10 Tas Populer untuk Liburan Akhir Tahun Ala eBags

Denver, TechnoBusiness ● Sebentar lagi liburan Natal dan Tahun Baru tiba. Anda sudah tahu akan berlibur ke mana? Juga, sudah tahu apa yang akan Anda bawa? Jika belum, lanjutkan baca artikel ini.

Untuk mempermudah dalam membawa barang bawaan, eBags, peritel online khusus barang-barang perjalanan terkemuka di dunia, baru saja merilis daftar tas yang layak Anda pertimbangkan untuk jalan-jalan.

TechnoBusiness Tips: Lima Kesalahan Umum di Media Sosial

TechnoBusiness Media Network menganggap rekomendasi ini menarik karena dikeluarkan oleh anak perusahaan Samsonite International SA, produsen dan peritel tas global asal Denver, Colorado, Amerika Serikat, dengan kantor pusat di Tsim Sha Tsui, Hong Kong.

eBags sendiri telah menjual lebih dari 33 juta tas dengan 3,2 juta ulasan dari pelanggan selama 18 tahun pengalamannya. Pada 2017, eBags memperoleh penghargaan sebagai peritel tas top dari Consumer Reports.

Yang menarik, produk-produk yang dipasarkan eBags dirancang berdasarkan masukan dari wisatawan-wisatawan di seluruh dunia—mungkin saja termasuk Anda.

TechnoBusiness TV: Hengki Widjaja Bercerita Tentang Pilihan Sulit dalam Berkarier 

Berikut beberapa tas perjalanan yang direkomendasikannya.

The Do-It-All Mom

eBags merekomendasikan tas Anti-Theft Carry All Crossbody. Dengan kantong untuk segalanya, tas serbaguna ini memiliki tempat untuk botol air, makanan ringan, tisu, popok, dan bantalan lengan untuk tablet.

Ditambah lagi, ruang-ruang di dalamnya menghilangkan kebutuhan untuk membawa dompet ekstra dan fitur keamanan seperti teknologi pemblokiran RFID dan kain anti-sobekan membuat Anda aman saat bepergian.

Harga: Rp1.134.200 (Setelah diskon)

The Commuter

Fungsional dan ramping, ransel Professional Slim Laptop Backpack ini amat ringan dan terorganisir. Ini merupakan tas yang sempurna untuk komuter harian atau pejuang jalanan yang sering bepergian untuk bisnis.

Harga: 630.000 (Setelah diskon)

Go-Go-Goer

eBags Crew Cooler merupakan tas favorit bagi pramugari, ibu, guru, dan pecinta makanan yang abadi. Ini pasti akan memenangkan hati para penyuka jalan-jalan.

Harga: Rp1.134.200 (Setelah diskon)

 

The Overpacker

Untuk overpacker yang kronis, berikan mereka hadiah yang memungkinkan mereka terus melanjutkan hobinya. Dengan eBags Compression Packing Cubes, Anda dapat mengemas pakaian dua kali lipat dengan hanya separuh ruang.

Harga: —

Tidak tersedia untuk Indonesia

The One-Bag Traveller

Barangkali eBags Mother Lode Weekender Convertible menjadi tas terakhir yang Anda butuhkan saat berkeliling dunia. Sebab, tas ini lapang, dan ringan.

Harga: US$103,99 (Setelah diskon)

 

 

The Cruiser

Mereka yang suka berlayar akan membutuhkan Pack It Flat Toiletry Kit ini. Kait built-in-nya dengan mudah menggantung di kabin dan kantongnya yang banyak bermanfaat untuk menyimpan barang lebih rapi.

Harga: 441.000 (Setelah diskon)

 

The Adventurous Family

Mother Lode Wheeled Duffels menampilkan organisasi internal yang brilian, kantong eksternal untuk akses on-the-go dan upgrade yang murah hati. Tersedia dalam tiga ukuran, tas ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan setiap wisatawan.

Harga: Rp2.520.600 (Setelah diskon)

 

The Tech Junkie

Tas eBags Cord Cube ini cocok untuk mengatasi pendukung teknologi seperti kabel agar tak kusut.

Harga: 441.000 (Setelah diskon)

 

 

The Modern Traveler

Jangan pernah kehilangan daya dengan eBags Fortis Pro. Lengkap dengan sistem pengisian USB universal eksternal sehingga wisatawan dapat mengisi daya ponsel dan perangkat lain langsung dari kantong.

Ini adalah tas tangan yang sempurna, tahan lama, ringan, dan hadiah yang luar biasa untuk setiap pelancong yang sering bepergian.

Harga: Rp2.520.600 (Setelah diskon)

The Person Who Has Everything

Bahkan penerima yang paling teliti akan terpesona dengan eBags Packing Cubes ini. Lebih dari 10.000 ulasan membuktikan bahwa setiap orang dapat berkemas seperti seorang profesional dengan tas ini.

Harga: Rp629.900 (Setelah diskon) 

—TechnoBusiness Media Network/PRN/eBags ● Foto-Foto: eBags

 

Lima Kesalahan Umum di Media Sosial

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Media sosial menghubungkan orang-orang tanpa batas yang tak terbayangkan sebelumnya. Namun, di balik nilai positif itu, media sosial juga menyimpan ancaman bagi penggunanya.

