Honor 9 Lite Terjual Habis dalam Satu Menit

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Honor 9 Lite mencetak penjualan yang dahsyat di Indonesia. Salah satu seri ponsel pintar (smartphone) terbaru keluaran Honor, Huawei Group, asal China, itu terjual habis hanya dalam satu menit lewat platform belanja Shopee.

 

Baca Juga: Berkolaborasi dengan Koche, Honor 9 Lite Segera Masuk ke Indonesia

 

Kecepatan penjualan Honor 9 Lite di Tanah Air pada Kamis (5/4) itu bahkan mengalahkan enam menit flash sale di Flipkart, India, Januari lalu. Keberhasilan tersebut juga dirasakan Honor di Vietnam dan Thailand.

Honor 9 Lite laris manis diserap pasar karena menawarkan desain tampilan yang menawan, yakni layar ponsel selebar 5,65 inci tanpa tepi dengan kualitas gambar FullView HD.

Sayangnya, layar ciamik yang berbalut kaca 2,5D berefek cermin tidak dibarengi dengan besaran resolusi kameranya. Sebab, jika umumnya ponsel-ponsel baru telah disertai kamera 20 MP, bahkan lebih, Honor 9 Lite baru menyajikan kamera ganda 13 MP dan 2 MP di depan dan belakang.

Mungkin saja karena harganya hanya Rp2,29 juta. “Kami sangat terpukau dengan dukungan yang luar biasa dari masyarakat Indonesia,” kata James Yang, Presiden Honor Indonesia. Namun, tidak disebutkan pula berapa jumlah unit yang dialokasikan untuk flash sale tersebut.

—Anwar Ibrahim, TechnoBusiness ID ● Foto-Foto: Honor

 

Infinix Hot S3 Kembali Habis dalam Waktu Singkat

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Ponsel pintar (smartphone) Infinix Hot S3 laris manis. Setelah diluncurkan di Indonesia pertama kali pada awal Februari lalu dan ludes hanya dalam waktu satu jam, kini seri yang sama kembali terserap dalam lima menit.

 

Baca Juga: Inilah Pendorong Digital Commerce ASEAN Bernilai US$32 Miliar

 

Ponsel keluaran Infinix Mobility asal Hong Kong itu laris lantaran mengusung spesifikasi premium, tapi berharga terjangkau, yakni Rp1.89 juta. Produk itu merupakan seri lanjutan dari Infinix S2 yang berkamera depan 20 megapiksel (MP) dan low light flash untuk selfie berkualitas.

Ponsel pertama yang ditawarkan Infinix untuk pasar Indonesia tahun ini itu berlayar 18:9 dengan chipset Qualcomm Snapdragon 430 Mobile Platform. Chipset itu mendukung kinerja ponsel menjadi cepat dan tangguh.

“Kami senang mendengar kabar peluncuran Infinix Hot S3 di Lazada sukses besar. Snapdragon 430 Mobile Platform kami memungkinkan selfie smartphone tersebut memiliki performa grafis premium dengan baterai yang lebih tahan lama,” ungkap Country Manager Qualcomm Technologies Shannedy Ong.

Meski selalu habis dalam waktu singkat, Infinix tetap memasarkan Infinix Hot S3 dan melakukan roadshow ke berbagai universitas di Jakarta pada Maret dan April 2018. “Dengan berkunjung ke universitas-universitas, target konsumen kami dapat merasakan gadget ini secara langsung, termasuk kehebatannya,” ujar SEA Regional Head Infinix Mobile Marcia Sun.

Infinix Hot S3 yang beredar di pasar merupakan hasil perakitan dari pabrik Infinix di Cikarang, Jawa Barat, sehingga telah memenuhi syarat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Infinix tampak serius menggarap pasar Indonesia, di samping Eropa, Afrika, dan Timur Tengah, sehingga berani membangun hingga dua pabrik di kawasan industri tersebut.●

Intan Wulandari, TechnoBusiness ID ● Foto-Foto: TechnoBusiness ID

 

Dapatkan iPhone 8 Seharga Rp3,6 Juta, iPhone X Rp8 Juta!

