Samsung Bantu Korban Gempa Sulteng Rp9 Miliar

Jakarta, TechnoBusiness IDPT Samsung Electronics Indonesia, anak perusahaan Samsung Electronics asal Korea Selatan di Tanah Air, membantu korban gempa bumi dan tsunami di Palu, Donggala, dan Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, senilai total Rp9 miliar.

Simak Juga: Exclusive Interview with Setyo Harsoyo, CEO PT Sprint Asia Technology

Donasi senilai Rp7,5 miliar telah disalurkan melalui Palang Merah Indonesia pada Kamis (18/10), sedangkan sisanya untuk membangun Posko Samsung Peduli di daerah bencana.

Sebagai produsen elektronik global yang juga memasarkan produknya di Indonesia, Samsung menyampaikan turut berduka cita yang mendalam.

Gempa bermagnitudo 7,4 Skala Richter yang diikuti tsunami setinggi tiga meter melanda Sulteng pada Jumat (12/10) sore.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bencana itu merenggut 2.095 jiwa, 4.612 orang luka berat, 680 orang hilang, dan 78.994 orang mengungsi, serta 5.000-an orang diperkirakan tertimbun dampak likuifaksi.

Sebagai produsen elektronik global yang juga memasarkan produknya di Indonesia, Samsung menyampaikan turut berduka cita yang mendalam.

“Terlebih peristiwa ini hanya berselang empat bulan dari gempa Lombok,” ungkap Jae Hoon Kwon, Presiden Samsung Electronics Indonesia, dalam siaran persnya yang diterima TechnoBusiness Indonesia, Senin (22/10).●

—Anwar Ibrahim, TechnoBusiness ID ● Foto: Samsung Electronics

 

Lompatan Midea di Fortune Global 500

Foshan, TechnoBusiness ● Pada Kamis (19/7) malam, orang-orang di Foshan, kota di Provinsi Guangdong, China bagian tenggara, sudah mulai terlelap. Tapi, laksana mimpi, jauh dari belahan dunia lain, kabar melonjaknya peringkat Guangdong Midea Electronical Appliances Company Limited di Fortune Global 500 itu datang.

Baca Juga: Midea Masuk Daftar Fortune Global 500

Fortune, majalah bisnis global yang diterbitkan oleh Meredith Corporation dengan kantor pusat di New York City, Amerika Serikat, merilis Fortune Global 500. Banyak perusahaan yang melejit dan terjungkal dalam daftar berdasarkan pendapatan selama setahun terakhir. Guangdong Midea Electronical Appliances Company Limited, yang populer dengan nama Midea Group (SHE: 000333), salah satu yang patut dicermati.

Salah satu kantor divisi produk lemari es Midea.

Malam itu, mimpi pendiri Midea He Xiangjian untuk mengembangkan perusahaan peralatan rumah tangga (home appliances) terbesar di dunia semakin nyata. Betapa tidak, dari 500 perusahaan dengan pendapatan terbesar sejagat, Midea berada di urutan ke 323.

Ini bukan kali pertama Midea masuk dalam daftar Fortune Global 500, tapi tahun ketiga. Pada 2016, berdasarkan catatan TechnoBusiness, perusahaan yang semula didirikan untuk memproduksi tutup botol di Beijiao, Shunde, Foshan, itu sudah muncul ke urutan 481. Pendapatan (revenue)-nya selama 2015 sebesar US$22,17 miliar dengan laba sebesar US$2,02 miliar, naik 21% dibanding 2014, telah mengantarkannya ke daftar tersebut.

Tentu, masuknya Midea ke kelompok Fortune Global 500 saat itu amat menggembirakan, apalagi menjadi produsen peralatan rumah tangga asal China pertama yang tergolong dalam jajaran tersebut.

“Pada 2015, industri dunia peralatan rumah tangga menghadapi lebih banyak tantangan, tapi Midea bisa terbang melawan arah angin dengan menggunakan strategi pengembangan produk mutakhir, meningkatkan efisiensi, dan fokus pada operasional global,” ungkap Andy Gu, Vice President Midea Group, ketika itu.

