Honeywell Akuisisi Nextnine

  • Honeywell memperluas basis pelanggan di pasar keamanan siber industri dengan mengakusisi Nextnine.
  • Teknologi andalan Nextnine, ICS Shield, melindungi sejumlah situs kalangan industri.

 

MORRIS PLAINS, NEW JERSEY – Honeywell mengumumkan telah mengakuisisi Nextnine, perusahaan tertutup (privately held) dan penyedia jasa manajemen keamanan serta berbagai teknologi keamanan siber untuk kalangan industri (industrial cyber security).

Honeywell mengakusisi Nextnine karena perusahaan itu memiliki berbagai solusi keamanan siber untuk industrial dan kemampuan layanan pengendalian jarak jauh yang aman (secure remote service). Akuisisi tersebut juga bakal menambah jajaran produk teknologi keamanan siber yang inovatif sekaligus memperluas pelanggan untuk industrial (connected plant) bagi perusahaan.

 

Baca Juga: Lawble Gaungkan Regulatory Inclusion di Indonesia Lewat Aplikasi

 

ICS Shield, teknologi andalan Nextnine, telah menjadi pelindung keamanan siber terhadap 2.600 situs perusahaan di seluruh dunia dan mampu dimanfaatkan untuk pemantauan aset jarak jauh. Perusahaan-perusahaan yang menjadi pelanggan Nextnine di antaranya perusahaan yang bergerak di sektor minyak dan gas bumi, infrastruktur, kimia, pertambangan, dan manufaktur.

Sebelum diakuisisi, solusi ICS Shield mesti dipasang secara terpisah dengan solusi yang diberikan oleh Honeywell. Dengan akuisisi itu, kedua layanan bisa disinergikan dalam sistem tunggal. “Setiap hari kian banyak upaya serangan siber atas fasilitas industri dan infrastruktur penting di seluruh dunia,” ungkap Presiden Honeywell Process Solutions Vimal Kapur di New Jersey, Amerika Serikat, Senin (12/6).

Akuisisi tersebut menjadi bukti komitmen Honeywell dalam menyediakan portofolio solusi keamanan siber terlengkap, terutama di sektor industri (industrial control system) dan process control networks. “Jangkauan global Honeywell yang luas akan meningkatkan ketersediaan Nextnine bagi basis pelanggan yang lebih banyak lagi,” kata Kapur.

—Paul D. Henry, TechnoBusiness ● Foto-Foto: Honeywell, Nextnine

Pasar Keamanan Siber Dunia Mencapai US$11,9 Miliar

  • Harus diakui semua perusahaan membutuhkan koneksi internet dan pengelolaan big data, tapi tidak semua perusahaan peduli terhadap keamanan datanya.
  • “Pasar keamanan siber global diproyeksikan rata-rata tumbuh 4,51% per tahun.”

 

LONDON – Kaspersky Lab, perusahaan teknologi antivirus asal Rusia, menyatakan ancaman keamanan siber terus meningkat dari tahun ke tahun. Serangan itu mengancam keamanan perbankan, spionase siber, dan pencurian data-data penting perusahaan.

Menurut perusahaan yang didirikan oleh Natalia Kaspersky dan Eugene Kaspersky itu, ada pasar gelap yang memperdagangkan lebih dari 70.000 kredensial server hasil peretasan di seluruh dunia. Selama 2016, terdapat 262 juta Uniform Resource Locator (URL) berbahaya ditambah 758 juta serangan online berbahaya di berbagai negara.

Memperkuat data itu, periset pasar Report Buyer yang berbasis di London, Inggris, menjadi pasar keamanan global turut meningkat. Data yang dirilis kemarin menyebutkan bahwa pasar keamanan siber global (global market cyber security) pada 2016 mencatatkan angka US$11,9 miliar.

 

Baca Juga: Perhatikan Lima Kesalahpahaman Terkait Keamanan Siber Ini!

 

Dalam 10 tahun ke depan, pasar keamanan siber global diperkirakan bertumbuh rata-rata 4,51%. Sehingga angka yang bakal tercatat pada 2026 mendatang diproyeksikan sebesar US$18,5 miliar. Kebutuhan pengamanan terhadap serangan teroris juga mendorong pengeluaran dari industri siber.**

—Richard O. Kimberly, TechnoBusiness ● Foto-Foto: Security Intelligence