  • Smartfren memberikan cash-back hingga Rp10 juta per unit dalam setiap pembelian.
  • “Pelanggan akan mendapatkan pengalaman terbaik saat menggunakan smartphone terbaik dan jaringan terbaik.”

 

Jakarta, TechnoBusiness ID PT Smartfren Telecom Tbk., operator telekomunikasi seluler dan data internet merek Smartfren dan Andromax, kembali membuat gebrakan. Kali ini, anak perusahaan Sinar Mas Group itu menawarkan iPhone 8 dan iPhone 8 Plus keluaran Apple hanya dengan harga Rp3,59 juta dan Rp5,49 juta.

 

SETYO HARSOYO, CEO PT SPRINT ASIA TECHNOLOGY

Baca Juga:

Mengenal Keunggulan Teknologi Sprint Digital 360

 

 

 

Tidak hanya itu, Smartren juga membanderol iPhone X 64 GB dan iPhone X 256 GB seharga Rp7,99 juta dan Rp10,799 juta. Harga tersebut amat murah lantaran Smartfren memberikan cash-back hingga Rp10 juta untuk unit-unit itu.

Namun, untuk mendapatkan harga itu, Smartfren mewajibkan konsumennya untuk berlangganan paket data prabayar iPlan 500 (30 GB) senilai Rp500.000 per bulan selama dua tahun.

APPLE IPHONE X

 

“Pelanggan akan mendapatkan pengalaman menarik saat menggunakan smartphone terbaik, iPhone X, dengan jaringan terbaik, Smartfren 4G LTE,” ungkap Merza Fachys, Presiden Direktur Smartfren. “Saat ini, Smartfren merupakan operator satu-satunya yang sudah 100% full 4G selama 24 jam penuh.”

Produk-produk iPhone memang selalu menggiurkan. Seri terbaru iPhone X, misalnya, menampilkan desain kombinasi kaca dan stainless steel dengan layar 5,8 inci Super Retina Display. Produk itu juga didukung cip tangguh A11 Bionic, pengalaman augmented reality, dan immersive 3D gaming.

Apple juga memasukkan fitur Face ID di iPhone X sebagai inovasi baru dalam membuka iPhone, melakukan otentifikasi, dan pembayaran. iPhone tersebut ditawarkan dengan dua pilihan warna, antara lain silver dan space gay. Kata Mirza, penawaran menarik itu hanya dibuka di Galeri Smartfren pada Jumat (22/12) besok.●

—Intan Wulandari, TechnoBusiness ID ● Foto-Foto: Apple

 

Vivo Perkenalkan Ponsel Pintar Edisi Khusus Piala Dunia 2018

  • Semua anggota panitia Piala Dunia 2018 Rusia akan menggunakan ponsel pintar Vivo edisi khusus.
  • Sponsorship itu diyakini akan mendongkrak citra merek Vivo secara signifikan.

 

Moskow, TechnoBusiness ● Gemerlap Piala Dunia 2018 Rusia sudah mulai terasa. Bersamaan dengan pengundian grup atas 32 tim nasional sepak bola dari seluruh dunia pada Jumat (1/12) di Istana Kremlin, Moskow, vendor-vendor elektronik dan ponsel pintar yang menjadi sponsor utama pun turut merilis produk-produk edisi khusus.

 

Baca Juga: Pengiriman Ponsel Pintar Global Mencapai 347,4 Juta Unit

 

Vivo, pemanufaktur ponsel pintar merek serupa yang berkantor pusat di Dongguan, China, misalnya, hari itu juga memperkenalkan ponsel pintar yang memang dipasarkan khusus untuk menyambut Piala Dunia 2018. Ponsel-ponsel itu akan membuat The Draw semakin menarik perhatian.