Menurut Edwin Lim, Country Director Fortinet Indonesia, setidaknya ada lima kesalahan umum yang sering kali dilakukan oleh pengguna media sosial sehingga mengancam dirinya sendiri. Ancaman itu, misalnya, “Dapat dengan mudah terkena serangan siber,” ungkapnya.

Baca Juga: “Ekonomi Startup Termasuk Skema Ponzi”

Dalam seminar tahunan bertema “Cyber Threat” di Fakultas Teknik Universitas Budi Luhur, Jakarta, awal Oktober lalu, Edwin menyebutkan kelima kesalahan umum dalam bermedia sosial itu antara lain:

1.    Membagikan Personal Info

Hampir seluruh platfrom media sosial memang meminta pengguna untuk memasukkan data pribadi, apa pun itu. Tapi, ketahuilah bahwa itu bisa digunakan penjahat siber untuk menyerang pengguna.

2.    Tak Sadar Membagikan Data

Kebanyakan pengguna tak peduli menyetujui sesuatu, termasuk menyetujui untuk membagikan data-data pribadi kepada pihak ketiga.

3.    Status Bepergian

Tak semua pengikut merupakan orang baik. Penjahat bisa saja beraksi di rumah atau malah menyerang saat kita sedang berada di satu tempat yang diketahui dari status media sosial.

4.    Mengabaikan Fitur Privasi

Media sosial sebetulnya memiliki fitur pengaturan privasi, tapi kebanyakan dari kita mengabaikannya. Alhasil, siapa pun bisa melihat akun media sosial kita, kemungkinan termasuk penjahat siber.

5.    Lemahnya Kata Kunci

Kata kunci (password) media sosial amat penting. Untuk itu, jangan gunakan password yang mudah ditebak. Penjahat siber punya kemampuan membobol password yang sulit, apalagi yang mudah. Waspadalah.

—Intan Wulandari, TechnoBusiness ID ● Foto: FreePik

 

Pahami Proses Pembuatan Iklan Video Online yang Benar

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Seiring semakin banyaknya orang yang terkoneksi dengan internet, pemasaran melalui jaringan online pun kian penting. Itu sebabnya, WyZowl—perusahaan kreator video untuk produk dan jasa di ranah online yang berbasis di Southport, Sefton, Inggris—menyatakan 81% bisnis telah menjadikan video sebagai alat pemasaran. Di Indonesia, menurut lembaga riset pasar Nielsen, 51% konsumen Indonesia percaya pada iklan video online. Karena itu, belakangan muncul istilah video pemasaran (marketing). Pertanyaannya, bagaimana caranya membuat iklan video online yang menarik? Anggi Sonsen, Creative Producer reKreasi, berpendapat membuat iklan video yang menarik dan berkesan tidaklah mudah. “Hal pertama yang penting diketahui adalah sharing point apa yang ingin disampaikan, siapa target audiens dari konten yang diciptakan, dan aksi apa yang diharapkan dari target audiens supaya konten yang diciptakan tepat sasaran,” kata Anggi. Setelah itu, menyusun anggaran dan timeline penayangan video. Lalu, seorang videografer atau rumah produksi menindaklanjuti dengan tiga tahapan, yaitu pre-production, production, dan post-production sebelum benar-benar menjadi video. Itu saja tidak cukup. Narasi juga penting. “Menciptakan iklan video online yang berkesan perlu kreativitas tinggi dan pengolahan data yang tepat. Bila melakukan kampanye skala nasional, jangan hanya menggunakan ide yang dimengerti oleh sebagian masyarakat saja,” ujar Bahari Ck, Creative Direktur Go-Jek. Kemudian Anggi mengingatkan bahwa durasi juga perlu diperhatikan. “Lima detik pertama memiliki peran besar dalam memikat atensi audiens. Bila lima detik pertama berhasil menarik perhatian, maka audiens tak keberatan mencari tahu kelanjutannya,” katanya. Platform penayangannya pun mesti diperhatikan. “Merek harus pandai dalam mengolah insight dan menentukan platform untuk distribusi sesuai target audiens yang diinginkan,” lanjut Syarief Hidayatullah, Senior Vice President Creative GetCraft.—Anwar Ibrahim, TechnoBusiness ID ● Foto: GetCraft  

Strategi Menghadapi Era Digital dengan 3C

TechnoBusiness TV ● Perkembangan dunia digital amat pesat dan menantang. Kehadirannya membuat peta persaingan di semua lini, terutama bisnis, berubah total.

Untuk itu, diperlukan strategi bagaimana cara menghadapinya agar memenangkan persaingan.

Kevin Wu, founder dan CEO Tripal.co, platform travel online kekinian, berpendapat persaingan di era digital saat ini dapat dihadapi dengan 3C. Apa itu?

Untuk mengetahui lebih jelasnya, silakan simak video “Tips & Opinion” TechnoBusiness TV berikut ini.

Strategi Mengendalikan Penyusutan Bisnis Ritel Menurut Christian F. Guswai

Banyak kesalahan yang tidak disadari oleh para pebisnis ritel, termasuk penyusutan (shringkage) nilai barang dagangan (merchandise/investory), sehingga menggerus pendapatan perusahaan. Buku ini mengajarkan strategi pengendalian penyusutan di industri ritel secara tepat.

