Wouter Gregorowitsch, “Pilot Baru” Air France KLM Indonesia

TechnoBusiness Star ● Air France KLM (Euronext: AF, OTCQX: AFLYY), maskapai penerbangan gabungan antara Air France dan KLM Royal Dutch Airlines yang berbasis di Roissy-Charles de Gaulle International Airport, Tremblay-en-France, Prancis, baru saja menunjuk country manager anyar untuk Indonesia.

Sosok yang ditunjuk menjadi “pilot” menggantikan Wouter Alders itu adalah Wouter Gregorowitsch. Alders berpindah posisi menjadi Commercial Director Air France KLM untuk Spanyol dan Portugal.

Baca Juga: Petuah Miliuner Hong Kong, Li Ka-shing

Dalam penjelasan resmi perusahaan, Gregorowitsch akan bertanggung jawab dalam memperkuat posisi pasar Air France KLM dan kerja sama dengan mitra-mitra aliansi SkyTeam.

“Saya sangat gembira dengan tanggung jawab baru ini.”

Mendapat tugas baru, Gregorowitsch mengatakan, “Saya sangat gembira dengan tanggung jawab baru ini, dan ingin bekerja dengan tim saya yang piawai serta bertemu dengan berbagai mitra dan pelanggan kami di Indonesia.”

Baca Juga: Allison Dew Pimpin Pemasaran Dell Inc.

Ia mengaku menikmati kesempatan belajar mengenai negeri yang luar biasa, negeri kepulauan yang amat luas, ini. “Dan, tentu saja saya berambisi mempelajari bahasanya dan segera memiliki kemampuan dasar berbahasa Indonesia,” lanjutnya.

Meskipun jauh, rupanya Indonesia bukanlah pasar yang “remeh” bagi KLM. Bahkan, menurut sejarahnya, KLM telah membuka rute Amsterdam-Jakarta sejak 1 Oktober 1924. Sempat terganggu pecahnya Perang Dunia II, penerbangan tersebut merupakan yang terjauh hingga saat ini.●

—Intan Wulandari, TechnoBusiness ID ● Foto: Air France KLM

 

Erick Hadi Talked About Hard Choice in His Life and Career

TechnoBusiness Star ● In pursuing a career, no matter how successful, someone must have experienced a dilemma. If you choose A there are consequences, if you choose B there are consequences. It’s really a hard choice. Especially our position as a company leader.

Erick Hadi, former Managing Director of Rittal Indonesia who currently serves as CEO of Electronics Science Indonesia, an innovative company behind the practice of digital transformation of companies, tells of his hard choices to TechnoBusiness TV recently. See the story.●

 

TechnoBusiness Star ● Dalam meniti karier, sesukses apa pun, pasti pernah mengalami dilema. Jika memilih A ada konsekuensinya, jika memilih B ada konsekuensinya. Benar-benar sebuah pilihan sulit. Apalagi posisi kita sebagai pemimpin perusahaan.

 

Erick Hadi, mantan Managing Director Rittal Indonesia yang kini menjabat sebagai CEO Electronics Science Indonesia, perusahaan inovatif di balik praktik transformasi digital perusahaan-perusahaan, menceritakan pilihan sulitnya kepada TechnoBusiness TV belum lama ini. Simak ceritanya.●

 

Please visit to our TechnoBusiness TV Channel di YouTube 

 

 

Teknologi di Balik Kesibukan Iwan Sunito

TechnoBusiness TV ● Sebagai pemilik dan CEO Crown Group, pengembang properti prestisius yang berbasis di Sydney, Australia, tak pelak Iwan Sunito harus terbang ke sana kemari untuk memasarkan proyeknya.

Simak Juga: Hengki Widjaja Bercerita Tentang Pilihan Sulit dalam Kariernya

Dalam sebulan, ia bisa melanglang ke Singapura, China, Amerika, negara-negara Eropa, dan yang paling sering tentu kampung halamannya Indonesia.

Betapa tidak, sejak didirikan Iwan bersama rekannya, Paul Sathio, pada 1994, proyek yang dikembangkan terus bertambah hingga mencatatkan kapitalisasi pasar puluhan triliun rupiah.

Hampir semua proyek yang dirilis menakjubkan pasar berkat kekuatan desain arsitekturnya yang luar biasa. Proyek-proyek itu di antaranya V by Crown, Infinity by Crown, Skye Hotel Suites, Waterfall by Crown, dan yang terbaru Eastlakes Live by Crown.