Langkah berani Vivo dalam mensponsori Piala Dunia itu tak lepas dari komitmen jangka panjangnya untuk menghadirkan pengalaman kepada lebih banyak konsumen di seluruh dunia. Kemitraan dengan asosiasi sepak bola dunia The Fédération Internationale de Football Association (FIFA) merupakan salah satu dari banyak cara bagi Vivo untuk menjangkau kalangan anak muda, terutama penggemar olahraga besar.

 

Sebagai bagian dari kerja sama antara Vivo dan FIFA, seperti dijelaskan dalam siaran persnya, Vivo akan terus menerjemahkan gairah dan kesenangan olahraga kepada penggemar. Ini akan menjadi dasar yang kokoh untuk bisa lebih mengeksplorasi dan membangun posisi terdepan di pasar luar negeri.

Di luar itu, pada Oktober lalu Vivo mengumumkan akan melakukan ekspansi ke pasar baru, terutama Taiwan, Singapura, dan satu lagi Rusia. Langkah itu diyakini bakal mendongkrak brand awareness Vivo ke pasar ponsel global secara signifikan.

Berdasarkan data IDC Quarterly Mobile Phone Tracker pada kuartal 1/2017, seperti dipublikasikan oleh TechnoBusiness Indonesia pada 29 Mei lalu, jumlah ponsel yang dikirimkan ke seluruh dunia mencapai 347,4 juta unit. Dari jumlah itu, pengiriman terbanyak disumbangkan oleh Samsung, Apple, Huawei, Oppo, dan Vivo berada di urutan kelima dengan pangsa pasar 5,2% atau sekitar 18,1 juta unit.

“Sebagai sponsor Piala Dunia, Vivo berharap bisa mengasosiasikan dirinya dengan semangat sepak bola.”

 

Namun, menurut penelitian terbaru Counterpoint pada kuartal III/2017, Vivo telah meraih pangsa pasar 7,1%. Walau begitu, merek yang baru muncul pada 2009 tersebut berhasil mencatatkan pertumbuhan tertinggi, yakni 32%, jika dibandingkan dengan jumlah produk yang dikirimkan ke berbagai negara setahun lalu.

Yang menarik, Vivo tidak hanya mensponsori Piala Dunia 2018, melainkan langsung berkomitmen hingga Piala Dunia 2022. Pengumuman itu disampaikan oleh Executive Vice President Vivo Ni Xudong dan Sekretaris Jenderal FIFA Fata Samoura di tempat bersejarah Kuil Leluhur Kekaisaran (Imperial Ancestral Temple), Beijing, China, pada 31 Mei 2017.

LIMA BESAR

Posisi Vivo jika diurutkan dengan kompetitornya di seluruh dunia per kuartal III/2017 versi IDC dan Counterpoint.

 

“Sepak bola merupakan olahraga yang penuh gairah, momen yang mengejutkan, dan menciptakan kebahagiaan bagi jutaan orang. Semangat sepakbola itu tentang kemajuan berkelanjutan,” ungkap Ni. “Sebagai sponsor Piala Dunia, Vivo berharap bisa mengasosiasikan dirinya dengan semangat sepak bola.”

Menanggapi kesepakatan eksklusif dengan Vivo dalam jangka dua kali Piala Dunia, Sekjen Samoura menyatakan, “Sepak bola dan teknologi semakin dekat setiap harinya, baik di dalam maupun di luar lapangan, dan ini saat yang tepat untuk memulai kemitraan dengan merek ponsel pintar global terkemuka ini.”

Sebelum mensponsori pagelaran pertandingan sepakbola terbesar sejagat, Vivo menjadi sponsor utama turnamen kriket Indian Premier League di India dan menjalin kemitraan strategis dengan NBA China.●

—Mike Lavrov (Rusia) dan Zhang Ju (China), TechnoBusiness ● Foto-Foto: Vivo, FIFA

 

Tiga Kuartal Pertama, ZTE Bukukan Pendapatan RMB76.580 Miliar

  • ZTE diprediksi bakal mengeruk kenaikan laba bersih sebesar 36,58% selama sembilan bulan pertama 2017.
  • Pemegang saham mendapat bagian RMB4,3-4,8 miliar.

