HP: Pasar Asia Tenggara Berubah Setiap Hari

Kuala Lumpur, TechnoBusiness TV ● Setelah memasuki kawasan Asia Tenggara cukup lama, perusahaan-perusahaan global semakin tahu bagaimana karakteristik pasarnya. HP Inc. (NYSE: HPQ) salah satunya.

HP, vendor komputer global yang berbasis di Palo Alto, California, Amerika Serikat, menyatakan situasi pasar di negara-negara berkembang di Asia Tenggara bisa berubah setiap hari.

Simak Juga: Tiga “Senjata” HP Pasarkan PC Premium

“Bencana dan situasi politik berubah setiap hari dan itu tantangannya,” ungkap Koh Kong Meng, General Manager dan Managing Director HP Asia Tenggara dan Korea.

“Bencana dan situasi politik berubah setiap hari dan itu tantangannya.”

Namun, kata Meng dalam konferensi HP Home Planet 2018 di Malaysia International Trade and Exhibition Centre, Kuala Lumpur, Kamis (15/11) lalu, itu, “Hanya ada satu yang tidak pernah berubah, yaitu potensi yang tidak terbatas.”

Pasar komputer dan perangkat pendukungnya di kawasan Asia Tenggara tidak berbeda jauh dari China dan India. Berbekal populasi penduduk yang besar dan Produk Domestik Bruto yang terus tumbuh, “Ada banyak potensi di sini,” jelas Meng.

Apalagi, Malaysia dinilai sebagai negara paling inklusif di kawasan regional, Indonesia menjadi kekuatan ekonomi global ke-10, dan Thailand dengan penetrasi internetnya yang mencapai 90%.

Potensi itu bisa ditangkap secara baik dan maksimal hanya dengan menawarkan inovasi terbaru. Inovasi itu mesti menyesuaikan karakteristik pasar yang ada.

“Hanya ada satu yang tidak pernah berubah, yaitu potensi yang tidak terbatas.”

Megatrend yang berkembang di kawasan Asia Tenggara dan Korea adalah tingginya urbanisasi, demografi yang cepat berubah, hiperglobalisasi, dan inovasi yang amat cepat,” ungkap Meng.

Dulu, Meng mencontohkan, kerja harus di kantor, tapi sekarang bisa dari mana saja. Tantangannya, keamanan dan privasi menjadi masalah.

“Inovasi-inovasi terbaru yang dihadirkan HP, baik produk maupun layanan, telah mengakomodasi itu semua,” katanya. Di Indonesia, misalnya, HP telah bekerja sama dengan Go-Jek untuk menyediakan layanan pesan antar tinta printer.

 

Pasar yang Unik

JEFFREY BAHAR
Group Deputy CEO Spire Research and Consulting

Asia Tenggara memang memiliki karakteristik pasar yang unik sehingga harus ditangani secara berbeda dengan pasar-pasar di Amerika dan Eropa.

Hal itu diungkapkan oleh Jeffrey Bahar, Group Deputy CEO Spire Research and Consulting, firma riset pasar yang cukup kuat dalam menganalisis perkembangan bisnis di Asia Pasifik, termasuk Indonesia, Malaysia, Vietnam, Singapura, dan Thailand.

Jeffrey membenarkan bahwa situasi di negara-negara berkembang sering kali bergejolak, terutama terkait perpolitikan masing-masing negara, tapi justru di kawasan inilah potensi menggiurkan tersimpan.

“Jumlah populasi yang berkembang, yang sebagian besar merupakan generasi produktif, dengan tingkat PDB yang kian tinggi membuat pasar Asia Tenggara layak digarap secara serius,” ungkap Jeffrey kepada TechnoBusiness Indonesia di Jakarta, Kamis (22/11).●

—Purjono Agus Suhendro, TechnoBusiness TV ● Foto: HP ● Video: TechnoBusiness TV

 

Tiga “Senjata” HP Pasarkan PC Premium

TechnoBusiness TV ● Ruang konferensi Level A Malaysia International Trade and Exhibition Centre (MITEC), Kuala Lumpur, Malaysia, pada Kamis (15/11) jam 10 pagi sudah dipenuhi wartawan media-media terkemuka dari negara-negara Asia Tenggara dan Korea.

Mereka datang, termasuk TechnoBusiness Media, untuk menghadiri perhelatan HP Home Planet 2018 bertema “Our Home Today, Our World Tomorrow” yang diselenggarakan oleh HP Inc. (NYSE: HPQ), salah satu vendor komputer asal Palo Alto, California, Amerika Serikat.