Pengembang yang selama ini berkutat di Sydney dan sekitarnya itu juga sedang berupaya memperluas ekspansinya ke Melbourne, Brisbane, dan Jakarta.

Yang menjadi pertanyaan, bagaimana cara Iwan Sunito berkoordinasi dengan stafnya di kantor, memilih maskapai dan hotel, saat bepergian atau melakukan perjalanan bisnis (business trip)?

Untuk mengetahui hal itu, silakan simak hasil wawancara TechnoBusiness TV dengan Iwan Sunito, CEO Crown Group, ketika berkunjung ke Jakarta beberapa waktu lalu.●

#TechnoBusinessTV #TechnoBusinessID #TechnoBusiness #TBMedia #CrownGroup

 

Hengki Widjaja Bercerita Tentang Pilihan Sulit dalam Kariernya

TechnoBusiness TV ● Hengki Widjaja, Direktur Itree Software, perusahaan penyedia solusi keamanan berkendara berbasis di Australia, menceritakan bagaimana pengalaman dilematis atau pilihan sulit (hard choice)-nya yang pernah ia temui selama berkarier.

Hengki merupakan salah satu dari sedikit orang Indonesia yang berkarier di Australia hingga mencapai puncak kepemimpinan, bahkan sampai-sampai diajak untuk memiliki perusahaan tempatnya bekerja.

Lantas, seperti apa pilihan sulit Hengki tersebut? Simak ceritanya di rubrik “Hard ChoiceTechnoBusiness TV ini.

Untuk berita, data, dan analisa seputar bisnis teknologi dan teknologi bisnis lainnya, silakan baca di TechnoBusiness ID (www.technobusiness.id).●

 

Allison Dew Pimpin Pemasaran Dell Inc.

Texas, TechnoBusiness Star ● Dell Inc., vendor komputer global berbasis di Round Rock, Texas, Amerika Serikat, belum lama ini mengganti chief marketing officer (CMO)-nya menyusul pengunduran diri Jeremy Burton.

 

Baca Juga: Petuah Miliuner Hong Kong, Li Ka-shing

 

Dell menunjuk Allison Dew, eksekutif pemasaran senior yang telah lama di perusahaan, sebagai CMO yang baru. Posisi Dew sebelum diangkat jadi kepala pemasaran tertinggi yaitu pemimpin pemasaran untuk Client Solutions Group Dell.

Sekarang, sebagai CMO, Dew bertanggung jawab langsung untuk strategi pemasaran global Dell. Tanggung jawab itu termasuk mengelola organisasi pemasaran, baik produk, merek, kreatif, komunikasi, digital, dan saluran distribusi.

Michael Dell, pendiri dan CEO Dell, mengungkapkan ia tidak dapat berterima kasih kepada Burton karena visi dan kepemimpinannya, juga semua yang dia lakukan untuk perusahaan. Dia berangkat dengan catatan yang sangat tinggi setelah memainkan peran utama dalam membangun Dell.

“Dia sekarang menyerahkan tongkat kepada Dew yang telah membuktikan diri sebagai salah satu pemimpin pemasaran industri yang paling dihormati, berpengalaman, dan mampu,” ungkap Dell.

Dew merasa senang mendapat kesempatan untuk memimpin pemasaran perusahaan teknologi terbesar di dunia. Burton mitra yang hebat selama 18 bulan terakhir dan Dew menantikan bekerja dengannya selama masa transisi.

Dew memastikan Dell akan tetap berada di pasar terdepan, menampilkan kedalaman inovasi, dan dampak yang luar biasa bagi pelanggan. “Dew memiliki bakat yang luar biasa, eksekutif pemasaran kelas dunia, dan jadi tambahan yang luar biasa untuk tim kepemimpinan Dell,” ujar Burton.

—Philips C. Rubin, TechnoBusiness ● Foto-Foto: Dell

 

Petuah Miliuner Hong Kong, Li Ka-shing

Barangkali Li Ka-shing sendiri tak percaya jika ia akan tercatat sebagai orang terkaya kedua di Asia versi Bloomberg pada usianya yang 89 tahun. Bagaimana tidak, di zaman perang, ia hanyalah seorang pengungsi kecil yang hidup menumpang di pabrik-pabrik di Hong Kong.