 

Shenzhen, TechnoBusiness ZTE Corporation (0763.HK/000063.SZ), vendor teknologi komunikasi global asal China, menerbitkan panduan kenaikan laba bersih sebesar 36,58% selama sembilan pertama 2017.

 

Baca Juga: Laba Bersih ZTE Semester Pertama 2017 Naik 29,9%

 

Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang biasa perusahaan senilai RMB3,905 miliar. Laba bersih itu diambil setelah perusahaan memperoleh pendapatan yang meningkat 7,01% dari tahun lalu menjadi RMB76.580 miliar.

ZTE dalam siaran persnya pada Rabu (18/10) menyatakan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham biasa perusahaan diperkirakan sebesar RMB4,3-4,8 miliar sepanjang tahun 2017.●

—Zhang Ju, TechnoBusiness Foto-Foto: ZTE

 

Pasarkan Samsung Galaxy Note8, Smartfren Tawarkan “Cashback” Rp6,5 Juta

  • Bundling dengan Samsung Galaxy Note8 menjadi ajang bagi Smartfren untuk menunjukkan kecepatan jaringan 4G LTE Advanced-nya.
  • Penawarannya menarik, tapi ada pula peminat yang memilih menunda pembelian karena pengalaman gagalnya Galaxy Note7.

 

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Tak perlu menunggu waktu lama bagi pasar Indonesia untuk bisa memesan Samsung Galaxy Note8 yang dirilis pertama kali di New York, Amerika Serikat, pada 23 Agustus lalu. Sebab, Samsung Electronics Indonesia telah membuka masa pre-order antara 8-18 September.

 

Baca Juga: Jebsen & Jessen Perkenalkan Inovasi Teknologi Terbaru untuk Infrastruktur

 

Salah satu operator telekomunikasi seluler yang menawarkan Samsung Galaxy Note8 secara pre-order yaitu PT Smartfren Telecom Tbk. Smartfren menarik pemesan dengan menyodorkan paket bundling seharga Rp12,99 juta.

Selain produk yang ditawarkan memang premium dan kaya fitur canggih, yang membuat paket bundling itu lebih menarik karena Smartfren mengiming-imingi cash-back hingga Rp6,5 juta, bonus kuota internet 40 GB per bulan, gratis menelepon ke sesama pengguna Smartfren selama 30 hari, dan bonus AKG wireless speaker.

“Produk bundling di kelas premium ini kami hadirkan bagi para pelanggan serta masyarakat yang mencari sebuah kesempurnaan komunikasi, antara perangkat berkualitas tinggi dengan jaringan 4G LTE Advanced Smartfren,” ungkap Vice President Brand and Marketing Communications Smartfren Derrick Surya di Jakarta, Senin (11/9).

Berkat kombinasi itu, Smartfren yakin dapat menghadirkan pengalaman komunikasi yang berbeda seperti streaming video dengan lancar dan browsing tanpa hambatan.

Program bundling Smartfren dan Samsung Galaxy Note8 merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan kemudahan akses dan pengalaman komunikasi yang berbeda melalui jaringan 4G LTE Advanced Smartfren.

Samsung Galaxy Note8 menjadi idaman banyak orang karena tampil sebagai perangkat mobile premium. Layarnya berukuran 6,3 inci memiliki tingkat kecerahan (brightness) hingga 1.200 nits atau bisa diatur 22% lebih tinggi daripada Galaxy S8.

Masih banyak keunggulan lain yang ditawarkan Galaxy Note8. Tapi, beberapa peminat mengaku akan menunggu beberapa waktu dulu untuk membeli lantaran kegagalan Galaxy Note7 sebelumnya.

