Sharp Raih Pangsa Pasar Televisi Terbesar di Indonesia

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Televisi merek Sharp keluaran PT Sharp Electronics Indonesia pada Desember 2017 meraih pangsa pasar 20,5%. Perolehan itu menjadikan Sharp menduduki posisi teratas dalam penjualan di Indonesia versi periset pasar GfK.

Sharp optimistis mampu mempertahankan posisi tersebut tahun ini. Caranya, dengan meluncurkan beberapa line up model terbaru berteknologi 4K dan Easy Smart, termasuk produk bersistem operasi Android.

Jajaran manajemen Sharp Electronics Indonesia saat peluncuran produk-produk televisi terbarunya di Jakarta, Kamis (8/2).

Hal itu didorong oleh semakin besarnya penetrasi pasar internet di Tanah Air yang saat ini sudah mencapai lebih dari 50% dan online streaming sebesar 7%.

“Meski pasar Smart TV masih terbilang kecil, tapi kami melihat perubahan perilaku internet yang begitu pesat,” ungkap National Sales Senior General Manager Sharp Electronics Indonesia Andry Adi Utomo saat peluncuran produk-produk televisi baru di Jakarta, Kamis (8/2).

Ia mengatakan perubahan semacam itu diyakini akan terus tumbuh dan sangat potensial untuk digarap. Untuk itu, salah satu langkah Sharp adalah menawarkan produk andalan Sharp Aquos 4K with Android TV tahun ini.●

Intan Wulandari, TechnoBusiness ID ● Foto-Foto: Sharp

 

Inilah Enam Program Samsung Electronics yang Diganjar KOTRA Award 2017

  • Samsung Electronics dinilai berhasil melaksanakan program-program kemasyarakatan.
  • “Program-progam ini mendukung pemberdayaan kualitas sumber daya manusia yang lebih baik.”

 

Jakarta, TechnoBusiness ID Divisi Corporate Citizenship PT Samsung Electronics Indonesia mendapatkan penghargaan tertinggi Korea Trade Investment Promotion Agency (KOTRA) CSR Award 2017 dari Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi Korea.

 

SETYO HARSOYO, CEO PT SPRINT ASIA TECHNOLOGY

Baca Juga:

Mengenal Keunggulan Teknologi Sprint Digital 360

 

 

 

 

Rupanya Samsung Electronics Indonesia bukan baru kali ini saja memperoleh KOTRA Award 2017, melainkan tahun ini sudah yang keempat. Menurut penjelasan dalam siaran pers yang diterima TechnoBusiness Indonesia belum lama ini, penghargaan itu diperoleh lantaran Samsung dinilai berhasil melaksanakan program-program kemasyarakatan yang merupakan implementasi dua pilar, yakni pendidikan dan pengembangan komunitas.

Adapun enam program yang mengantarkan Samsung Electronics Indonesia meraih KOTRA Award 2017 antara lain:

  1. Samsung Tech Institute

Berawal dari kurikulum vokasional elektronik untuk Rumah Belajar Samsung yang dibuat padatahun 2012, pada tahun 2017 Samsung membuka kerjasama secara langsung dengan 21 Sekolah Menengah Kejuruan di Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk mendukung revitalisasi kurikulum, fasilitas, dan pengetahuan pengajar, sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2016 tentang revitalisasi SMK serta program Kemenperin, “Pendidikan Vokasi Industri”.

 

SAMSUNG TECH INSTITUTE

 

 

  1. Samsung Smart Learning Class (SLCC) 

Menyediakan fasilitas kelas pintar berbasis Information & Communications Technology (ICT) dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Saat ini telah terdapat dua SSLC di Indonesia, yaitu SSLC untuk pelatihan guru di Makassar bekerja sama dengan Ikatan Guru Indonesia (IGI) dan SSLC untuk siswa di SMANU MH Thamrin, Jakarta.