Baca Juga: Ron Perry, Nakhoda Baru Columbia

Li lahir di Chaozhou, Guangdong, China Selatan, pada 29 Juli 1928. Ia meninggalkan bangku sekolah karena serangan tentara Jepang sampai ke kotanya. Untuk mengamankan diri, pada 1940 ia bersama keluarganya mengungsi ke Hong Kong.

Sayangnya, tidak berapa lama, saat Li berusia 14 tahun, ayahnya meninggal karena sakit tuberkulosis. Ia menjadi yatim dan menghabiskan masa remajanya dengan bekerja hingga 16 jam per hari di perusahaan perdagangan plastik.

Nasib Li berubah setelah Perang Dunia II usai. Pada 1950, ia memproduksi bunga plastik sendiri, sejarah yang kemudian mengantarkannya menjadi miliarder sampai saat ini. Bloomberg Billionaires Index menyebut kekayaan Li mencapai US$34 miliar.

Kekayaan itu disumbang oleh perusahaan-perusahaan miliknya yang bergerak di bidang manufaktur, properti, ritel, teknologi, dan lain sebagainya. Empat perusahaan terbesarnya yaitu CK Hutchison, CK Asset, CK Infrastructure Holdings Ltd., dan CK Power Assets Holdings Ltd.

Berkat kesuksesannya itu, ia menjadi konglomerat yang amat disegani di Hong Kong, terutama di sektor properti. Mulai Mei mendatang, seperti disampaikan ke publik belum lama ini, ia menyatakan pensiun. Bloomberg mengabarkan, posisinya sebagai chairman CK Hutchison Holdings Ltd. akan digantikan oleh anaknya, Victor, dan Li sebagai penasihat.

Derin CAG, pendiri dan CEO Richtopia, dalam situsnya menulis ada enam tips dan karakter pengantar kesuksesan Li. Keenam tips dan karakter itu antara lain: (1) Sebagai pemimpin yang sukses, seseorang harus menghabiskan waktu lebih lama dari yang lain untuk merencanakan masa depan.

Derin CAG, pendiri dan CEO Richtopia, dalam situsnya menulis ada enam tips dan karakter pengantar kesuksesan Li.

(2) Sekalipun pasar menjadi bearish, jangan pernah terlalu pesimis; dan bahkan jika pasar menjadi bullish, jangan terlalu optimis; (3) Reputasi yang solid untuk diri Anda dan bisnis Anda adalah aset tak ternilai yang tidak tercermin dalam akun tahunan.

(4) Ini bukan masalah seberapa kuat atau percaya diri Anda; Jika Anda tidak rendah hati atau tidak memiliki hati yang baik, Anda tidak akan mencapai kesuksesan sejati.

(5) Sikap dan kebijaksanaan sama pentingnya untuk kesuksesan. Seorang pemimpin tegak mengilhami orang lain untuk menjadi hebat, dan pemimpin yang buruk mendominasi bawahannya untuk menyebabkan kesusahan.

(6) Kunci sukses terletak pada kapasitas untuk menerima perubahan dan adaptasi; Kemampuan untuk memadukan cara-cara tradisional dengan cara berpikir baru sangat penting.

—Abra Matthew, TechnoBusiness ● Foto-Foto: The Saas Report

 

Gerrard Schmid Pimpin Percepatan Bisnis Diebold Nixdorf

Ohio, TechnoBusiness Star ● Diebold Nixdorf Incorporated (NYSE: DBD), perusahaan teknologi finansial (financial technology/fintech) global yang berkantor pusat di Toronto, Ontario, Kanada, menunjuk Gerrard Schmid (49 tahun) sebagai presiden dan chief executive officer (CEO) baru perusahaan.

Baca Juga: Pahami Teknologi Blockchain untuk Berbagai Industri

Dalam pengumuman yang disampaikan pada Kamis (22/2), Schmid dipilih lantaran telah berpengalaman menjadi eksekutif perusahaan publik di industri perbankan dan fintech selama lebih dari 20 tahun. Berbekal pengalaman panjangnya itu, Schmid diharapkan mampu mempercepat evolusi perusahaan.

Gerrard Schmid

“Schmid merupakan pemimpin kelas dunia yang mapan dengan pengalaman yang tepat untuk meningkatkan hubungan pelanggan kami, memimpin tim kelas dunia yang kohesif, dan mempertajam fokus kami untuk membuka peluang pertumbuhan di seluruh perusahaan,” ungkap Gary G. Greenfield, Non-Ketua Dewan Eksekutif D + H Corporation, perusahaan tempat Schmid bekerja sebelumnya.

