Akibat Perang Dagang, GoPro Tinggalkan China



California, TechnoBusiness ● GoPro Inc. (Nasdaq: GPRO) mengumumkan akan memindahkan sebagian besar basis produksi kameranya dari China pada musim panas 2019.

Produsen kamera aksi eponymous dan perangkat lunak penyuntingan video yang berbasis di San Mateo, California, Amerika Serikat, itu secara terang-terangan menyatakan pemindahan basisproduksinya itu untuk menghindari pengenaan tarif baru.

“Lingkungan bisnis geopolitik saat ini membutuhkan kelincahan, dan kami secara proaktif menangani masalah tarif dengan memindahkan sebagian besar produksi kamera Amerika yang terikat keluar dari China,” kata Brian McGee, Executive Vice President dan Chief Financial Officer GoPro.

Baca Juga: Bulan Madu Baim-Paula Disponsori Booking.com

McGee menambahkan, “Kami percaya pendekatan diversifikasi produksi ini dapat menguntungkan bisnis kami tanpa menghiraukan implikasi tarif.”

Penting untuk dicatat, McGee menegaskan, GoPro memiliki basis produksi sendiri, sedangkan mitra manufakturnya hanya menyediakan fasilitas. Jadi, pemindahan pabrik tidak terlalu sulit, dan “Kami berharap dapat melakukannya dengan biaya yang relatif rendah.”

Sayangnya, GoPro masih tertutup soal lokasi baru yang akan menjadi basis produksinya. Namun, perusahaan yang pada 2017 meraup pendapatan sebesar US$1,18 miliar itu menyatakan produksi internasionalnya tetap di Negeri Panda.

Baca Juga: Jakarta Bukan Tujuan Utama Wisata Dunia

GoPro, yang akan menampilkan jajaran kamera Hero7, termasuk Hero7 Black 399 yang paling laris, di Consumer Electronics Show, Las Vegas, 8-11 Januari nanti, per kuartal 2018 membukukan pendapatan US$286 juta, turun 13,3% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Di Amerika, menurut periset pasar NFD, GoPro sukses menguasai 96% pangsapasar kamera aksi. Untuk pasar kamera Eropa di atas US$150, menurut periset pasar GfK, GoPro memperoleh pangsa pasar 84%.

Di Jepang, GoPro meraih pangsa pasar 58%, di Korea 47%. Layanan GoPro Plus diikuti oleh 185.000 pelanggan, naik 16% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

—Philips C. Rubin, TechnoBusiness ● Foto: GoPro

95% Konsumen Inginkan Merek Peduli Lingkungan

Singapura dan Jakarta, TechnoBusiness ID ● Dalam sebuah focus group discussion (FGD) tentang pemilihan makanan sehari-hari yang diselenggarakan oleh Spire Indonesia di Jakarta, Selasa (4/12), salah satu pertanyaan yang muncul adalah “pilih yang organik atau tidak”.

Rata-rata peserta FGD menjawab lebih memilih makanan organik asalkan rasa yang ditawarkan sama dengan selisih harga yang tidak terlalu berbeda.

Jawaban peserta FGD anak perusahaan Spire Research and Consulting, periset pasar terkemuka di Asia Pasifik yang berpusat di Tokyo, Jepang, itu kurang lebih sama dengan laporan terbaru Kantar.

Baca Juga: Incar Pasar Kuliner, DIVA Investasi di Pawoon

Kantar, perusahaan riset pasar yang berbasis di London, Inggris, baru saja mengumumkan hasil penelitiannya yang melibatkan 3.000 responden di sembilan negara: Australia, India, Indonesia, Korea, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Taiwan.

Hasilnya, 90% konsumen di Asia dan 95% di Indonesia menginginkan merek terlibat dalam mengatasi masalah isu-isu penting mereka seperti kesehatan dan kemiskinan.

90% konsumen di Asia dan 95% di Indonesia menginginkan merek terlibat dalam mengatasi masalah isu-isu penting mereka. –Kantar

Laporan yang dirangkum dalam judul Purpose in Asia itu menyadarkan kepada para pemilik merek bahwa brand purpose yang autentik saat inimerupakan harapan, bukan lagi bonus.

Merek pun sudah menyadarinya. “Namun, tantangannya adalah mengidentifikasi berbagai masalah yang dianggap penting di seluruh Asia yang beragam, lalu terlibat secara autentik,” kata Joy Lee, Regional Digital Consultant Insights Division Kantar, di Singapura.