 

  1. Samsung Smart Library

Fasilitas ini mendukung program “Gemar Membaca” milik pemerintah dimana Samsung menyediakan area yang dapat diakses oleh public dan dilengkapi Galaxy Tab serta smartphone dengan aplikasi perpustakaan digital Jakarta. Tahun 2017, berbagai kegiatan yang berkaitan dengan literatur dan konten Jakarta, dilakukan di Samsung Smart Library dengan melibatkan berbagai komunitas, misalnya workshop fotografi, kesehatan, story telling, dan public speaking.

 

  1. OVOP (One Village One Program)

OVOP yang dimulai sejak tahun 2015 ini bekerja sama dengan Kementrian Koperasi dan UKM serta KOTRA dengan dukungan pada dua koperasi di Lombok yaitu Koperasi Wanita Stagen dan Koperasi Harapan Bersatu. Padatahun 2017 program diaplikasikan juga di Bukit Tinggi dan Tanah Datar, Sumatera Barat, dengan dukungan kepada Koperasi Pandai Sikek dan Koperasi Sulaman Agam. Selain memberikan alat-alat produksi dan Galaxy Tab A, Samsung juga memberikan pelatihan untuk mengoptimalkan digital marketing agar terbuka peluang baru dalam memasarkan produk mereka secara langsung ke konsumen.

 

SAMSUNG SMART LEARNING CLASS

 

  1. 500 Cahaya untuk Lanny Jaya – Papua

1.500 Cahaya untuk Lanny Jaya – Papua adalah sebuah program donasi lentera tenaga surya untuk masyarakat yang belum mendapatkan akses listrik dan penerangan di Kabupaten Lanny Jaya, Papua. Lentera tenaga surya yang ramah lingkungan dan mudah digunakan ini diberikan dalam rangka mendukung Hari Bumi 2017 yang diperingati setiap tanggal 22 April, untuk memberikan kehidupan yang lebih bahagia dan produktif bagi warga Lanny Jaya.

 

  1. Build Homes and Communities for Hope

Program ini merupakan kolaborasi Samsung dan Habitat for Humanity untuk perbaikan 31 rumah tinggal layak huni di desa Rowosari, Semarang, disertai dengan pengembangan masyarakat yang dapat membuka kesempatan bagi para penerima manfaat untuk memiliki kehidupan yang lebih berkualitas dan berkesempatan membangun masa depan yang lebih cerah, dilengkapi dengan fasilitas teknologi dan fasilitas kegiatan masyarakat.

Pada November, Samsung dan Habitat memulai program yang sama di desa Penagan dan Opas Indah, Bangka.

 

“Program-progam ini mendukung pemberdayaan kualitas sumber daya manusia yang lebih baik dan pemerataan kesejahteraan hidup, sesuai dengan program yang dicanangkan pemerintah Indonesia,” ujar Kang Hyun Lee, Vice President Samsung Electronics Indonesia.

Penghargaan tersebut dianggap bergengsi karena dinilai berdasarkan tolok ukur internasional ISO 26000 dan evaluasi dari panitia yang melibatkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia dan Korean Chamber of Commerce and Industry (KOCHAM) Indonesia.●

 —Anwar Ibrahim, TechnoBusiness ID Foto-Foto: Samsung Electronics

 

Proses Akuisisi HP terhadap Bisnis Printer Samsung Selesai

  • HP mengakuisisi bisnis printer Samsung Electronics senilai US$1,05 miliar.
  • Samsung memiliki lebih dari 6.500 paten cetak.

 

Suwon, TechnoBusiness ● HP Inc. (NYSE: HPQ), vendor perangkat komputer, printer, dan sejenisnya asal Amerika Serikat, baru saja menyelesaikan proses akuisisi bisnis printer milik Samsung Electronics Co., Ltd., dalam kesepakatan senilai US$1,05 miliar.

