Kariya, TechnoBusiness ● Gejolak ekonomi masih menghantui negara bagian mana pun di dunia ini. Perang dagang yang ditabuhkan Amerika Serikat terutama terhadap China menambah “ombak” yang kian mendekati tsunami. Beberapa perusahaan multinasional mengeluhkan kondisi itu. Perusahaan-perusahaan di Jepang pun ramai-ramai mengajukan kepailitan. Bahkan, sebagian di antaranya terpaksa menggunakan dana pensiun untuk menutupi biaya operasional. Baca Juga: Inilah 100 Universitas Paling Inovatif di Dunia 2018 Satu dari sekian perusahaan yang beruntung adalah Denso Corporation (TYO: 6902). Denso, produsen komponen otomotif yang 24,77% sahamnya dimiliki oleh Toyota dan 8,72% Toyota Industries, tetap menorehkan peningkatan pendapatan. Berbekal perusahaan yang bernilai US$48,1 miliar, Denso terus mengembangkan teknologi dan komponen canggih untuk hampir semua merek dan model kendaraan yang berlalu lalang di jalan saat ini.
Pabrik baru Denso Corporation di Tamura, Fukushima, Jepang.
Dari 220 fasilitas manufaktur di 35 negara, Denso memasok sistem thermal, powertrain, elektrifikasi, dan elektronik. Produsen-produsen yang dipasok, mulai dari Toyota, Honda, Fiat Chrysler Automobiles, General Motor, Ford, Volvo, hingga Mercedes-Benz di seluruh dunia.
Alhasil, merujuk pada laporan keuangannya, Denso mampu meraup kinerja keuangan yang positif pada paruh pertama tahun fiskal yang berakhir 30 September 2018. Perusahaan yang dulu sepenuhnya dimiliki oleh Toyota itu mencatatkan pendapatan konsolidasi ¥2.625,0 miliar (US$23,1 miliar). Pendapatan itu naik 11,1% dibanding periode yang sama tahun lalu. Baca Juga: Jumlah Pengunjung Lazada Anjlok Amat Dalam Tapi, laba operasional konsolidasinya turun 25,5% menjadi ¥152,4 miliar (US$1,3 miliar). Yang menjadikan laba konsolidasi juga turun 26% menjadi ¥114,1 miliar (1 miliar). Presiden dan CEO Denso Corporation Koji Arima menjelaskan bahwa pendapatan perusahaannya meningkat karena peningkatan produksi kendaraan global, meskipun terjadi bencana alam.

Berbekal perusahaan yang bernilai US$48,1 miliar, Denso terus mengembangkan teknologi dan komponen canggih untuk hampir semua merek dan model kendaraan.

Anak perusahaan yang baru dikonsolidasikan, Denso Ten, juga berkontribusi terhadap pendapatan. “Laba operasional menurun karena laba sementara pada tahun fiskal terakhir dan meningkatnya investasi untuk pertumbuhan masa depan,” ungkap Arima.   Berkat Pasar Asia Meski kinerja penjualan Denso cukup baik di seluruh dunia, sumbangan dari pasar Asia cukup menonjol. Di negeri asalnya Jepang, permintaan kendaraan dengan tingkat keselamatan yang tinggi meningkat, dan itu turut mendongkrak pendapatan Denso. Denso Ten menyumbang peningkatan pendapatan menjadi ¥1.573,2 miliar (US$13,9 miliar), tumbuh 11,8% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, laba operasional dalam negeri turun 49,5% menjadi ¥53,3 miliar (US$469,1 juta) karena adanya peningkatan investasi. Simak Juga: Exclusive Interview with Setyo Harsoyo, CEO Sprint Asia Technology Di pasar Asia selain Jepang, meski diliputi gejolak ekonomi global, tren peningkatan produksi kendaraan tetap terjadi. Peningkatan itu juga mendongkrak pendapatan Denso sebesar 16% menjadi ¥718,1 miliar (US$6,3 miliar). Laba operasionalnya naik 8% menjadi ¥67,8 miliar (US$597,4 juta). Amerika Serikat, Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Eropa juga turut menyumbangkan pendapatan, tapi tak sebesar Asia dan Jepang. Pendapatan yang dikemukakan oleh perusahaan dengan 170.000 karyawan secara global itu, kata Arima, telah merevisi hasil keuangannya dengan mempertimbangkan pergerakan pasar valuta asing.● —Akihiro Arata, TechnoBusiness/PRN ● Foto: Denso Corp