Samsung Kenalkan Fase Teknologi Ponsel Berikutnya

San Francisco, TechnoBusiness DJ Koh, Presiden dan CEO Information Technology and Mobile Communications Division Samsung Electronics Co. Ltd., secara bersuka cita hadir di Samsung Developer Conference 2018.

Di hadapan para hadirin acara akbar yang diselenggarakan di Moscone West Convention Center, San Francisco, California, Amerika Serikat, pada Rabu (7/11) itu, Koh menyampaikan kemajuan teknologi-teknologi Samsung terbaru.

Baca Juga: Mengenal Wallex, Fintech Transfer Antarnegara

Ada teknologi-teknologi yang dipaparkan Koh telah mencapai fase berikutnya: Bixby, SmartThings, One UI, dan Infinity Flex Display.

Bixby, kata Koh, merupakan platform kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang diperuntukkan bagi pengembang permainan (game developer).

“Kami telah mencapai kemajuan yang signifikan dalam AI dan Internet of Things [IoT].”

“Kami telah mencapai kemajuan yang signifikan dalam AI dan Internet of Things [IoT], yang berperan penting dalam membangun visi hidup terkoneksi menjadi kenyataan,” ungkap Koh.

Berkat Bixby dan SmartThings, produk dan layanan dari pihak ketiga dapat diintegrasikan dengan teknologi AI dan IoT.

Sementara Samsung juga menawarkan layar lipat untuk ponsel pintarnya, yang bahkan menjadi pionir di ranah industri.

Baca Juga: Hyundai dan Kia Investasi US$250 Juta di Grab

Karena teknologi yang diusung semakin maju, Samsung melibatkan stakeholders, termasuk pengembang aplikasi permainan.

“Karena Infinity Flex Display merupakan platform generasi berikutnya, Samsung mengundang pengembang untuk berpartisipasi sejak awal dalam perjalanan ini,” ujar Koh.●

—Philips C. Rubin, TechnoBusiness ID ● Foto: Samsung Electronics

 

METZ blue Tawarkan Tiga Televisi AI

Hong Kong, TechnoBusiness ID ● Kini, teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) pun disematkan di perangkat televisi. Ini sebuah kemajuan yang berarti bagi industri elektronik.

Salah satu produsen yang menawarkan televisi berteknologi AI adalah METZ blue, merek kelas atas dari Hong Kong Skyworth Digital Holdings Co. Ltd., perusahaan elektronik yang berpusat di Shenzhen, China.

Baca Juga: Go-Food Jadi Raja Deliveri Makanan Asia

Pada Selasa (6/11), METZ blue merilis tiga seri televisi AI, yakni HI-End OLED TV, Android TV, dan Nature Artistic TV di Hong Kong.

Dari ketiga seri tersebut, sebagai peraih AI Interactive Innovation Award dalam ajang 2019 Internationale Funkaussetellung, OLED TV menjadi andalan.

Teknologi AI-nya mampu menyederhanakan kecanggihan sistem sehingga dapat mengoneksikan multimoda bagi perangkat di rumah.

Di antara teknologi yang ada, yang cenderung merujuk ke desain dan kualitas Jerman, AI akan menjadi kekuatan utama bagi METZ blue terbaru tersebut.●

—Abra Matthew, TechnoBusiness/PRN ● Foto: METZ blue

 

Samsung Bantu Korban Gempa Sulteng Rp9 Miliar

Jakarta, TechnoBusiness IDPT Samsung Electronics Indonesia, anak perusahaan Samsung Electronics asal Korea Selatan di Tanah Air, membantu korban gempa bumi dan tsunami di Palu, Donggala, dan Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, senilai total Rp9 miliar.

Simak Juga: Exclusive Interview with Setyo Harsoyo, CEO PT Sprint Asia Technology

Donasi senilai Rp7,5 miliar telah disalurkan melalui Palang Merah Indonesia pada Kamis (18/10), sedangkan sisanya untuk membangun Posko Samsung Peduli di daerah bencana.

Sebagai produsen elektronik global yang juga memasarkan produknya di Indonesia, Samsung menyampaikan turut berduka cita yang mendalam.

