TRON Hadir di Huobi Wallet Singapura

Singapura, Koin.Digital – Kini, aset koin digital TRON (TRX) hadir di Huobi Wallet, dompet jual-beli aset koin digital di bawah naungan Huobi Group yang berbasis di Singapura.

Menurut penjelasan Huobi, TRON membantu membangun infrastruktur untuk internet yang terdesentralisasi.

Baca Juga: Valuasi Tokopedia Diprediksi Mencapai US%7 Miliar

Sebagai salah satu aset koin digital terbesar yang memanfaatkan sistem operasi berbasis blockchain terbesar di dunia, TRON menawarkan transaksi terukur.

Sebelumnya, Huobi Wallet telah memperjual-belikan Bitcoin (BTC), EOS (EOS), Bitcoin Cash (BCH), Ethereum (ETH), Ethereum Classic (ETC), Litecoin (LTC), Tether (USDT), dan semua token ERC20.

Seiring terus bermunculannya aset koin digital baru, pada Oktober lalu Huobi Wallet…

Artikel selengkapnya silakan klik Koin.Digital, TechnoBusiness Media Network

 

Edukasi Publik, Tokocrypto Gandeng Infonesia

Jakarta, Koin.Digital ● Tokocrypto, salah satu platform jual beli aset koin digital di Indonesia yang berdiri pada Juni 2017, menggandeng Infonesia, aplikasi media sosial baru, sebagai sarana edukasi publik.

Meski koin digital pertama kali, Bitcoin, telah diperkenalkan sejak 10 tahun lalu, diikuti dengan ratusan koin digital lainnya, faktanya masih banyak orang yang belum paham apa itu blockchain, Bitcoin, koin digital atau cryptocurrency, dan lain sebagainya.

Baca Juga: 1 dari 3 Orang Indonesia Tertarik Memiliki Kripto

“Masih banyak publik yang ragu, bahkan khawatir atas potensi aset kripto dan blockchain karena informasi yang terbatas,” ungkap Pang Xue Kai, co-founder dan CEO Tokocrypto, dalam siaran persnya yang diterima TechnoBusiness Media Network (TMN), Kamis (15/11).

Sebetulnya Tokocrypto telah memiliki…

Artikel selengkapnya silakan baca di Koin.Digital, TechnoBusiness Media Network

 

Kepuasan Pemegang Kartu Kredit di Singapura Turun

Singapura, TechnoBusiness ● Tingkat kepuasan pemegang kartu kredit di Singapura tahun ini turun dibanding tahun lalu. Hal itu dipengaruhi oleh hadiah yang ditawarkan penerbit.

Berdasarkan hasil riset J.D. Power yang dituangkan dalam laporan J.D. Power 2018 Singapore Credit Card Satisfaction Study dan dirilis pada Kamis (8/11), indeks kepuasan terhadap emiten turun 9 poin dari 725 menjadi 718.

Baca Juga: Qoo10 Pimpin Pasar E-commerce Singapura

“Penurunan kepuasan ini menunjukkan pemegang kartu merasa lapar akan lebih banyak hadiah.”

Padahal, tingkat kepuasan pemegang kartu kredit pada 2017 telah naik lumayan tinggi, yakni 30 poin, menjadi 727 dari 697 pada 2016.

“Penurunan kepuasan ini menunjukkan pemegang kartu merasa lapar akan lebih banyak hadiah,” ungkap Anthony Chiam, Regional Practice Leader Financial Services J.D. Power.

Studi tersebut melibatkan 2.900 pelanggan kartu kredit dari 10 penerbit utama di Singapura. Ada enam faktor kunci yang diukur, antara lain interaksi pelanggan (29%), hadiah (18%), serta manfaat dan layanan (17%).

Lalu, persyaratan kartu kredit (16%), komunikasi (16%), dan momen-momen penting (4%). Studi itu dilakukan selama dua bulan, yaitu September dan Oktober lalu.●

—Michael A. Kheilton, TechnoBusiness ● Foto: Changi Airport

 

Mengenal Wallex, Fintech Transfer Dana Antarnegara

Jakarta, TechnoBusiness ID Teknologi finansial (fintech) rupanya tidak sekadar penyalur pinjaman dan pembiayaan. Pada Rabu (7/11), Wallex Technologies, perusahaan yang berbasis di Singapura, secara resmi membuka perwakilannya di Jakarta.