 

Baca Juga: Cara Praktis Menabung Saham ala Ellen May

 

Buku How to Manage Retail Shrinkage and Loss Prevention ini ditulis oleh Christian F. Guswai, pendiri dan managing consultant di Grow & Prosper Retail Consulting. Buku ini bukan yang pertama, melainkan sudah seri kesembilan yang ditulisnya.

 

  • Judul Buku: How to Manage Retail Shrinkage and Loss Prevention
  • Penulis: Christian F. Guswai
  • Tebal: 220 Halaman
  • Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
  • Harga: Rp112.500

 

 

 

Sebagai pakar bisnis ritel, Christian berpendapat bahwa penyusutan di dalam bisnis ritel menjadi momok yang menakutkan. Dalam beberapa kasus, penyusutan dapat menjadi penyebab utama tergerusnya pendapatan perusahaan. Rasanya semua peritel sepakat dengan pendapat tersebut.

Masalahnya, tidak sedikit peritel yang menyadari kesalahannya, apalagi mengetahui cara mengatasinya. “Tidak jarang kita mendengar bahwa bisnis ritel tutup karena masalah yang sangat mendasar, yakni ketidakmampuan mengatasi penyusutan,” ungkap Christian yang sudah 29 tahun berkecimpung di industri ritel.

Dalam buku setebal 220 yang baru diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama ini secara rinci Christian mengupas mulai dari pengertian dan jenis-jenis penyusutan, tempat-tempat yang berpotensi terjadinya penyusutan, cara mengukur penyusutan, strategi pengendalian, hingga contoh-contoh kasusnya.

Namun demikian, sekalipun Christian sudah memaparkan perihal penyusutan bisnis ritel dengan gamblang di dalam bukunya, pada praktiknya menyelesaikan kasus semacam itu—jika terjadi—tidak mudah. Itu karena bisnis ritel memang amat detail, tidak sesederhana teorinya.

 

Cara Praktis Menabung Saham ala Ellen May

Buku ini mengungkap kenapa seseorang harus menabung saham dengan tingkat pemahaman yang sangat mudah dan mengetahui risikonya sejak dini.

 

Ada seorang supir taksi yang berhasil melipatgandakan uangnya dari Rp3 juta menjadi Rp180 juta hanya dalam waktu tiga tahun. Ada seorang ibu rumah tangga yang berani mengajak semua anggota keluarganya berlibur ke Korea dari keuntungan trading saham. Karena trading saham pula, seorang Bapak mampu membeli rumah seharga Rp1 miliar secara tunai.

Judul: Nabung Saham Sekarang

Penulis: Ellen May

Halaman: 186

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit: 2017

Itu sedikit contoh yang disodorkan Ellen May dalam buku terbarunya “Nabung Saham Sekarang” yang diluncurkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama di toko buku Kinokuniya, Plaza Senayan, Jakarta, Kamis (7/12). Tentu masih banyak contoh lain yang ada di buku ini, juga yang ditorehkan para investor saham di luar sana.

Sesuai judul bukunya, Ellen, pakar dan mentor saham berpengalaman sekaligus pendiri Ellen May Institute, memaparkan bagaimana mudahnya beternak saham mulai dari modal kecil sekalipun. Ia juga mengilustrasikan, dengan uang yang sama akan memperoleh hasil yang jauh berbeda antara menabung saham dan menabung di bank atau produk investasi lainnya.

Jika Anda membuka deposito di bank yang bunganya rata-rata 7% per tahun dengan modal Rp1 juta, berdasarkan rumus compounding interest seperti dijelaskan dalam buku “Smart Trader Rich Investor”, dalam 10 tahun hanya akan menjadi Rp1.967.151,36.

 

“Cara Mudah Mengubah Krisis yang Menakutkan Menjadi Peluang yang Sangat Menguntungkan”

 

Namun, jika uang yang sama itu Anda belikan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI), misalnya dalam 10 tahun sejak 2006, yang harga sahamnya saat itu di level Rp2.349 menjadi Rp11.675 per lembar pada 2016, maka uang Anda akan meningkat menjadi Rp4.970.200.

Di buku ini, Ellen secara gamblang menjelaskan bedanya antara menabung dan trading saham. Perbedaan mendasar itu penting untuk Anda ketahui agar tidak salah saat memilih saham yang dibeli. Apabila ingin menabung saham, pikirkan itu untuk jangka panjang. Sedangkan jika ingin mengejar keuntungan dalam waktu singkat, pahamilah trading saham.

Buku setebal 186 halaman ini layak dibaca karena bukan sekadar teori, melainkan juga memaparkan contoh-contoh riil. Kelebihan dan kekurangan beternak saham pun tak segan diungkapkan oleh penulisnya. Boleh dibilang buku ini sudah “A to Z” membahas perkara saham, tinggal mempraktikkannya.

