Qantas dan Jetstar menghasilkan jumlah sampah yang setara dengan berat 80 pesawat 747 yang terisi penuh setahun.

Sydney, TechnoBusiness Pesawat Qantas QF739 lepas landas dari Sydney menuju Adelaide, Rabu (8/5) pagi. Sekilas tidak ada yang aneh, tapi penerbangan itu amat berarti bagi masa depan Bumi.

Mengapa demikian? Rupanya pesawat itu diterbangkan oleh Qantas Green Team. Penerbangan itu menjadi tonggak bersejarah bukan hanya bagi Qantas, melainkan juga bagi industri transportasi di dunia dalam mewujudkan kepedulian lingkungan.

Baca Juga: Indonesia di Mata Investor Jepang

Sebab, semua produk yang digunakan dalam penerbangan tersebut akan didaur ulang, digunakan kembali, atau dijadikan kompos.

“Penerbangan ini dapat menghasilkan 34 kilogram sampah sekali jalan, sehingga rute Sydney-Adelaide menghasilkan 150 ton sampah setahun,” kata CEO Qantas Domestic Andrew David.

Sekitar 1.000 benda berbahan plastik sekali pakai itu diganti dengan bahan-bahan alternatif berkelanjutan. Misalnya, wadah makanan yang terbuat dari tebu, peralatan makan berbahan dasar kanji, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Ekonomi Tumbuh, tapi Pengangguran Meningkat

Boarding pass berbahan kertas diganti dengan digital, penanda tas kertas diganti dengan yang elektronik. Aksi “go green” itu pun dilakukan hingga ke lounge penumpang.

Aksi itu disebut dengan Bowerbird Project, yang diambil dari nama spesies burung endemik Australia yang gemar memanfaatkan kembali benda-benda plastik kecil untuk membangun sarangnya.

Dalam upaya mengeliminasi 100 juta plastik sekali pakai setiap tahunnya pada 2020, Qantas dan Jetstar, anak perusahaannya, akan mengganti penggunaan 45 juta gelas plastik dengan bahan alternatif ramah lingkungan.

Baca Juga: Disney Resmi Caplok 21th Century Fox Senilai US$71,3 Miliar

Selain gelas plastik, Qantas juga akan mengganti 30 juta set alat makan, 21 juta cangkir kopi, dan 4 juta penutup sandaran kepala dengan yang ramah lingkungan.

“Dengan kapasitas penumpang yang melebihi 50 juta orang per tahun, saat ini Qantas dan Jetstar menghasilkan jumlah sampah yang setara dengan berat 80 pesawat 747 yang terisi penuh,” kata David.

Karena itu, Qantas ingin menghadirkan pelayanan penerbangan dengan pelayanan terbaik, tapi tanpa ribuan sampah yang menyertainya.

—Mike Warrow, TechnoBusiness/PRN ● Foto: Qantas