.

“Ini peluang nyata bagi perusahaan-perusahaan untuk menyediakan layanan dengan tingkat keamanan dan privasi data yang lebih tinggi,” ungkap Chief Marketing Officer BlackBerry Limited Mark Wilson.

Peningkatan keamanan pada perangkat pintar itu diibaratkan Wilson seperti pertumbuhan permintaan terhadap makanan organik: para pelanggan yang sudah teredukasi akan menyelaraskan standar keamanan perangkatnya.

 

1Bersedia Membayar Lebih  

Sedikitnya 58% responden menyatakan bersedia membayar lebih untuk mengamankan perangkat-perangkat internet-connected mereka seperti speaker Alexa, sistem pengamanan rumah, wearables, dan lain sebagainya.

Sebanyak 10% dari mereka yang bersedia membayar lebih rela mengeluarkan 20% biaya lebih tinggi, walau sebagian dari mereka hanya mematok maksimal 10% saja.

 

2Berlaku untuk Otomotif

Sekarang ini teknologi kendaraan telah terhubung ke internet. Berdasarkan survei BlackBerry, para pengguna kendaraan baru yang terkoneksi dengan internet juga bersedia membayar lebih tinggi asalkan memiliki tingkat keamanan tertinggi.

Jika harga rata-rata mobil kecil di Amerika pada September 2018 sekitar US$35.742, menurut Kelley Blue Book, para pemilik yang bersedia menambah biaya keamanan hingga US$1.700 atau 5% dari harga ada 23%. Sebanyak 10%-nya bahkan bersedia membayar hingga 20% (US$7.000) dari harga mobil.

 

3Tidak Percaya Asisten Suara

Responden, yang terdiri dari 4.010 orang, menyatakan teknologi asisten suara di dalam mobil yang paling dipercaya antara lain Google (25%), Apple Siri (19%), Amazon Alexa (16%), Microsoft Cortana (5%), dan IBM Watson (3%).

Namun, 32% responden yang kebanyakan berusia 54 tahun ke atas berpendapat berbeda. Mereka menyatakan tidak memercayai teknologi asisten suara apa pun. Dari generasi milenial, ada 20% yang tidak memercayai teknologi tersebut.

 

4Beda Pengetahuan dan Praktik

Meski pelanggan menyatakan peduli terhadap keamanan data dan privasi atas perangkat internet-connected mereka, pada kenyataannya belum tentu sama dengan praktiknya.

Buktinya, 23% responden mengaku tidak membatasi data yang dapat diakses menggunakan perangkat mereka. Itu belum termasuk 17% lainnya yang mengaku tidak tahu cara membatasi data tersebut.●

 

 

Teks: TechnoBusiness Insight

Data: BlackBerry Limited

Foto: Istimewa