Akan tetapi, ini hanya buku, yang menjadi penentu keberhasilan tentu Anda sendiri. Oleh sebab itu, baca buku ini sampai tuntas agar tak memahami perihal menabung saham secara setengah-setengah. Kalau setengah-setengah, untungnya bakal setengah juga, bukan?●

Teknologi Menjawab Empat Tren di Industri Perhotelan Tahun Ini

  • Teknologi akan menjadi jalan untuk menghadapi persaingan di industri perhotelan dan restoran tahun ini.
  • “Laju perubahan teknologi selama beberapa tahun terakhir sangat luar biasa.”

 

New York, TechnoBusiness Fourth, salah satu platform perhotelan asal Amerika Serikat, baru saja mengumumkan bahwa akan terjadi tren yang berbeda tahun ini dibanding 2017.

Perubahan itu didorong oleh tekanan untuk meningkatkan layanan pelanggan dan pendapatan perusahaan, tapi pada saat yang sama juga diwajibkan mengurangi biaya operasional.

 

TechnoBusiness Column: In 2018: More Money, One Problem

 

Chief Operating Officer Fourth Simon Bocca menyatakan tahun ini akan terjadi perubahan pola manajemen restoran dan perhotelan semua ukuran yang disebabkan oleh penyebaran teknologi.

“Laju perubahan teknologi selama beberapa tahun terakhir sangat luar biasa, tapi kami telah mengamati bahwa hotel dan restoran masih berjuang untuk menciptakan kerangka teknologi terpadu yang mengotomatisasi apa yang dapat diotomatisasi,” katanya.

Dengan biaya makan, minum, dan tenaga kerja yang meningkat, para pemimpin terpandai akan benar-benar memanfaatkan teknologi untuk mendukung bisnis mereka. Mereka akan mencari wawasan 360 derajat agar teknologi tersebut bisa secara bermakna signifikan.

 

Berikut ini prediksi Fourth terkait tren industri perhotelan 2018:

 

Pembelajaran mesin akan memperbaiki peramalan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan.

Pembelajaran mesin mengotomatisasi dan merampingkan peramalan permintaan yang benar sehingga persediaan dan tenaga kerja tepat berada pada posisi yang tepat pada waktu yang tepat untuk memenuhi permintaan. Warisan sistem perkiraan permintaan dasar hanya pada angka penjualan dari periode yang sebanding dalam seminggu, bulan atau tahun yang lalu. Namun, perkembangan teknologi baru memetakan kinerja penjualan terakhir ke cuaca lokal dan acara lokal, seperti permainan olahraga atau perbaikan jalan, untuk memberikan perkiraan yang lebih akurat dan membantu operator restoran memastikan mereka memiliki staf yang memadai dan dapat memberi para tamu pengalaman terbaik.

 

Praktek bisnis yang berkelanjutan akan menjadi prioritas.

Dengan adanya fokus baru pada lingkungan yang sehat, 2018 akan melihat pelanggan memberi tekanan pada bisnis yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk meningkatkan upaya keberlanjutan. Konsumen ingin lebih memahami bagaimana restoran dan hotel favorit mereka mengurangi limbah makanan, mil makanan dan mendukung petani dan produsen lokal.

 

Restoran dan hotel akan menjadi lebih akomodatif terhadap pelanggan dengan sensitivitas makanan dan alergi.

Sekitar 15 juta orang Amerika memiliki alergi makanan, dan bahkan lebih memiliki batasan diet, sehingga operator restoran akan mulai mengakomodasi kebutuhan tamu mereka akan informasi gizi dan alergen yang akurat, dan hidangan yang sesuai untuk mereka yang memiliki batasan diet. Lebih banyak restoran akan mulai menguraikan alergen potensial pada menu, dan operator di perusahaan dari semua ukuran perlu berbagi informasi secara akurat dan andal untuk loyalitas dan kepercayaan pelanggan yang lebih besar.

 

Masalah keamanan akan memacu aksi. Seiring meningkatnya data pelanggaran frekuensi, bisnis akan menjadi lebih proaktif terhadap keamanan data pelanggan dan pribadi. 2018 akan menjadi tahun adopsi teknologi otentikasi identitas, yang akan menjadi pusat untuk memastikan data bisnis lebih terlindungi.

 

—Philips C. Rubin, TechnoBusiness Foto-Foto: JW Marriot, Fourth

 

Manfaatkan Teknologi untuk Menjaga Keamanan Keluarga Anda

  • Ada beberapa cara agar keluarga Anda tetap aman, baik di sekitar atau pun saat jauh dari rumah.
  • Hanya mengetuk tiga kali ponsel pintar, Anda dapat langsung terhubung dengan manajer darurat.

 

Kanada, TechnoBusiness Orang terus bergerak, bepergian, entah ke mana. Saban hari ada yang bekerja, bermain sepak bola, sekolah, kunjungan ke rumah teman, atau pun liburan. Tidak terkecuali anak-anak.

Sebuah studi dari Sfara Guardian menunjukkan bahwa saat ini anak-anak lebih banyak menggunakan transportasi umum, menempuh perjalanan jarak jauh pada usia yang lebih muda dibanding 30 tahun lalu, dan lain sebagainya.

Kecenderungan itulah yang mendorong agar para orang tua untuk bersikap lebih waspada terhadap gangguan keamanan kepada anak-anaknya, bahkan kepada mereka sendiri.

