Industri penghantar nikotin elektronik di Indonesia tumbuh hampir tiga kali lipat hanya dalam satu tahun.

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Industri penghantar nikotin elektronik, yang merupakan bagian dari industri hasil pengolahan tembakau lainnya, di Indonesia tumbuh signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Perhatian, Produk Vape Rasa Buah dan Mint Dilarang Beredar

Berdasarkan data dari Aliansi Pengusaha Penghantar Nikotin Elektronik Indonesia (APPNINDO), industri penghantar nikotin elektronik di Indonesia mencatatkan kontribusi sebesar Rp154,1 miliar pada 2018.

Industri penghantar nikotin elektronik itu kemudian tumbuh hampir tiga kali lipat menjadi Rp426 miliar hanya dalam satu tahun. Padahal, industri penghantar nikotin elektronik masih dibayang-bayangi beragam isu.

Baca Juga: Robotic Research Pamerkan Drone Canggih Pegasus Mini

Sama seperti rokok konvensional, isu yang paling nyata adalah efek terhadap kesehatan. Buktinya, di Amerika Serikat, Food & Drug Administration (FDA), otoritas obat dan makanan setempat, awal Januari lalu mengeluarkan larangan terhadap dua varian rasa produk rokok elektronik (vape), yakni rasa buah dan mint, beredar di pasaran.


Seperti diberitakan TechnoBusiness Media, aturan itu dikeluarkan FDA sebagai tindak lanjut adanya kekhawatiran yang kian banyaknya produk vape digunakan oleh anak-anak di bawah umur.

Karena itu, untuk menjawab berbagai isu yang berkembang, para pelaku industri penghantar nikotin elektronik di Indonesia, seperti Foom Labs, Juul Labs, Jagad Utama Lestari, dan NCIG, membentuk APPNINDO.

 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TVJangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.


LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here