ANDY GU
Vice President Midea Group

Midea berinvestasi sebesar US$3 miliar untuk penelitian dan pengembangan selama lima tahun sejak 2011. Pusat-pusat penelitiannya kini tersebar di China, Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Italia, dan Singapura. Sebelum itu, perusahaan telah mengucurkan US$1,04 miliar untuk meningkatkan otomatisasi yang menghasilkan 17% dari rasio rata-rata otomatisasi terkini.

Saat itu memasuki 2008, manufaktur tradisional tersebut menyadari bahwa bonus demografi yang mulai menurun di China akan membawa perubahan pada industri. Maka dari itu, dibutuhkan manufaktur pintar dan perluasan ke pasar internasional. Transformasi itu segera dilakukan dan terus berlangsung hingga saat ini. Tahun ini, Midea merilis strategi yang dinamakan “Era Baru Kolaborasi Manusia dan Mesin”.

Bersamaan dengan itu, Midea secara jelas mengumumkan telah masuk ke era Internet Industri yang diramaikan dengan mengintegrasikan penelitian dan pengembangan, peralatan produksi, rantai pasok, bisnis, logistik, dan terminal pengguna secara bersama-sama. Midea telah menetapkan tujuan untuk mewujudkan produksi “nol investaris”, 100% pengelolaan pelacakan logistik, dan penyesuaian concept to manufacture (C2M).

Manajemen Midea menjelaskan bahwa dengan keunggulan robot industri, Midea dapat fokus menjadi pabrik pintar. Pabrik pintar itu kemudian semakin canggih setelah dikombinasikan dengan aplikasi teknologi Artificial Intelligence (AI) dan big data.

Akuisisi Bisnis

Di samping memperkuat proses bisnis melalui otomasi manufaktur, Midea, yang mulai menawarkan saham perdananya ke Shenzhen Stock Exchange pada 1993, juga banyak melakukan akuisisi. Lini bisnis peralatan rumah tangga Toshiba asal Jepang yang terkenal tangguh pun diakuisisinya. Midea juga mengambil alih produsen pendingin udara (air conditioner) Clivet asal Italia.

Peringkat Midea Group dalam Fortune Global 500 (2018)

Untuk memperlancar proses produksi yang serba-otomatis, Midea bahkan mengambil alih Kuka AG, penyedia robotik dari Jerman. Saat ini, basis perusahaan secara global telah menyebar ke lebih dari 200 negara dengan basis produksi di enam negara, yaitu Vietnam, India, Belarus, Mesir, Brasil, dan Argentina, di luar China.

Hari ini, Midea telah menyediakan lebih dari 400 juta produk untuk pasar global setiap tahun. Penyediaan produk itu melibatkan 130.000-an karyawan. Dan, hari ini pula, setidaknya sejak Kamis malam itu, Midea bukan lagi perusahaan di urutan 481, tapi sudah melompat ke 323 dalam daftar Fortune Global 500.

Pendapatan selama 2016 sebesar US$35,79 miliar (profit US$2,55 miliar), naik signifikan dari US$22,17 miliar pada 2015, mengantarkan Midea semakin kokoh berada di antara perusahaan-perusahaan terbaik dunia. Untuk diketahui, jika ditotal, ke-500 perusahaan dalam daftar Fortune Global 500 itu mencatatkan pendapatan US$30 triliun dengan profit US$1,9 triliun. Perusahaan-perusahaan itu tersebar di 33 negara dan melibatkan 67,7 juta karyawan.

Langkah Tepat

Langkah Midea memang tepat. Buktinya, kata Jeffrey Bahar, Group Deputy CEO Spire Research and Consulting, perusahaan riset bisnis global yang berkantor pusat di Jepang, kinerja keuangannya naik berlipat hingga mengantarkannya ke posisi yang semakin atas dalam Fortune Global 500.