 —Intan Wulandari, TechnoBusiness ID ● Foto-Foto: Samsung, Smartfren

 

Casio Catatkan Pengiriman 100 Juta Unit G-Shock

  • G-Shock keluaran Casio menangkis anggapan bahwa jam tangan pada dasarnya rapuh dan tak tahan goncangan.
  • Perayaan pengiriman 100 juta unit G-Shock juga diadakan di pabrik Yamagata, Jepang.

 

New Jersey, TechnoBusinessCasio Computer Co. Ltd., vendor jam tangan asal Jepang, kemarin mengumumkan bahwa pada 31 Agustus lalu perusahaan telah berhasil mengirimkan total 100 juta unit jam tangan model G-Shock ke seluruh dunia.

 

Baca Juga: Kepuasan Konsumen Berbelanja Online Menurun. Mengapa?

 

 

Dalam rangka merayakan keberhasilannya itu, seperti dijelaskan dalam siaran persnya yang diterima TechnoBusiness, Casio mengirimkan model MRG-G1000B-1A4, jam tangan dari keluarga seri MR-G yang berakses merah nan mewah. Keberhasilan itu juga diperingati dengan upacara khusus yang diadakan di pabrik Yamagata, Jepang.

G-Shock diperkenalkan pertama kali pada 1983. DW-5000C merupakan model G-Shock pertama yang diluncurkan. Kehadirannya membalikkan anggapan bahwa jam tangan itu rapuh dan tak tahan goncangan. Sejak itu, terus berevolusi menjadi semakin berkualitas, berperforma lebih baik, dan berfitur canggih.

Kinerja yang bagus itu juga mengantarkan Casio membukukan penjualan bersih sebesar 321.213 juta Yen per 31 Maret 2017. Kini, jumlah karyawannya mencapai 12.287 orang.●

—Paul D. Henry, TechnoBusiness ● Foto-Foto: Casio

 

Tottenham Hotspur Dapat Tambahan Sponsor dari Ponsel Leagoo

  • Sebagai klub sepak bola yang termasuk 10 besar dunia, Tottenham Hotspur berhasil memikat merek ponsel Leagoo untuk mensponsorinya.
  • Sponsorship itu akan berlangsung lima tahun sejak 2017.

 

London, TechnoBusiness ● Tottenham Hotspur Football Club, klub sepak bola asal Inggris yang berdiri pada 1882 dan meraih juara dua English Premier League pada musim 2016/2017, berhasil menambah pundi-pundinya setelah mendapatkan sponsor dari merek ponsel pintar Leagoo asal China.

 

Baca Juga: Enam Hal yang Harus Diperhatikan Pengguna Mobile Banking

 

Spurs bukanlah klub sepak bola biasa. Saat ini, klub tersebut dinyatakan sebagai yang terbesar ke-10 di dunia versi FootballDatabase.com. karena sedang naik daun, maka tak susah untuk mendapatkan sponsor.

Leagoo, ponsel yang dipasarkan ke semua negara sejak tiga tahun lalu, ingin menancapkan mereknya ke benak konsumen dengan semangat sepak bola dalam lima tahun ke depan (2017-2022).

 

 

Tidak disebutkan berapa nilai sponsorship tersebut, hanya dikatakan jutaan pounds. Leagoo akan mendapatkan hak istimewa berupa penggunaan papan iklan di lapangan selama pertandingan kandang, muncul hampir di mana pun Tottenham berada, termasuk di laman jejaring sosial klub.

Sejalan dengan itu, Leagoo juga mengeluarkan ponsel pintar seri terbaru, Leagoo T5. Dalam model itu Leagoo menancapkan logo Spurs berwarna biru laut ke dalam rangka logam yang membalut bodi ponsel. Peranti lunaknya pun disesuaikan dengan ciri khas Spurs.