Baca Juga: Digitisation + Digitalisation = Digital Transformation

Sebagai perusahaan fintech, Wallex akan memfasilitasi pengiriman dan transfer uang antarnegara. Layanan itu diluncurkan setelah mendapat pendanaan Pra-Seri A serta izin dari Monetary Authority of Singapore dan Bank Indonesia.

Wallex melihat potensi pasar di bidang pengiriman dan transfer dana dari dan ke Singapura-Indonesia cukup besar. Sebab, pada 2016 saja nilai perdagangan kedua negara hampir bernilai US$28 miliar.

Namun, untuk tahap awal, Wallex akan melayani usaha kecil menengah di berbagai sektor. Soalnya, 56% dari total investasi bisnis di Indonesia berada di ranah tersebut.

Kehadiran Wallex memudahkan pengguna dibanding menggunakan layanan perbankan.

“Peluncuran Wallex secara resmi di Indonesia menandai tonggak penting bagi masa depan pertumbuhan kami,” kata Hiroyuki Kiga, co-founder dan Chief Operating Officer Wallex, saat peluncuran di Jakarta, Rabu (7/11).

Di Indonesia, Wallex menggunakan nama Wallex Indonesia. Dengan platform Wallex, usaha-usaha kecil bisa mengunci sejumlah tarif, membuat instruksi pembayaran, dan mengunggah dokumen-dokumen yang mendasari transaksi.

Wallex menawarkan kurs 30 valas global yang kompetitif dengan nilai berapa pun. Pengguna hanya dibebani biaya minimum Rp100.000 per pengiriman. Pengiriman dapat dilakukan dalam 24 jam.

Baca Juga: Hyundai dan Kia Investasi US$250 Juta di Grab

Kehadiran Wallex memudahkan pengguna dibanding menggunakan layanan perbankan. Beberapa efisiensi terjadi mana kala bertransaksi internasional di Indonesia berkat layanan tersebut.

Efisiensi itu, mulai dari percepatan waktu pengurusan hingga penghilangan batasan transaksi bulanan yang lazim dihadapi dengan sistem konvensional.

“Investasi kami di Wallex telah membuat BCA bisa lebih baik lagi dalam memahami peran transformasi digital bagi perbankan.”

“Itu belum termasuk lalu lintas dana dari dan menuju perbankan,” ungkap Andy Putra, Country Manager Wallex Indonesia. “Kami memangkas semua kendala tersebut dengan menghadirkan pengalaman secara online dan mudah.”

Andil BCA

Sebagaimana fintech pada umumnya, Wallex juga memperoleh pendanaan dari pemodal ventura. Ternyata, perusahaan asal negeri jiran itu mendapat sokongan dana dari Central Capital Ventura, unit bisnis permodalan ventura dari PT Bank Central Asia Tbk. (IDX: BBCA).

Baca Juga: Inilah 13 Penyebab Utama Kegagalan Startup

Central Capital Ventura bersedia mendanai karena melihat Wallex mampu menjadi solusi bagi usaha kecil dalam hal pembayaran antarnegara.

“Investasi kami di Wallex telah membuat BCA bisa lebih baik lagi dalam memahami peran transformasi digital bagi perbankan dan bagaimana kami bisa melayani pelanggan dengan lebih baik,” kata Armand Widjaja, Presiden Central Capital Ventura, dalam keterangan tertulisnya.

Lagi pula, nilai transaksi antarnegara terus meningkat setiap tahun. Pada 2017, kata Kuga, angkanya mencapai US$613 miliar dan meningkat 7% per tahun.●

—Ivan Darmawan, TechnoBusiness ID ● Foto: TechnoBusiness ID

 

Huobi MENA Resmi Bermitra dengan AI Trader

Dubai, Koin.Digital – Huobi MENA, ekosistem perdagangan aset digital global yang menjadi bagian dari Huobi Group asal Singapura, resmi bekerja sama dengan AI Trader. 

AI Trader merupakan penyedia platform perdagangan koin digital canggih berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Kerja sama kedua perusahaan itu ditandai dengan peluncuran mode perdagangan koin digital berkecerdasan hibrida (hybrid intelligence trading) yang dipadukan dengan platform mutakhir MENA di Dubai, Uni Emirat Arab, pada Kamis (1/11).

Artikel selengkapnya silakan klik Koin.Digital, TechnoBusiness Media Network

 

Masuk Bursa, Apa Bisnis Distribusi Voucher?

