Jakarta, TechnoBusiness ID ● International Data Corporation (IDC) memprediksi digitalisasi bisnis di Indonesia akan tumbuh signifikan dalam tiga tahun ke depan.

Firma intelijen data pasar global asal Framingham, Massachusetts, Amerika Serikat, itu menyebutkan bahwa pada 2022, 61% proses bisnis di negeri ini sudah memanfaatkan teknologi digital.

Baca Juga: Penjelasan Spire Research Tentang Riset “Fraud” Go-Jek dan Grab

“Digitalisasi tidak terbatas pada satu bagian perusahaan, melainkan semua hal, mulai dari penawaran, operasional, hingga hubungan perusahaan,” ungkap Mevira Munindra, Head of Operations IDC Indonesia.

“Perlombaan untuk berinovasi, mempercepat, dan menemukan kembali masa depan perusahaan telah dimulai.”

Sudev Bangah, Managing Director IDC ASEAN

Hampir semua orang, baik mewakili dirinya sendiri maupun korporasi, telah mengakui manfaat digitalisasi.

“Perlombaan untuk berinovasi, mempercepat, dan menemukan kembali masa depan perusahaan telah dimulai,” lanjut Sudev Bangah, Managing Director IDC ASEAN, menjelaskan.

Baca Juga: Tingkat Kecurangan di Industri Ride-Hailing Tinggi?

Oleh karena itu, untuk memimpin dalam ekonomi digital yang kompetitif, perusahaan harus gesit, mudah beradaptasi, memahami tren pasar dan pelanggan, dan tepat meramu model bisnisnya.

Kata Bangah, dalam keterangan persnya, teknologi baru harus diadopsi karena manfaat bisnisnya jelas. “Ini memungkinkan para pebisnis mencapai tujuan dalam ekosistem digital,” ujarnya.●

—Anwar Ibrahim, TechnoBusiness ID ● Foto: Column Technologies