WeWork akan memangkas jumlah karyawan dalam dua tahap setelah gagal masuk bursa belum lama ini.

New York, TechnoBusiness ● Kabar demi kabar miring dari 115 W 18th Street, New York, Amerika Serikat, kantor pusat WeWork, tetap terus berlanjut meski sang pendiri dan CEO Adam Neumann telah mengundurkan diri dua minggu lalu.

Baca Juga: CEO WeWork Adam Neumann Mengundurkan Diri

Setelah sebelumnya gagal menawarkan saham perdana (initial public offering/IPO) di New York Stock Exchange (NYSE) karena rendahnya ekspektasi investor, kini perusahaan coworking space global itu berencana memangkas jumlah karyawannya.

Ke depan, WeWork akan pangkas 2.000 dari total 15.000 karyawan.

The Information dan Techcrunch melaporkan bahwa dalam waktu dekat WeWork akan memangkas 500 karyawannya dalam dua tahap.

Tahap pertama sebanyak 350 karyawan dari tim rekayasa perangkat lunak, manajemen produk, dan ilmu data.

Baca Juga: Diragukan Calon Investor, IPO WeWork Ditunda

Sisanya, 150 karyawan berasal dari unit bisnis lain, seperti Managed by Q, Teem, SpaceIQ, Conductor, dan Meetup, karena perusahaan akan menjualnya.

Ke depan, WeWork akan memangkas hingga 2.000 karyawan dari total 15.000 karyawan yang dimiliki. Langkah itu demi memotong biaya operasional dan menulis ulang narasi menjelang kembali mencoba masuk ke bursa saham.

—Philips C. Rubin, TechnoBusiness ● Foto: WeWork

 

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here