Gempa bermagnitudo 7,4 Skala Richter yang diikuti tsunami setinggi tiga meter melanda Sulteng pada Jumat (12/10) sore.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bencana itu merenggut 2.095 jiwa, 4.612 orang luka berat, 680 orang hilang, dan 78.994 orang mengungsi, serta 5.000-an orang diperkirakan tertimbun dampak likuifaksi.

Sebagai produsen elektronik global yang juga memasarkan produknya di Indonesia, Samsung menyampaikan turut berduka cita yang mendalam.

“Terlebih peristiwa ini hanya berselang empat bulan dari gempa Lombok,” ungkap Jae Hoon Kwon, Presiden Samsung Electronics Indonesia, dalam siaran persnya yang diterima TechnoBusiness Indonesia, Senin (22/10).●

—Anwar Ibrahim, TechnoBusiness ID ● Foto: Samsung Electronics

 

Lompatan Midea di Fortune Global 500

Foshan, TechnoBusiness ● Pada Kamis (19/7) malam, orang-orang di Foshan, kota di Provinsi Guangdong, China bagian tenggara, sudah mulai terlelap. Tapi, laksana mimpi, jauh dari belahan dunia lain, kabar melonjaknya peringkat Guangdong Midea Electronical Appliances Company Limited di Fortune Global 500 itu datang.

Baca Juga: Midea Masuk Daftar Fortune Global 500

Fortune, majalah bisnis global yang diterbitkan oleh Meredith Corporation dengan kantor pusat di New York City, Amerika Serikat, merilis Fortune Global 500. Banyak perusahaan yang melejit dan terjungkal dalam daftar berdasarkan pendapatan selama setahun terakhir. Guangdong Midea Electronical Appliances Company Limited, yang populer dengan nama Midea Group (SHE: 000333), salah satu yang patut dicermati.

Salah satu kantor divisi produk lemari es Midea.

Malam itu, mimpi pendiri Midea He Xiangjian untuk mengembangkan perusahaan peralatan rumah tangga (home appliances) terbesar di dunia semakin nyata. Betapa tidak, dari 500 perusahaan dengan pendapatan terbesar sejagat, Midea berada di urutan ke 323.

Ini bukan kali pertama Midea masuk dalam daftar Fortune Global 500, tapi tahun ketiga. Pada 2016, berdasarkan catatan TechnoBusiness, perusahaan yang semula didirikan untuk memproduksi tutup botol di Beijiao, Shunde, Foshan, itu sudah muncul ke urutan 481. Pendapatan (revenue)-nya selama 2015 sebesar US$22,17 miliar dengan laba sebesar US$2,02 miliar, naik 21% dibanding 2014, telah mengantarkannya ke daftar tersebut.

Tentu, masuknya Midea ke kelompok Fortune Global 500 saat itu amat menggembirakan, apalagi menjadi produsen peralatan rumah tangga asal China pertama yang tergolong dalam jajaran tersebut.

“Pada 2015, industri dunia peralatan rumah tangga menghadapi lebih banyak tantangan, tapi Midea bisa terbang melawan arah angin dengan menggunakan strategi pengembangan produk mutakhir, meningkatkan efisiensi, dan fokus pada operasional global,” ungkap Andy Gu, Vice President Midea Group, ketika itu.

ANDY GU
Vice President Midea Group

Midea berinvestasi sebesar US$3 miliar untuk penelitian dan pengembangan selama lima tahun sejak 2011. Pusat-pusat penelitiannya kini tersebar di China, Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Italia, dan Singapura. Sebelum itu, perusahaan telah mengucurkan US$1,04 miliar untuk meningkatkan otomatisasi yang menghasilkan 17% dari rasio rata-rata otomatisasi terkini.

Saat itu memasuki 2008, manufaktur tradisional tersebut menyadari bahwa bonus demografi yang mulai menurun di China akan membawa perubahan pada industri. Maka dari itu, dibutuhkan manufaktur pintar dan perluasan ke pasar internasional. Transformasi itu segera dilakukan dan terus berlangsung hingga saat ini. Tahun ini, Midea merilis strategi yang dinamakan “Era Baru Kolaborasi Manusia dan Mesin”.

Bersamaan dengan itu, Midea secara jelas mengumumkan telah masuk ke era Internet Industri yang diramaikan dengan mengintegrasikan penelitian dan pengembangan, peralatan produksi, rantai pasok, bisnis, logistik, dan terminal pengguna secara bersama-sama. Midea telah menetapkan tujuan untuk mewujudkan produksi “nol investaris”, 100% pengelolaan pelacakan logistik, dan penyesuaian concept to manufacture (C2M).