 

Baca Juga: Orang Indonesia Mulai Kencan Online pada Usia 21 Tahun

 

Manajemen perusahaan menjelaskan, akuisisi itu akan memperluas portofolio HP, meningkatkan kapabilitasnya dalam segmen percetakan A3 dengan teknologi multifungsi yang canggih, juga memperkuat bisnis di segmen A4 laser printing yang semua itu memiliki pasar senilai US$55 miliar.

“Dengan Samsung, HP sekarang menawarkan portofolio printer A3 multifungsi terbaik di industri, yang menawarkan kesederhanaan sebuah printer dengan performa tinggi,” jelas mereka seperti yang dikirimkan kepada TechnoBusiness hari ini.

Bisnis printer Samsung asal Korea Selatan menarik diakuisisi karena memiliki lebih dari 6.500 paten di segmen percetakan dan tenaga-tenaga ahli kelas dunia yang terdiri dari 1.300-an peneliti dan insinyur dengan keahlian teknologi laser, pencitraan elektronik, dan perlengkapan aksesori.

“Ketika kita menyalakan sebuah renaissance di dunia percetakan, kami sangat senang bisa mengumpulkan bakat terbaik dan tercerdas di industri ini,” ungkap Presiden dan CEO HP Inc. Dion Weisler.

“Secara bersama-sama, kami akan membangun kepemimpinan dunia percetakan yang sudah dijalani sejak lebih dari 30 tahun untuk mempercepat strategi perusahaan, menangkap peluang baru, dan melayani pelanggan dan mitra yang ada.

HP akan memberikan lebih banyak panduan keuangan mengenai pemasukan laba kuartal keempat 2017. Sebagai bagian dari kesepakatan, Samsung akan hadir membuat investasi ekuitas senilai US$100-300 juta di HP melalui pembelian pasar terbuka.

 —Intan Wulandari, TechnoBusiness ● Foto-Foto: HP, Samsung

 

Sharp Greenerator Beraksi di Kebun Raya Bogor

  • Aksi Hijau Sharp Greenerator bentuk kepedulian Sharp terhadap lingkungan sekitar.
  • Aksi itu dilakukan bersama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan ratusan siswa/siswi SMP terpilih.

 

Bogor, TechnoBusiness ID ● PT Sharp Electronics Indonesia, produsen elektronik global asal Jepang, melalui Sharp Greenerator-nya merayakan Dirgahayu Indonesia yang ke-72 dengan aksi bersih-bersih di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Sabtu (26/8). Aksi itu dilakukan bersama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan ratusan siswa/siswi SMP terpilih.

 

TechnoBusiness Column: Dari Aborsi Mobnas ke Terobosan Tesla?

 

Aksi Hijau Sharp Greenerator di Bogor tersebut fokus pada kampanye Bombastik (Bogor Menuju Bebas Plastik) atau kampanye melalui media sosial untuk menyerukan “Satu Hari Tanpa Plastik” saat Senin. Lokasinya di Kebun Raya Bogor karena lokasinya sebagai hulu yang membawa aliran sungai ke kota lainnya.

 

 

Public Relations, Corporate Social Responsibility, and Promotion Manager Sharp Electronics Indonesia Pandu Setio mengatakan, “Kami melihat perubahan yang cukup signifikan dari anggota Sharp Greenerator, terutama pandangannya, mengenai isu-isu lingkungan. Mereka semakin kritis dan memiliki inisiasi tinggi untuk menyusun dan mengeksekusi program kampanye hijau sendiri, termasuk acara Independence Day Amazing Race.”

Aksi itu berhasil mengumpulkan 75 kilogram sampah. “Dengan ditemukannya banyak sampah plastik berserakan menandakan masih kurangnya kesadaran pengunjung Kebun Raya Bogor untuk menjaga kebersihan,” ujar Humas Kebun Raya Bogor Sugiarti menambahkan.

