Connect with us

TechnoBusiness Insights

Jumlah Kantor Cabang Bank Mulai Berkurang, Ini Sebabnya

Pergeseran pola transaksi dari konvensional ke digital semakin nyata sehingga memengaruhi jumlah kantor cabang bank saat ini dan ke depan.

Published

on

Visa Contactless Talks yang diadakan oleh Visa Indonesia secara virtual pada Senin (19/6).

Jakarta, TechnoBusiness Insights ID Jumlah kantor cabang bank-bank di Indonesia mulai berkurang. Meski tidak menyebutkan secara rinci, peneliti ekonomi digital dari Institute for Development of Economic and Financial (Indef) Nailul Huda mengatakan hal itu merupakan dampak digitalisasi keuangan yang semakin nyata.

Baca Juga: Pasar Smartphone Indonesia Kuartal 1/2023 Turun 11,9%

“Masyarakat sudah mulai malas untuk transaksi keuangan secara fisik dengan pergi ke kantor cabang atau pun ATM. Kini, mereka cenderung lebih sering menggunakan online banking atau mobile apps,” ungkapnya dalam acara Visa Contactless Talk yang diadakan oleh Visa Indonesia secara virtual pada Senin (19/6).

Saat ini, 60-70% masyarakat sudah tidak pernah pergi ke kantor cabang bank. Dalam waktu bersamaan, 30-50% masyarakat menggunakan layanan mobile banking 7-10 kali, bahkan ada yang lebih, dalam sebulan. Tren itulah yang mendorong pemangkasan jumlah kantor cabang bank dan pandemi menjadi akselerator.

Advertisement

Tidak hanya itu, dalam Consumer Payment Attitudes Study 2022 yang dirilis Visa hari ini diketahui bahwa 8 dari 10 masyarakat Indonesia juga mulai tertarik membuka rekening virtual. Pada 2020, 75% responden menyatakan minat membuka rekening virtual, setahun kemudian naik menjadi 86% dan pada 2022 menjadi 88%.

Sebanyak 8 dari 10 masyarakat Indonesia mulai tertarik membuka rekening virtual.

Digitalisasi yang semakin masif dibarengi dengan besarnya jumlah Gen Z dan kaum Affluent yang akrab terhadap kemajuan teknologi sangat memengaruhi pergeseran dari pola transaksi konvensional ke virtual. Sebagai pemimpin pembayaran digital global, Visa pun menawarkan berbagai inovasi yang memudahkan layanan keuangan digital.

Baca Juga: 45% Pemanufaktur di Asia Pasifik Sulit Ungguli Pesaingnya

Meski amat disukai karena memudahkan dan tersedia sepanjang hari, Head of Products and Solutions Visa Indonesia Dessy Masri mengatakan masyarakat tak lantas percaya begitu saja dengan virtual banking. Sebanyak 46% responden tetap merasa takut rekeningnya di-hack, 39% khawatir akan terjadi transaksi tidak sah atau penipuan, dan 35% mengkhawatirkan jaringan yang tidak stabil.

Teks: TechnoBusiness Insights ID

Data: Visa dan Indef, Juni 2023

Advertisement

Foto: Visa Indonesia

THE BEST ADVICE