“Strategi yang dilakukan Midea cukup bagus. Selain memperluas pasar, baik dengan cara menambah jaringan internasional maupun mengakuisisi kompetitor, perusahaan tersebut juga memperkuat basis produksinya,” ungkap Jeffrey kepada TechnoBusiness. “Agar semakin kompetitif, membangun manufaktur yang sarat teknologi otomasi memang dibutuhkan.”

Jeffrey menilai jika strategi Midea itu konsisten dilakukan, maka tidak menutup kemungkinan posisinya di Fortune Global 500 akan terus naik. “Tapi, harus diingat bahwa perusahaan lain juga terus berinovasi, bahkan melakukan strategi serupa, untuk memenangkan persaingan. Untuk itu, pintar mengusung strategi terkini amat menentukan kesuksesan Midea ke depan,” tambahnya.

Manajemen Midea tak menampik pandangan banyak analis, termasuk analisis Jeffrey. Meski posisi perusahaan semakin baik, mereka menyatakan tetap ambisius dan angka 323 hanyalah titik awal untuk menjadi yang terbesar.

Semangat itu sudah tergambar sejak pertama kali masuk daftar Fortune Global 500 pada 2016. “Pada masa mendatang, Midea akan menjadi kelompok bisnis yang fokus pada peralatan rumah tangga yang pintar dan manufaktur yang cerdas,” ungkap Brando Brandstaeter, Head of Brand and Communication Midea International Business.

—Andrew J. Choump, TechnoBusiness ● Foto-Foto: Midea Group

 

Samsung Member, Strategi Samsung Layani Pelanggan

Jakarta, TechnoBusiness ID ● “Konsumen adalah Raja.” Barangkali ungkapan itulah yang membuat Samsung Electronics Co. Ltd., produsen elektronik terkemuka asal Korea Selatan, meluncurkan aplikasi layanan purnajual yang dinamakan Samsung Member.

Baca Juga: Membaca Strategi Bisnis YouAppi di Pasar Asia

Tidak hanya skala global, aplikasi Samsung Member itu juga diperkenalkan di Indonesia mulai Jumat (26/6) lalu. Bagi pengguna Samsung Galaxy ataupun produk Samsung terbaru bisa langsung log-in menggunakan Samsung Account di aplikasi Samsung Member.

Di dalam aplikasi Samsung Member itulah akan terasa bagaimana nyamannya sebagai pengguna produk Samsung.

“Sebab, aplikasi ini mempermudah akses layanan purnajual, informasi mengenai produk, promosi berupa voucher pembelian di merchant partner Samsung, dan diagnosis kinerja ponsel pintar setiap saat,” ungkap Dolly Surya, Content Service Manager Samsung Electronics Indonesia.

Tidak terbatas itu saja, Samsung akan terus menambah manfaat dari aplikasi Samsung Member yang dapat diunduh di Samsung Galaxy Apps atau Google Play tersebut.●

—Intan Wulandari, TechnoBusiness ID ● Foto-Foto: Samsung

 

Sharp Raih Pangsa Pasar Televisi Terbesar di Indonesia

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Televisi merek Sharp keluaran PT Sharp Electronics Indonesia pada Desember 2017 meraih pangsa pasar 20,5%. Perolehan itu menjadikan Sharp menduduki posisi teratas dalam penjualan di Indonesia versi periset pasar GfK.

Sharp optimistis mampu mempertahankan posisi tersebut tahun ini. Caranya, dengan meluncurkan beberapa line up model terbaru berteknologi 4K dan Easy Smart, termasuk produk bersistem operasi Android.

Jajaran manajemen Sharp Electronics Indonesia saat peluncuran produk-produk televisi terbarunya di Jakarta, Kamis (8/2).

Hal itu didorong oleh semakin besarnya penetrasi pasar internet di Tanah Air yang saat ini sudah mencapai lebih dari 50% dan online streaming sebesar 7%.