Intan Wulandari, TechnoBusiness ID ● Foto-Foto: Sharp

 

Sharp Cetak Teknisi Andal Melalui Program Sharp Class

  • Dalam mencetak teknisi andal, Sharp Electronics menggelar program Sharp Class sejak 2012.
  • Sudah ada 39 siswa terbaik yang direkrut menjadi tim servis Sharp yang tersebar di 400 titik layanan Sharp.

 

Pemalang, TechnoBusiness ID • PT Sharp Electronics Indonesia, produsen elektronik asal Jepang di Indonesia, terus berupaya menjaga kualitas layanan purnajual produknya dengan memperkuat tenaga teknisinya. Sejak 2012, Sharp mengembangkan program corporate social responsibility (CSR) Sharp Class yang diperuntukkan bagi para siswa-siswi sekolah menengah kejuruan di empat kota di Pulau Jawa dan Bali.

 

Baca Juga: Kini, Operasi Wajah Tak Perlu Bedah

 

Walhasil, sudah 39 siswa terbaik bergabung ke tim servis Sharp yang tersebar di beberapa tempat dari 400 titik layanan purnajual di Tanah Air. Tahun ini, Sharp mengunjungi SMKN 1 Ampelgading, Pemalang, Jawa Tengah. Di sekolahan itu, Sharp membagikan pengetahuan dasar keahlian memperbaiki dan merawat produk elektronik serta sikap dasar yang mesti dianut petugas teknisi.

“Dengan diselenggarakannya program Sharp Class, kami berharap mampu menghasilkan banyak generasi muda yang memiliki keahlian tinggi untuk menjadi teknisi,” ungkap Ronald R. Huwae, Customer Satisfaction General Manager PT Sharp Electronics Indonesia, di Pemalang, Selasa (22/8).

 

 

Selama 1,5 bulan tim servis Sharp akan berbagi pengetahuan kepada siswa-siswi SMKN 1 Ampelgading dalam bentuk pengenalan teori dan praktik selayaknya di dunia kerja. Untuk menunjang proses belajar itu, Sharp mendonasikan produk elektronik sebagai media praktikum seperti TV LED 32 inci dan peralatan pendukungnya.

“Kami bangga sekali karena sekolah kami dikunjungi oleh Sharp. Semoga anak-anak didik kami dapat menyerap ilmu yang diberikan dan makin terasah kemampuannya melalui program ini,” kata Basari, Kepala SMKN 1 Ampelgading.

—Anwar Ibrahim, TechnoBusiness ID  Foto-Foto: Sharp Electronics

 

Samsung Tawarkan Hadiah Rp600 Juta di Ajang Indonesia Next Apps 4.0

  • Untuk “menggaet” kreator-kreator aplikasi muda di Tanah Air, Samsung Electronics menggelar Indonesia Next Apps 4.0.
  • Tahun keempat ini, Samsung menargetkan event itu memunculkan 500-an aplikasi baru.

 

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Samsung Electronics Indonesia, vendor elektronik dan telepon seluler asal Korea Selatan, kembali menyelenggarakan Indonesia Next Apps. Selain menginspirasi dunia lewat inovasi, event tahun keempat itu bertujuan merangkul pengembang (developer) aplikasi lokal untuk membuat inovasi baru.

 

Hard Choice: Akhmad Fitrianor, Dari Terpaksa Menjadi Jatuh Cinta

 

“Indonesia Next Apps merupakan bentuk kepedulian Samsung dalam mengembangkan developer lokal melalui pembekalan teknis yang memberikan materi-materi teknis agar mampu menghasilkan aplikasi yang bermanfaat unuk kehidupan masyarakat Indonesia,” ungkap IT & Mobile Product Marketing Head Samsung Electronics Indonesia Denny Gallant di Jakarta belum lama ini.