Manajemen Midea menjelaskan bahwa dengan keunggulan robot industri, Midea dapat fokus menjadi pabrik pintar. Pabrik pintar itu kemudian semakin canggih setelah dikombinasikan dengan aplikasi teknologi Artificial Intelligence (AI) dan big data.

Akuisisi Bisnis

Di samping memperkuat proses bisnis melalui otomasi manufaktur, Midea, yang mulai menawarkan saham perdananya ke Shenzhen Stock Exchange pada 1993, juga banyak melakukan akuisisi. Lini bisnis peralatan rumah tangga Toshiba asal Jepang yang terkenal tangguh pun diakuisisinya. Midea juga mengambil alih produsen pendingin udara (air conditioner) Clivet asal Italia.

Peringkat Midea Group dalam Fortune Global 500 (2018)

Untuk memperlancar proses produksi yang serba-otomatis, Midea bahkan mengambil alih Kuka AG, penyedia robotik dari Jerman. Saat ini, basis perusahaan secara global telah menyebar ke lebih dari 200 negara dengan basis produksi di enam negara, yaitu Vietnam, India, Belarus, Mesir, Brasil, dan Argentina, di luar China.

Hari ini, Midea telah menyediakan lebih dari 400 juta produk untuk pasar global setiap tahun. Penyediaan produk itu melibatkan 130.000-an karyawan. Dan, hari ini pula, setidaknya sejak Kamis malam itu, Midea bukan lagi perusahaan di urutan 481, tapi sudah melompat ke 323 dalam daftar Fortune Global 500.

Pendapatan selama 2016 sebesar US$35,79 miliar (profit US$2,55 miliar), naik signifikan dari US$22,17 miliar pada 2015, mengantarkan Midea semakin kokoh berada di antara perusahaan-perusahaan terbaik dunia. Untuk diketahui, jika ditotal, ke-500 perusahaan dalam daftar Fortune Global 500 itu mencatatkan pendapatan US$30 triliun dengan profit US$1,9 triliun. Perusahaan-perusahaan itu tersebar di 33 negara dan melibatkan 67,7 juta karyawan.

Langkah Tepat

Langkah Midea memang tepat. Buktinya, kata Jeffrey Bahar, Group Deputy CEO Spire Research and Consulting, perusahaan riset bisnis global yang berkantor pusat di Jepang, kinerja keuangannya naik berlipat hingga mengantarkannya ke posisi yang semakin atas dalam Fortune Global 500.

“Strategi yang dilakukan Midea cukup bagus. Selain memperluas pasar, baik dengan cara menambah jaringan internasional maupun mengakuisisi kompetitor, perusahaan tersebut juga memperkuat basis produksinya,” ungkap Jeffrey kepada TechnoBusiness. “Agar semakin kompetitif, membangun manufaktur yang sarat teknologi otomasi memang dibutuhkan.”

Jeffrey menilai jika strategi Midea itu konsisten dilakukan, maka tidak menutup kemungkinan posisinya di Fortune Global 500 akan terus naik. “Tapi, harus diingat bahwa perusahaan lain juga terus berinovasi, bahkan melakukan strategi serupa, untuk memenangkan persaingan. Untuk itu, pintar mengusung strategi terkini amat menentukan kesuksesan Midea ke depan,” tambahnya.

Manajemen Midea tak menampik pandangan banyak analis, termasuk analisis Jeffrey. Meski posisi perusahaan semakin baik, mereka menyatakan tetap ambisius dan angka 323 hanyalah titik awal untuk menjadi yang terbesar.

Semangat itu sudah tergambar sejak pertama kali masuk daftar Fortune Global 500 pada 2016. “Pada masa mendatang, Midea akan menjadi kelompok bisnis yang fokus pada peralatan rumah tangga yang pintar dan manufaktur yang cerdas,” ungkap Brando Brandstaeter, Head of Brand and Communication Midea International Business.

—Andrew J. Choump, TechnoBusiness ● Foto-Foto: Midea Group

 

Samsung Member, Strategi Samsung Layani Pelanggan

Jakarta, TechnoBusiness ID ● “Konsumen adalah Raja.” Barangkali ungkapan itulah yang membuat Samsung Electronics Co. Ltd., produsen elektronik terkemuka asal Korea Selatan, meluncurkan aplikasi layanan purnajual yang dinamakan Samsung Member.