“Meski pasar Smart TV masih terbilang kecil, tapi kami melihat perubahan perilaku internet yang begitu pesat,” ungkap National Sales Senior General Manager Sharp Electronics Indonesia Andry Adi Utomo saat peluncuran produk-produk televisi baru di Jakarta, Kamis (8/2).

Ia mengatakan perubahan semacam itu diyakini akan terus tumbuh dan sangat potensial untuk digarap. Untuk itu, salah satu langkah Sharp adalah menawarkan produk andalan Sharp Aquos 4K with Android TV tahun ini.●

Intan Wulandari, TechnoBusiness ID ● Foto-Foto: Sharp

 

Sharp Cetak Teknisi Andal Melalui Program Sharp Class

  • Dalam mencetak teknisi andal, Sharp Electronics menggelar program Sharp Class sejak 2012.
  • Sudah ada 39 siswa terbaik yang direkrut menjadi tim servis Sharp yang tersebar di 400 titik layanan Sharp.

 

Pemalang, TechnoBusiness ID • PT Sharp Electronics Indonesia, produsen elektronik asal Jepang di Indonesia, terus berupaya menjaga kualitas layanan purnajual produknya dengan memperkuat tenaga teknisinya. Sejak 2012, Sharp mengembangkan program corporate social responsibility (CSR) Sharp Class yang diperuntukkan bagi para siswa-siswi sekolah menengah kejuruan di empat kota di Pulau Jawa dan Bali.

 

Baca Juga: Kini, Operasi Wajah Tak Perlu Bedah

 

Walhasil, sudah 39 siswa terbaik bergabung ke tim servis Sharp yang tersebar di beberapa tempat dari 400 titik layanan purnajual di Tanah Air. Tahun ini, Sharp mengunjungi SMKN 1 Ampelgading, Pemalang, Jawa Tengah. Di sekolahan itu, Sharp membagikan pengetahuan dasar keahlian memperbaiki dan merawat produk elektronik serta sikap dasar yang mesti dianut petugas teknisi.

“Dengan diselenggarakannya program Sharp Class, kami berharap mampu menghasilkan banyak generasi muda yang memiliki keahlian tinggi untuk menjadi teknisi,” ungkap Ronald R. Huwae, Customer Satisfaction General Manager PT Sharp Electronics Indonesia, di Pemalang, Selasa (22/8).

 

 

Selama 1,5 bulan tim servis Sharp akan berbagi pengetahuan kepada siswa-siswi SMKN 1 Ampelgading dalam bentuk pengenalan teori dan praktik selayaknya di dunia kerja. Untuk menunjang proses belajar itu, Sharp mendonasikan produk elektronik sebagai media praktikum seperti TV LED 32 inci dan peralatan pendukungnya.

“Kami bangga sekali karena sekolah kami dikunjungi oleh Sharp. Semoga anak-anak didik kami dapat menyerap ilmu yang diberikan dan makin terasah kemampuannya melalui program ini,” kata Basari, Kepala SMKN 1 Ampelgading.

—Anwar Ibrahim, TechnoBusiness ID  Foto-Foto: Sharp Electronics

 

Samsung Tawarkan Hadiah Rp600 Juta di Ajang Indonesia Next Apps 4.0

  • Untuk “menggaet” kreator-kreator aplikasi muda di Tanah Air, Samsung Electronics menggelar Indonesia Next Apps 4.0.
  • Tahun keempat ini, Samsung menargetkan event itu memunculkan 500-an aplikasi baru.

 

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Samsung Electronics Indonesia, vendor elektronik dan telepon seluler asal Korea Selatan, kembali menyelenggarakan Indonesia Next Apps. Selain menginspirasi dunia lewat inovasi, event tahun keempat itu bertujuan merangkul pengembang (developer) aplikasi lokal untuk membuat inovasi baru.