 

 

Tahun ini, Indonesia Next Apps diselenggarakan bekerja sama dengan BRI, Jakarta Smart City, Sinarmas Land, Angkasa Pura, dan IBM. Samsung menargetkan lebih dari 500 aplikasi baru didaftarkan dalam event itu dengan beberapa kategori: Aplikasi Tizen Smartphone, Tizen Wearable, konten Gear VR, Samsung SDK (Software Development Kit), dan aplikasi berbasis industri.

Event itu telah dibuka di Semarang pada 25 Juli 2017, kemudian dilanjutkan di Yogyakarta, Malang, Surabaya, Jakarta, Bandung, Medan, dan Makassar. Setiap event diisi dengan pembekalan teknis (workshop) dan diskusi teknis yang disebut Code Night. Setelah penilaian akhir (final judging), pemenang akan memperoleh hadiah total senilai Rp600 juta pada malam puncak penghargaan Oktober mendatang.

—Anwar Ibrahim, TechnoBusiness ID ● Foto-Foto: Samsung Electronics

Samsung Catatkan Penjualan Konsolidasi 50 Triliun Won

● Kegagalan peluncuran Samsung Galaxy Note7 tahun lalu tak terlalu berpengaruh pada kinerja Samsung Electronics.

● Laba operasionalnya pun tetap tumbuh dibanding periode yang sama 2016.

 

SEOUL – Samsung Electronics Co. Ltd., vendor elektronik global asal Korea Selatan, hari ini mengumumkan panduan pendapatan yang dicatatkannya secara konsolidasi pada kuartal pertama 2017. Dalam pengumuman yang diterima TechnoBusiness, produsen ponsel terbesar kedua dunia setelah Apple asal Amerika Serikat itu berhasil membukukan pendapatan sekitar 49-51 triliun won Korea.

 

Baca Juga: Samsung Kehilangan 3 Triliun Won Akibat Galaxy Note7

 

Dari pendapatan sebesar itu, perusahaan meraup laba operasional sekitar 9,8-10 triliun won. Angka tersebut, berdasarkan Korean International Financial Reporting Standards (K-IFRS), kurang lebih sama dengan yang dicatatkan pada kuartal pertama 2016 yang memperoleh pendapatan 49,78 triliun won, tetapi lebih kecil dibanding kuartal keempat 2016 yang mencapai 53,33 triliun won.

Meski pendapatan operasional secara konsolidasi pada kuartal pertama 2017 hampir sama dengan periode setahun lalu, laba yang dihasilkan kali ini jauh lebih besar. Jika laba yang dihasilkan pada kuartal pertama tahun lalu sekitar 6,68 triliun won dan 9,22 triliun won pada kuartal keempat, laba kuartal pertama 2017 mencapai 9,8-10 triliun won.

 

Dari pendapatan sebesar itu, perusahaan meraup laba operasional sekitar 9,8-10 triliun won.

 

 

Laporan itu bukan sekadar memaparkan keberhasilan kinerja Samsung, tapi juga menjawab keraguan banyak pihak setelah kerugian perseroan akibat kegagalan peluncuran Samsung Galaxy Note7 tahun lalu. Seperti diberitakan TechnoBusiness pada 16 Oktober 2016, Samsung berpotensi kehilangan laba operasional sebesar 3 triliun won pada kuartal keempat 2016 dan kuartal pertama 2017.

Rincian potensi kehilangan laba operasional itu antara lain senilai 2 triliun won pada kuartal keempat 2016 dan 1 triliun won pada kuartal pertama 2017. Tidak dijelaskan apakah dampak kegagalan peluncuran Samsung Galaxy Note7 itu benar-benar memengaruhi kinerja keuangan perusahaan, yang pasti laporan pedoman pendapatan perusahaan menyebutkan bahwa laba operasional perseroan positif 9,8-10 triliun.**

Lee Han Seng, TechnoBusiness ● Foto-Foto: Samsung Electronics

Epson Kembali Masuk Top 100 Global Innovator

• Epson dinobatkan sebagai Top 100 Global Innovator selama enam tahun berturut-turut.