Baca Juga: Membaca Strategi Bisnis YouAppi di Pasar Asia

Tidak hanya skala global, aplikasi Samsung Member itu juga diperkenalkan di Indonesia mulai Jumat (26/6) lalu. Bagi pengguna Samsung Galaxy ataupun produk Samsung terbaru bisa langsung log-in menggunakan Samsung Account di aplikasi Samsung Member.

Di dalam aplikasi Samsung Member itulah akan terasa bagaimana nyamannya sebagai pengguna produk Samsung.

“Sebab, aplikasi ini mempermudah akses layanan purnajual, informasi mengenai produk, promosi berupa voucher pembelian di merchant partner Samsung, dan diagnosis kinerja ponsel pintar setiap saat,” ungkap Dolly Surya, Content Service Manager Samsung Electronics Indonesia.

Tidak terbatas itu saja, Samsung akan terus menambah manfaat dari aplikasi Samsung Member yang dapat diunduh di Samsung Galaxy Apps atau Google Play tersebut.●

—Intan Wulandari, TechnoBusiness ID ● Foto-Foto: Samsung

 

Sharp Cari Celah di Pasar Otomotif

Jakarta, TechnoBusiness IDSharp, yang di Indonesia didistribusikan oleh PT Sharp Electronics Indonesia, memang bukan merek mobil.

Tetapi, dalam gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, merek elektronik asal Jepang itu turut hadir di antara 35 merek otomotif.

 

Baca Juga: Transportasi Hyperloop Mulai Dibangun di Dubai

 

Lho, kok bisa? Padahal, jangankan merek mobil, suku cadang juga bukan. Rupanya, Sharp ingin mempromosikan salah satu produknya, yaitu penjernih udara (air purifier).

Sharp memang sudah lama memproduksi dan memasarkan penjernih udara secara global, termasuk di Indonesia. Sayangnya, kesadaran menggunakan penjernih udara di Tanah Air masih sangat rendah, hanya 5%.

Bandingkan dengan penetrasi pasar pendingin ruangan (air conditioner) yang sudah mencapai 25-30%. Itu sebabnya, Sharp merasa perlu untuk terus melakukan promosi.

Sharp, yang sudah hadir di Indonesia sejak 1970, mengincar ceruk di pasar otomotif. Pasalnya, tidak sedikit kaum urban Jakarta yang menghabiskan banyak waktu di mobil.

Masalahnya, meski interior mobil tampak bersih, bakteri yang beterbangan juga banyak. Dengan demikian, udara di dalam mobil sebetulnya tidak sepenuhnya sehat.

“IIMS selalu menjadi peluang bagus bagi Sharp untuk mengenalkan kembali produk penjernih udara.”

—Agus Soewadjie, Assistant General Manager Marketing Communication Division Sharp Electronics Indonesia

Untuk itu, Sharp menawarkan produk penjernih udara yang siap mengatasi masalah tersebut.

“IIMS selalu menjadi peluang bagus bagi Sharp untuk mengenalkan kembali produk penjernih udara, baik untuk mobil maupun rumah,” kata Agus Soewadjie, Assistant General Manager Marketing Communication Division Sharp Electronics Indonesia.

Strategi Sharp tahun ini bukanlah yang pertama. Hampir setiap tahun Sharp tidak absen dari IIMS. “Kami percaya, dengan udara yang sehat, berkendara pun akan semakin aman dan nyaman,” lanjut Agus.

Di hall B3 nomor B35, Sharp memamerkan jajaran produk penjernih udara, satu di antaranya tentu tipe car air purifier. Tipe khusus mobil itu sudah ditawarkan sejak 2016.

Sama seperti air purifier Sharp lainnya, tipe car air purifier dibekali teknologi plasmacluster yang mampu menonaktifkan virus, bakteri, jamur, dan bau tak sedap.

Satu car air purifier sanggup menjernihkan dan melembabkan ruangan 3,6 meter kubik (m3) atau seluas mobil mini MPV tiga baris kursi seperti Suzuki Ertiga dan sejenisnya.