Simak Juga: Exclusive Interview with Setyo Harsoyo, CEO Sprint Asia Technology

Serangkaian acara dihelat, dan Josephine Tan, Vice President of Product Management for Consumer Notebook HP Inc., menjadi pembicara pembuka. Dalam pemaparannya, Josephine menyampaikan “HP Philosophy of Design” yang penuh makna.

HP menggunakan pendekatan kombinasi yang sempurna dari desain, keamanan, dan performa PC premium. 

Menurut Josephine, HP menggunakan pendekatan kombinasi yang sempurna dari desain, keamanan, dan performa premium bagi lini terbaru komputer personal (personal computer/PC) kelas atas.

Kombinasi dari tiga “senjata” ampuh itu dituangkan dalam jajaran seri terbaru keluarga Spectre, yakni HP Spectre Folio, HP Spectre 13 x360, dan HP Spectre 15 x360, yang diperkenalkan dalam acara tersebut.

“Inovasi terbaru ini disasarkan bagi pekerja dan konsumen dengan mobilitas tinggi yang merumuskan kembali cara hidup, bekerja, dan bermain untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang semakin cepat di dunia,” ungkap Josephine.

Baca Juga: HP Perkenalkan Tiga Seri Laptop Terbaru

Dalam HP Home Planet 2018 tersebut, HP tidak hanya mengenalkan PC terbaru, melainkan juga merilis produk Z by HP (komputer desktop HP ZBooks dan Z Desktops) dan printer seri HP Laserjet MFP M72625dn dan M72630dn.

Ada pula printer HP Jet Fusion 3D Printing Solutions yang dipasarkan oleh distributor DKSH Malaysia, terutama ditujukan untuk pasar Singapura, Malaysia, dan Thailand, dan lain sebagainya.

Di Indonesia, berdasarkan data periset pasar IDC, per kuartal 3/2018 HP menempati urutan keempat di antara seluruh merek PC yang ada; nomor 3 di pasar PC komersial; nomor 4 di ranah PC konsumer, dan nomor 3 di pasar printer secara keseluruhan.●

—Purjono Agus Suhendro, TechnoBusiness TV ● Foto-Video: TechnoBusiness Media Network

 

HP Perkenalkan Tiga Seri Laptop Terbaru

Kuala Lumpur · HP Inc. (NYSE: HPQ), produsen perangkat keras dan lunak komputasi yang berbasis di Palo Alto, California, Amerika Serikat, hari ini memperkenalkan tiga seri produk personal computer (PC) premium terbaru.

Ketiga seri itu, antara lain HP Spectre Folio, HP Spectre 13 x360, dan HP Spectre 15 x360, masuk dalam keluarga Spectre.

Produk-produk tersebut diperkenalkan ke pasar Asia Tenggara dan Korea pada acara HP Home Planet 2018 di Malaysia International Trade and Exhibition Center (MITEC), Kuala Lumpur.

Menurut Josephine Tan, Vice President Product Management and Consumer Notebook HP Inc., produk-produk terbaru tersebut sengaja diciptakan untuk para pekerja dan konsumen yang memiliki mobilitas tinggi.

“HP menampilkan inovasi terbaru bagi pekerja dan konsumen dengan mobilitas tinggi yang merumuskan kembali cara hidup, bekerja, dan bermain guna menyesuaikan diri dengan perubahan di dunia yang semakin cepat,” ungkapnya.

Seri-seri terbaru PC HP itu merupakan penyempurnaan dari lini-lini produk sebelumnya. HP Spectre 13 x360 dan HP Spectre 15 x360, misalnya, memiliki performa dan keamanan yang lebih baik daripada seri sebelumnya.·

—Purjono Agus Suhendro,TechnoBusiness · Foto: TechnoBusiness

 

Lenovo Tawarkan US$7.000 untuk Jagoan Game Asia

Jakarta, TechnoBusiness ● Lenovo Group Limited (HKSE: 992, ADR: LNVGY), vendor komputer global asal Beijing, China, menggelar turnamen tahunan Legion of Champions III.

Dalam turnamen itu, Lenovo menawarkan hadiah Rp50 juta untuk babak kualifikasi di masing-masing negara, termasuk Indonesia, yang berakhir pada Desember.

Baca Juga: Omzet Single Day Alibaba “Salip” Canton Fair

“Lenovo berkomitmen menghubungkan para gamers dan memperkaya komunitas gaming melalui turnamen gaming.