• Epson memenuhi empat kriteria utama yang ditentukan Clarivate Analytics.

 

 JAKARTA – Seiko Epson Corporation, vendor teknologi global asal Jepang yang masuk dalam Epson Group, pada 2016 kembali masuk jajaran Top 100 Global Innovator yang dirilis Clarivate Analytics. Clarivate Analytics, lembaga pemeringkat inovasi teknologi, berbasis di Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat, ini sebelumnya dikenal sebagai Intellectual Property & Science Business of Thomson Reuters.

Prestasi itu menandakan Epson telah meraih Top 100 Global Innovator selama enam tahun berturut-turut sejak 2011. Menurut Clarivate Analytics, Epson telah memenuhi empat kriteria umum yang ditentukan, antara lain volume penjualan, keberhasilan, globalisasi, dan pengaruh. Epson unggul terutama dari tingkat keberhasilannya dalam menciptakan paten.

Epson, yang memiliki 73.000 pekerja di 91 perusahaan di seluruh dunia, dalam setahun lalu berhasil mendaftarkan sebanyak 4.000 aplikasi paten. Aplikasi paten itu memegang dan menjaga sekitar 50.000 paten secara global dan bekerja sama dengan lembaga paten di 20 negara atau lebih. Pada peringkat paten tahun fiskal 2015, Epson meraih urutan ke tujuh di Jepang, 16 di Amerika Serikat, dan 15 di China sebagai pemegang hak paten terbanyak dalam setahun.

 

Baca Juga: Google Masuk Tiga Besar Perusahaan Idaman Profesional Keuangan

 

Epson memiliki kemampuan IP kelas dunia dan merupakan pemimpin industri pada kuantitas dan kualitas paten pada kategori produk seperti printer inkjet dan proyektor. Executive Officer dan General Administrative Manager Intellectual Property Division Epson Toshiya Takahata mengatakan, “Saya sangat senang dan bangga Epson kembali mendapat kehormatan sebagai salah satu perusahaan yang terdaftar pada Top 100 Global Innovators.”

Menurutnya, strategi bisnis dan strategi kekayaan intelektual Epson terkait erat dengan Visi Korporasi Epson 25. Akuisisi paten berkualitas tinggi yang berkontribusi terhadap bisnis perusahaan merupakan prioritas utama. “Saya rasa Clarivate Analytics mampu melihat dan menghargai apa yang sudah dilakukan Epson dan karena itulah sekali lagi Epson masuk dalam daftar Top 100 Global Innovators,” lanjutnya.

Kekayaan intelektual memperluas potensi bisnis Epson untuk saat ini dan yang akan datang. Divisi Kekayaan Intelektual akan terus bekerja sama dengan departemen penelitian dan pengembangan untuk mencapai tujuan Epson, yaitu menjadi perusahaan yang sangat dibutuhkan dengan menciptakan produk dan layanan yang membantu dunia menjadi tempat yang lebih baik.**

Intan Wulandari, TechnoBusiness Indonesia ● Foto-Foto: Epson

Strategi Panasonic Menerobos Lesunya Pasar Televisi

  • Panasonic Gobel Indonesia berhasil menjual sebanyak 200.000 unit televisi pada 2016, meskipun permintaan pasar secara keseluruhan justru sedang lesu sejak empat tahun terakhir.
  • “Kami berusaha melakukan inovasi-inovasi supaya pasar melirik merek kami.”

 

JAKARTA – Krisis ekonomi global yang berkepanjangan tak dapat dimungkiri berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat terhadap produk elektronik. Dalam tiga tahun terakhir, tren pasar menunjukkan bahwa masyarakat lebih memilih menunda ketimbang membeli barang sekunder itu. Pada 2014, misalnya, permintaan pasar elektronik anjlok 19%, dan yang paling terimbas adalah televisi karena penetrasinya yang sudah mencapai 90%.