Produknya dilengkapi dua terminal car adapter. Ada tiga warna pilihan car air purifier yang dipamerkan Sharp, antara lain black metallic, silky gold, dan sexy pink, yang bisa disesuaikan dengan warna mobil pengguna.●

—Anwar Ibrahim, TechnoBusiness ID ● Foto-Foto: Sharp

 

Dapatkan “Cashback” Tanpa Batas dari Cashbac

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Persaingan antarmerek semakin hari semakin ketat sehingga pemberian cashback menjadi salah satu strategi peritel untuk menarik pelanggan.

Ceruk itu kemudian dimanfaatkan oleh Cashbac untuk meluncurkan aplikasi instant rewards dengan nama yang sama. Cashbac menghubungkan kartu debit dan kartu kredit tanpa perlu melakukan top up saldo.

 

Baca Juga: Purjono Agus Suhendro Berbincang dengan Country General Manager Shopback Indra Yonathan

 

Konferensi pers peluncuran Cashbac di Jakarta, Rabu (18/4).

“Kami percaya saat ini masyarakat semakin pintar dalam mengonsumsi gaya hidup. Cashbac menjawab hal tersebut dengan memberikan rewards tanpa batas bagi pengguna,” ungkap Mario Gaw, CEO Cashbac, saat peluncuran di Jakarta, Rabu (18/4).

Cukup dengan melakukan Tap to Pay atau Scan QR saat membayar, konsumen langsung mendapatkan cashback. Ada ratusan merek yang siap memberikan cashback saat dibeli.

Platform pemberian cashback semacam ini bukan yang pertama. Sebelum Casbac, ada Shopback yang menargetkan para konsumen e-commerce di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Dalam memperluas penggunanya, Cashbac bekerja sama dengan UOB Indonesia untuk mengadakan promosi lima kali cashback dari promo reguler.

Cards & Payment Head UOB Indonesia Dessy Masri mengatakan para pemegang kartu kredit UOB akan menikmati promo-promo makanan di ratusan restoran yang bermitra dengan Cashbac di Jabotabek.

Platform pemberian cashback semacam ini bukan yang pertama. Sebelum Casbac, ada Shopback yang menargetkan para konsumen e-commerce di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.●

—Intan Wulandari, TechnoBusiness ID ● Foto-Foto: Cashbac

 

Neymar Jr. Jadi Duta Merek TCL

Sao Paulo, TechnoBusiness Neymar da Silva Santos Junior atau Neymar Jr., pemain sepakbola profesional yang kini bernaung di klub Paris Saint-Germain, Prancis, didaulat menjadi duta merek (brand ambassador) TCL.

Neymar memulai debutnya sebagai duta merek itu sejak diumumkan di kota asalnya, Sao Paulo, Brazil, hari ini. Ia dinilai bakal membawa kekuatan bintang dengan kualitas yang luar biasa.

 

Baca Juga: Haier Ciptakan Mesin Cuci Sepatu

 

Citra itulah yang juga ingin dibangun ke dalam merek keluaran TCL Corporation asal Huizhu, Guangdong, China, tersebut. Dengan begitu, penetrasi pasarnya semakin meluas.

“Ini cocok bagi TCL karena kami sangat bersemangat terhadap olahraga,” ungkap Kevin Wang, Senior Vice President TCL Corporation dan CEO TCL Multimedia.

TCL meyakini strategi pemasaran global tersebut akan menarik pengalaman menonton penyuka olahraga musim panas di mana saja menggunakan produk televisi cerdas (Smart TV) terbarunya.

Dalam acara yang sama, TCL meluncurkan dua lini produk televisi cerdasnya, yaitu TCL QLED TV X6 dan TCL 4K UHD TV P6. Peluncuran itu diikuti dengan dimulainya serangkaian iklannya.

Belum lama ini, TCL merilis kampanye iklan luar ruang berskala besar bertema “Born a Legend” di New York Times Square, Hollywood TCL Chinese Theatre, dan di lokasi-lokasi lain di Amerika Serikat.

Selain itu, kampanye tersebut juga dipajang di Meksiko, Prancis, Jerman, Italia, Polandia, India, Vietnam, Thailand, Australia, dan China. Tidak hanya televisi, Neymar pun akan mempromosikan produk TCL lainnya seperti mesin cuci, lemari es, dan peralatan rumah tangga lainnya.