Solusinya, merek perlu terlibat langsung dengan konsumen dalam membuat perubahan. “Merek dapat mendukung inisiatif lokal dan mendorong perubahan kecil tapi bermakna bagi banyak orang,” lanjut Lee.

Dalam laporan tersebut mencontohkan merek-merek yang telah terlibat dalam kehidupan konsumen adalah The Body Shop milik The Body Shop International Plc dan Dove dari Unilever.

Kedua merek tersebut menjadikan kepedulian lingkungan dan sosial sebagai bagian dari nilai merek itu sendiri.●

—Michael A. Kheilton (Singapura), Intan Wulandari (Jakarta), TechnoBusiness ID ● Foto: The Body Shop

Incar Pasar Kuliner, DIVA Investasi di Pawoon

Jakarta, TechnoBusiness ID PT Digital Voucher Nusantara Tbk. (IDX: DIVA), entitas anak PT Kresna Graha Investama Tbk. (IDX: KREN), berencana akan berinvestasi sebesar 30% di Pawoon, sebuah aplikasi point of sales (POS) berbasis cloud.

Tidak disebutkan berapa nilai investasi yang dikucurkan, tapi dinyatakan akan mengakselerasi pertumbuhan Pawoon secara eksponensial dan memasuki bisnis miliaran dolar di Asia Tenggara.

Baca Juga: Bulan Madu Baim-Paula Disponsori Booking.com

“Suntikan dana segar dari DIVA akan diarahkan untuk pengembangan produk serta mempercepat akuisisi merchant di penjuru negeri dengan potensi jutaan bisnis,” ungkap Ahmad Gadi, pendiri dan CEO Pawoon.

Tahun lalu, Pawoon juga mendapat kucuran dana dari Kejora Ventures melalui Kejora Star Capital II Fund

Pawoon menarik untuk diakuisisi karena membantu semua jenis dan ukuran usaha secara digital, mulai layanan penjualan hingga investori.

Sejak didirikan pada 2015, aplikasi Pawoon telah digunakan oleh lebih dari 10.000 merchant yang tersebar di 200 kota.

Namun, jumlah merchant itu jauh lebih sedikit ketimbang yang diumumkan Pawoon setahun lalu yang berkisar 30.000 bisnis terdaftar.

Merek-merek populer seperti Go-Pay, Geprek Bensu, Dum Dum Thai Tea, Bakso Lapangan Tembak, dan Mango Bomb merupakan sebagian dari penggunanya.

“Dengan pertumbuhan eksponensial yang melonjak 28 kali lipat selama 24 bulan terakhir, pertumbuhan bulanan 20% dalam empat bulan terakhir, Pawoon menawarkan ekspansi bisnis yang menarik,” kata Dian Kurniadi, Direktur DIVA.

TechnoBusiness Insight: Ekonomi Digital Asia Tenggara Menuju US$240 Miliar 

Dengan begitu, Pawoon memungkinkan mendorong pertumbuhan potensial bagi DIVA di luar tiga sektor yang digarap sebelumnya.

Apalagi, pasar makanan dan minuman yang menjadi konsentrasi Pawoon bernilai Rp27,5 triliun per tahun hanya di Jakarta saja.

Tahun lalu, Pawoon juga mendapat kucuran dana dari Kejora Ventures melalui Kejora Star Capital II Fund bersama lima perusahaan rintisan (startup) lainnya seperti C88Fintech Group, Qareen Group Asia, Etobee, Investree, dan MoneyTable.

Pendanaan yang tidak disebutkan nilainya itu dilakukan setelah Kejora Ventures menggalang dana US$80 juta dari investor-investor besar, di antaranya Barito Pacific Group, Charoen Pokphand, dan Hubert Burda Media.●

—Ivan Darmawan, TechnoBusiness ID ● Foto: Pawoon

Bulan Madu Baim-Paula Disponsori Booking.com

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Empat hari setelah setelah resmi menikah pada Kamis (22/11), artis sinetron Baim Wong dan model Paula Verhoeven langsung berbulan madu (honeymoon) ke Los Angeles dan San Francisco, Amerika Serikat.