Family Features Editorial Syndicate, penyedia konten makanan dan gaya hidup yang didirikan pada 1974, menyebutkan ada beberapa cara agar keamanan keluarga Anda terjamin setiap saat. Berikut tipsnya.

 

DI SEKITAR RUMAH

Kenali tetangga Anda

Apakah Anda tinggal di gedung apartemen, kuldesak, atau pedesaan, pastikan untuk mengenal tetangga Anda. Membangun hubungan ini tidak hanya bertetangga, tapi bisa membantu Anda tetap aman. Anda tidak hanya bisa memiliki komunitas orang yang lebih kuat untuk bersandar pada masalah kecil seperti meminjam bahan yang terlupakan, dan keadaan darurat yang lebih besar seperti bencana yang berhubungan dengan cuaca, tapi Anda juga akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang lingkungan sekitar Anda.

 

Bantuan dalam sekejap

Sementara sistem keamanan memberikan ketenangan pikiran, mereka tidak selalu memiliki bukti. Mereka juga tidak dapat dipindahkan ke kantor, sekolah, atau tempat liburan Anda. Selalu dan selalu tersedia sebuah aplikasi seperti Sfara Guardian dapat membantu Anda dan keluarga Anda tetap aman, tidak peduli di mana Anda berada. Dengan hanya mengetuk tiga kali telepon Anda, bahkan saat berada di saku Anda, aplikasi akan menghubungkan ke manajer darurat yang dapat memberi bantuan kepada Anda.

 

Aksesibilitas

Jika pemeriksaan bayi dimulai pada tahun-tahun awal anak-anak Anda, membatasi akses mereka ke area atau item tertentu adalah penting. Bila Anda memiliki anak kecil, kunci kabinet dan gerbang di atas tangga mungkin menjadi fokus Anda saat berhubungan dengan keamanan di rumah. Seiring bertambahnya usia anak-anak, pastikan mereka tidak memiliki akses tanpa pengawasan ke barang-barang berbahaya seperti perlengkapan pembersih, obat rese,p atau pisau dapur.

 

Keamanan kebakaran

Luangkan waktu untuk memastikan rumah Anda dilengkapi alat pemadam dengan benar jika terjadi kebakaran. Periksa apakah jendela dan pelepasan api tidak terhalang. Pastikan semua keluarga Anda mengetahui apa yang harus dilakukan jika terjadi kebakaran atau keadaan darurat serupa di rumah.

 

JAUH DARI RUMAH

Alat penerang jalan

Di masa lalu, keluarga membawa hal-hal penting bersama mereka saat bepergian—sebuah alat pertolongan pertama, makanan ringan, dan botol air. Sekarang, di samping yang dasar-dasar, pastikan Anda menambahkan hal-hal penting dan modern ke daftar kemasan Anda, apakah Anda akan melakukan perjalanan sehari atau liburan panjang. Bawa charger telepon portabel di tas atau di mobil untuk memastikan Anda selalu terhubung dengan keluarga. Mintalah bantuan jika diperlukan atau cukup gunakan senter telepon Anda jika terjadi pemadaman listrik.

 

Bantu saat dalam perjalanan

Saat ini, hampir semuanya tersedia di ujung jari Anda langsung melalui ponsel cerdas. Sekarang, keamanan juga bisa diakses. Aplikasi, seperti Sfara Guardian, dapat menghubungkan Anda dengan pakar langsung yang dapat membantu Anda dalam hampir segala situasi. Misalnya, jika Anda mengalami kecelakaan, aplikasi dapat mendeteksi bahwa Anda memerlukan bantuan dan mengirim responden lokal meskipun Anda tidak dapat berbicara.

 

Bahaya yang asing

Saat di depan umum, waspadalah terhadap lingkungan sekitar Anda dan orang-orang di sekitar Anda. Bicarakan dengan anak-anak Anda tentang bagaimana mereka harus menanggapi jika mereka didekati oleh orang asing. Jika Anda berada di lokasi yang padat lalu berpisah dengan anak Anda, gunakan telepon untuk mengambil foto anak Anda sehingga Anda memiliki deskripsi foto dan pakaian saat ini jika hal yang tidak terpikirkan terjadi.●

—Justin Fraser, TechnoBusiness/FamilyFeatures Foto-Foto: Family Playing, Go Banking Rates

 

Strategi Humas Mengelola Krisis di Era Baru Media

  • Isu-isu negatif sering kali menyerang perusahaan secara tiba-tiba.
  • Kepiawaian mengelola krisis merek sangat penting.

 

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Dalam Media Coffee kelima bertema “Manajemen Isu dan Krisis di Tengah Era Baru Media” yang digelar PR Newswire di Jakarta pada 1 November lalu, terungkap bahwa manajemen krisis itu sangat penting bagi setiap perusahaan.

 

Baca Juga: Tangkal Berita Negatif Perusahaan dengan 10 Kiat Ini!

 

Dalam diskusi yang melibatkan empat pembicara, antara lain Adiatma Sardjito, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero); Eva Chairunisa, Vice President Corporate Communication PT Kereta Commuter Indonesia; Vishnu Mahmud, Director of Business Development Ogilvy; dan Ali Al-Azhari, Managing Editor The Jakarta Globe, menyajikan beberapa contoh.