Pemenang akan menghadapi pesaing dari negara lain di grand final Bangkok, Thailand.

Pemenang Asia akan mendapatkan hadiah utama senilai US$7.000 dan laptop Legion senilai US$5.000 untuk masing-masing anggota tim.

Menurut penjelasan Diantika, Consumer Marketing Lead Lenovo Indonesia, selain babak kualifikasi, Lenovo Indonesia juga akan mengadakan serangkaian workshop dan pameran Legion di berbagai kota.

Baca Juga: Jangan Terbujuk “Setan Diskon” 11.11

“Lenovo berkomitmen menghubungkan para gamers dan memperkaya komunitas gaming melalui turnamen gaming, eSports, dan kerja sama strategis,” ungkap Diantika di Jakarta, Selasa (13/11).

Sebab, dengan turnamen seperti Legion of Champions III, gamer di Indonesia dapat mengasah kemampuannya di tingkat regional. Selain berkompetisi, lanjut Diantika, juga menjadi wadah saling berbagi pengetahuan tentang gaming.●

—Ivan Darmawan, TechnoBusiness ID ● Foto: Lenovo Indonesia

 

Zahir Bagikan 1.000 Aplikasi Bisnis Gratis

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Sebagai bentuk kepedulian, PT Zahir Internasional, pemimpin pasar perangkat lunak akuntansi, membagikan 1.000 aplikasi bisnis gratis kepada para pelaku usaha di Tanah Air.

Pembagian aplikasi bisnis gratis itu dilakukan berbarengan dengan pameran komputer Indocomtech di Jakarta Convention Center, Senayan, selama lima hari sejak Rabu (31/10).

Baca Juga: Zahir Alokasikan Rp100 Miliar untuk Fintech Syariah

Dengan membagikan aplikasi bisnis yang baru diluncurkan senilai total Rp2,4 miliar itu, Zahir berharap pelaku-pelaku usaha naik kelas. Aplikasi tersebut menggunakan software as a service dengan kemampuan All in One Business Solution.

Menurut Business Manager Zahir Internasional Indra Septiady, aplikasi yang dibagikan dapat dijalankan di perangkat mobile, baik yang bersistem operasi Android maupun iOS.

Dengan membagikan aplikasi bisnis secara gratis, Zahir berharap para pelaku usaha naik kelas.

“Zahir menghadirkan teknologi Application Programming Interface [API] yang memudahkan interkoneksi Zahir dengan aplikasi apa pun secara mudah,” ujar Indra di Jakarta, Jumat (2/11).

Selain itu, di Indocomtech, Zahir juga menawarkan layanan yang belum lama ini diperkenalkan, yakni Zahir Capital Hub. Zahir Capital Hub merupakan teknologi finansial (fintech) permodalan usaha kecil dan menengah syariah.

Zahir siap menyalurkan dana dari pemodal kepada usaha kecil dan menengah dengan alokasi dana hingga Rp100 miliar pada tahap awal. Dalam mengembangkan fintech syariah tersebut, Zahir bekerja sama dengan pemodal seperti Alami, Asy-Syirkah, Ethis, dan Kapital Boost.

Baca Juga: Teknologi dan Tumpuan Tiens Selanjutnya

Sebagai perusahaan yang sudah berkembang selama 22 tahun, Zahir memiliki banyak pelanggan korporasi, termasuk usaha kecil dan menengah. Pelanggan-pelanggan itu menjadi target penyaluran fintech syariah yang cukup potensial bagi Zahir.

“Jika pelanggan Zahir ada yang membutuhkan modal untuk mengembangkan usahanya, kami sediakan Zahir Capital Hub sebagai solusi mereka,” ungkap Muhamad Ismail, CEO Zahir Internasional.

Jadi, di pameran komputer tahunan Indocomtech yang berlangsung saat ini, Zahir menawarkan beberapa layanannya, dua di antaranya membagikan 1.000 aplikasi bisnis gratis dan Zahir Capital Hub. Ada yang mau?

—Anwar Ibrahim, TechnoBusiness ID ● Foto: Zahir

 

Ancaman Malware terhadap Penambang Kripto Meningkat

Jakarta, TechnoBusiness ID Kaspersky Lab, perusahaan keamanan siber global yang berbasis di Moskwa, Rusia, membenarkan bahwa ancaman terhadap penambang kripto (cryptomining) belakangan ini meningkat pesat.

