Qualcomm Siapkan US$100 Juta untuk Startup AI

San Francisco, TechnoBusiness ● Qualcomm Incorporated (Nasdaq: QCOM), perusahaan semikonduktor global yang berbasis di San Diego, California, Amerika Serikat, membentuk Qualcomm Ventures AI Fund.

Qualcomm Ventures AI Fund merupakan pemodal ventura yang dikhususkan untuk mendanai pengembang teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Baca Juga: Membaca Strategi “Rebranding” MatahariMall.com

Namun, lini yang berada di bawah Qualcomm Ventures itu akan menitikberatkan pada pendanaan teknologi baru terkait mobil otonom, robotika, dan platform mesin pembelajaran (machine learning).

Qualcomm akan menempatkan teknologi AI di perangkat mana pun.

Menurut Steve Mollenkopf, CEO Qualcomm Incorporated, Qualcomm akan menempatkan teknologi AI di perangkat mana pun.

Karena itu, perusahaan mulai berupaya menciptakan, mengembangkan, mengomersialisasi, hingga berinvestasi di dalamnya.

Langkah itu juga untuk menyambut potensi penuh dari penerapan teknologi 5G. “Di Qualcomm, kami menciptakan teknologi terobosan yang mengubah cara dunia terhubung, berhitung, dan berkomunikasi,” ungkap Mollenkopf.

Untuk mendanai perusahaan-perusahaan pengembang teknologi berbasis AI, Qualcomm Ventures mengalokasikan anggaran hingga US$100 juta.

Baca Juga: Valuasi Tokopedia Diprediksi Mencapai US$7 Miliar

Salah satu yang telah didanai adalah AnyVision, perusahaan rintisan (startup) pengenalan wajah dan tubuh terkemuka di dunia.

“Qualcomm Ventures bangga berinvestasi di AnyVision dan banyak pemain kunci lain dalam industri AI,” ujar Quinn Li, Senior Vice President for ventures of Qualcomm Technologies Inc.

 Jauh sebelumnya, Qualcomm telah bergerilya dan mendanai beberapa startup AI global seperti Cruise Automation, Brain Corp, Clarifai, Prospera, SenseTime, dan Retail Next.●

—Philips C. Rubin, TechnoBusiness/PRN ● Foto: Qualcomm

 

Manusia Tetap Dominasi Pekerjaan Manufaktur

Palo Alto, TechnoBusiness ● Manusia tetap akan mendominasi proses manufaktur di pabrik-pabrik meskipun terjadi percepatan otomatisasi menggunakan mesin atau robot.

Firma konsultan manajemen global A.T. Kearney bersama penyedia layanan transformasi digital Drishti Technologies Inc. dalam survei terbarunya yang dirilis di Palo Alto, California, Senin (12/11) mengungkapkan hal itu.

Baca Juga: Alibaba Raup US$30,8 Miliar dalam Single Day

“Manusia merupakan aset yang paling berharga di pabrik dan produsen harus memanfaatkan teknologi baru untuk memperluas kemampuan tenaga kerja.”

Menurut kedua perusahaan, manusia masih melakukan 72% tugas manufaktur, tiga kali lebih banyak dibanding mesin, di pabrik-pabrik.

Meskipun berita yang beredar bahwa robot dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) akan menggantikan pekerjaan manusia, manusia tetap menjadi pusat manufaktur dan menciptakan nilai yang signifikan pada masa mendatang.

“Manusia merupakan aset yang paling berharga di pabrik dan produsen harus memanfaatkan teknologi baru untuk memperluas kemampuan tenaga kerja langsung dan tidak langsung,” ungkap Prasad Akella, pendiri dan CEO Drishti.

Namun, kata Michael Hu, mitra di A.T. Kearney, sekalipun peran manusia menonjol di kawasan manufaktur, strategi transformasi digital pabrikan pun tetap fokus pada mesin.●

—Philips C. Rubin, TechnoBusiness ID ● Foto: Drishti

 

Advanced Analytics jadi Teknologi Paling Disruptif 

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Pada era Revolusi Industri 4.0, perusahaan berlomba-lomba bertransformasi ke bisnis digital.