Selama tujuh hari, Baim dan Paula menikmati beberapa pilihan akomodasi yang disediakan Booking.com (Nasdaq: BKNG), situs perjalanan online terbesar di dunia yang didirikan di Amsterdam, Belanda, pada 1996.

Baca Juga: Jakarta Bukan Tujuan Utama Wisata Dunia

Mungkinkah bulan madu pasangan selebriti itu disponsori oleh Booking.com? Bisa jadi ya, jika merujuk pada pernyataan resmi Booking.com pada Rabu (5/12).

“Menginap di beragam pilihan akomodasi menawan yang disediakan oleh Booking.com telah menjadi salah satu highlight dari keseluruhan pengalaman bulan madu mereka di Amerika Serikat,” tulis Booking.com.

Berikut aktivitas-aktivitas Baim dan Paula selama tujuh hari berbulan madu di Pantai Barat (West Coast):

Hari ke-1 – Santa Monica dan Venice Beach

Bagi pasangan pengantin baru ini, cuaca yang tidak terlalu dingin merupakan pilihan ideal.

Menyusuri Venice Beach yang berlokasi tidak jauh dari penginapan mereka di Loews Santa Monica sambil melihat warga lokal dan wisatawan berlalu-lalang di Abbot Kinney memberi nuansa baru untuk memulai liburan kali ini.

Pilihan kuliner selama perjalanan pun menjadi pelengkap perjalanan sore itu. Hari pertama pun dihabiskan di 3rd Street Promenade dengan menikmati gemerlap dan kemeriahan sepanjang jalan.

Hari ke-2 – Rodeo Drive, The Grove, & LACMA

Rodeo Drive tersohor sebagai destinasi belanja para bintang Hollywood yang menawarkan berbagai merek mode kelas atas, seperti (Louis Vuitton, Saint Laurent, hingga Chanel dan Stuart Weitzman yang menjadi pilihan Baim dan Paula untuk berbelanja.

Setelah menikmati makan siang di Shake Shack West Hollywood, mereka melanjutkan sesi belanja di pusat Hollywood dengan mengunjungi The Grove, pusat perbelanjaan yang juga menjadi andalan selebriti dunia.

Hari kedua pun ditutup dengan kunjungan ke Los Angeles Country Museum of Art (LACMA) dan berfoto di antara lampu-lampu ikonik LACMA.

Hari ke-3 – Hollywood & LA Lakers

Pagi itu, Baim dan Paula sudah bersiap sejak pagi untuk berpindah ke akomodasi The Charlie West Hollywood dan menyantap sarapan pagi di Urth Caffe Melrose.

Sisa hari mereka lanjutkan untuk berbelanja menyusuri pertokoan di Melrose Avenue.

Sekembalinya ke The Charlie, pengantin baru ini segera bersiap untuk melanjutkan malam dan menyaksikan tim basket idola Baim, LA Lakers, yang bertanding melawan Dallas Maverick di Staple Centre.

Hari ke-4 – Family Day

Di momen spesialnya kali ini, Baim dan Paula mendapat kejutan lebih berupa kunjungan dari abang kandung Baim yang terbang langsung bersama keluarga untuk menemaninya sepanjang hari di Los Angeles.

Sambil menelusuri Hollywood Boulevard, tempat di mana bintang-bintang Hollywood tinggal, mereka pun mengeksplorasi pertokoan di kawasan tersebut sambil sesekali berbelanja dengan keponakannya.

Mereka tidak lupa untuk mencoba Big Mama’s Pizza, pizza berukuran raksasa yang hanya bisa ditemukan di Amerika.

 

Hari ke-5 – Universal Studio

Pengantin baru itu memang terkenal dengan kepribadian yang seru dan spontan. Perjalanan hari terakhir di Los Angeles dihabiskan dengan mengunjungi taman hiburan Universal Studio.

Di sana, mereka menyempatkan untuk berpose dan menikmati wahana Harry Potter yang tersedia, mulai dari Harry Potter and the Forbidden Journey hingga Flight of the Hippogriff.

Baim dan Paula tidak melewatkan kesempatan untuk mengunjungi atraksi The Walking Dead dan The Simpsons Ride. Untuk memudahkan mobilitas, Hilton Los Angeles menjadi pilihan akomodasi mereka karena lokasinya yang sangat dekat dengan Universal Studio.

Hari ke-6 – Union Square, San Francisco

San Francisco menjadi destinasi liburan bulan madu Baim dan Paula berikutnya.

