Es Teler 77 Andalkan Empat Central Kitchen di Seluruh Indonesia

Jakarta, TechnoBusiness ID · Es Teler 77 Group, pengelola jaringan restoran Es Teler 77 yang sudah berdiri sejak 1985, tidak hanya fokus mengembangkan bisnis restoran semata, tapi juga bisnis lainnya. Salah satu bisnis yang menjadi andalan Es Teler 77 yaitu central kitchen.

Baca Juga: Enam Keuntungan Restoran Miliki Central Kitchen

Menurut Andrew Nugroho, Direktur Es Teler 77 Group, selain untuk menyokong jaringan restoran Es Teler 77 yang tersebar di seluruh Indonesia, central kitchen-nya juga menjadi lini bisnis tersendiri. “Kami juga melayani penyediaan makanan dari restoran-restoran lain,” ujarnya dalam TechnoBusiness Talks di Menara Top Food, Alam Sutera, Tangerang Selatan, Rabu (30/5).

Andrew Nugroho, Direktur PT Raja Top Food, sedang menjelaskan tentang keunggulan central kitchen-nya.

Es Teler 77 Group mengembangkan bisnis central kitchen menggunakan nama PT Raja Top Food atau dikenal dengan sebutan RT Foodservices. Saat ini, RT Foodservices mengoperasikan empat central kitchen, antara lain di Tangerang, Medan, Makassar, dan Yogyakarta.

Dari keempat central kitchen itu, RT Foodservices melayani lebih dari 150 pelanggan hotel, restoran, dan kafe (horeka), termasuk fastfood restaurant, fine dining restaurants, serta hotel dan rumah sakit. RT Foodservices juga melayani private label untuk supermarket-supermarket.

Andrew menambahkan bahwa fasilitas central kitchen-nya menjamin kehalalan dan keamanan makanan (food safety). Central kitchen-nya juga sudah memenuhi standar sertifikasi ISO 22000.

Group Deputy CEO Spire Research and Consulting Jeffrey Bahar menuturkan bahwa fasilitas central kitchen sangat penting bagi jaringan restoran. Selain untuk memenuhi kebutuhan internal jaringan restoran, central kitchen juga bisa menjadi bisnis baru.

“Bisnis central kitchen semacam ini sudah lumayan berkembang di Malaysia, Filipina, dan negara-negara lainnya, dan di Indonesia sudah mulai menjadi tren,” ujarnya yang juga menjadi salah satu narasumber dalam TechnoBusiness Talks ketika itu.·

—Purjono Agus Suhendro, TechnoBusiness ID · Foto-Foto: TechnoBusiness ID

 

Enam Keuntungan Restoran Miliki Central Kitchen

Serpong, TechnoBusiness ID ● Di banyak negara, termasuk beberapa di antaranya di negeri jiran, penggunaan dapur terpusat (central kitchen) bagi jaringan restoran sudah biasa. Tren tersebut bahkan sudah berkembang sejak lama. Sedangkan di Indonesia, pola pemanfaatan central kitchen baru terjadi belakangan ini.

Baca Juga: Jumienten, Chatbot Canggih dari Sprint Asia Technology

“Restoran-restoran di Malaysia dan Filipina, misalnya, sudah biasa menggunakan central kitchen, apalagi di Singapura,” ungkap CEO Spire Indonesia Jeffrey Bahar dalam acara TechnoBusiness Talks bertema “Bagaimana Strategi Central Kitchen dan Keamanan Makanan (Food Safety) untuk Mengembangkan Bisnis Kuliner” di Menara Top Food, Alam Sutera, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (30/5).

Andrew Nugroho, Direktur PT Raja Top Food, sedang menjelaskan tentang keunggulan central kitchen-nya.

Tidak sedikit keuntungan yang didapat jika jaringan restoran itu memiliki central kitchen. Menurut Andrew Nugroho, Direktur PT Raja Top Food, central kitchen milik Es Teler 77, jika jaringan restoran mempunyai central kitchen, harga bahan baku bisa ditekan.

“Apabila punya central kitchen, kulakan bahan baku bisa banyak kalau sedang murah, lalu distok,” ujar Andrew di hadapan 200-an peserta TechnoBusiness Talks yang dikemas sekaligus dengan berbuka bersama. “Makanan yang dihasilkan untuk semua jaringan restoran bisa distandarkan.”

Hal itu dibenarkan oleh Bedi Zubaedi, pendiri jaringan outlet ayam goreng Quick Chicken. “Memang benar apabila mempunyai central kitchen produk makanannya bisa distandarkan. Selain itu, prosesnya juga lebih cepat dan efisien,” ungkap pria yang juga menjabat Presiden Asosiasi Pengusaha Kuliner Indonesia itu.

Keuntungan berikutnya, central kitchen bisa menjadi bisnis baru bagi jaringan restoran. Sebab, central kitchen bisa melayani pesanan bukan hanya jaringan restorannya saja, tapi juga jaringan restoran lainnya.

Lagi pula, kata Andrew, apabila ada karyawan yang tiba-tiba sakit tidak akan mengganggu proses pengiriman makanan ke jaringan restoran karena, seperti, bumbunya sudah diproduksi sebelumnya. “Banyak keuntungan jika jaringan restoran itu memiliki central kitchen,” ungkapnya.●

—Purjono Agus Suhendro, TechnoBusiness ID ● Foto-Foto: TechnoBusiness ID