 

Strategi Manajemen Krisis Hadapi Insiden di KRL

Media sosial memudahkan informasi tersebar sangat cepat. “Video di kereta rel listrik (KRL) misalnya, sekejap viral berkat kecepatan akses media sosial. Karenanya, penting untuk paham proses isu terjadi hingga menjadi besar,” ujar Eva Chairunisa, mantan jurnalis televisi yang bergabung dengan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) sejak 2012.

  • Pantau proses kerja media untuk menentukan langkah selanjutnya. Olah isu menjadi pemberitaan positif. “PT KCI bisa mengeluarkan 3-4 rilis dalam 3 jam untuk menginformasi media mengenai langkah perusahaan setelah krisis,” ungkap Eva.
  • Selain itu, humas perlu mengirimkan informasi tambahan ke media. “Kami mengantisipasi jawaban, rekaman suara, dan video Skype yang merangkum pertanyaan paling umum setelah kejadian. Ini penting untuk menjaga emosi setelah menjawab pertanyaan yang sama hingga puluhan kali,” tutur Eva.

Belajar dari Krisis BBM: 24 Jam yang Krusial

Keterbatasan bahan bakar minyak (BBM) merupakan krisis yang rentan menimpa perusahaan energi, termasuk PT Pertamina, Tbk. Padahal, menurut Adiatma Sardjito, krisis ini bisa diperkirakan. Menjawab tantangan di era digital untuk menyelesaikan krisis dengan sangat cepat, Adiatma berbagi kiatnya:

  • Setiap tantangan bisa memotivasi ide. Mengantisipasi krisis BBM, misalnya, PT Pertamina, Tbk berinisiatif menambahkan mobil tanki di beberapa titik untuk isi BBM langsung. “Termasuk memaksimalkan fasilitas contact center yang 24 jam menerima setiap laporan masyarakat,” ujar Adiatma.
  • Sampaikan dengan jujur namun saring informasi yang belum saatnya disampaikan. “Sosialisasikan strategi melalui kampanye di media sosial. Kami selalu melibatkan generasi muda, di bawah usia 35 tahun, untuk berperan sebagai sukarelawan di media sosial yang berhubungan dengan para blogger,” tutur Adiatma.

Pentingnya Merumuskan Manajemen Isu Sebelum Krisis Terjadi

“Praktisi humas seringkali baru panik memikirkan solusi saat krisis sudah terjadi. Seharusnya mereka sudah mengantisipasi sebelumnya,” ujar Vishnu Mahmud, Director of Business Development Ogilvy. Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang kehumasan, Vishnu berbagi siasat antisipasi saat insiden datang tiba-tiba.

  • Persiapkan kondisi terburuk dan pahami kemungkinan yang bisa memicu krisis. “Respon cepat, kredibel, dan kontrol baik tidak akan terjadi tanpa antisipasi. Jika belum mengetahui semua fakta, sampaikan hal-hal yang diketahui. Akui kesalahan dan terus sampaikan informasi baru,” tambah Vishnu.
  • Untuk antisipasi, siapkan darkwebsite atau laman khusus yang siap diluncurkan saat krisis terjadi. “Sesaat setelah pesawat QZ 8501 hilang kontak di tahun 2014, misalnya, saat itu juga Air Asia mengganti tampilan web-nya dengan nuansa gelap yang memuat contact center dan update informasi mengenai insiden tersebut,” ungkap Vishnu.

Tantangan Media di Tengah Merebaknya Pemberitaan Negatif

Lebih dari 12 tahun menjadi jurnalis, Ari Al-Azhari kini Managing Editor The Jakarta Globe, mengungkapkan hal yang sebaiknya menjadi perhatian humas dalam menyediakan materi berita untuk jurnalis.

  • Sampaikan informasi selengkap-lengkapnya. “Hindari off-the-record. Siaran pers tanpa informasi jelas mengenai sumber berita hanya mengurangi obyektivitas cerita,” ungkap Ari.
  • Dukung jurnalis memahami kejadian lewat siaran pers yang jelas. “Jurnalis bukan orang yang paham segalanya. Bantu kami lewat informasi sejelas-jelasnya,” ujar Ari.●

—PR Newswire, TechnoBusiness ID ● Foto-Foto: PRNewswire, Jakartabytrain.com

 

Lima Cara Mengirimkan E-mail ke Media Massa

Tidak semua orang mengerti bagaimana caranya mengirimkan artikel-artikelnya ke media massa. Berikut ini lima cara mengirimkan e-mail ke media massa yang dibagikan oleh Andrew Prasetya, Senior Content Marketer iPrice Group.

 

E-mail masih menjadi alat komunikasi yang paling sering digunakan di tempat kerja. Kita menggunakan e-mail untuk melakukan komunikasi internal dan eksternal, mengirimkan laporan, berkomunikasi dengan calon investor, atau keperluan lainnya.

 

Sebagai seorang content marketer di perusahan rintisan yang berlokasi di Kuala Lumpur, namun beroperasi di 7 negara di Asia Tenggara, 90% komunikasi eksternal saya lakukan menggunakan e-mail, termasuk untuk mengirimkan cerita dan hasil riset ke media massa.