Seusai check-in di Hotel Vitale, a Joie de Vivre Hotel yang berlokasi strategis di jantung kota San Francisco, mereka bergegas untuk menyantap makan siang di Super Duper Burger.

Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan untuk melihat jembatan Golden Gate nan ikonik. Bagi pengguna Booking.com, perusahaan ini memberi pilihan harga dan layanan khusus untuk perjalanan ke berbagai destinasi yang menarik, seperti Golden Gate.

Sambil menikmati sisa sore hari, mereka pun menghabiskannya dengan bersantai di Yerba Buena Garden dilanjutkan makan malam di daerah Union Square, San Francisco.

Hari ke-7 – Pier 39 & Union Square, San Francisco

Angin dingin San Francisco seakan tak meredakan semangat Baim dan Paula untuk melanjutkan momen bulan madu, terutama untuk berbelanja.

Pada pagi hari, mereka menikmati suasana santai sambil berjalan menyusuri deret pertokoan di Pier 39 yang menjual produk-produk khas San Francisco dan bersantap malam di Fisherman Wharf.

Hari itu dilanjutkan dengan menjelajahi Union Square yang merupakan kawasan pertokoan mewah di San Francisco.

Begitulah keseruan bulan madu Baim dan Paula di Amerika yang didukung oleh Booking.com. “Booking.com menginspirasi kami untuk merasakan dunia dengan memperkaya perjalanan kami dari awal hingga akhir,” ungkap Baim.●

—Intan Wulandari, TechnoBusiness ID/PRN ● Foto-Foto: Booking.com, Istimewa

 

10 Restoran Fine Dining Terbaik di Amerika 2018

Needham, TechnoBusiness ● Libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 segera tiba. Bagi Anda yang ingin berlibur ke Amerika Serikat, ada baiknya mencoba 10 restoran fine dining terbaik versi TripAdvisor Inc. (Nasdaq: TRIP) ini.

Sebagai pengelola situs perjalanan terbesar di dunia asal Needham, Massachusetts, TripAdvisor terus melakukan riset terkait industri pendukung perjalanan, termasuk kualitas restoran.

Baca Juga: Belanja Melalui Perangkat “Mobile” Melonjak

Tahun ini, Travellers Choice Award for Restaurants diberikan oleh TripAdvisor kepada 75 restoran terbaik di seluruh Amerika kemarin.

Menurut Senior Vice President for TripAdvisor Restaurants Bertrand Jelensperger, pemenang penghargaan ditentukan menggunakan algoritma yang mempertimbangkan kuantitas dan kualitas ulasan dari seluruh dunia selama 12 bulan.

“Jutaan pengunjung di seluruh dunia bergantung pada TripAdvisor untuk menemukan pengalaman kuliner yang sempurna. Pemenang merupakan restoran yang dianggap terbaik oleh pengunjung di kelasnya,” ungkap Jelensperger.

Baca Juga: Es Teler 77 Andalkan Empat Central Kitchen di Seluruh Indonesia

Berikut ini 10 restoran fine dining di Negeri Paman Sam yang dianggap terbaik oleh pengunjung tahun ini sehingga memperoleh penghargaan Travellers Choice Awards for Restaurants.

1. Gabriel Kreuther – New York City, New York (juga menempati peringkat #16 dunia)

Koki pemenang penghargaan bintang Michelin dan James Beard Gabriel Kreuther menyajikan masakan Prancis yang lezat di restoran Midtown Manhattan yang mewah.

“Makanannya sangat enak, pelayanannya sempurna, dan pengalaman keseluruhannya luar biasa. Harganya mahal, jadi simpanlah untuk acara khusus, tapi saya tidak bisa merekomendasikannya sangat mahal,” kata seorang TripAdvisor diner.

2. Daniel – New York City, New York (#25 dunia)

Terletak di Upper East Side, restoran andalan Daniel Boulud, Daniel, terkenal akan masakan Eropanya yang mewah, gudang anggur kelas dunia, dan layanan yang patut dicontoh.

“Dari saat kami berjalan di pintu depan sampai kami keluar, kami semua setuju ini adalah pengalaman bersantap paling unik yang pernah kami alami … Saya sudah makan di seluruh dunia dan pengalaman makan, layanan dan makan di Daniel tidak akan pernah digandakan,” kata seorang TripAdvisor diner.

