Foshan, TechnoBusiness ● Pada Kamis (19/7) malam, orang-orang di Foshan, kota di Provinsi Guangdong, China bagian tenggara, sudah mulai terlelap. Tapi, laksana mimpi, jauh dari belahan dunia lain, kabar melonjaknya peringkat Guangdong Midea Electronical Appliances Company Limited di Fortune Global 500 itu datang.

Baca Juga: Midea Masuk Daftar Fortune Global 500

Fortune, majalah bisnis global yang diterbitkan oleh Meredith Corporation dengan kantor pusat di New York City, Amerika Serikat, merilis Fortune Global 500. Banyak perusahaan yang melejit dan terjungkal dalam daftar berdasarkan pendapatan selama setahun terakhir. Guangdong Midea Electronical Appliances Company Limited, yang populer dengan nama Midea Group (SHE: 000333), salah satu yang patut dicermati.

Salah satu kantor divisi produk lemari es Midea.

Malam itu, mimpi pendiri Midea He Xiangjian untuk mengembangkan perusahaan peralatan rumah tangga (home appliances) terbesar di dunia semakin nyata. Betapa tidak, dari 500 perusahaan dengan pendapatan terbesar sejagat, Midea berada di urutan ke 323.

Ini bukan kali pertama Midea masuk dalam daftar Fortune Global 500, tapi tahun ketiga. Pada 2016, berdasarkan catatan TechnoBusiness, perusahaan yang semula didirikan untuk memproduksi tutup botol di Beijiao, Shunde, Foshan, itu sudah muncul ke urutan 481. Pendapatan (revenue)-nya selama 2015 sebesar US$22,17 miliar dengan laba sebesar US$2,02 miliar, naik 21% dibanding 2014, telah mengantarkannya ke daftar tersebut.

Tentu, masuknya Midea ke kelompok Fortune Global 500 saat itu amat menggembirakan, apalagi menjadi produsen peralatan rumah tangga asal China pertama yang tergolong dalam jajaran tersebut.

“Pada 2015, industri dunia peralatan rumah tangga menghadapi lebih banyak tantangan, tapi Midea bisa terbang melawan arah angin dengan menggunakan strategi pengembangan produk mutakhir, meningkatkan efisiensi, dan fokus pada operasional global,” ungkap Andy Gu, Vice President Midea Group, ketika itu.

ANDY GU
Vice President Midea Group

Midea berinvestasi sebesar US$3 miliar untuk penelitian dan pengembangan selama lima tahun sejak 2011. Pusat-pusat penelitiannya kini tersebar di China, Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Italia, dan Singapura. Sebelum itu, perusahaan telah mengucurkan US$1,04 miliar untuk meningkatkan otomatisasi yang menghasilkan 17% dari rasio rata-rata otomatisasi terkini.

Saat itu memasuki 2008, manufaktur tradisional tersebut menyadari bahwa bonus demografi yang mulai menurun di China akan membawa perubahan pada industri. Maka dari itu, dibutuhkan manufaktur pintar dan perluasan ke pasar internasional. Transformasi itu segera dilakukan dan terus berlangsung hingga saat ini. Tahun ini, Midea merilis strategi yang dinamakan “Era Baru Kolaborasi Manusia dan Mesin”.

Bersamaan dengan itu, Midea secara jelas mengumumkan telah masuk ke era Internet Industri yang diramaikan dengan mengintegrasikan penelitian dan pengembangan, peralatan produksi, rantai pasok, bisnis, logistik, dan terminal pengguna secara bersama-sama. Midea telah menetapkan tujuan untuk mewujudkan produksi “nol investaris”, 100% pengelolaan pelacakan logistik, dan penyesuaian concept to manufacture (C2M).

Manajemen Midea menjelaskan bahwa dengan keunggulan robot industri, Midea dapat fokus menjadi pabrik pintar. Pabrik pintar itu kemudian semakin canggih setelah dikombinasikan dengan aplikasi teknologi Artificial Intelligence (AI) dan big data.

Akuisisi Bisnis

Di samping memperkuat proses bisnis melalui otomasi manufaktur, Midea, yang mulai menawarkan saham perdananya ke Shenzhen Stock Exchange pada 1993, juga banyak melakukan akuisisi. Lini bisnis peralatan rumah tangga Toshiba asal Jepang yang terkenal tangguh pun diakuisisinya. Midea juga mengambil alih produsen pendingin udara (air conditioner) Clivet asal Italia.

Peringkat Midea Group dalam Fortune Global 500 (2018)

Untuk memperlancar proses produksi yang serba-otomatis, Midea bahkan mengambil alih Kuka AG, penyedia robotik dari Jerman. Saat ini, basis perusahaan secara global telah menyebar ke lebih dari 200 negara dengan basis produksi di enam negara, yaitu Vietnam, India, Belarus, Mesir, Brasil, dan Argentina, di luar China.

Hari ini, Midea telah menyediakan lebih dari 400 juta produk untuk pasar global setiap tahun. Penyediaan produk itu melibatkan 130.000-an karyawan. Dan, hari ini pula, setidaknya sejak Kamis malam itu, Midea bukan lagi perusahaan di urutan 481, tapi sudah melompat ke 323 dalam daftar Fortune Global 500.

Pendapatan selama 2016 sebesar US$35,79 miliar (profit US$2,55 miliar), naik signifikan dari US$22,17 miliar pada 2015, mengantarkan Midea semakin kokoh berada di antara perusahaan-perusahaan terbaik dunia. Untuk diketahui, jika ditotal, ke-500 perusahaan dalam daftar Fortune Global 500 itu mencatatkan pendapatan US$30 triliun dengan profit US$1,9 triliun. Perusahaan-perusahaan itu tersebar di 33 negara dan melibatkan 67,7 juta karyawan.

Langkah Tepat

Langkah Midea memang tepat. Buktinya, kata Jeffrey Bahar, Group Deputy CEO Spire Research and Consulting, perusahaan riset bisnis global yang berkantor pusat di Jepang, kinerja keuangannya naik berlipat hingga mengantarkannya ke posisi yang semakin atas dalam Fortune Global 500.

“Strategi yang dilakukan Midea cukup bagus. Selain memperluas pasar, baik dengan cara menambah jaringan internasional maupun mengakuisisi kompetitor, perusahaan tersebut juga memperkuat basis produksinya,” ungkap Jeffrey kepada TechnoBusiness. “Agar semakin kompetitif, membangun manufaktur yang sarat teknologi otomasi memang dibutuhkan.”

Jeffrey menilai jika strategi Midea itu konsisten dilakukan, maka tidak menutup kemungkinan posisinya di Fortune Global 500 akan terus naik. “Tapi, harus diingat bahwa perusahaan lain juga terus berinovasi, bahkan melakukan strategi serupa, untuk memenangkan persaingan. Untuk itu, pintar mengusung strategi terkini amat menentukan kesuksesan Midea ke depan,” tambahnya.

Manajemen Midea tak menampik pandangan banyak analis, termasuk analisis Jeffrey. Meski posisi perusahaan semakin baik, mereka menyatakan tetap ambisius dan angka 323 hanyalah titik awal untuk menjadi yang terbesar.

Semangat itu sudah tergambar sejak pertama kali masuk daftar Fortune Global 500 pada 2016. “Pada masa mendatang, Midea akan menjadi kelompok bisnis yang fokus pada peralatan rumah tangga yang pintar dan manufaktur yang cerdas,” ungkap Brando Brandstaeter, Head of Brand and Communication Midea International Business.

—Andrew J. Choump, TechnoBusiness ● Foto-Foto: Midea Group

 

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here