Budget Gaming Behaviour


Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TVJangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe“.


 

Di Amerika Utara, berdasarkan survei Libby and Lindsay pada 2010, justru banyak perusahaan yang memanfaatkan budget gaming behaviour untuk mencapai tujuannya.

Pasalnya, anggaran acap kali difungsikan sebagai sebuah komitmen kerja antara bawahan dengan atasannya. Malah, bagi bawahan yang melampaui target anggaran yang ditetapkan berpeluang mendapat imbalan berupa bonus finansial maupun promosi jabatan.

Baca Juga: Peran “Artificial Intelligence” bagi Akuntan Milenial

Walaupun, para pendukung beyond budgeting mengusulkan agar manajer perusahaan meninggalkan sistem budget gaming behaviour karena dinilai tidak relevan.

Anggaran acap kali difungsikan sebagai sebuah komitmen kerja antara bawahan dengan atasannya.

Lalu, bagaimana dengan perusahaan kecil? Perlukah menerapkan budget gaming behaviour?

Barang kali hasil survei yang dilakukan Ladislav terhadap 214 perusahaan di Ceko dan Slovakia pada 2016 menjadi jawabannya.


Dalam survei itu diketahui bahwa perusahaan besar yang merupakan anak perusahaan dari konglomerasi bisnis lebih banyak melakukan budget gaming behaviour ketimbang perusahaan kecil.

Baca Juga: Misleading Advertisement

Perusahaan kecil menggunakan anggaran lebih untuk tujuan manajemen. Meski melakukan budget gaming behaviour, tetap saja manajemen perusahaan kecil tidak berniat untuk meninggalkan penganggaran sama sekali.

Hal itu bisa saja karena adanya tuntutan bagi anak perusahaan besar untuk tetap memenuhi penilaian kinerja dan menambah atau mempertahankan nilai dan citra baik perusahaan di mata stakeholder.

Namun, bagi perusahaan kecil, belum ada tuntutan untuk terus memiliki citra baik atas kinerja perusahaan, sehingga fokus penggunaan budget gaming baheviour lebih kepada fungsi kontrol manajemen saja.●


 

 

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here