Jakarta, TechnoBusiness ID PT Distribusi Voucher Nusantara, anak perusahaan PT Kresna Graha Investama Tbk. (IDX: KREN), akan segera masuk Bursa Efek Indonesia dengan kode emiten DIVA.

Distribusi Voucher menawarkan saham perdana sebanyak maksimum 214.285.700 lembar saham baru pada November ini. Saham itu setara dengan 30% modal yang disetor perseroan.

Baca Juga: Alasan Booking Holdings Berinvestasi di Grab

Dalam penawaran perdana tersebut, Distribusi Voucher mematok harga antara Rp2.800-3.750 per saham. PT Kresna Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk., dan PT Sinarmas Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi saham.

Pertanyaannya, apa sebenarnya bisnis Distribusi Voucher? Distribusi Voucher merupakan perusahaan yang bertindak sebagai digital business converter and accelerator untuk usaha kecil dan menengah (UKM).

Sebagai business converter dan accelerator, Distribusi Voucher memberdayakan UKM untuk go digital.

“Kami percaya Distribusi Voucher bergerak ke arah yang tepat.”

Lebih dari itu, “Distribusi Voucher juga meningkatkan kontribusi mereka terhadap perekonomian Indonesia secara keseluruhan,” ungkap Raymond Loho, Presiden Direktur Distribusi Voucher, dalam public expose di Jakarta, Selasa (30/10).

Saat ini, ada 62,92 uta pelaku UKM yang berpotensi dimodernisasi bisnisnya. Distribusi Voucher menawarkan dua platform digital, yaitu DIVA Smart Outleet dan DIVA Intelligent Instant Messaging.

Melalui platform-platform itu, Distribusi Voucher memperkenalkan open infrastructure, platform plug and play yang diberdayakan menggunakan kemampuan para peritel dan distributor UKM.

Dari jumlah UKM yang ada, 17.000-nya sudah terhubung dengan platform Distribusi Voucher. Per Mei lalu, perseroan telah mencetak laba bersih sebesar Rp3,3 miliar, 280,1% lebih tinggi dibanding periode yang sama sebelumnya.

“Untuk menyukseskan langkah ke depan, maka perseroan menawarkan saham ke publik,” lanjut Raymond. Distribusi Voucher menargetkan meraup Rp800 miliar dari penawaran saham perdana.

Baca Juga: 10 Universitas Terbaik Global Versi US News

Hasil dari penawaran saham itu 55%-nya akan digunakan untuk modal kerja, 40% untuk belanja modal, dan 5% untuk investasi sumber daya manusia.

Berbekal teknologi dan platform yang ditawarkan, Distribusi Voucher percaya mampu membuka potensi bagi UKM untuk meningkatkan pertumbuhan.

“Kami percaya Distribusi Voucher bergerak ke arah yang tepat,” tambah Dian Kurniadi, Direktur Distribusi Voucher

—Intan Wulandari, TechnoBusiness ID ● Foto: Distribusi Voucher Nusantara

 

Cetak Penjualan Rp3,3 Triliun, Laba Bersih M Cash Naik 741,1%

Jakarta, TechnoBusiness IDPT M Cash Integrasi Tbk. (IDX: MCAS), perusahaan layanan kios digital yang didirikan pada 2010, berhasil mencetak penjualan senilai Rp3,3 triliun selama sembilan bulan pertama 2018.

Itu berarti, penjualan perusahaan yang melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) pada awal November 2017 naik 300,5% dibanding setahun lalu.

Baca Juga: Mengawali Tahun Fiskal 2019, Microsoft Raup Pendapatan US$29,1 Miliar

Penjualan yang gemilang itu ditorehkan setelah M Cash per September sukses menambah titik distribusinya hingga 121,4% menjadi 43.853 dari 19.804 titik pada periode yang sama tahun lalu.

NFC sukses menambah pelanggan dari 918 pada Juni menjadi 1.800 pada September 2018.

Perluasan implementasi teknologi kios digital ke bidang logistik juga mendongkrak angka penjualan perusahaan.

Dalam merambah ke layanan logistik, M Cash berkolaborasi dengan perusahaan milik negara PT Pos Indonesia.

Kolaborasi itu menghasilkan layanan kemitraan multibiller POS PAY dan digital locker M-BOX POS. POS PAY mendistribusikan lebih dari 300 jenis produk biller PPOB melalui 4.800 jaringan kantor pos dan 40.000 agen pos.