Merujuk pada hasil survei terhadap 53 anggota iCIO Community yang dirilis pada Jumat (3/11), perusahaan-perusahaan tersebut mayoritas mengalokasikan dana hingga Rp100 miliar pada 2019-2020 untuk melakukan transformasi digital.

Baca Juga: Mengapa Posisi CIO Semakin Strategis?

Namun, untuk dimengerti bahwa sesungguhnya keberhasilan transformasi digital perusahaan bukan semata-mata ditentukan oleh kesuksesan implementasi teknologi.

85% CIO meyakini advanced analytics akan menjadi teknologi paling menentukan dalam proses transformasi digital.

Sebanyak 71% anggota iCIO Community berpendapat bahwa keahlian sumber daya manusia yang sesuai juga menjadi penentu keberhasilan sebuah proses transformasi bisnis digital.

Tantangan itu mengalahkan persoalan kultur perusahaan yang menduduki peringkat kedua. “Sebanyak 54% CIO mengatakan sulit mencari sumber daya manusia yang inovatif,” ungkap Abidin.

“Itu yang menjadi tantangan utama,” kata Abidin Riyadi Abie, Koordinator Divisi Riset iCIO Community, dalam keterangan persnya yang diterima TechnoBusiness Indonesia, Senin (5/11).

Baca Juga: Jumienten, Chatbot Canggih dari Sprint Asia Technology

Sementara itu, advanted analytics disebut akan menjadi game changer pada 2019. Setidaknya 85% CIO meyakini advanced analytics akan menjadi teknologi paling menentukan dalam proses transformasi digital.

Dalam survei itu menyebutkan bahwa teknologi digital security menempati posisi kedua di bawah advanced analytics.

—Anwar Ibrahim, TechnoBusiness ID ● Foto: Analytics in Motion

 

Mengapa Posisi CIO Semakin Strategis?

Jakarta, TechnoBusiness ID Mayoritas perusahaan di Indonesia menyatakan siap bertransformasi dari sistem konvensional ke digital. Sebagian kecil sudah melakukannya.

Dari survei yang diadakan oleh iCIO Community baru-baru ini terungkap bahwa mayoritas dari 53 chief information officer (CIO) anggota komunitas mengaku perusahaannya sudah dan akan segera melakukan transformasi.

Baca Juga: Masuk Bursa, Apa Bisnis Distribusi Voucher?

Bahkan, rata-rata perusahaan-perusahaan tersebut telah menganggarkan dana hingga Rp100 miliar untuk proses transformasi digital pada 2019-2020.

Perusahaan-perusahaan itu berasal dari berbagai industri, mulai dari jasa keuangan, farmasi, pendidikan, telekomunikasi, energi, sumber daya mineral, media, transportasi, hingga ritel.

Rata-rata perusahaan-perusahaan anggota iCIO Community telah menganggarkan dana hingga Rp100 miliar untuk proses transformasi digital pada 2019-2020.

Sebanyak 10% dari perusahaan-perusahaan tersebut menyatakan sudah merasakan dampak dari transformasi bisnis digital.

Itu menandakan, “Teknologi informasi bukan lagi sekadar enabler bisnis, melainkan juga driver bagi enterprise dalam membangun daya saing pada era Industri 4.0,” ungkap Abidin Riyadi Abie, Koordinator Divisi Riset iCIO Community, di Jakarta, Jumat (3/11).

Baca Juga: Teknologi dan Tumpuan Tiens Selanjutnya

Oleh sebab itu, berangkat dari niat untuk meningkatkan pengalaman pelanggan melalui digitalisasi, posisi CIO menjadi semakin strategis.