3. Café Monarch – Scottsdale, Arizona

Monarch Café yang dimiliki dan dioperasikan keluarga menawarkan menu ever-evolving four-course tasting dengan bahan-bahan lokal, organik, berkelanjutan, dan premium dalam suasana yang elegan.

“Makanannya luar biasa dalam kualitas dan presentasi – benar-benar menyenangkan untuk selera. Staf memanjakan kami dan membuat kami merasa seperti di rumah di bekas rumah ini. Kami memiliki makanan yang paling mengesankan di restoran kelas dunia ini,” tulis seorang TripAdvisor diner.

4. Circa 1886 – Charleston, Carolina Selatan

Terselip di belakang Wentworth Mansion yang bersejarah, Circa 1886 terkenal akan hidangan modernnya dengan masakan Lowcountry klasik dan dekorasi menawan.

“Makanan superkreatif dan lezat, layanan superior dan ruang makan yang sangat nyaman dan elegan. Ini adalah restoran favorit kami di Charleston,” kata seorang TripAdvisor diner.

5. Flight Restaurant & Wine Bar – Memphis, Tennessee

Terletak di jantung pusat kota Memphis, pengunjung yang ragu-ragu akan menemukan kesenangan dalam pendekatan unik flight restaurant & wine bar untuk menyajikan makanan mereka dalam mencicipi trios penerbangan.

“Format penerbangan untuk dinning brilian. Kualitas makanan, dan pengetahuan pelayan kami dalam membantu kami memilih penerbangan kami, kemudian membantu kami memasangkan anggur dengan makanan … luar biasa,” kata seorang TripAdvisor diner.

6. Halls Chophouse – Charleston, Carolina Selatan

Dihormati karena layanannya yang luar biasa dan steak premium, Halls Chophouse yang dikelola keluarga ini menampilkan musik live setiap malam dalam seminggu.

“Kami diperlakukan seperti bangsawan pada saat kami berjalan di pintu sampai saat kami pergi … Steak kami luar biasa, anggur adalah top-notch dan staf akan meninggalkan Anda terpesona,” kata seorang TripAdvisor diner.

7. GW Fins – New Orleans, Louisiana

Terletak di French Quarter, GW Fins terkenal karena menyajikan ikan segar, berkualitas tinggi, dengan menu yang berubah setiap hari.

“Restoran ini memiliki suasana yang luar biasa, stafnya menyenangkan dan makanannya benar-benar lezat. Disajikan dengan baik, disajikan dengan baik dan segar seperti yang Anda bisa,” kata seorang TripAdvisor diner.

8. Charleston Grill – Charleston, Carolina Selatan

Terletak di dalam Belmond Charleston Place Hotel, Charleston Grill mengambil putaran yang elegan di masakan Selatan sambil menampilkan musik jazz live tujuh malam dalam seminggu.

“Saya telah makan di banyak restoran mewah di seluruh dunia dan pengalaman ini adalah salah satu yang terbaik. Layanan sempurna, masakan sensasional disertai dengan jazz combo yang luar biasa yang dibuat untuk malam yang tak terlupakan,” kata seorang TripAdvisor diner.

9. Lahaina Grill – Maui, Hawaii

Lahaina Grill yang sangat terkenal menawarkan masakan Amerika baru yang lezat dalam suasana bistro yang romantis dan kontemporer.

“Pengalaman yang luar biasa secara keseluruhan. Segala sesuatu dari layanan, menu, daftar anggur, atmosfer, dan makanannya adalah bintang lima. Mahal, tapi santapan terbaik,” kata seorang TripAdvisor diner.

 

10. Geronimo – Santa Fe, New Mexico

Memiliki lokasi unik di dalam rumah adobe berusia 250 tahun, Geronimo menawarkan menu eklektik global dari hidangan yang terinspirasi gaya Barat dalam suasana hangat dan pedesaan.

“Makanan, layanan, dan suasana semuanya luar biasa. Sangat direkomendasikan untuk menikmati hidangan istimewa jika Anda mengunjungi Santa Fe. Tidak mudah menemukan restoran sehebat Geronimo,” kata restoran TripAdvisor.

