Tren kerja dari mana saja datang lebih cepat dari perkiraan.

Lebih dari sepertiga perusahaan mempersilakan karyawannya kerja dari mana saja yang didorong pentingnya efisiensi setelah adanya pandemi.

New York, TechnoBusiness Insights • Lebih dari 30% perusahaan di Amerika Serikat mempersilakan seluruh karyawannya menerapkan kerja dari mana saja menyusul pandemi COVID-19 yang tak kunjung usai.

Baca Juga: Dilarang Pakai Google, Huawei Luncurkan Petal Search

Hal itu terungkap dalam survei yang dilakukan The Conference Board terhadap 330 eksekutif sumber daya manusia (human resources) perusahaan-perusahaan besar pada September lalu.

Tren kerja dari mana saja itu, bahkan mencakup perekrutan, didorong oleh kenyataan bahwa perusahaan perlu melakukan efisiensi demi keberlanjutan di masa depan.

Selama enam bulan beradaptasi dengan pandemi, banyak organisasi ingin mengambil tindakan pengurangan biaya, termasuk melakukan pemutusan hubungan kerja dan restrukturisasi.

Baca Juga: Tingkat Kepercayaan Diri CEO-CEO Global Kembali Naik


Sebelum melakukan efisiensi biaya dengan mempersilakan karyawan kerja dari mana saja, banyak perusahaan yang telah memangkas gaji dan upah karyawannya.


Rencana Perusahaan Dalam Kuartal Terakhir 2020

  • 13% perusahaan yang disurvei berencana merestrukturisasi organisasi
  • 11% perusahaan berencana memotong bonus
  • 9% perusahaan berencana melakukan PHK permanen
  • 8% perusahaan akan menunda kenaikan gaji dan bonus

Sumber: The Conference Board, November 2020


Tren kerja dari mana saja didorong oleh kenyataan bahwa perusahaan perlu melakukan efisiensi demi keberlanjutan di masa depan.

Walau begitu, pengangguran akibat pengurangan jumlah karyawan perusahaan juga tak dapat dihindari.


“Pengangguran tinggi biasanya berarti banyak pencari kerja per lowongan kerja. Tapi, dalam krisis ini, tampaknya tidak demikian,” kata ekonom The Conference Board Frank Steemers.

Baca Juga: Inilah Daftar Lengkap 100 Best Global Brands 2020

Banyak orang yang terdaftar sebagai pengangguran saat ini, lanjut Steemers, memang tidak secara aktif mencari pekerjaan.

Ada banyak alasan untuk itu, termasuk karena ketakutan akan terpapar COVID-19 di tempat kerja hingga kurangnya penitipan anak yang tersedia.•

Teks: TechnoBusiness Insights

Data: The Conference Board, November 2020

Gambar: Pixabay

 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TVJangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here