 

Hard Choice: Akhmad Fitrianor, Dari Terpaksa Menjadi Jatuh Cinta

 

“Indonesia Next Apps merupakan bentuk kepedulian Samsung dalam mengembangkan developer lokal melalui pembekalan teknis yang memberikan materi-materi teknis agar mampu menghasilkan aplikasi yang bermanfaat unuk kehidupan masyarakat Indonesia,” ungkap IT & Mobile Product Marketing Head Samsung Electronics Indonesia Denny Gallant di Jakarta belum lama ini.

 

 

Tahun ini, Indonesia Next Apps diselenggarakan bekerja sama dengan BRI, Jakarta Smart City, Sinarmas Land, Angkasa Pura, dan IBM. Samsung menargetkan lebih dari 500 aplikasi baru didaftarkan dalam event itu dengan beberapa kategori: Aplikasi Tizen Smartphone, Tizen Wearable, konten Gear VR, Samsung SDK (Software Development Kit), dan aplikasi berbasis industri.

Event itu telah dibuka di Semarang pada 25 Juli 2017, kemudian dilanjutkan di Yogyakarta, Malang, Surabaya, Jakarta, Bandung, Medan, dan Makassar. Setiap event diisi dengan pembekalan teknis (workshop) dan diskusi teknis yang disebut Code Night. Setelah penilaian akhir (final judging), pemenang akan memperoleh hadiah total senilai Rp600 juta pada malam puncak penghargaan Oktober mendatang.

—Anwar Ibrahim, TechnoBusiness ID ● Foto-Foto: Samsung Electronics

Strategi Panasonic Menerobos Lesunya Pasar Televisi

  • Panasonic Gobel Indonesia berhasil menjual sebanyak 200.000 unit televisi pada 2016, meskipun permintaan pasar secara keseluruhan justru sedang lesu sejak empat tahun terakhir.
  • “Kami berusaha melakukan inovasi-inovasi supaya pasar melirik merek kami.”

 

JAKARTA – Krisis ekonomi global yang berkepanjangan tak dapat dimungkiri berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat terhadap produk elektronik. Dalam tiga tahun terakhir, tren pasar menunjukkan bahwa masyarakat lebih memilih menunda ketimbang membeli barang sekunder itu. Pada 2014, misalnya, permintaan pasar elektronik anjlok 19%, dan yang paling terimbas adalah televisi karena penetrasinya yang sudah mencapai 90%.

Pada 2016, permintaan pasar televisi turun 10% dibanding tahun sebelumnya. Itu sebabnya, para produsen dipaksa berlomba ekstrakeras untuk mencuri ceruk yang ada agar tetap tumbuh. Panasonic, merek asal Jepang yang pangsa pasar (market share)-nya kalah jauh dari merek-merek Korea seperti LG dan Samsung, misalnya, sudah amat gembira berhasil mempertahankan angka penjualan 200.000 unit, sama seperti tahun sebelumnya.

“Pasar dalam tiga tahun terakhir memang sedang mengerem,” kata Erwin Lim, Product Manager Audio Visual PT Panasonic Gobel Indonesia, distributor Panasonic untuk Indonesia. “Walau demikian, kami tetap mampu membukukan penjualan yang positif, yakni sebanyak 200.000 unit.” Meski dalam catatan TechnoBusiness Indonesia realisasi itu hanya mempertahankan angka penjualan tahun sebelumnya. Apalagi, Erwin pernah mengatakan bahwa target penjualan televisi 2016 50% lebih tinggi dari realisasi 2015.

ERWIN LIM
Product Manager Audio Visual PT Panasonic Gobel Indonesia

250.000-300.000 

Target penjualan televisi Panasonic di Indonesia dalam unit pada 2017.

 

 

Tahun ini, Panasonic, yang memiliki pangsa pasar 5-6%, tetap optimistis mampu membukukan penjualan televisi 50.000 lebih banyak ketimbang tahun lalu. “Target ambisius kami mencapai 300.000 unit,” ungkap Erwin saat konferensi pers pengenalan Panasonic Viera Website di Jakarta, Kamis (19/1). Untuk mencapai target tersebut, Panasonic terus berupaya melakukan inovasi-inovasi yang tahun ini dinyatakan akan lebih daripada tahun lalu.