Sekarang pilihan ada di tangan Anda. Selamat jalan-jalan dan menikmati fine dining terbaik di Amerika saat ini.●

—Celine Tamaria, TechnoBusiness/PRN ● Foto-Foto: TripAdvisor

 

Indonesia Jadi Pasar Utama RedBus

Jakarta, TechnoBusiness TV ● Meski sudah masuk ke pasar Indonesia sejak 2016, redBus, platform pemesanan tiket bus dan suttle bus online terbesar di dunia asal India, baru diluncurkan di Jakarta pada Senin (3/12).

Selama dua tahun terakhir, rupanya redBus “diam-diam” mendekati perusahaan otobus (PO) di beberapa kota seperti Jabodetabek, Jogja, Solo, Semarang, Bali, dan lain sebagainya, untuk menggunakan layanannya.

Baca Juga: RedBus Permudah Pembelian Tiket Bus Sinar Jaya

Karena itu, saat diluncurkan kemarin, redBus menyatakan telah melayani pemesanan tiket bus dan suttle bus secara online di lebih dari 150 kota dan 1.400 rute di Indonesia.

“Setelah menyelesaikan berbagai permasalahan rumit yang dialami para pelanggan bus di berbagai negara, redBus diluncurkan di Indonesia,” ungkap CEO redBus Prakash Sangam.

“Setelah menyelesaikan berbagai permasalahan rumit yang dialami para pelanggan bus di berbagai negara, redBus diluncurkan di Indonesia.”

Visinya sederhana, yaitu mengubah ekosistem bus dan suttle bus, juga membuat hidup pelanggan bus menjadi lebih simpel.

Sebab, dengan platform yang mereka tawarkan, pelanggan tak perlu datang ke agen bus untuk memesan tiket.

Bagi perusahaan otobus, dapat dengan mudah memantau proses penjualan tiket dan manajemen keuangannya.

“Tidak menghilangkan agen, tapi lebih mengefisienkan prosesnya,” kata Danan Christadoss, Country Head redBus Indonesia.

redBus didirikan di India pada 2006. Seperti diketahui, dengan populasi yang amat besar, proses pemesanan tiket bus saat hendak bepergian cukup menjengahkan. Untuk itu, redBus hadir.

Sukses di negaranya sendiri, redBus lantas berekspansi ke Singapura dan Malaysia pada 2015. redBus juga masuk ke Peru pada 2016 dengan mengakuisisi plafform serupa, Busportal, yang kemudian diubah namanya menjadi redBus.pe.

TechnoBusiness TV: Tiga “Senjata” HP Pasarkan PC Premium

Langkah itu membuka jalan untuk masuk juga ke pasar Amerika Latin, Peru, dan Kolombia. Secara akumulasi, redBus sudah menjual 100 juta tiket bus dari 15 juta pengguna di seluruh dunia.

Kini, redBus menjadi bagian dari MakeMyTrip Milited (Nasdaq: MMYT), agregator perjalanan yang meliputi penerbangan, hotel, dan paket wisata terbesar di India.

Besarnya potensi yang ada, redBus mengakui bahwa Indonesia menjadi salah satu pasar terbesarnya. Di pasar ini, redBus menargetkan menggandeng 200 operator bus dengan 200.000 kursi terjual lewat aplikasinya hingga Desember 2019.●

—Purjono Agus Suhendro, TechnoBusiness TV ● Video: TechnoBusiness TV

Tonton konten-konten TechnoBusiness TV Indonesia menarik lainnya di sini

 

Kata Go-Pay Terkait Saling Tiru Strategi Antar Platform

TechnoBusiness TV ● Sekarang ini antarpenyedia jasa transportasi online, sebut saja Go-Jek dan Grab, cenderung saling tiru strategi dan layanan yang disediakan untuk pelanggannya.

Kok bisa ya? Lantas, apakah itu sehat dalam persaingan bisnis?

Berikut ini tanggapan Vincent, Head of Partnership and Business Development Go-Pay (Powered by Go-Jek) saat dimintai komentarnya oleh Kevin Wu, founder and CEO Tripal.co dalam acara #PowerTalksID Monthly Talks di Jakarta, Jumat (30/11).

Tonton konten-konten TechnoBusiness TV Indonesia menarik lainnya di sini

10 Tas Populer untuk Liburan Akhir Tahun Ala eBags

Denver, TechnoBusiness ● Sebentar lagi liburan Natal dan Tahun Baru tiba. Anda sudah tahu akan berlibur ke mana? Juga, sudah tahu apa yang akan Anda bawa? Jika belum, lanjutkan baca artikel ini.