Pada 2016, permintaan pasar televisi turun 10% dibanding tahun sebelumnya. Itu sebabnya, para produsen dipaksa berlomba ekstrakeras untuk mencuri ceruk yang ada agar tetap tumbuh. Panasonic, merek asal Jepang yang pangsa pasar (market share)-nya kalah jauh dari merek-merek Korea seperti LG dan Samsung, misalnya, sudah amat gembira berhasil mempertahankan angka penjualan 200.000 unit, sama seperti tahun sebelumnya.

“Pasar dalam tiga tahun terakhir memang sedang mengerem,” kata Erwin Lim, Product Manager Audio Visual PT Panasonic Gobel Indonesia, distributor Panasonic untuk Indonesia. “Walau demikian, kami tetap mampu membukukan penjualan yang positif, yakni sebanyak 200.000 unit.” Meski dalam catatan TechnoBusiness Indonesia realisasi itu hanya mempertahankan angka penjualan tahun sebelumnya. Apalagi, Erwin pernah mengatakan bahwa target penjualan televisi 2016 50% lebih tinggi dari realisasi 2015.

ERWIN LIM
Product Manager Audio Visual PT Panasonic Gobel Indonesia

250.000-300.000 

Target penjualan televisi Panasonic di Indonesia dalam unit pada 2017.

 

 

Tahun ini, Panasonic, yang memiliki pangsa pasar 5-6%, tetap optimistis mampu membukukan penjualan televisi 50.000 lebih banyak ketimbang tahun lalu. “Target ambisius kami mencapai 300.000 unit,” ungkap Erwin saat konferensi pers pengenalan Panasonic Viera Website di Jakarta, Kamis (19/1). Untuk mencapai target tersebut, Panasonic terus berupaya melakukan inovasi-inovasi yang tahun ini dinyatakan akan lebih daripada tahun lalu.

Selain meluncurkan sekitar 22 line up produk, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, pada Mei nanti, peluncuran Panasonic Viera Website juga menjadi bagian dari strategi tersebut. Menurut Hiroyoshi Suga, Presiden Direktur Panasonic Gobel Indonesia, peluncuran website itu sejalan dengan slogan Panasonic, yakni “A Better Life, A Better World”. “Dengan menghadirkan Panasonic Viera Website ini, kami ingin mempererat hubungan kami dengan para pelanggan serta memberikan kemudahan bagi konsumen dalam memilih produk yang efektif dan efisien sesuai kebutuhan dan anggaran,” ujarnya dalam siaran pers.

Dengan website yang dilengkapi dengan fitur Find Your TV tersebut, konsumen dapat memilih varian televisi sesuai kondisi ruangan dan keuangan mereka. Selain itu, juga terdapat fitur Product List yang memperlihatkan jajaran televisi Panasonic, mulai dari tipe basic hingga smart TV. Produk-produk itu kemudian dapat saling dibandingkan berkat fitur Compare. Nah, akankah strategi Panasonic tersebut akan berhasil? Yang pasti, ekonomi global masih labil, dan banyak analis yang memperkirakan daya beli masyarakat belum bisa terdongkrak secara signifikan.**

Purjono Agus Suhendro, TechnoBusiness IndonesiaFoto-Foto: TechnoBusiness

Luar Biasa, LG Electronics Borong 90 Penghargaan di CES 2017

  • Produsen elektronik asal Korea Selatan ini memborong lebih dari 90 penghargaan di pameran teknologi minggu lalu.
  • “Kami telah menantang diri sendiri dan mampu menghasilkan produk yang akan menjadi standar industri tahun ini.”

 

LG SIGNATURE TV

LAS VEGAS – Perjuangan LG Electronics tanpa mengenal lelah dalam melakukan penelitian dan pengembangan demi menciptakan teknologi yang kian mutakhir akhirnya terbayar. Di ajang pameran akbar awal tahunan Consumer Electronics Show (CES) di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, 5-8 Januari 2017, LG berhasil memborong lebih dari 90 penghargaan.