“Dalam tiga tahun ke depan, enterprise merancang strategi yang fokus memodernisasi seluruh infrastruktur teknologi informasi, integrasi berbagai kanal digital mereka, serta mengembangkan kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia perusahaan,” tambah Hermawan Thendean, Koordinator Divisi Riset iCIO Community yang lain.●

—Anwar Ibrahim, TechnoBusiness ID ● Foto: iCIO Community

 

IBM Akuisisi Red Hat Senilai US$34 Miliar

New York, TechnoBusiness ● IBM (NYSE: IBM), vendor perangkat lunak dan keras komputer yang berbasis di Armonk, New York, sepakat mengakuisisi distributor Linux, Ret Hat (NYSE: RHT), yang berpusat di Raleigh, Carolina Utara.

IBM mengakuisisi seluruh saham Red Hat yang bernilai US$190 per saham dengan total sekitar US$34 miliar. Akuisisi itu dibayarkan secara tunai.

Baca Juga: Inilah Pendorong Laba Bersih NFC Melonjak 182 Kali Lipat

“Akuisisi Red Hat merupakan game-changer. Ini mengubah segalanya tentang pasar cloud,” kata Ginny Rometty, Chairman, Presiden, dan CEO IBM, di Armonk, New York, Minggu (28/10).

IBM mengakuisisi seluruh saham Red Hat senilai US$34 miliar.

Bergabung ke IBM memberi tingkat skala, sumber daya, dan kemampuan yang lebih besar bagi Red Hat.

Aksi korporasi itu pun mengantarkan IBM menjadi pemimpin di pasar solusi cloud hybrid yang bernilai US$1 triliun.

Pascaakuisisi, Rometty pun meyakini IBM bakal menjadi penyedia cloud hybrid nomor satu di dunia. Sebab, akan menjadi satu-satunya perusahaan yang menyediakan solusi cloud bersistem operasi terbuka.

Open source merupakan pilihan default untuk solusi teknologi informasi modern, dan saya bangga dengan peran yang dimainkan Red Hat dalam mewujudkan realitas di perusahaan,” ujar Jim Whitehurst, Presiden dan CEO Red Hat.

Akuisisi itu akan mempercepat pertumbuhan pendapatan dan mendukung dividen bagi investor IBM ke depan. Saat ini, bisnis cloud hybrid IBM telah bernilai US$19 miliar.●

—David T. William, TechnoBusiness ● Foto: IBM

 

Awali Fiskal 2019, Microsoft Raup Pendapatan US$29,1 Miliar

Washington, TechnoBusiness Microsoft Corp. berhasil meraup pendapatan US$29,1 miliar pada kuartal pertama tahun fiskal 2019 yang berakhir 30 September 2018, naik 19% dibanding periode yang sama tahun fiskal 2018.

Pendapatan operasional Microsoft naik 29% menjadi US$10,0 miliar dengan pendapatan bersih sebesar US$8,8 miliar (naik 34%). Untuk pendapatan dilusi naik 36% menjadi US$1,14 per saham.

Baca Juga: Walletku Kini Milik TNG FinTech Group Hong Kong

“Kami memulai awal yang baik pada tahun fiskal 2019. Hasil inovasi dan kepercayaan pelanggan menempatkan kami untuk memperkuat transformasi digital mereka,” ungkap Satya Nadella, CEO Microsoft, di Redmond, Washington, Rabu (24/10).

“Kami memulai awal yang baik pada tahun fiskal 2019.”

Kinerja perusahaan yang baik membuat para pemegang saham menerima dividen senilai total US$6,1 miliar.

Nilai dividen tersebut naik 27% dibanding kuartal pertama tahun fiskal 2018.

Perolehan tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam melakukan investasi strategis jangka panjang. Selain itu, juga pelaksanaan yang konsisten untuk mendorong pertumbuhan dan ekspansi.

