Connect with us

E-Commerce

Strategi Jet Commerce Taklukkan Pasar E-commerce

Published

on

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Sama halnya dengan pasar konvensional, pasar e-commerce Tanah Air amat menggiurkan.

Firma konsultasi manajemen global McKinsey Company menyebut nilai pasar di ranah online nasional pada 2017 sudah mencapai US$8 miliar.

Angka itu diyakini bakal melonjak signifikan hingga delapan kali lipat menjadi US$65 miliar pada 2022. Lonjakan itu didorong oleh ekspansi bisnis offline ke online.

Baca Juga: Mengenal Crowde, Platform untuk Permodalan Petani

Advertisement

Itu sebabnya, Jet Commerce, penyedia solusi e-commerce terpadu yang didirikan di Indonesia pada 2017, semakin serius menggarap pasar e-commerce.

Setelah mengawali bisnis dengan menjadi authorized channel partner Alibaba.com, kini perusahaan tersebut menawarkan all in solution bagi pemilik merek.

“Di Jet Commerce, kami terus melakukan inovasi layanan dalam menyediakan berbagai solusi yang dapat mendukung tumbuh kembangnya bisnis e-commerce,” ungkap Oliver Yang, CEO Jet Commerce, di Jakarta, Selasa (23/10).

Firma konsultasi manajemen global McKinsey Company menyebut nilai pasar di ranah online nasional pada 2017 sudah mencapai US$8 miliar.

Sebagai perusahaan all in solution di industri e-commerce, Jet Commerce menawarkan berbagai layanan.

Layanan itu mulai dari pendirian gerai resmi (offline store) di beragam saluran pemasaran digital, online strategy, digital marketing, search optimization, customer service, hingga fulfillment.

Jet Commerce juga membentuk layanan Jet Service untuk membantu pengembangan merek (brand building) pelanggan.

Advertisement

Layanan yang diberikan Jet Service meliputi fotografi produk, branding, produksi video, dan promotional printed media.

Baca Juga: Founda, Wadah Belajar Berbisnis Kaum Milenial

“Seluruh layanan tersebut khusus kami hadirkan untuk melengkapi solusi segmen business to customer dan business to business kami,” jelas Yang.

Setelah kini merambah pasar Asia Tenggara, Jet Commerce berpeluang membantu mengglobalkan produk lokal.

Hingga 2017, menurut Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, nilai ekspor produk usaha mikro, kecil, dan menengah tercatat baru sebesar US$28,21 miliar atau 17% dari total nilai ekspor Indonesia.

Advertisement

Nilai itu masih kalah dari Filipina yang tercatat sudah sekitar 25%, Malaysia 28%, dan Thailand 35%.●

—Ivan Darmawan, TechnoBusiness ID ● Foto: Jet Commerce

 

Advertisement