LG SIGNATURE WASHING MACHINE

Saking banyaknya penghargaan yang diraih, LG pun dinobatkan sebagai perusahaan “Best of the Best” CES 2017 mengalahkan rival-rivalnya dari berbagai negara. Penghargaan itu diraih berkat rangkaian produk LG Singnature yang diusungnya.

Produk-produk yang termasuk dalam LG Signature itu di antaranya LG Signature OLED 4K TV, LG Signature Refrigerators, LG Signature Washing Machine, LG Signature Air Purifier, LG Signature Oven, dan LG Signature Dishwasher.

LG SIGNATURE AIR PURIFIER

LG Signature OLED TV W-Series, misalnya, meraih 20-an penghargaan berkat teknologi desain Picture on Wall baru. Lemari es LG Smart InstaView yang berfitur LCD 29 inci, Amazon Alexa Service Voice, Wi-Fi, dan lain-lain mengikuti kesuksesan LG Signature OLED TV.

Presiden dan CEO LG Electronics USA William Cho mengungkapkan bahwa perusahaannya terus berusaha memberikan nilai kepada para pelanggan. “Dengan televisi yang sangat tipis, lemari es dan wearable surround sound berkonsep ulang, kami telah menantang diri sendiri dan mampu menghasilkan produk yang akan menetapkan standar industri tahun ini,” katanya.

Berikut ini penghargaan-penghargaan yang diterima LG Electronics di CES 2017:

LG SIGNATURE OVEN

LG Signature W7 OLED TV: Engadget Best of CES: Best of the Best, Engadget Best of CES: Best TV Product, Expert Reviews CES Top Picks: Best TV, Men’s Health Editors’ Choice Awards, TechRadar’s 2017 CES Awards: Best in Show, The Verge: Best TV, Advertising Age Best of CES, BGR Best of CES, CNET Best of CES 2017: The Best Thing We Saw, Pocket-Lint: Best TVs of CES, CNN Money Coolest Tech Products at CES, Dealerscope Best of CES, FOX News 10 Best Gadgets at CES, PCMag Best of CES: Best Television, Popular Mechanics Best of/Editors’ Choice CES Awards, Reviewed.com CES Editor’s Choice Winners, SlashGear: Best of CES, Sound & Vision/What Hi-Fi Stars of CES, Stuff Magazine Best TVs of CES 2017, Techlicious CES Top Picks, TechnoBuffalo Reader’s Choice Awards, TechRadar’s 2017 CES Awards: Best TV, AVS Forum Best New Products of CES 2017, Tom’s Guide Best of CES, Tweaktown Best of CES, TWICE Picks Awards: Video & TVs, T3 12 Best Gadgets We’ve Seen at CES, UberGizmo Best of CES, 9to5Toys Best of CES

LG SIGNATURE REFRIGERATOR

LG Smart InstaView Refrigerator: Expert Reviews CES Top Picks: Best Home Appliance, Reviewed.com CES Editors’ Choice WinnersConsumer Technology Association 2017 CES Innovation Awards: Home Appliances, Stuff Magazine 9 Best Gadgets with Amazon’s Voice Assistant, Techlicious CES Top PicksTechnoBuffalo Reader’s Choice AwardsTechRadar’s 2017 CES Awards Best In-Home GizmoTom’s Guide Best of CES

LG Hub Robot: SlashGear: Best of CES, WIRED Best of CES, The Verge: Best Robot, The Telegraph Best Tech of the Week, Stuff Magazine 9 Best Gadgets with Amazon’s Voice Assistant, Chip Chick Best of CES

LG Gram 14: Consumer Technology Association 2017 CES Innovation Awards: Computer Peripherals, Engadget: Best of CES: Best PC Finalist, MSPoweruser Best Windows Devices to Come Out of CES

Paul K. Bradnet, TechnoBusinessFoto-Foto: LG Electronics