Kejahatan siber mengancam lewat live streaming Olimpiade Tokyo 2020 palsu.

Tidak semua situs web live streaming Olimpiade Tokyo 2020 aman. Hati-hati agar terhindar dari phishing.

Jakarta, TechnoBusiness ID Setelah ditunda selama setahun karena pandemi COVID-19, akhirnya Olimpiade Tokyo 2020 benar-benar dibuka pada Jumat (23/7) kemarin.

Baca Juga: Nilai Pasar Pengiriman Ekspres Asia Pasifik US$171,47 Miliar

Para kontingen dari berbagai negara bertanding dengan meriah hingga 8 Agustus nanti, tapi yang tak kalah meriah adalah “pertandingan” di luar laga—secara online dari mana saja.

Itu bukan soal esports, melainkan pertarungan antara pelaku kejahatan siber dengan korbannya. Para pelaku kejahatan siber bergerilya mengelabui siapa pun, sedangkan banyak orang terus berupaya agar tak jadi korban.

Baca Juga: Celebrity Cruises Kembali ke “The Great North”

Namun, yang namanya penjahat pasti “selalu lebih pintar”. Kompetisi tanpa penonton untuk menghindari penularan virus COVID-19 semakin membuka peluang bagi pelaku kejahatan siber untuk beraksi.




Tidak sekadar mencuri data dari kerentanan Wi-Fi publik, pelaku kejahatan siber bahkan memanfaatkan euforia menonton pertandingan Olimpiade Tokyo 2020 dengan meluncurkan berbagai skema penipuan online.

Menurut pakar keamanan siber dari Kaspersky, Olga Svistiunova, banyak situs web phishing terkait Olimpiade Tokyo 2020 yang dirancang oleh pelaku kejahatan siber untuk mencuri kredensial pengguna.

Baca Juga: Platform Karaoke Popsical Ekspansi ke Vietnam

Mereka menggunakan beraneka macam dalih, mulai dari menyajikan halaman palsu yang menawarkan streaming berbagai acara Olimpiade, penjualan tiket palsu, penipuan hadiah, bahkan token Olimpiade palsu.



Svistiunova menjelaskan bahwa beberapa situs live streaming Olimpiade Tokyo 2020 jahat meminta pengguna untuk mendaftar terlebih dahulu. Padahal, setelah memasukkan kredensial, pengguna diarahkan ke halaman yang mendistribusikan file berbahaya yang berbeda.

Selain menginstal malware di perangkat pengguna melalui file semacam itu, para pengguna juga diminta untuk mengirimkan informasi identitas pribadi ke para penjahat. Kemudian scammers mulai dapat menggunakan data tersebut untuk tujuan berbahaya atau menjualnya di Dark Web.

Baca Juga: BCA Digital Integrasikan Aplikasi Blu dengan Blibli

Menurut Svistiunova, para pelaku kejahatan siber akan selalu memanfaatkan perhelatan olahraga populer sebagai kedok untuk serangan mereka, apalagi Olimpiade Tokyo 2020 yang mengharuskan ditonton lewat live streaming.


“Kami tidak mengharapkan terjadinya serangan siber dalam jumlah signifikan,” katanya. “Namun, scammers tidak memiliki batasan dalam hal menciptakan cara baru untuk mengambil keuntungan.”

—Purjono Agus Suhendro, TechnoBusiness ID Foto: Kaspersky


Tekan “tombol lonceng” di sisi kiri layar Anda untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dari TechnoBusiness lebih cepat. 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TV. Jangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here