Dalam empat tahun terakhir, Kaspersky Security Network mengungkapkan malware yang terdeteksi pada drive root penambang kripto bernama Trojan.Win32.Miner.ays/ Trojan.Win64.Miner.all.

Baca Juga: Tambang Kripto Jadi Sasaran Empuk Serangan Malware

Caranya, Trojan menyusupkan aplikasi penambangan kripto ke komputer, melakukan instalasi, lalu secara diam-diam meluncurkan perangkat lunak serupa sekaligus mengunduh kebutuhan dan mengirimkannya ke server eksternal mereka.

Data yang ditemukan Kaspersky juga menunjukkan bahwa tidak sedikit infeksi malware di perangkat komputer penambang kripto tahun ini yang sebetulnya telah berlangsung lama.

Jika komputer telah terjangkit malware, “Kemungkinan memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap kemampuan pemrosesan,” jelas Denis Parinov, peneliti anti-malware di Kaspersky Lab, melalui siaran persnya, Kamis (4/10).●

—Anwar Ibrahim, TechnoBusiness ID ● Foto: Kapersky Lab

 

Tambang Kripto Jadi Sasaran Empuk Serangan Malware

Jakarta, TechnoBusiness ID Booming Bitcoin dan mata uang digital (cryptocurrency) lainnya akhir-akhir ini telah mendorong banyak orang untuk melakukan penambangan (cryptomining). Mereka yang memahaminya berbondong-bondong membeli perangkat komputer dan pendukung lainnya untuk menemukan kode uang digital.

Baca Juga: RedBus Permudah Pembelian Tiket Bus Sinar Jaya

Namun, di balik menggiurkannya bisnis pertambangan kripto itu juga memungkinkan berkembangnya malware. Tim FortiGuard SE dari Fortinet (Nasdaq: FTNT) menyatakan perangkat komputasi yang cukup tangguh justru disukai malware untuk tujuan jahat.

Apalagi, kata perusahaan penyedia perangkat lunak keamanan komputasi yang berbasis di Sunnyvale, California, Amerika Serikat, itu, perangkat penambangan kripto selalu aktif dan terhubung. Dengan begitu, “Penyerang memungkinkan memuat malware yang terus terlibat dalam penambangan kripto,” jelas mereka.●

—Anwar Ibrahim, TechnoBusiness ID ● Foto: Bitcoinist.com

 

Pertahankan Pasar, Toshiba Memory dan WD Buka Pabrik Baru

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Toshiba Memory Corporation bersama Western Digital Corporation (Nasdaq: WDC) membuka pabrik semikonduktor canggih, yakni Fab 6, dan pusat penelitian dan pengembangan memori (Pusat R&D Memory) di Yokkaichi, Prefektur Mie, Jepang.

Pabrik 3D flash memory yang dibuka hari ini itu dibangun Toshiba Memory sejak Februari 2017. Kemudian berbarengan dengan Western Digital, perusahaan hasil spin-off dari Toshiba Corporation tersebut menginstalasi peralatan manufaktur canggih di dalamnya.

PowerTalks ID: Ajisatria Suleiman: “Kenapa Fintech Itu Menarik?”

Peralatan itu digunakan untuk proses-proses produksi utama, termasuk deposition dan etching. Sementara itu, produksi massal 3D flash memory 96-layer-nya sudah dimulai sejak awal bulan. Fasilitas pabrik tersebut dibangun seiring meningkatnya permintaan 3D memory flash untuk server-server enterprise.

Fasilitas Pusat R&D Memory-nya justru telah beroperasi lebih dulu, yaitu pada Maret 2018. Lokasinya bersebelahan dengan Fab 6. “Kami bersemangat atas kesempatan untuk memperluas pasar 3D flash memory generasi terbaru kami,” ungkap Presiden dan CEO Toshiba Memory Corporation Dr. Yasuo Naruke.

Baca Juga: Selamat Datang Selfin, Penantang Baru Facebook

Yasuo menambahkan, Fab 6 dan Pusat R&D Memory berperan penting dalam menjaga posisi sebagai pemain terdepan pada pasar 3D flash memory, apalagi kini berkolaborasi dengan Western Digital, perusahaan serupa yang berbasis di San Jose, California, Amerika Serikat.

CEO Western Digital Corporation Steve Milligan menyebut Toshiba Memory sebagai mitra berharga perusahaan yang dipimpinnya. “Hampir dua dekade kolaborasi kami sukses dan telah membantu mengembangkan inovasi teknologi flash NAND,” katanya.