 

Dengan kondisi seperti itu, saya harus bisa membuat e-mail yang baik. Sebab, e-mail yang ditulis dengan buruk, tidak jelas, dan tidak efektif dapat membuang-buang waktu. Juga, bisa merusak reputasi kita dengan meninggalkan kesan buruk bagi orang yang menerimanya.

 

Baca Juga: Lima Langkah Praktis Menggerakkan Mesin Pemasaran Digital

 

Selama kurang lebih 1 tahun, saya mempelajari tata cara membuat e-mail yang benar. Mulai dari membaca studi kasus dari pemasar-pemasar kelas dunia sampai melakukan A/B testing untuk melihat e-mail mana yang paling efektif.

 

Dari ribuan e-mail yang saya kirimkan, ada lima tata cara yang harus kita perhatikan ketika ingin mengirimkan e-mail ke redaksi media massa.

 

  1. Kirimkan kepada Orang yang Tepat

 

Di iPrice, saya berkomunikasi dengan berbagai penulis, jurnalis, dan editor dari berbagai media massa yang ada di Asia Tenggara.

 

Setidaknya ada dua cara untuk menghubungi media melalui e-mail. Pertama, kita bisa mengontak mereka melalui e-mail umum seperti (redaksi@media.com). Atau, bisa juga mengontak mereka melalui e-mail personal, contohnya (andrew@media.com).

 

Dari hasil pengamatan saya, tingkat respons dan publikasi yang saya dapatkan, 80% lebih tinggi ketika menghubungi mereka melalui e-mail personal dibanding e-mail umum.

 

Bagaimana cara mendapatkan e-mail personal? Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan e-mail personal media:

 

Pertama, bertanya. Cara yang paling mudah untuk mendapatkan e-mail personal media adalah bertanya. Kita bisa bertanya kepada keluarga atau kerabat yang memiliki hubungan dengan media, atau jika mereka memiliki teman yang memiliki hubungan dengan media. Jelaskan bahwa ada informasi berharga, atau riset yang ingin kita bagikan kepada teman-teman  mereka di media.

 

Kedua, menggunakan media sosial. Berdasarkan pengalaman saya, hampir 100% orang-orang yang bekerja di media, khususnya media online, memiliki minimal 1 media sosial. Ini merupakan salah satu medium yang paling efektif untuk berhubungan dengan mereka.

 

Sejauh ini, saya memaksimalkan LinkedIn untuk berhubungan dengan penulis dan editor. Kita bisa mencari nama mereka atau nama perusahaan. Untuk mendapatkan nama mereka, ambil waktu untuk membaca artikel-artikel yang ada di media tersebut. Rata-rata media menunjukkan nama editor atau penulis.

 

Setelah menemukan profil mereka di LinkedIn, kirim permintaan koneksi yang personal. Jelaskan bahwa kita memiliki sesuatu yang ingin kita bagikan untuk mereka, dan tanya alamat e-mail mereka.

 

Ketiga, baca laman redaksi media. Beberapa media menyediakan alamat e-mail dari editor dan jurnalis mereka. Biasanya laman itu terletak di bagian atas atau bawah dari website berita tersebut.

 

  1. Buat Subjek E-mail yang Menarik

 

Setiap hari, editor dan jurnalis mendapatkan setidaknya 20-50 e-mail dari berbagai perusahaan yang ingin diliput. Dengan waktu yang sangat terbatas, mereka harus memilih e-mail mana yang harus dibuka dan dibaca terlebih dahulu. Hal pertama yang akan mereka lihat ketika ada e-mail masuk adalah “subjek”. Jadi, pastikan kita membuat subjek e-mail yang “unik”.

 

Ada beberapa aturan yang bisa kita ikuti untuk membuat subjek e-mail yang “unik”. Pertama, harus singkat. Siapa yang ingin membaca subjek email yang terlalu panjang? Tidak ada. Terlebih lagi, 40% dari orang membuka e-mail mereka dari telepon genggam. Sehinga, subjek e-mail yang singkat akan lebih terbaca dan menarik untuk mereka.

 

Kedua, buat orang merasa spesial. Perasaan eksklusivitas merupakah hal yang sangat penting. Ketika kita dapat membuat seseorang merasa spesial, ini akan lebih mendorong mereka untuk membuka email dari kita.

 

Beberapa ungkapan yang bisa digunakan adalah: “Undangan Khusus”; “Konten Eksklusif untuk Media A”; “Pengumuman Eksklusif” dan sebagainya.

 

Ketiga, jelasakan apa yang ada di email. Bagi orang-orang yang mendapatkan lebih dari 25 setiap harinya, mereka harus mengetahui apa isi dari email yang masuk, sebelum membukanya. Jadi, pastikan kita bisa menjelaskan isi dari email kita secara singkat di bagian subjek. Namun ingat, harus singkat, padat, dan jelas.

 

  1. Buat Email yang Sifatnya Personal

 

Tiga bulan lalu, saya mewawancarai 12 editor dari media-media besar di Indonesia. Hampir semua dari mereka mengatakan bahwa email yang sifatnya personal, mendapatkan perhatian lebih dari mereka. Dari hasil wawancara tersebut, mereka juga mengatakan bahwa hanya beberapa startup di Indonesia yang benar-benar melakukannya. Rata-rata perusahaan tersebut dibantu oleh perusahaan PR.