Selain meluncurkan sekitar 22 line up produk, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, pada Mei nanti, peluncuran Panasonic Viera Website juga menjadi bagian dari strategi tersebut. Menurut Hiroyoshi Suga, Presiden Direktur Panasonic Gobel Indonesia, peluncuran website itu sejalan dengan slogan Panasonic, yakni “A Better Life, A Better World”. “Dengan menghadirkan Panasonic Viera Website ini, kami ingin mempererat hubungan kami dengan para pelanggan serta memberikan kemudahan bagi konsumen dalam memilih produk yang efektif dan efisien sesuai kebutuhan dan anggaran,” ujarnya dalam siaran pers.

Dengan website yang dilengkapi dengan fitur Find Your TV tersebut, konsumen dapat memilih varian televisi sesuai kondisi ruangan dan keuangan mereka. Selain itu, juga terdapat fitur Product List yang memperlihatkan jajaran televisi Panasonic, mulai dari tipe basic hingga smart TV. Produk-produk itu kemudian dapat saling dibandingkan berkat fitur Compare. Nah, akankah strategi Panasonic tersebut akan berhasil? Yang pasti, ekonomi global masih labil, dan banyak analis yang memperkirakan daya beli masyarakat belum bisa terdongkrak secara signifikan.**

Purjono Agus Suhendro, TechnoBusiness IndonesiaFoto-Foto: TechnoBusiness

Luar Biasa, LG Electronics Borong 90 Penghargaan di CES 2017

  • Produsen elektronik asal Korea Selatan ini memborong lebih dari 90 penghargaan di pameran teknologi minggu lalu.
  • “Kami telah menantang diri sendiri dan mampu menghasilkan produk yang akan menjadi standar industri tahun ini.”

 

LG SIGNATURE TV

LAS VEGAS – Perjuangan LG Electronics tanpa mengenal lelah dalam melakukan penelitian dan pengembangan demi menciptakan teknologi yang kian mutakhir akhirnya terbayar. Di ajang pameran akbar awal tahunan Consumer Electronics Show (CES) di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, 5-8 Januari 2017, LG berhasil memborong lebih dari 90 penghargaan.

LG SIGNATURE WASHING MACHINE

Saking banyaknya penghargaan yang diraih, LG pun dinobatkan sebagai perusahaan “Best of the Best” CES 2017 mengalahkan rival-rivalnya dari berbagai negara. Penghargaan itu diraih berkat rangkaian produk LG Singnature yang diusungnya.

Produk-produk yang termasuk dalam LG Signature itu di antaranya LG Signature OLED 4K TV, LG Signature Refrigerators, LG Signature Washing Machine, LG Signature Air Purifier, LG Signature Oven, dan LG Signature Dishwasher.

LG SIGNATURE AIR PURIFIER

LG Signature OLED TV W-Series, misalnya, meraih 20-an penghargaan berkat teknologi desain Picture on Wall baru. Lemari es LG Smart InstaView yang berfitur LCD 29 inci, Amazon Alexa Service Voice, Wi-Fi, dan lain-lain mengikuti kesuksesan LG Signature OLED TV.

Presiden dan CEO LG Electronics USA William Cho mengungkapkan bahwa perusahaannya terus berusaha memberikan nilai kepada para pelanggan. “Dengan televisi yang sangat tipis, lemari es dan wearable surround sound berkonsep ulang, kami telah menantang diri sendiri dan mampu menghasilkan produk yang akan menetapkan standar industri tahun ini,” katanya.