 —Richard O. Kimberly, TechnoBusiness ● Foto-Foto: Tottenham Hotspur

 

Mengenal Tiga Teknologi Masa Depan Vivo Mobile

  • Salah satu teknologi yang dikembangkan Vivo yaitu Vivo Under Display Fingerprint Scanning Solutions.
  • “Ini cara agar kami bisa menjaga daya saing merek dalam jangka panjang.”

 

SHANGHAI – Vivo Mobile Communications Co. Ltd., perusahaan yang mendesain, memproduksi, dan memasarkan ponsel pintar dengan Vivo asal China, memperkenalkan tiga teknologi masa depannya dalam ajang Mobile World Congress Shanghai, China, 28 Juni-1 Juli 2017.

Tiga teknologi termutakhir hasil pengembangannya itu antara lain Vivo Under Display Fingerprint Scanning Solution, Digital Signal Processing Photography Solution, dan Hi-Fi untuk ponsel canggih. Pertama, Vivo Under Display Fingerprint Scanning Solution merupakan teknologi pemindai sidik jari di layar ponsel.

 

“Ini cara agar kami bisa menjaga daya saing merek dalam jangka panjang.”

 

Berbeda dengan teknologi sidik jari sebelumnya yang terpisah dengan layar display (menggunakan lensa/optical), Vivo Under Display Fingerprint Scanning Solution justru menyatu. Karena menyatu (integrated body), letaknya berada di rangka pelat logam, teknologi ini tidak kentara. Teknologi ini juga berbasis Qualcomm Fingerprint Sensors.

Vivo menjelaskan bahwa ada ultrasound yang berasal dari sensor dan bisa menembus layar OLED setebal 1,2 milimeter sehingga bisa mengenali sidik jari. Ketimbang dengan lensa, sidik jari Vivo Under Display ini lebih banyak keuntungannya: tahan air (waterproofing), tidak memerlukan tombol fisik, dan anti-ambient light. Teknologi ini bakal mengubah kecanggihan sidik jari dalam dunia ponsel seluler ke depan.

Kedua, Independent DSP Photography Solution, yaitu teknologi pendongkrak mutu foto dalam berbagai kondisi pencahayaan yang sulit seperti rendah cahaya dan ruang backlight. Teknologi ini menjawab kesulitan dalam pemotretan di ruang backlight selama ini.

 

Teknologi ini bakal mengubah kecanggihan sidik jari dalam dunia ponsel seluler ke depan.

 

Juga, dapat mengolah gambar secara otomatis, mengurangi aspek shot noise di malam hari, bahkan meningkatkan efek beatufication dari Face Beauty Mode buatan Vivo. Ketiga, Hi-Fi canggih. Vivo merilis solusi Hi-Fi pada ponsel Xplay6 dengan peningkatan kinerja audio dari decoding chip DAC yang istimewa.

Solusi terbaru ini memiliki output amplitude dua kali lipat lebih besar dari ponsel pada umumnya. “Banyak merek besar yang kini mengambil langkah untuk memantapkan posisinya di pasaran selama beberapa tahun terakhir,” kata Senior Vice President Vivo Alex Fex di Shanghai, China.

Vivo, kata Alex, siap meningkatkan kemampuan teknologi dan menghadirkan berbagai produk yang lebih baik bagi para pelanggan. “Ini cara agar kami bisa menjaga daya saing merek dalam jangka panjang,” katanya.

—Zhang Ju, TechnoBusiness ● Foto-Foto: Vivo

Akhirnya, Sharp Masuk ke Pasar Ponsel Pintar Indonesia

  • Sharp menawarkan dua model sekaligus, yakni Sharp Z2 dan Sharp M1.
  • Sharp menargetkan meraih pangsa pasar 10% pada tahun ketiga.

 

JAKARTA – Selama ini, pasar Indonesia mengenal Sharp sebagai merek elektronik asal Jepang yang tangguh. Meski dominasinya tergerus kompetitor asal Korea Selatan seperti Samsung dan LG, Sharp tetap mampu bertahan dan mendapatkan porsi pasar yang tidak sedikit. Di antara merek-merek elektronik Negeri Sakura yang ada di Tanah Air, Sharp diketahui paling kokoh.

