Keyboard nirkabel ini dapat dioperasikan dengan hampir semua perangkat komputer dan ponsel pintar, bahkan televisi.

Oleh Purjono Agus Suhendro, TechnoBusiness Indonesia ● Foto Ilustrasi: Logitech


Satu jam sebelum terbang ke Bengkulu untuk menikmati liburan akhir tahun, saya menyempatkan diri minum kopi di Starbucks Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta. Setahun lalu, kedai itu masih eksklusif dengan pengunjung yang necis-necis. Tapi, kini berubah drastis. Kedai kopi merek premium tersebut menjadi bagian dari foodcourt bercampur dengan kedai-kedai kelas gerobakan.

Pemandangan yang sama sekali tidak sesuai dengan nilai merek (brand value) Starbucks itu bermula setelah Terminal 3 Ultimate dibuka beberapa bulan lalu. Maskapai-maskapai kelas atas dan layanan penerbangan seperti Garuda Indonesia dipindahkan ke terminal yang baru itu. Alhasil, executive-executive lounge Terminal 2 pun kosong melompong dengan omzet turun hingga 90%.

Saya duduk di sisi agak dalam foodcourt seraya menyeruput secangkir hot café latte. Sesuatu cerita menarik terjadi ketika saya mengeluarkan sebuah bilah kecil berukuran 279 milimeter (10,9 inci) berwarna hitam. Bilah itu tak lain yaitu Logitech K380 Multi-Device Bluetooth-Keyboard, papan ketik nirkabel keluaran Logitech, produsen aksesori komputer dan gadget yang berkantor pusat di Lausanne, Swiss.

Sesuai namanya, Logitech K380 Multi-Device Bluetooth-Keyboard ini merupakan papan ketik yang dapat dioperasikan tanpa kabel. Papan ketik ini bisa dikoneksikan dengan berbagai perangkat yang bersistem operasi Windows, Mac, Chrome OS, Android, iOS, dan Apple TV. Di bandara, saya mengoneksikannya dengan ponsel Android saya.

Kenapa saya bilang muncul cerita menarik? Karena begitu saya mengetik menggunakan keyboard K380 yang saya taruh di meja, orang-orang di sekitar memandangi saya. Mungkin mereka berpikir saya gila, kurang kerjaan, karena keyboard tanpa layar diketak-ketik layaknya bekerja di kantor. Padahal, mereka tidak tahu kalau itu terkoneksi dengan layar 5 inci ponsel pintar saya. Itu yang saya bilang ajaib.



Keyboard K380 ini memang cukup membantu saya yang tak ingin mengeluarkan laptop dari tas kala bepergian. Saya bisa mengoneksikannya ke tiga perangkat sekaligus dengan pilihan tombol switch yang mudah. Apalagi, keyboard ini mampu mengenali perangkat apa yang kita hubungkan dan secara otomatis memberitahu tombol apa yang mesti kita tekan untuk perpindahan koneksi perangkat.

Keyboard ini dapat dioperasikan menggunakan daya dua unit baterai AAA yang, kata vendornya, tahan 24 bulan. Tentu saja ketahanan dayanya tergantung baterai yang digunakan. Untuk mengaktifkan-mematikannya amat mudah, cukup menggeser maju-mundur tombol power yang ada di sisi kiri keyboard.

Walau cukup membantu, tapi menurut saya tidak bisa juga dikatakan lebih praktis. Sebab, keyboard ini masih terasa “kebesaran” untuk mengakomodasi karakter dan fungsinya sebagai papan ketik yang layak dibawa ke mana-mana. Beratnya yang hanya 423 gram (termasuk baterai) rasanya masih sulit mengalihkan perhatian banyak orang untuk menenteng-nentengnya ketimbang, misalnya tetap membawa MacBook Air 13 inci seberat 1,35 kilogram. Mau mencobanya? Anda bisa mendapatkannya dengan harga Rp599.000.

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here