“Kami melihat adanya permintaan yang terus-menerus untuk cloud kami. Penawaran tercermin dalam pendapatan cloud komersial kami sebesar US$8,5 miliar, baik 47% dibanding tahun fiskal sebelumnya,” tambah Amy Hood, Executive Vice President dan Chief Financial Officer Microsoft.●

—Celine Tamaria, TechnoBusiness ● Foto: Microsoft

 

Mengungkap Strategi Terbaru Dell EMC di Asia Pasifik

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Kebutuhan otomasi berbasis big data semakin besar, begitu juga dengan persaingan antarpelaku industrinya yang kian sengit. Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan penyedia solusi teknologi terkait mesti piawai dalam meracik strategi pemasarannya.

Dell EMC menyadari hal itu. Makanya, anak perusahaan Dell Technologies Inc. (NYSE: DVMT) tersebut mengemas strategi terbaru guna memenangi persaingan. Salah satu caranya dengan menggali ide dan melibatkan secara lebih dalam para mitra kanal distribusi layanan.

Baca Juga: Dell EMC Tawarkan Array Storage Powermax

Dalam konferensi pemasaran Dell EMC Asia Pasifik dan Jepang (APJ) pertama yang diselenggarakan di Da Nang, Vietnam, pada 2-5 Oktober lalu, Senior Vice President Marketing Dell EMC APJ Karinne Brannigan, mengungkapkan bahwa mitra kanal distribusi merupakan strategi untuk masuk ke pasar (go-to-market) yang penting bagi perusahaannya.

Dengan diadakannya acara bertema “SPARK” tersebut, “Cukup menginspirasi karena kami bisa mendengarkan umpan balik dan studi kasus praktik pemasaran terbaik dari para praktisi mitra kanal dan distributor dalam mengembangkan bisnis kanal mereka,” ungkap Brannigan.

Dengan mengumpulkan mitra kanal distribusi, Dell EMC tidak hanya mendengarkan, tapi juga bertindak cepat untuk lebih inovatif dan lincah di pasar.

Melihat manfaatnya yang amat besar bagi perusahaan, strategi itu akan dijalankan secara terus-menerus oleh Dell EMC. Sebab, bukan sekadar menggali keinginan pasar yang wakili oleh mitra distribusi, melainkan juga memengaruhi pelanggan untuk merasakan keunggulan solusi Dell EMC.

“Kami ingin terus bisa memberdayakan para mitra dengan pengetahuan, alat, dan informasi yang dapat membantu mereka memahami kekuatan dari seluruh portofolio Dell Technologies,” kata Brannigan. “Juga, tentunya membangun merek yang lebih kuat dan berkelanjutan bagi perusahaan mereka.”

Baca Juga: Inilah Deretan Pemenang Dell Technologies World 2018

Strategi Dell EMC itu pada dasarnya dilakukan untuk mengukur keputusan bisnis. Sebab, “Dunia pemasaran yang sebenarnya adalah tentang bagaimana mengambil risiko yang terukur atas perubahan pasar yang sangat cepat,” ujar Paul Muller, pendiri Denting the Universe, firma konsultan manajemen yang berbasis di London, Inggris.

Mengumpulkan mitra kanal distribusi, lanjut Muller yang menjadi salah satu pembicara dalam ajang konferensi tersebut, menjadi strategi yang bagus karena Dell EMC tidak hanya mendengarkan, tapi juga bertindak cepat untuk menjadi lebih inovatif dan lincah di pasar.●

—Intan Wulandari, TechnoBusiness ID ● Foto: Dell EMC

 

Pertemuan IMF-WB Dipantau Teknologi Pengenalan Wajah

Jakarta, TechnoBusiness IDInternational Monetary Fund (IMF)-World Bank (WB) Group Annual Meeting 2018 yang digelar di Bali sejak 8 Oktober lalu baru saja ditutup kemarin. Pertemuan yang dihadiri oleh sekitar 3.500 delegasi dari 189 negara itu berlangsung aman.

Namun, tahukah Anda bahwa ternyata pertemuan tahunan akbar itu dipantau oleh teknologi pengenalan wajah (face recognition)? Ya, teknologi itu dikembangkan oleh Nodeflux, penyedia platform video analitik cerdas pertama di Indonesia.