Baca Juga: Strategi Jet Commerce Taklukkan Pasar E-commerce

Sementara itu, M-BOX POS, digital locker untuk pengiriman dan pengambilan barang logistik, memanfaatkan 24.000 titik layanan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sumbangsih Anak Perusahaan

Kinerja penjualan yang tumbuh tiga kali lipat pada tiga kuartal pertama 2018 juga tak luput dari kesuksesan PT NFC Indonesia Tbk. (IDX: NFCX), anak perusahaannya.

Kinerja Penjualan PT M Cash Integrasi Tbk. per September 2018

Sumber: PT M Cash Integrasi Tbk.

Sebagai penyedia bursa pulsa digital, NFC sukses menambah pelanggan dari 918 pada Juni menjadi 1.800 pada September 2018. Pertumbuhan pelanggan itu mencetak penjualan 16 kali lipat dari Rp44,1 miliar pada Juni menjadi Rp697,9 miliar pada September.

Di ranah bisnis media televisi digital, Oona TV yang dimiliki NFC berhasil menarik 1,4 juta pelanggan per 22 Oktober lalu, tiga bulan setelah peluncuran.

Baca Juga: Inilah Pendorong Laba Bersih NFC Melonjak 182 Kali Lipat

Lalu, lini bisnis digital cloud advertising-nya, yakni PT Digital Marketing Solution, menyumbang pendapatan sebesar Rp8,7 miliar dengan laba kotor Rp5,9 miliar.

Gowes, platform dan aplikasi bike-sharing yang diluncurkan pada Mei 2018, telah mencatatkan 18.000 pengguna aktif per September, naik dari 10.000 pengguna pada satu bulan sebelumnya.

Atas kinerja keuangan konsolidasi yang baik itu, menurut pernyataan resmi perusahaan yang diterima TechnoBusiness Indonesia pada Senin (29/10), M Cash meraup laba bersih sebesar Rp60,7 miliar, naik 741,1% dibanding setahun lalu.●

—Intan Wulandari, TechnoBusiness ID ● Foto: M Cash

 

Inilah Pendorong Laba Bersih NFC Melonjak 182 Kali Lipat

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Fantastis! PT NFC Indonesia Tbk. (IDX: NFCX), perusahaan digital exchange hub yang didirikan pada Agustus 2013, berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp14,4 miliar pada kuartal 3/2018.

Laba bersih sebesar itu berarti 182 kali lipat lebih besar dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya membukukan Rp79,3 juta. Lonjakan laba bersih itu didorong oleh lonjakan pendapatan dari yang semula (kuartal 3/2017) sebesar Rp44,0 miliar menjadi Rp706,6 miliar.

Baca Juga: Strategi Jet Commerce Taklukkan Pasar E-commerce

Margin kotor dan operasional perseroan selama periode perhitungan masing-masing naik dari 0,8% dan 0,2% menjadi 1,8% dan 1,0%. Pendapatan dan laba yang gemilang itu tak lepas dari kinerja yang baik anak-anak perusahaan.

Oona Media mempunyai produk Oona TV, yaitu platform mobile TV streaming gratis, yang baru diluncurkan (grand launching) pada September lalu.Di ranah bisnis media dan hiburan, NFC memiliki PT Oona Media Indonesia yang didirikan pada Mei 2018.

Lonjakan laba bersih itu didorong oleh lonjakan pendapatan yang kini menjadi Rp706,6 miliar.

Berdasarkan data perusahaan, Oona TV mempunyai kinerja yang baik. Ketika soft launching pada Juli, Oona hanya digunakan oleh 206.000 orang. Kini, per 22 Oktober, Oona telah diunduh oleh 1,4 juta pengguna. Durasi menonton pun naik dari 12 menjadi 18 menit.

Bisnis jual beli pulsa digital Bursa Pulsa-nya juga berjalan dengan baik. Pada Juni lalu, Bursa Pulsa baru memiliki 918 pelanggan, per September telah bertambah menjadi 1.800 pelanggan.

Nilai penjualan selama sembilan bulan pertama 2018 tercatat sebesar Rp706,6 miliar, 16 kali lipat lebih besar dibanding periode yang sama tahun lalu yang menorehkan Rp44,1 miliar.

Baca Juga: Rahasia Realme Raup Rp33 Miliar dalam 3 Menit

Bisnis digital cloud advertising-nya tak kalah baik. PT Digital Marketing Solution, perusahaan teknologi iklan digital bebasis komputasi awan  yang baru didanai oleh NFC pada Juli, kini memiliki 3.763 titik iklan dan telah merambah ke 26 kota di Indonesia.

