Para investor sepertinya tidak mau ketinggalan untuk memperoleh profit yang tinggi dari IPO perusahaan teknologi.

New York, TechnoBusiness ● Penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) Lyft Inc., perusahaan dengan valuasi terbesar ketiga di kategori on-demand platform di bawah Uber Technology Inc. dan Didi Chuxing, telah melebihi permintaan yang diharapkan sebesar US$23 miliar.

Para investor sepertinya tidak mau ketinggalan untuk memperoleh profit yang tinggi dari IPO perusahaan teknologi seperti ketika Snap Inc (NYSE: SNAP), penyedia aplikasi pesan multimedia, masuk bursa pada 2017.

Baca Juga: Pavel Ilii, Imigran yang Sukses Membangun IPWebMedia dengan US$300

Lyft, yang berbasis di San Francisco, California, menetapkan harga perdana US$62-68 per saham. Baru dua hari ditawarkan sejak Senin (18/3), menurut sumber yang tak bersedia disebutkan namanya, permintaannya telah melebihi yang ditargetkan.

Dalam pertemuan dengan para investor di St Regis Hotel, New York, minggu ini, menurut sumber tersebut seperti dikutip Reuters, seorang eksekutif Lyft mengatakan perusahaan akan untung lebih cepat jika bukan untuk berinvestasi di bidang-bidang seperti bisnis skuter.

Walaupun, layaknya Uber, Lyft masih menelan kerugian hingga US$911 juta dari pendapatan sebesar US$2,2 miliar pada 2018. Kerugian itu lebih tinggi (tapi secara persentase lebih rendah) jika dibanding US$688 juta dari pendapatan US$1 miliar pada 2017.

Baca Juga: Cerita Heroik Priyam Sengupta Berbuah Aplikasi Donor Darah Bloodmates

Namun, kelebihan permintaan saat IPO itu juga tak boleh membuat manajemen Lyft jumawa. Sebab, tak ada jaminan kesuksesan IPO mengartikan bakal sukses pula pada tahun-tahun berikutnya.

Bloomberg mencatat Facebook Inc. (Nasdaq: FB), jejaring sosial terbesar di dunia, memperoleh kelebihan permintaan sebelum IPO pada Februari 2012. Nyatanya, saat ini saham Facebook mengalami keterpurukan.

Bloomberg juga mencontohkan kelebihan permintaan sebelum IPO terhadap saham Snap. Kini, nilai per saham itu justru diperdagangkan jauh di bawah harga penawaran.

Tapi, setidaknya permintaan yang kuat terhadap saham Lyft—yang menurut CB Insights per Januari lalu memiliki valuasi sebesar US$15,1 miliar—bisa menjadi pertanda baik bagi Uber yang merencanakan akan melakukan IPO pada April besok.●

—David T. William, TechnoBusiness ● Foto: Lyft