 

Kita dapat membuat email yang bersifat personal dengan cara-cara ini: Pertama, sebutkan nama mereka atau nama media. Nama adalah hal yang special bagi seseorang. Ketika kita menyebutkan nama mereka di email, mereka akan merasa lebih dihargai dan akhirnya memutuskan untuk membaca email dari kita.

 

Kita bisa menyebutkan nama mereka di awal untuk menyapa, dan di akhir email untuk mengucapkan salam. Contohnya “Pagi mas Andrew”, atau “Saya ingin membagikan informasi peluncuran perusahaan saya untuk media A”.

 

Kedua, memiliki konteks. Bagi editor, untuk membuat sebuah cerita yang bagus, mereka membutuhkan karakter yang hebat. Mereka butuh seseorang dengan kepribadian, pendapat, cerita hebat yang ingin dibagikan, dan juga perspektif.

 

Kita bisa mulai dengan menjelasakan secara singkat cerita apa yang ingin kita bagikan? Dan mengapa cerita tersebut penting?

 

Ketika kita mengirimkan email ke media, khususnya media-media besar, kita bertarung dengan ratusan, bahkan ribuan perusahaan lain yang juga ingin mendapatkan liputan dari mereka. Jadi, pastikan konten di email kita bisa mendapatkan perhatian mereka.

Communication concept

 

  1. Buat Konten yang Terstruktur di Badan Email

 

Sama seperti pidato, untuk membuat konten email yang menarik, kita harus menceritakan sebuah cerita. Sebuah email yang baik setidaknya memiliki pembuka, inti, dan juga penutup.

 

Pada bagian pembuka terdiri dari perkenalan singkat mengenai siapa kita, dari mana kita mendapatkan kontak mereka, dan mengapa kita mengirimkan email ini ke mereka.

 

Bagian inti terdiri dari hal utama yang ingin kita berika ke media. Bisa berupa penjelasan penawaran kerja sama, penjelasan singkat mengenai riset, undangan liputan, atau hal-hal lainnya. Dalam hal ini, saya menjelaskan temuan-temuan menarik dari riset yang dilakukan.

 

Bagian penutup tidak harus menyimpulkan hal-hal yang sudah kita jelaskan di atas, namun kita harus memberikan “call-to-action” yang jelas atau apa yang kita ingin mereka lakukan.

 

Jika ada acara peluncuran produk, maka kita bisa meminta konfirmasi kehadiran mereka. Dalam kasus ini, saya berbagi data dan juga informasi kepada mereka, sehingga saya bisa memberitahu mereka jika ada pertanyaan saya bisa menjawab.

 

Setelah itu, jangan lupa menutup e-mail dengan salam. Untuk mencakup semua elemen yang ada di atas, e-mail kita tidak harus panjang dan bertele-tele.

 

 

  1. Kirim pada Waktu yang Tepat

 

Untuk membuat tingkat keberhasilan email kita lebih besar, kita harus tau kapan waktu terbaik untuk kita mengirimkan email ke media.

 

Berdasarkan hasil wawancara saya dengan media, beberapa dari mereka merekomendasikan mengirimkan email pada jam 8-11 pagi hari, atau jam 4-6 sore.

 

Namun, kita harus pahami bahwa waktu yang tepat bagi tiap orang bisa berbeda-beda. Jadi kita tidak dapat menggeneralisasi hal ini.

 

Namun, kita bisa mengetahui waktu yang tepat dengan melakukan beberapa hal ini.

 

Pertama, jika emailnya memiliki elemen waktu, pastikan kita memberi mereka waktu untuk berikir. Contohnya, jika ingin meminta waktu untuk bertemu, kita bisa mengirimkan email ini 3-4 hari sebelumnya. Karena mereka juga memiliki hal-hal yang harus dilakukan. Beri mereka waktu untuk untuk membaca, berpikir dan juga membalas email kita.

 

Kedua, kirimkan email pada saat jam kerja. Bekerja itu menghabiskan energi, jadi ketika kita pulang, kebanyakan orang akan memilih untuk beristirahat dan tidak membaca email terkait pekerjaan. Jadi, pastikan kita mengirimkan email pada jam-jam kerja.

 

Banyak riset yang menyebutkan bahwa waktu terbaik untuk mengirimkan email adalah jam 8 pagi sampai 12 siang .

 

Email yang baik tidak hanya bagus untuk pekerjaan kita, namun juga bermanfaat untuk personal branding kita. Ketika kita secara konsisten mengirimkan email yang baik, media akan mengingat kita dan ini akan meningkatkan kesempatan kita untuk mendapatkan perhatian mereka.

 

Hal-hal yang saya jelaskan di atas terdengar rumit untuk mengirimkan satu email. Namun, percayalah, jurnalis dan editor sudah menerima banyak sekali email-email buruk. Sehingga, ini saatnya untuk kita menjadi lain dari pada yang lain dan buat mereka kagum dengan kualitas komunikasi digital kita.

 

Foto-Foto: MarketingLand, TLists