Dalam laporan keuangan perusahaan, selama sembilan bulan pertama 2018 Digital Marketing Solution berhasil memperoleh pendapatan sebesar Rp32,0 miliar dengan laba kotor Rp3,2 miliar.

Ke depan, perusahaan tersebut akan semakin agresif memperluas pasar, terutama Indonesia Timur, termasuk dengan menggandeng peritel makanan dan fast moving consumer goods.●

—Anwar Ibrahim, TechnoBusiness ID ● Foto: TechnoBusiness ID

 

Cryptology Masuk CoinMarketCap dan CoinGecko

Singapura, TechnoBusiness ● Bursa jual-beli mata uang digital (cryptocurrency) asal Singapura, Cryptology Exchange, melakukan pencatatan di situs pelacakan kripto terbesar di dunia, CoinMarketCap,  dan situs lainnya, yakni CoinGecko, Selasa (22/10).

Baca Juga: 1 dari 3 Orang Indonesia Tertarik Memiliki Kripto

Menurut Anton Kalinin, Chief Operating Officer Cryptology Exchange, pencatatan itu akan mempermudah komunitas kripto dalam mengakses informasi terbaru seperti volume perdagangan, perdagangan yang tersedia, harga tawaran terbaru, dan lain sebagainya.

Pencatatan itu akan mempermudah komunitas kripto dalam mengakses informasi terbaru.

“Kami dengan bangga mengumumkan daftar Cryptology Exchange yang banyak diantisipasi di CoinMarketCap dan CoinGecko,” ungkap Kalinin.

Sampai saat ini, bursa kripto yang didirikan di Negeri Merlion pada Agustus 2017 itu memiliki 38 token, termasuk Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Stellar Lumens (XLM).

“Sebagai pertukaran komunitas-sentris, kami berusaha untuk terus membawa nilai bagi semua pengguna dan mendaftar di situs-situs besar ini barulah permulaan,” tambah Herbert Sim, Chief Marketing Officer Cryptology Exchange.

—Michael A. Kheilton, TechnoBusiness ● Foto: Cryptology Exchange

 

Firmanzah: Ekonomi Indonesia Tahan Terhadap Gejolak Eksternal

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Ekonomi global semakin bergejolak yang menjadikan hampir semua negara terimbas, bahkan sampai mengalami krisis keuangan. Perang dagang yang “ditabuh” Presiden Amerika Serikat Donald Trump, terutama terhadap China, menambah ketidakpastian situasi tersebut.

Tak dimungkiri gejolak ekonomi itu juga berpengaruh terhadap kondisi ekonomi nasional Indonesia. Namun demikian, melihat fundamental yang dimiliki, ekonomi Tanah Air masih bisa diandalkan.

Baca Juga: Jakarta dan Nasib Megapolitan Terbesar Nantinya

“Ekonomi Indonesia masih menunjukkan daya tahan [resiliency] terhadap gejolak eksternal,” ungkap Firmanzah, Rektor Universitas Paramadina, dalam diskusi bertema “Presidential vs Economy” yang diselenggarakan oleh komunitas Golden Circle Club di Jakarta, Kamis (18/10).

Firmanzah menyatakan itu merujuk pada data yang menunjukkan bahwa angka pengangguran yang menurun, terjaganya pertumbuhan ekonomi di kisaran 5%, inflasi di bawah 3,8%, dan tetap tumbuhnya realisasi investasi modal dalam maupun luar negeri.

Simak Juga: Exclusive Interview with Setyo Harsoyo, CEO Sprint Asia Technology

Walau tetap saja tekanan yang bersumber dari eksternal perlu diwaspadai, “Baik yang berasal dari kenaikan suku bunga The Fed, risiko capital outflow keluar dari emerging market termasuk Indonesia, perang dagang, dan lain sebagainya,” jelas Firmanzah.

Lebih dari itu, stabilitas politik mesti tetap terjaga meski memasuki tahun politik. Firmanzah berpendapat masing-masing pihak perlu mengedepankan keutuhan dan kesatuan bangsa dan negara selama berkontestasi politik.

“Hanya melalui itu ease of doing business di Indonesia akan tetap terjaga dan pencapaian target-target pembangunan ekonomi dapat terus dilakukan saat Indonesia memasuki tahun politik,” ungka Firmanzah.●

—Anwar Ibrahim, TechnoBusiness ID ● Foto: CTI Group