Capella Ubud, Bali

Imbas pandemi virus Corona masih lebih buruk ketimbang tragedi 9/11 dan resesi 2008 jika digabungkan sekalipun. Situs perjalanan online terdampak parah.

Reston, TechnoBusiness Insights ● Pandemi virus Corona (COVID-19) telah meluluhlantakkan industri pariwisata dunia, dan tentu saja berpengaruh pada kinerja situs perjalanan online.

Baca Juga: Iwan Sunito: Crown Group Telah Adopsi Teknologi Sejak Dulu

Berdasarkan data terbaru Comscore (Nasdaq: SCOR) dalam Comscore Media Metrix, kunjungan ke situs perjalanan online selama lima minggu, antara 23 Maret-26 April, turun 70% dibanding awal Februari.

Selama pandemi, semua orang di wilayah terdampak diimbau bukan sekadar menunda perjalanan, tapi bahkan dilarang keluar rumah. Akibatnya, industri pariwisata hancur lebur seketika.

Baca Juga: Canton Fair 2020 Digelar Secara Virtual, Ini Website-nya

Maskapai-maskapai, yang biasanya penuh sesak pelancong, tidak terbang karena orang-orang tidak diizinkan melakukan perjalanan. Imbasnya, hotel-hotel di berbagai negara yang terimbas ramai-ramai tutup.


Beberapa situs perjalanan online mengatakan bahwa bagi bisnis mereka, pandemi ini masih lebih buruk ketimbang tragedi 9/11 dan resesi 2008 jika digabungkan sekalipun.

 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TVJangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.

[nextpage]

Meski demikian, data pada Mei kinerja situs perjalanan online, termasuk situs maskapai dan hotel sewa, mulai menunjukkan tren ke arah yang lebih positif.

Baca Juga: Benang Kusut Pandemi COVID-19 di Industri Telekomunikasi

Indeks sewa hotel, yang didorong oleh orang-orang tertentu, mulai menggeliat. Buktinya, indeks anggaran persewaan hotel pada Mei menunjukkan peningkatan 40 poin dibanding Februari.

Tapi, jaringan hotel skala besar secara kolektif baru mengalami peningkatan tiga poin. Waktu yang dihabiskan pengunjung di situs maskapai juga sudah melampaui 13 menit, lebih dibanding pada awal Februari.

Baca Juga: Wow, Facebook dan PayPal Investasi di Gojek

Walau berbagai indikator menunjukkan tren positif, Comscore memperkirakan masih butuh jalan panjang untuk kembali menyamai volume pemesanan seperti masa pra-pandemi.●

Teks  : TechnoBusiness Insights

Data  : Comscore, Juni 2020

Foto  : Istimewa

 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TVJangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.


LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here