Berikut ini penghargaan-penghargaan yang diterima LG Electronics di CES 2017:

LG SIGNATURE OVEN

LG Signature W7 OLED TV: Engadget Best of CES: Best of the Best, Engadget Best of CES: Best TV Product, Expert Reviews CES Top Picks: Best TV, Men’s Health Editors’ Choice Awards, TechRadar’s 2017 CES Awards: Best in Show, The Verge: Best TV, Advertising Age Best of CES, BGR Best of CES, CNET Best of CES 2017: The Best Thing We Saw, Pocket-Lint: Best TVs of CES, CNN Money Coolest Tech Products at CES, Dealerscope Best of CES, FOX News 10 Best Gadgets at CES, PCMag Best of CES: Best Television, Popular Mechanics Best of/Editors’ Choice CES Awards, Reviewed.com CES Editor’s Choice Winners, SlashGear: Best of CES, Sound & Vision/What Hi-Fi Stars of CES, Stuff Magazine Best TVs of CES 2017, Techlicious CES Top Picks, TechnoBuffalo Reader’s Choice Awards, TechRadar’s 2017 CES Awards: Best TV, AVS Forum Best New Products of CES 2017, Tom’s Guide Best of CES, Tweaktown Best of CES, TWICE Picks Awards: Video & TVs, T3 12 Best Gadgets We’ve Seen at CES, UberGizmo Best of CES, 9to5Toys Best of CES

LG SIGNATURE REFRIGERATOR

LG Smart InstaView Refrigerator: Expert Reviews CES Top Picks: Best Home Appliance, Reviewed.com CES Editors’ Choice WinnersConsumer Technology Association 2017 CES Innovation Awards: Home Appliances, Stuff Magazine 9 Best Gadgets with Amazon’s Voice Assistant, Techlicious CES Top PicksTechnoBuffalo Reader’s Choice AwardsTechRadar’s 2017 CES Awards Best In-Home GizmoTom’s Guide Best of CES

LG Hub Robot: SlashGear: Best of CES, WIRED Best of CES, The Verge: Best Robot, The Telegraph Best Tech of the Week, Stuff Magazine 9 Best Gadgets with Amazon’s Voice Assistant, Chip Chick Best of CES

LG Gram 14: Consumer Technology Association 2017 CES Innovation Awards: Computer Peripherals, Engadget: Best of CES: Best PC Finalist, MSPoweruser Best Windows Devices to Come Out of CES

Paul K. Bradnet, TechnoBusinessFoto-Foto: LG Electronics

LG Levitating Portable Speaker Bakal Memikat Pengunjung CES 2017

  • Tidak hanya monitor dan ponsel pintar, LG Electronics juga akan memperkenalkan LG Levitating Portabel Speaker, speaker portabel yang memesona, di pagelaran CES 2017.
  • “Speaker nirkabel PJ9 ini merupakan kombinasi yang menarik antara inovasi desain dan audio.”

 

NEW JERSEY – Pada pagelaran akbar awal tahunan Consumer Electronics Show (CES) di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, 5-7 Januari 2017, LG Electronics tidak hanya memamerkan satu produk saja. Produsen elektronik asal Korea Selatan itu, selain memamerkan produk monitor dan ponsel pintar, juga akan memperkenalkan speaker portabel yang memesona.

LG Levitating Portable Speaker

Speaker ini dinamakan LG Levitating Portable Speaker. Speaker model PJ9 ini mengedepankan desainnya yang eye-catching. Kemampuan audionya yang bagus mampu mengakomodasi aneka fungsi kebutuhan suara seperti untuk musik, podcast, dan konten audio, baik di dalam maupun di luar ruangan.

“Speaker nirkabel PJ9 ini merupakan kombinasi yang menarik antara inovasi desain dengan kualitas audio sehingga menawarkan keseimbangan yang sempurna terhadap kinerja, keindahan, dan fleksibilitas,” ungkap Kepala Pemasaran Produk LG Electronics USA Tim Alessi.

 

Baca Juga: LG ProBeam, Debut Pertama LG di Pasar Home Cinema

 

“Ini tambahan terbaru untuk jajaran perangkat audio nirkabel premium kami. Ini bukti komitmen berani kami dalam mengeksplorasi konsep-konsep baru dan menjadi perintis desain audio yang inovatif bagi konsumen di seluruh dunia,” lanjut Alessi.

