Susanto Djaja, Presiden Direktur PT Metrodata Electronics Tbk.

Susanto Djaja, Presiden Direktur PT Metrodata Electronics Tbk., mengungkapkan bagaimana strategi pengelolaan B2B customer loyalty program Metrodata Electronics dan anak-anak perusahaannya.

Susanto Djaja, Presiden Direktur PT Metrodata Electronics Tbk.

Jakarta, TechnoBusiness Exclusive Sebagai perusahaan teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK) yang sudah eksis sejak 1983, PT Metrodata Electronics Tbk. (IDX: MTDL) sudah tidak diragukan lagi dalam hal penguasaan pelanggan.

Tahun ini saja, unit bisnis distribusi Metrodata Electronics menargetkan memiliki 7.800 pelanggan, naik dari 7.350 pelanggan yang tercatat sepanjang tahun lalu. Sedangkan untuk unit bisnis solusi dan konsultasinya ditargetkan meraih 3.000 pelanggan, naik dari 2.800 pelanggan tahun lalu.

Pertanyaannya, bagaimana strategi Metrodata Electronics dalam menggaet pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan lama? Seperti apa bentuk B2B customer loyalty program Metrodata Electronics?

Kepada Purjono Agus Suhendro dari TechnoBusiness pada Jumat (18/6), dengan gamblang Presiden Direktur Metrodata Electronics Susanto Djaja mengungkapkan seperti apa kinerja perusahaan sekaligus bagaimana strategi B2B customer loyalty program Metrodata Electronics.

Ingin tahu seperti apa detailnya? Simak kutipan wawancara kami dengan Susanto Djaja dalam TechnoBusiness Exclusive berikut ini:


Saat ini, produk atau layanan apa saja yang ditawarkan Metrodata Electronics, baik secara langsung maupun melalui anak perusahaan?



Saat ini, Metrodata Electronics menawarkan layanan bisnis distribusi serta bisnis solusi dan konsultasi pada masing-masing anak perusahaan. Pertama, PT Synnex Metrodata Indonesia, menangani bidang usaha distribusi teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Synnex Metrodata Indonesia mendistribusikan berbagai produk TIK pada segmen consumer melalui para dealer, agen, reseller; lalu segmen commercial melalui system integrator; dan e-commerce untuk Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa (LKPP) atau e-katalog.

Baca Juga: Strategi B2B Customer Loyalty Program Biznet

Synnex Metrodata Indonesia memiliki jaringan distribusi di lebih dari 150 kota dengan 5.200 channel partner di Indonesia serta memiliki lebih dari 100 merek produk dan jasa TIK kelas dunia.

Kedua, PT Mitra Integrasi Informatika, yaitu anak perusahaan yang secara konsisten memfokuskan pelayanannya pada pelanggan korporasi, pasar enterprise, di berbagai sektor industri maupun usaha mikro, kecil, menengah (UKM).


Mitra Integrasi Informatika menyediakan solusi end-to-end dan delapan solusi digital bagi pelanggan, antara lain Cloud Services, Big Data and Analytics, Hybrid IT Infrastructure, Security, Business Application, Digital Business Platform, Consulting and Advisory Services, dan Managed Services.

Ketiga, PT Soltius Indonesia, anak perusahaan yang menjadi Platinum Partner SAP dan dipercaya untuk menangani perusahaan besar, menengah, dan kecil. Soltius Indonesia memiliki sumber daya profesional yang selalu siap mendukung setiap perusahaan

Soltius Indonesia melayani end-to-end services seperti Enterprise Resource Planning (ERP), Human Capital Management (HCM), Business Intelligence (BI), Customer Relationship Management (CRM), dan Optimasi Supply Chain.

Baca Juga: ICS Compute, One Stop Solution Layanan Cloud

Hanya itu?  

Metrodata Electronics juga telah membantu banyak bank di Indonesia dalam bertransformasi ke digital banking. Metrodata Electronics melalui Metrodata Integrasi Informatika turut mendukung program yang diinisiasi oleh Bank Indonesia, yaitu BI Fast, yang merupakan infrastruktur sistem pembayaran ritel.

Baru-baru ini, Metrodata Electronics juga meluncurkan platform virtual 360° yang disebut Nexworld° melalui Synnex Metrodata Indonesia. Platform tersebut akan menjadi pusat berkumpulnya global ICT principal, channel partner (dealer), end-user, business partner, dan karyawan secara virtual yang dibuka nonstop selama 365 hari.


Bagaimana kinerja Metrodata Electronics pada 2020 dan proyeksinya tahun ini?

Pada 2020, Metrodata Electronics berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp14,0 triliun. Meski terkoreksi sebesar 7,0% dibanding 2019, dari sisi laba bersih Metrodata Electronics berhasil meraih Rp364,9 miliar, meningkat 2,2%. Artinya, dari sisi net margin, terjadi perbaikan atau naik dari 2,4% pada 2019 menjadi 2,6% pada 2020.

Di sisi lain, Metrodata Electronics menunjukkan posisi kas yang sangat sehat dan mencapai Rp1,8 triliun pada 2020 atau meningkat 144% (YoY). Pinjaman bank kami turun 92% (YoY) menjadi Rp15,9 miliar.