Dia, kata Greenfield menambahkan, memahami, baik kebutuhan pelanggan maupun sejauh mana teknologi berkembang dalam pengalaman konsumen di bidang perbankan dan ritel.

Di D + H (TSX: DH), Schmid berperan sebagai CEO dan memimpin transformasi perusahaan fintech global senilai US$1,7 miliar—sebelum digabung dengan Misys—tersebut. Ia juga pernah mengelola bisnis ritel perbankan senilai US$3 miliar di Lloyds TSB, Inggris. Juga, menjadi wakil presiden eksekutif dan chief operating officer ritel perbankan CIBC, bank yang masuk lima besar di Kanada.

“Saya merasa terhormat dan bersemangat untuk bergabung dengan tim global di Diebold Nixdorf pada momen yang sangat penting ini,” kata Schmid. “Sejarah perusahaan yang kaya, posisi kepemimpinan global dan basis pelanggan yang luas, memberikan lahan subur untuk mendorong peluang di industri keuangan dan ritel.”

Penyandang gelar Bachelor of Science di Aeronautical Engineering dari University of the Witwatersrand, Johannesberg, Afrika Selatan, dan Master of Applied in Aerospace Engineering University of Toronto itu menyatakan akan memanfaatkan kesempatannya untuk mendorong peluang di industri keuangan dan ritel.

Untuk bisa merekrut Schmid, Diebold Nixdorf memberikan saham kinerja dan saham terbatas. Saham terbatas yang diberikan sebanyak 192.049 lembar dengan harga pelaksanaan US$15,35 per saham yang akan dilunasi dalam tiga tahap selama tiga hari. Sedangkan saham kinerja akan diberikan sebanyak 155.636 lembar jika target yang diinginkan perusahaan tercapai.

—Justin Fraser, TechnoBusiness ● Foto-Foto: DH

 

RON PERRY; NAKHODA BARU COLUMBIA RECORDS

Eksekutif dunia musik yang cukup dinamis dan berwawasan ke depan ini dinilai mampu mengusung visi terbaik dari artis-artis ternama.

 

New York, TechnoBusiness Tahun baru, Columbia Records, perusahaan rekaman musik tertua di dunia yang kini berada di bawah Sony Music Entertainment Inc., memiliki nakhoda baru. Tepat hari kedua Januari, perusahaan yang didirikan pada 1888 itu menunjuk Ron Perry menjadi chairman sekaligus CEO-nya.

 

Ron Perry

Rob Stringer, CEO Sony Music Entertainment, menganggap Perry mampu membawa pengalamannya untuk memimpin tim terbaik di Columbia Records. “Ron ialah eksekutif yang paling dinamis dan berwawasan ke depan yang mampu mengusung visi terbaik dari seorang artis.”

Perry pun menilai memimpin Columbia Records merupakan kesempatan yang luar biasa. Sebab, Columbia Records merupakan label rekaman terunggul dalam sejarah industri musik sejagat. “Langkah mengawali posisi sebagai kurator dalam perusahaan bersejarah ini menjadi pencapaian karier tertinggi dan terhormat yang saya bayangkan,” katanya.

Sebagai perusahaan label rekaman, Columbia Records telah mampu bertahan menjadi wadah bagi sejumlah bintang musik terbesar di dunia. Itu dikarenakan tim yang terlibat di dalamnya amat berbakat dengan artis-artis yang inovatif.

Perry datang sebagai pemimpin perusahaan pada usia ke-38. Sebelumnya ia menjabat sebagai presiden sekaligus pemilik saham minoritas Songs Music Publishing sejak 2004. Waktu itu, ia bertugas merekrut Lorde, The Weeknd, Major Lazer, Diplo, Desiigner, dan artis-artis lainnya.

Belum lama ini, ia mendapat pujian atas kiprah A&R ketika album besutan Lorde “Melodrama” dinominasikan sebagai “Album of the Year” dalam ajang 2017 Grammy. The Weeknd dan Draft Punk juga menjadi lagu multi-platinum, selain keberhasilan lagu Starboy dan I Feel It Coming.