Fab 6, lanjut Milligan, merupakan fasilitas canggih Toshiba Memory dan Western Digital menjadi lebih jauh memimpin dalam hal teknologi penyimpanan di pasar global. Menurut periset pasar Statista, nilai pasar flash memory pada 2018 mencapai US$56,7 miliar. Angka itu angka meningkat menjadi US$61,2 miliar pada tahun depan.●

—Intan Wulandari, TechnoBusiness ID ● Foto: Western Digital

 

Langkah Jitu MSI Kuasai Pasar eSports Indonesia

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Seiring semakin banyaknya kaum milenial, permainan olahraga elektronik (eSports) di berbagai negara juga semakin populer. Permainan yang sarat teknologi itu diperkirakan bakal terus tumbuh pesat setiap tahunnya.

Jika merujuk pada laporan “2018 Global eSports Market Report” yang dirilis Newzoo, periset pasar game global yang berbasis di Amsterdam, Belanda, nilai pasar eSports global hingga akhir 2018 mencapai US$905,6 juta.

Baca Juga: Go-Viet Disambut Baik di Vietnam

Lebih dari itu, dua tahun lagi kompetisinya diprediksi bakal menjadi industri yang menghasilkan angka hingga US$125 miliar. Besaran industri itu tentu saja akan mendongkrak kebutuhan perangkat game seantero jagat.

Market Research, penyedia data intelijen pasar yang berbasis di Maryland, Amerika Serikat, menyebut pasar gaming peripheral global pada 2017 tercatat sebesar US$2,44 miliar. Pada 2023, angka itu akan berubah menjadi US$4,30 miliar.

Yang termasuk dalam gaming peripheral di antaranya perangkat dan teknologi gaming, termasuk controllers, keyboards, dan gaming mice. Permintaan gaming peripheral dengan pertumbuhan tercepat diyakini berasal dari kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia.

Baca Juga: Teknologi di Balik Kesibukan Iwan Sunito 

Oleh karena itu, sebagai salah satu vendor perangkat game terkemuka di dunia asal Taiwan, Micro-Star International (TWSE: 2377), secara terang-terangan menggarap pasar Indonesia secara serius. Untuk itu, beberapa strategi telah dijalankan.

Sebagai contoh, dari 15 sponsor yang digelontorkan MSI di seluruh dunia, salah satu tim eSports di Tanah Air juga mendapat jatah. MSI mensponsori TEAM nxl>, tim eSports tertua di negeri ini. “Kami melihat pertumbuhan eSports di Indonesia semakin baik dan semakin diakui oleh banyak industri, tidak sebatas industri komputer dan game semata,” ungkap Marketing Channel Department MSI Trisha Chuang.

Pernyataan Trisha bukan omong kosong belaka. Buktinya, dalam kejuaraan Asian Games ke-18 di Jakarta dan Palembang yang baru saja usai pada 2 September lalu, dua gamer Indonesia berhasil memperoleh medali emas dan perak dari cabang olahraga eSports. Satu emas melalui game Clash Royale dan satu perak dari game Heartstone.

Baca Juga: Dahsyat! Apple Jadi Perusahaan US$1 Triliun

MSI juga mengadakan siaran online eSports profesional dan siaran langsung kompetisi-kompetisi teknologi seperti DreamHack dan PAX MSI. Perusahaan yang berkantor pusat di Distrik Zhonghei, Taipei, itu juga seringkali mengadakan turnamen Masters Game Arena secara online maupun offline.

Strategi itulah yang menguatkan MSI sebagai merek perangkat game di pasar Indonesia. Berdasarkan pernyataan perusahaan, MSI berhasil menguasai 20% pasar laptop gaming nasional. Karena meyakini strateginya cukup berhasil, MSI menargetkan akan memperoleh pangsa pasar dua kali lipat pada akhir tahun nanti.●

—Ivan Darmawan, TechnoBusiness ID ● Foto: MSI

Dahsyat! Apple Jadi Perusahaan US$1 Triliun

California, TechnoBusiness ● Apple Inc. (Nasdaq: AAPL), produsen perangkat keras dan lunak komputasi, ponsel pintar, dan sejenisnya yang berbasis di Cupertino, California, Amerika Serikat, membuat kejutan besar. Apa itu?