“Saya merasa terhormat menjadi duta merek global untuk TCL. Antara merek dan saya berbagi nilai yang sama, seperti mengejar keunggulan konstan dan hasil yang luar biasa,” kata Neymar.

“Saya merasa terhormat menjadi duta merek global untuk TCL. Antara merek dan saya berbagi nilai yang sama, seperti mengejar keunggulan konstan dan hasil yang luar biasa.”

Neymar Jr.

Ia melanjutkan, “Penggemar saya menonton saya bermain sepakbola di televisi, dan saya menikmati menonton olahraga di televisi TCL saya bersama keluarga dan teman-teman. Saya tahu kemitraan dengan TCL akan menjadi perjalanan yang menghibur.”

TCL amat serius dalam menggarap pasar global. Tidak hanya mengincar penggemar sepakbola, perusahaan juga mensponsori klub basket seperti Minnesota Timberwolves, Lynx NBA, dan Philippine Basketball Association.

Pada 2017, berdasarkan data IHS Technology dan data pengiriman perusahaan, TCL memperoleh pangsa pasar internasional kategori TV LCD sebesar 10,9%. Pangsa pasar itu mengantarkan TCL menduduki peringkat ketiga pasar TV LCD di dunia.

“TCL terus mengonsolidasikan dan memperluar bisnis televisi kami, sambil menjelajahi peluang baru melalui investasi, merger, akuisisi, dan restrukturisasi,” jelas Kevin.●

—Paula Corona, TechnoBusiness ● Foto-Foto: TCL

Haier Ciptakan Mesin Cuci Sepatu

Guangzhou, TechnoBusiness ● Mencuci pakaian dengan mesin sudah biasa. Mencuci piring dengan mesin pun sudah bisa—walau masih langka. Yang terbaru, Anda bakal segera merasakan bagaimana mencuci sepatu menggunakan mesin.

Haier Group Corporation, vendor elektronik global yang berbasis di Qingdao, China, dalam ajang 123rd Spring Canton Fair, minggu ini memperkenalkan mesin cuci sepatu rumahan (household shoe-washing machine) pertama di dunia.

Baca Juga: 92% Transaksi “Online Booking” di Asia Pasifik Gagal

 

Berbekal teknologi stereo-type spraying pertama di industri, mesin cuci sepatu itu dapat menangkal kerusakan akibat sikat (brush-cleaning) yang seringkali terjadi jika dilakukan secara manual.

Teknologi dengan aliran air pertama di dunia itu menggunakan teknik semprotan air bertekanan tinggi layaknya diterapkan di pencucian mobil. Semprotan tersebut dapat menembus serat sepatu sehingga kotoran di celah-celah yang kecil pun dapat dibersihkan.

Mesin cuci sepatu tersebut dapat digabungkan dengan pengering pakaian sehingga lekas bisa dipakai. Mesin semacam itu diyakini bakal menjadi tren ke depan.●

—Zhang Ju, TechnoBusiness ● Foto-Foto: Haier, Sole Collector

 

Samsung Luncurkan Deretan Home Entertainment Terbaru

New York, TechnoBusiness Samsung Electronics Co. Ltd., produsen elektronik global yang berkantor pusat di Suwon, Korea Selatan, hari ini meluncurkan serangkaian produk home entertainment terbaru di First Look, New York, Amerika Serikat.

Baca Juga: Teknologi AI Lebih Akurat dalam Meninjau Kontrak

Dalam ajang itu, Samsung mengenalkan QLED TV, UHD TV, Premium UHD TV, Ultra-Large Screen TV. “Produk-produk tersebut benar-benar paling inovatif dan canggih, sesuai dengan konsumen saat ini yang memerhatikan estetika ruangan mereka,” ungkap Presiden Visual Display Business Samsung Electronics Co. Ltd. Jonghee Han.

Selain terkait estetika, serangkaian produk tersebut juga mengakomodasi kebutuhan konsumen menyangkut konektivitas dan cara konsumen menikmati hiburan melalui televisi.

Di samping menawarkan produk-produk televisi, Samsung juga memasarkan jajaran audio terbaru. Setidaknya ada empat produk audio yang ditawarkan dengan kualitas suara jernih, yang dirancang cocok untuk ditambatkan ke sistem home theater.●

—Philips C. Rubin, TechnoBusiness ● Foto-Foto: Samsung