Untuk mempermudah dalam membawa barang bawaan, eBags, peritel online khusus barang-barang perjalanan terkemuka di dunia, baru saja merilis daftar tas yang layak Anda pertimbangkan untuk jalan-jalan.

TechnoBusiness Tips: Lima Kesalahan Umum di Media Sosial

TechnoBusiness Media Network menganggap rekomendasi ini menarik karena dikeluarkan oleh anak perusahaan Samsonite International SA, produsen dan peritel tas global asal Denver, Colorado, Amerika Serikat, dengan kantor pusat di Tsim Sha Tsui, Hong Kong.

eBags sendiri telah menjual lebih dari 33 juta tas dengan 3,2 juta ulasan dari pelanggan selama 18 tahun pengalamannya. Pada 2017, eBags memperoleh penghargaan sebagai peritel tas top dari Consumer Reports.

Yang menarik, produk-produk yang dipasarkan eBags dirancang berdasarkan masukan dari wisatawan-wisatawan di seluruh dunia—mungkin saja termasuk Anda.

TechnoBusiness TV: Hengki Widjaja Bercerita Tentang Pilihan Sulit dalam Berkarier 

Berikut beberapa tas perjalanan yang direkomendasikannya.

The Do-It-All Mom

eBags merekomendasikan tas Anti-Theft Carry All Crossbody. Dengan kantong untuk segalanya, tas serbaguna ini memiliki tempat untuk botol air, makanan ringan, tisu, popok, dan bantalan lengan untuk tablet.

Ditambah lagi, ruang-ruang di dalamnya menghilangkan kebutuhan untuk membawa dompet ekstra dan fitur keamanan seperti teknologi pemblokiran RFID dan kain anti-sobekan membuat Anda aman saat bepergian.

Harga: Rp1.134.200 (Setelah diskon)

The Commuter

Fungsional dan ramping, ransel Professional Slim Laptop Backpack ini amat ringan dan terorganisir. Ini merupakan tas yang sempurna untuk komuter harian atau pejuang jalanan yang sering bepergian untuk bisnis.

Harga: 630.000 (Setelah diskon)

Go-Go-Goer

eBags Crew Cooler merupakan tas favorit bagi pramugari, ibu, guru, dan pecinta makanan yang abadi. Ini pasti akan memenangkan hati para penyuka jalan-jalan.

Harga: Rp1.134.200 (Setelah diskon)

 

The Overpacker

Untuk overpacker yang kronis, berikan mereka hadiah yang memungkinkan mereka terus melanjutkan hobinya. Dengan eBags Compression Packing Cubes, Anda dapat mengemas pakaian dua kali lipat dengan hanya separuh ruang.

Harga: —

Tidak tersedia untuk Indonesia

The One-Bag Traveller

Barangkali eBags Mother Lode Weekender Convertible menjadi tas terakhir yang Anda butuhkan saat berkeliling dunia. Sebab, tas ini lapang, dan ringan.

Harga: US$103,99 (Setelah diskon)

 

 

The Cruiser

Mereka yang suka berlayar akan membutuhkan Pack It Flat Toiletry Kit ini. Kait built-in-nya dengan mudah menggantung di kabin dan kantongnya yang banyak bermanfaat untuk menyimpan barang lebih rapi.

Harga: 441.000 (Setelah diskon)

 

The Adventurous Family

Mother Lode Wheeled Duffels menampilkan organisasi internal yang brilian, kantong eksternal untuk akses on-the-go dan upgrade yang murah hati. Tersedia dalam tiga ukuran, tas ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan setiap wisatawan.

Harga: Rp2.520.600 (Setelah diskon)

 

The Tech Junkie

Tas eBags Cord Cube ini cocok untuk mengatasi pendukung teknologi seperti kabel agar tak kusut.

Harga: 441.000 (Setelah diskon)

 

 

The Modern Traveler

Jangan pernah kehilangan daya dengan eBags Fortis Pro. Lengkap dengan sistem pengisian USB universal eksternal sehingga wisatawan dapat mengisi daya ponsel dan perangkat lain langsung dari kantong.

Ini adalah tas tangan yang sempurna, tahan lama, ringan, dan hadiah yang luar biasa untuk setiap pelancong yang sering bepergian.