Tidak hanya elektronik, di pasar global, terutama negeri asalnya, Jepang, Sharp juga sudah sejak lama memasarkan ponsel pintar. Banyak orang mengira Sharp tidak tertarik dengan geliat pasar ponsel pintar di Indonesia. Sebab, di tengah ramainya merek-merek ponsel global yang masuk, khususnya dari China yang ingin mencuri ceruk dari pemimpin pasar Samsung, Sharp tetap bergeming.

 

Baca Juga: Gila, Notebook Ini Dibanderol Seharga Rp125 Juta!

 

Rupanya Sharp tidak selamanya “cuek” dari pasar ponsel pintar Indonesia. Di Decanter, Plaza Kuningan, Jakarta, Kamis (8/6) kemarin, Sharp/InFocus Mobile merilis dua model sekaligus, yakni Sharp Z2 dan Sharp M1. Dua model itu memiliki target pasar yang sedikit berbeda, walau tetap di ranah kelas menengah. Sharp Z2 ditargetkan untuk pengguna yang lebih menyukai kinerja produk yang gesit, sedangkan Sharp M1 untuk yang menyukai foto-foto selfi.

Itu bisa dilihat dari peranti di dalamnya. Z2 dibekali prosesor high-end MT6797 Deca-Core (Dial-A72 2.3GHz + Quad-A53 2.0GHz + Quad-A53 1.4GHz  dengan 4GB RAM + 32GB ROM (mendukung peningkatan ke Micro-SD hingga 128GB). Kamera utamanya sebesar 16MP AF PDAF dan depan 8MP F1.8 82 degrees wide view angle front camera.

 

“Kami memiliki mentalitas perintis yang memastikan kami adalah yang pertama yang melayani kebutuhan dan kepuasan pelanggan.” 

 

Sedangkan M1 digerakkan oleh prosesor MTK MT6753 Cortec-A53 1.3GHz Octa-Core dengan kapasitas 3GB RAM + 64GB ROM yang bisa ditambah dengan kartu memori hingga 64GB. Karena diperuntukkan bagi remaja yang suka selfi, ponsel ini dibekali kamera utama 13MP 80 degree wide angle dan kamera depan 13MP AF 77 degree “selfie” wide angle.

Meski sebagai pemain baru di Indonesia, Sharp sangat yakin akan mendapatkan pangsa pasar hingga 10% pada tahun ketiga mendatang. Sebab, Wenyi Kuo, Co-President Sharp/InFocus, mengatakan bahwa Sharp memiliki reputasi yang baik di pasar teknologi global.

“Dengan dukungan divisi riset, brandingsupply chain, semangat layanan terpadu dan orisinalitas, kami juga memiliki mentalitas perintis yang memastikan kami adalah yang pertama yang melayani kebutuhan dan kepuasan pelanggan, termasuk upaya litbang, brand image, inovasi produk, dan peningkatan reputasi, serta pengendalian mutu tiga tahun ke depan sehingga dapat menjangkau pangsa pasar yang lebih besar dan dapat dikatakan bahwa kami yakin mampu memberikan lebih banyak manfaat bagi masyarakat Indonesia,” katanya.

Johny Lin, Product Lead PT InFocus International Indonesia-Foxxon Technology Group, menambahkan dua model baru ponsel pintar Sharp ini diperuntukkan bagi gaya hidup dan kehidupan kerja kawula muda Indonesia, terutama pebisnis pemula dan pelancong. “Dengan kualitas peranti yang ditawarkan, konsumen akan lebih banyak memiliki waktu untuk menumbuhkan startup business mereka,” ujarnya.●

Vino Darmawan, TechnoBusiness ID ● Foto-Foto: TechnoBusiness ID