Sepanjang kariernya, Perry juga telah memperoleh banyak penghargaan, antara lain daftar Power 100 versi Billboard pada 2017; daftar Hitmakers versi Variety pada 2017; daftar Top Hitmakers dari The Hollywood Reporter; dan daftar Top A&R Power Players dari Billboard pada 2016. Selain itu, ia juga termasuk dalam daftar 40 Under 40 versi Billboard pada 2013, 2014, dan 2015.●

Philips C. Rubin, TechnoBusiness  ● Foto-Foto: Billboard, PRNewswire

 

RICHARD BRANSON; CHAIRMAN BARU VIRGIN HYPERLOOP ONE

Pendiri Virgin Group Richard Branson masuk ke jajaran dewan direksi Virgin Hyperloop One setelah perusahaannya berinvestasi di perusahaan tersebut. Kini, Branson ditunjuk menjadi chairman. 

 

Los Angeles, TechnoBusiness ● Virgin Hyperloop One, satu-satunya perusahaan di dunia yang telah membangun sistem hyperloop skala penuh, baru saja menunjuk Richard Branson sebagai chairman.

 

RICHARD BRANSON, pendiri Virgin Group, Chairman Virgin Hyperloop One

Sebagai pendiri Virgin Group, Branson menghadirkan pengalaman yang tak tertandingi dalam memberikan terobosan teknologi dan pengalaman transformatif di ranah transportasi udara, kereta api, dan ruang angkasa.

Branson bergabung dengan dewan direksi Virgin Hyperloop One pada Oktober 2017 setelah Virgin Group berinvestasi di perusahaan tersebut dan membentuk sebuah kemitraan strategis global.

 

Virgin Hyperloop One XP-1 

“Saya senang dengan perkembangan terakhir Virgin Hyperloop One, dan saya pun senang menjadi chairman barunya,” ungkap Branson. Sebelum itu, produsen kereta cepat tersebut hanya bernama Hyperloop One.

Virgin Hyperloop One juga baru memperoleh pendanaan baru Seri C senilai US$50 juta dari Caspian Venture Capital dan DP World. Investasi tersebut mendorong perusahaan untuk dapat mengejar peluang di pasar utama transportasi kereta penumpang serta kargo di Timur Tengah, Eropa, dan Rusia.

Dalam perkembangannya, saat ini Virgin HyperloopOne sudah menyelesaikan pengujian tahap ketiga yang menghasilkan kecepatan mencapai 387 kilometer per jam.●

—Philips C. Rubin, TechnoBusiness ● Foto-Foto: Virgin Group, Virgin Hyperloop One

 

Tim Burns Jadi VP Penjualan Fusion Worldwide Amerika

Masuknya Tim Burns ke jajaran eksekutif distributor komponen elektronik global berpusat di Boston itu diharapkan mampu mendongkrak penjualan dan memperluas basis pelanggan.

 

Boston, TechnoBusiness Tim Burns atau Timothy Burns, Senior Director of Sales Notheast Connection (sebelumnya PC Connection), bergabung dengan Fusion Worlwide sebagai senior vice president of sales untuk pasar Amerika Serikat. Bergabungnya Burns ke jajaran eksekutif Fusion itu diumumkan kepada publik pada Jumat (8/12) pekan lalu.

 

TechnoBusiness Star: KENDRA SCOTT; DESAINER, PEBISNIS, DAN FILANTROPIS

 

Burns, lulusan Bachelor dari State University of New York College, Oswago, dan Master in Business dari University of New Hampshire, Paul School of Business and Economics, dianggap mampu mendongkrak penjualan distributor komponen elektronik yang berbasis di Boston, Massachusetts, itu karena telah berpengalaman 20-an tahun dalam hal penjualan.

Berbekal kisah beberapa perusahaan yang ditangani sebelumnya dapat tumbuh dengan baik, Burns akan menerapkan teknologi pada peran barunya di Fusion. Selain itu, ia juga dinilai ahli dalam mengembangkan bisnis, mengatur strategi pemasaran dan hubungan pelanggan, serta mengelola tim penjualan.

Di Fusion, perluasan basis pelanggan sambil mempertahankan pelanggan lama juga akan menjadi fokus Burns. Untuk itu, ia akan menjadi mentor bagi sales force perusahaan secara langsung. Di pasar global, Fusion memiliki kantor perwakilan di Singapura, Amsterdam, dan Hong Kong.●

—Paul A. Brightman, TechnoBusiness ● Foto-Foto: Fusion Worlwide, Dok. Pribadi