Apple, yang kini dikomandani oleh Tim Cook, berhasil membukukan kapitalisasi pasar (market capitalization) lebih dari US$1 triliun dalam sesi perdagangan kemarin. Capaian itu diperoleh setelah sahamnya menembus US$207,05 pada jam 11.48 siang.

Baca Juga: 10 Perusahaan Internet dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar

Tidak sekadar memecahkan rekor untuk perusahaan sendiri, Apple juga menjadi perusahaan Amerika Serikat pertama yang mencapai kapitalisasi pasar setinggi itu. Namun, untuk kancah global, perusahaan pertambangan minyak dan gas bumi PetroChina asal Tiongkok lebih dulu mencapainya pada 2007.

Laporan keuangan yang dipaparkan manajemen Apple pada Selasa (31/7) rupanya membuat pasar semakin terpikat untuk membelinya. Waktu itu, Apple melaporkan telah mencatatkan pendapatan sebesar US$53,3 miliar pada kuartal ketiga tahun fiskal 2018 yang berakhir 30 Juni 2018.

Jika dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun lalu, pendapatan Apple naik 17% dengan laba kuartalan senilai US$2,34 atau naik 40% per saham. Penjualan internasionalnya menyumbang 60% dari pendapatan kuartal tersebut.

CEO Tim Cook mengatakan kinerja kuartal tiga yang meningkat itu didorong oleh berlanjutnya penjualan produk dan layanannya, khususnya ponsel pintar iPhone. Padahal, menurut catatan TechnoBusiness, iPhone seringkali diterpa isu miring, mulai dari harga yang terlalu mahal hingga fitur yang dianggap tak relevan.

“Kinerja bisnis kami yang kuat mendorong pertumbuhan pendapatan di setiap segmen geografis kami.”

Luca Maestri, Chief Financial Officer Apple Luca Maestri

“Kami senang untuk melaporkan kuartal terbaik Apple yang pernah ada, kuartal dengan pertumbuhan pendapatan dua digit empat kali secara berturut-turut,” ungkap Cook yang juga optimistis kinerja positif itu akan berlanjut pada kuartal keempat.

Chief Financial Officer Apple Luca Maestri melanjutkan, “Kinerja bisnis kami yang kuat mendorong pertumbuhan pendapatan di setiap segmen geografis kami, pendapatan bersih sebesar US$11,5 miliar, dan arus kas operasi sebesar US$14,5 miliar.”

Apple pun akan mengembalikan hampir US$25 miliar kepada investor melalui program pengembalian modal selama kuartalan, termasuk pembelian kembali saham senilai US$20 miliar. Investor akan membagikan dividen tunai sebesar US$0,73 per saham pada 16 Agustus nanti.

Sempat Diragukan

Apple tidak serta-merta menjadi perusahaan teknologi dengan kapitalisasi pasar terbesar sejagat. Sejak didirikan oleh Steve Jobs, Steve Wozniak, dan Ronald Wayne pada April 1976, Apple selalu memiliki cerita yang menarik, terutama Steve Jobs.

Jobs, pendiri yang pernah terusir dari perusahaannya sendiri, berhasil mengembalikan kejayaan perusahaan yang semula memproduksi komputer itu dalam waktu cepat. iPhone menjadi salah satu senjata Jobs untuk mendongkrak pertumbuhan.

Setelah Jobs meninggal pada Oktober 2011 karena kanker pankreas yang diidapnya selama tujuh tahun, lagi-lagi Apple diragukan kelangsungannya ke depan. Tapi, Cook, yang ditunjuk menggantikan Jobs, ternyata mampu menjawab keraguan banyak orang.

Di bawah kepemimpinan Cook, Apple tetap terus berkibar dan menjadi perusahaan teknologi dengan kapitalisasi pasar terbesar. Dikutip dari Statista, TechnoBusiness Insight belum lama ini melaporkan bahwa per Mei 2018 lalu Apple sudah mengantongi kapitalisasi pasar sebesar US$924 miliar.

Kapitalisasi sebesar itu mengalahkan Amazon.com (Nasdaq: AMZN) yang membukukan sebesar US$783 miliar dan Microsoft Inc. (Nasdaq: MSFT) sebesar US$753 miliar, diikuti Google Inc. (Nasdaq: GOOG) sebesar US$739 miliar. Kemarin, Apple telah mengubah angka itu menjadi US$1 triliun, walaupun diyakini masih rentan naik-turun di kemudian hari.●

—Philips C. Rubin, TechnoBusiness ● Foto: TechnoBusiness