Memanfaatkan elektromagnetik yang kuat di Levitation Station, PJ9 ini bisa memunculkan efek visual di udara yang menakjubkan. Karena bentuknya yang bulat, model ini dapat menghasilkan suara ke 360 derajat. Meski kecil, bass dan subwoofer-nya yang tertanam di dalam stasiun tersebut sanggup memperindah suara yang dikeluarkan. Teknologi Dual Passive Radiator-nya mampu mereproduksi nada mid-range flush sehingga meningkatkan kualitas suaranya. Dan, masih banyak lagi kelebihan lainnya.**

Paul D. Henry, TechnoBusinessFoto-Foto: LG Electronics

LG ProBeam, Debut Pertama LG di Pasar Home Cinema

  • LG Electronics bertaruh di pasar sinema rumahan dengan meluncurkan LG ProBeam.
  • Tapi, LG tentu harus menyingkirkan merek-merek yang sudah lebih dulu masuk ke pasar tersebut.

 

NEW JERSEY – Pagelaran akbar awal tahunan Consumer Electronics Show (CES) di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, bakal segera dihelat. Seperti biasa, banyak kejutan dari para produsen elektronik, yang tahun depan akan dilaksanakan pada 5-7 Januari. Salah satu produsen yang akan menunjukkan kemampuan inovasinya, yaitu LG Electronics.

LG Electronics USA Inc., produsen elektronik di bawah naungan LG Electronics asal Korea Selatan, dikabarkan berencana memamerkan beberapa produk terbarunya, di antaranya ponsel pintar, monitor komputer, dan proyektor. LG ProBeam, produk proyektor laser kompak dengan 2000 lumens, bahkan menjadi yang pertama bagi LG dalam debut di pasar proyektor.

LG ProBeam ditargetkan kepada para penyuka film karena dirancang memproyeksikan bioskop atau acara televisi di rumah. Dengan kemampuan memancarkan cahaya 2000 lumens dan Full HD, LG ProBeam (model HF80JA) memungkinkan pemilik rumah menonton film dalam cahaya terang dan gambar yang baik.

Produk ini tidak membutuhkan tempat yang besar karena berbodi kompak, ramping, dan ringan sehingga bersifat portable. Desain klasiknya dapat dipadupadankan dengan interior ruangan di mana pun pada umumnya. Meski untuk home cinema, bukan berarti kapasitas suaranya dikorbankan. Pengaturan audionya dapat disinkronisasi dengan Bluetooth ke speaker eksternal atau headphone.

 

Baca Juga: Suara LG V20 Makin Menggelegar Berkat B&O Play

 

Fitur Wireless Mirroring-nya dapat dihubungkan dengan Miracast dari perangkat pintar ke layar proyeksi besar. Dengan proyektor ini pengguna akan menemukan gambar terbaik serta menyeimbangkan gambar secara cepat dan mudah. Apalagi dilengkapi dengan platform webOS Smart TV sehingga pengguna bebas mengakses layanan streaming atau program lain berdasarkan lokasi sesuai keinginannya.

Magic Remote Control-nya memberi pengalaman menarik bagi pengguna karena memudahkan navigasi antarmuka webOS. Fitur-fitur yang tersedia itu membuat LG optimistis sanggup mendapat tempat di hati konsumen penggemar film. “Sebagai pemimpin pasar proyektor LED di dunia, LG yakin keahlian dalam sektor hiburan rumah akan membuat proyektor laser kompak pertama ini hit,” ungkap Head of Product Marketing LG Electronics USA Tim Alessi.

 

LG ProBeam ini dilengkapi dengan webOS

 

LG boleh optimistis, tapi realita pasar yang menentukan. Sebab, pasar home cinema di dunia bukan peluang baru. Sudah banyak merek yang memperebutkan pasar ini. Bahkan, produk-produk miniproyektor asal China dengan harga murah kini telah membanjiri pasar. Itu tentu menjadi tantangan tersendiri bagi LG.**

Paul D. Henry, TechnoBusiness ● Foto-Foto: LG Electronics