Baca Juga: Lima Kesalahan Umum di Media Sosial

Setiap orang yang berada di IMF-WB Annual Meeting 2018 dapat dikenali oleh teknologi pengenalan wajah yang dikembangkan Nodeflux.

Bekerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia, Nodeflux memantau keamanan lokasi pertemuan menggunakan teknologi surveillance berbasis artificial intelligence (AI). Teknologi itu diterapkan mulai dari luar lokasi acara.

Menurut CEO dan co-founder Nodeflux Meidy Fitranto, di luar lokasi acara Nodeflux memakai perangkat lunak license plate recognition untuk mendeteksi pelat kendaraan yang keluar-masuk. Data yang terekam akan dicocokkan dengan data kendaraan milik kepolisian.

Baca Juga: Pahami Proses Pembuatan Iklan Video Online yang Benar

Selain itu, mereka yang berada di sekitar lokasi pertemuan juga dapat dikenali wajahnya berkat teknologi pengenalan wajah. Teknologi itu telah terhubung dengan 155 juta data kependudukan. Kedua teknologi itu dapat membantu pihak kepolisian untuk melakukan pengamanan acara berskala internasional tersebut.

Nodeflux didirikan Meidy bersama Faris Rahman (bertindak sebagai chief technology officer) sejak 2016. Dalam pengembangannya, perusahaan rintisan itu telah disokong oleh beberapa investor, antara lain Prasetia Dwidharma, Telkom Indonesia, dan East Ventures.

—Anwar Ibrahim, TechnoBusiness ID ● Foto-Foto: Nodeflux

 

Telkom Sediakan Wi-Fi Gratis di 157 Titik Gempa Sulteng

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Selain bantuan dari berbagai negara, korban bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah juga mulai mendapat sumbangan dari korporasi-korporasi swasta dalam negeri dan badan usaha milik negara.

Baca Juga: Astra Bantu Rp4,5 Miliar untuk Gempa Palu-Donggala

Setelah PT Astra International Tbk. menyalurkan bantuan awal senilai Rp4,5 miliar, hari ini PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (IDX: TLKM), operator telekomunikasi milik negara, juga membantu dengan menyediakan Wi-Fi gratis.

Telkom menyediakan jaringan Wi-Fi di 157 titik lokasi gempa yang tersebar di Palu, Donggala, Ampana, Banggai, Luwuk, Marisa, Parigi, Poso, dan Toli. Perusahaan tersebut juga membagikan 1.000 kartu Simpati kepada Kepolisian Daerah Sulteng.

“Kami menyadari bahwa layanan komunikasi sangat penting saat kondisi bencana seperti ini,” ungkap Direktur Network and IT Solution Telkom Zulhelfi Abidin, di Jakarta, Rabu (3/10). “Kami terus berupaya untuk secepatnya memulihkan jaringan telekomunikasi.” ●

—Ivan Darmawan, TechnoBusiness ID ● Foto: Telkom

 

Ketika Smartfren Tak Mau Ketinggalan Milenial

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Livespace yang berada di bilangan Lot 8 Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta, Selasa (18/9) siang penuh sesak. Tidak hanya media mainstream, para blogger pun tumplek-blek ke kafe yang tidak jauh dari pusat belanja barang mewah Pacific Place itu.

Kehadiran mereka memang dalam rangka memenuhi undangan peluncuran dua produk baru PT Smartfren Telecom Tbk., yaitu kartu perdana dan voucher data Super 4G Unlimited dan Super 4G Kuota. Seperti biasa, anak perusahaan Sinarmas Group itu mengiming-imingi harga bersaing.

TechnoBusiness TV: Yuk, Ngeband Asyik Bareng Smartfren (1)

Untuk Super 4G Unlimited, Smartfren membanderol harga Rp60.000 selama 30 hari. Sesuai namanya, dengan harga sebesar itu, pengguna berhak menikmati data tanpa batas. Untuk Super 4G Kuota, operator telekomunikasi seluler itu menawarkan beberapa pilihan, mulai dari 10 GB-60 GB dengan harga antara Rp30.000-100.000.