Baca Juga: Indosat Ooredoo jadi Pengguna Teknologi SRv6 Cisco Pertama

Pandemi mempercepat proses transformasi digital banyak perusahaan. Adakah imbasnya terhadap kinerja Metrodata Electronics?

Adanya pandemi memang membuat kebutuhan digitalisasi meningkat secara lebih cepat. Hal ini dibuktikan oleh beberapa produk dan layanan Metrodata Electronics yang mengalami peningkatan permintaan pada 2020.

Pada kuartal 1/2021, Metrodata Electronics berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp3,9 triliun atau meningkat 13,9% dibanding periode yang sama tahun lalu, yaitu Rp3,4 triliun. Maka, tahun ini kami optimistis dapat terus meraih kinerja yang lebih baik.

Harapan kami, penjualan Metrodata Electronics dapat tumbuh melebihi 8% dan laba bersih tumbuh melebihi 10% karena adanya peningkatan kebutuhan digitalisasi. Juga, seiring dengan telah dijalankannya vaksinasi oleh pemerintah dalam menyambut pemulihan ekonomi.


Berapa jumlah pelanggan Metrodata Electronics tahun lalu dan tahun ini?

Berdasarkan data customer base, jumlah pelanggan Metrodata Electronics pada 2020 dan 2021 terbagi sesuai unit bisnis sebagai berikut: Untuk unit bisnis distribusi, pada 2020 memiliki kurang lebih 7.350 pelanggan, pada 2021 sebanyak 7.800 pelanggan.


Untuk unit bisnis solusi dan konsultasi, pada 2020 Metrodata Electronics memiliki kurang lebih 2.800 pelanggan dan pada 2021 sebanyak 3.000 pelanggan.

Secara spesifik, apa yang mendorong peningkatan jumlah pelanggan Metrodata Electronics?

Di tengah pandemi, jumlah pelanggan Metrodata Electronics semakin meningkat karena perangkat komputer untuk bekerja dan belajar dari rumah semakin dibutuhkan.

Setiap perusahaan memerlukan otomasi di dalam sistem agar memungkinkan karyawannya bekerja dari rumah. Beragam aplikasi dibutuhkan untuk memudahkan proses bekerja. Jadi, di masa pandemi ini, secara keseluruhan jumlah pelanggan Metrodata Electronics bertambah.

Baca Juga: Pendapatan Indonet Kuartal 1/2021 Capai Rp126,4 Miliar

Menangani pelanggan B2B biasanya memerlukan strategi yang berbeda dibanding B2C. Seperti apa strategi B2B customer loyalty program Metrodata Electronics?

Dalam mengelola pelanggan, Metrodata Electronics memiliki B2B customer loyalty program bernama SMILY (SMI Loyalty). Lalu, untuk key customer tetap ditangani oleh salesman team, dan broadbase customer ditangani oleh telesales team.

Namanya SMILY?

Iya, kami beri nama SMILY dari SMI Loyalty. Saat ini, B2B customer loyalty program kami baru dijalankan di unit bisnis distribusi karena memang lebih cocok mengingat pembeliannya bersifat recurring, terus-menerus.

SMILY adalah program poin yang diberikan kepada semua mitra bisnis kami. Pengumpulan poin terakumulasi dari transaksi yang dilakukan selama periode program berlangsung. Poin itu ditukarkan dengan reward.

Berapa budget yang dikeluarkan Metrodata Electronics atau anak perusahaannya untuk B2B customer loyalty program setiap tahunnya?

Budget untuk B2B customer loyalty program kami meningkat dari Rp5 miliar pada 2019 menjadi Rp7 miliar pada 2020. Hal ini karena semenjak pandemi 2020 animo B2B meningkat. Pada 2021, kami reserve Rp10 miliar.


Tidak ada relokasi budget dari program yang satu ke program loyalitas lainnya karena pandemi?

Sejak 2020, B2B customer loyalty program yang berupa incentive trip dihilangkan menjadi SMILY Poin dikarenakan pandemi COVID-19.

Baca Juga: Pasar Wireless Industri 2021-2025 Tumbuh 10%

Banyak perusahaan terdampak pandemi, mungkin juga beberapa pelanggan Metrodata Electronics. Adakah program untuk meringankan para pelanggan yang terdampak?


Untuk pelanggan yang terdampak pandemi biasanya kami berikan kelonggaran pembayaran menjadi pembayaran bertahap. Namun, ini hanya diberikan kepada pelanggan tertentu yang memang loyal kepada Metrodata Electronics.


Dalam mengemas B2B customer loyalty program, apakah Metrodata Electronics tidak menggunakan benchmark dari kompetitor?

Sejauh ini, di antara distributor TIK, baru kami yang mempunyai B2B customer loyalty program yang terintegrasi antara penjual offline dengan online seperti program SMILY tadi.

Dengan program SMILY, setiap partner dapat men-tracking hasil poin yang telah dikumpulkan di dalam portal atau platform B2B kami secara otomatis.

Adakah cerita sukses terkait pelaksanaan strategi B2B customer loyalty program Metrodata Electronics?

Jumlah partner yang melakukan pembelian dari B2B online meningkat signifikan pada 2020.



Tekan “tombol lonceng” di sisi kiri layar Anda untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dari TechnoBusiness lebih cepat. 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TV. Jangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here