Harga: Rp2.520.600 (Setelah diskon)

The Person Who Has Everything

Bahkan penerima yang paling teliti akan terpesona dengan eBags Packing Cubes ini. Lebih dari 10.000 ulasan membuktikan bahwa setiap orang dapat berkemas seperti seorang profesional dengan tas ini.

Harga: Rp629.900 (Setelah diskon) 

—TechnoBusiness Media Network/PRN/eBags ● Foto-Foto: eBags

 

Qualcomm Siapkan US$100 Juta untuk Startup AI

San Francisco, TechnoBusiness ● Qualcomm Incorporated (Nasdaq: QCOM), perusahaan semikonduktor global yang berbasis di San Diego, California, Amerika Serikat, membentuk Qualcomm Ventures AI Fund.

Qualcomm Ventures AI Fund merupakan pemodal ventura yang dikhususkan untuk mendanai pengembang teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Baca Juga: Membaca Strategi “Rebranding” MatahariMall.com

Namun, lini yang berada di bawah Qualcomm Ventures itu akan menitikberatkan pada pendanaan teknologi baru terkait mobil otonom, robotika, dan platform mesin pembelajaran (machine learning).

Qualcomm akan menempatkan teknologi AI di perangkat mana pun.

Menurut Steve Mollenkopf, CEO Qualcomm Incorporated, Qualcomm akan menempatkan teknologi AI di perangkat mana pun.

Karena itu, perusahaan mulai berupaya menciptakan, mengembangkan, mengomersialisasi, hingga berinvestasi di dalamnya.

Langkah itu juga untuk menyambut potensi penuh dari penerapan teknologi 5G. “Di Qualcomm, kami menciptakan teknologi terobosan yang mengubah cara dunia terhubung, berhitung, dan berkomunikasi,” ungkap Mollenkopf.

Untuk mendanai perusahaan-perusahaan pengembang teknologi berbasis AI, Qualcomm Ventures mengalokasikan anggaran hingga US$100 juta.

Baca Juga: Valuasi Tokopedia Diprediksi Mencapai US$7 Miliar

Salah satu yang telah didanai adalah AnyVision, perusahaan rintisan (startup) pengenalan wajah dan tubuh terkemuka di dunia.

“Qualcomm Ventures bangga berinvestasi di AnyVision dan banyak pemain kunci lain dalam industri AI,” ujar Quinn Li, Senior Vice President for ventures of Qualcomm Technologies Inc.

 Jauh sebelumnya, Qualcomm telah bergerilya dan mendanai beberapa startup AI global seperti Cruise Automation, Brain Corp, Clarifai, Prospera, SenseTime, dan Retail Next.●

—Philips C. Rubin, TechnoBusiness/PRN ● Foto: Qualcomm

 

PowerTalks.ID: The Story of Go-Pay

GO-PAY telah menjadi dompet virtual yang telah dimanfaatkan masyarakat secara luas untuk melakukan pembayaran semua transaksi dalam aplikasi GO-JEK atau pun transaksi offline di banyak merchant.

GO-PAY sampai saat ini terus mengembangkan fitur-fiturnya seperti top-up, transfer saldo, scan QR, pembayaran transaksi/tagihan, penarikan tunai, pembelian voucherserta layanan lainnya.

Dengan value proposition yang kuat (Speed, Simplicity, dan Security), GO-PAY dikembangkan untuk membangun sistem pembayaran yang lebih efektif dan efisien.

Strategi pengembangan bisnis yang dilakukan oleh GO-PAY terbukti ampuh meningkatkan angka transaksi pengguna secara signifikan.

Kembali hadir untuk Anda, para start-up enthusiastPowerTalks.ID Monthly Talks hasil kerja sama antara IDX Incubator, Tripal.co dan TechnoBusiness Indonesia edisi November 2018 yang bertema: The Story of Go-Pay oleh Vincent (Head of Partnership & Business Development GO-PAY) sebagai pembicara dan Kevin Wu (Founder & CEO Tripal.co) sebagai moderator.

Jumat, 30 November 2018 pukul 18.00-21.00 WIB di IDX Incubator (Menara Mandiri I Lt.16 Jl. Jend. Sudirman Kav. 54-55 Jakarta Selatan).

 GRATIS. Daftar sekarang, tempat terbatas,

Klik > exc.li/powertalksid

#PowerTalksID

#MonthlyTalk

#IDXIncubator

#TechnoBusinessID

#TripalCo

#ExcellenceAsia