Smartfren meluncurkan dua pilihan produk itu untuk memenuhi kebutuhan data kaum milenial. “Untuk yang selalu terkoneksi ada Super 4G Unlimited, dan yang membutuhkan data besar ada Super 4G Kuota,” ungkap Deputy CEO Smartfren Djoko Tata Ibrahim saat peluncuran.

Djoko menyatakan Smartfren tidak tiba-tiba menghadirkan dua produk itu. Produk-produk tersebut dilahirkan menyusul adanya peningkatan jumlah pengguna data unlimited hingga 30% sejak Ramadan lalu. Jumlah pengguna yang membeli kuota data besar juga turut mengikuti.

Baca Juga: Selamat Datang Selfin, Penantang Baru Facebook

 

Kebutuhan Milenial

Memang harus disadari bahwa saat ini zamannya kaum milenial. Jumlah anak muda pada usia produktif lebih banyak dari sebelumnya dan terus bertambah. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyebutkan Indonesia memiliki 90 juta generasi milenial.

Angka itu bahkan melebihi jumlah penduduk usia produktif di negara-negara Asia yang berpendapatan domestik bruto besar seperti China, Jepang, Korea, dan India. Selain lebih banyak, karakteristik kaum milenial juga unik. “Mereka rela tidak makan demi bisa membeli kuota internet,” kata Djoko.

Itu hanya satu contoh. Menurut Jeffrey Bahar, Group Deputy CEO Spire Research and Consulting, periset pasar dan konsultan bisnis yang berpusat di Tokyo, Jepang, ciri kaum milenial lainnya adalah minat baca dan menonton media konvensional berkurang dan beralih ke gadget.

“Saat ini, anak-anak muda lebih suka menonton film, membaca berita, dan sejenisnya di perangkat ponsel pintar mereka ketimbang menyalakan televisi. Mereka menganggap televisi milik generasi bapaknya,” terang Jeffrey kepada TechnoBusiness Indonesia di Jakarta, Kamis (20/9).

Baca Juga: Langkah Jitu MSI Kuasai Pasar eSports Indonesia

Tidak hanya itu, di Indonesia, makan pun sudah mulai lebih memilih melalui delivery order daripada pergi ke restoran. Kalau pun ke restoran, mereka memilih yang enak buat nongkrong dan ada Wi-Fi-nya. “Karena itu, perusahaan-perusahaan, tanpa kecuali operator telekomunikasi seluler, harus melayani mereka,” ungkap Jeffrey.

Apa yang dilakukan Smartfren dengan meluncurkan Super 4G Unlimited dan Super 4G Kuota sudah benar. Sebagai presenter, model, dan penyiar radio yang berusia 28 tahun, Patricia Gouw merasa senang jika ada operator telekomunikasi yang menawarkan data internet berkapasitas besar atau bahkan tanpa batas dengan harga terjangkau.

“Dengan begitu, uang kita bisa dialokasikan untuk belanja keperluan yang lain,” kata Patricia yang menjadi bintang tamu peluncuran produk-produk Smartfren tersebut. Yohanes Kevin Hendrawan, video blogger yang berusia 26 tahun dengan 1,08 juta subscribers, juga mengatakan dana untuk nge-vlog-nya berkurang kalau harga data internet lebih murah.

Melihat kualitas jaringan internet 4G LTE yang dimiliki dan besarnya potensi pasar yang ada saat ini, Smartfren optimistis Super 4G Unlimited dan Super 4G Kuota akan diterima pasar dengan baik. Buktinya, kata Djoko, promo kuota unlimited saat Ramadan mampu meningkatkan pengguna hingga 30%.●

—Intan Wulandari, TechnoBusiness ID ● Foto: TechnoBusiness ID