China kemungkinan akan semakin mengintensifkan perdagangannya ke Asia Selatan dan Tenggara.  

Los Angeles, TechnoBusiness ● “Hari besar negosiasi dengan China. Mereka ingin membuat kesepakatan, tapi saya? Saya bertemu dengan Wakil Perdana Menteri besok di Gedung Putih,” demikian tweet Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Kamis (10/10) pagi.

Membaca pernyataan (yang diikuti dengan tanda tanya) Trump itu banyak pihak meyakini negosiasi tidak akan mulus. Bahkan, dua hari sebelumnya, Cathay Bank/UCLA Anderson Forecast pun telah memprediksi bahwa negosiasi dagang dua raksasa kemungkinan kembali gagal.

Baca Juga: Economic Downturn

Dalam laporan The Cathay Bank/UCLA Anderson Forecast US-China Economic Report triwulan ketiga 2019 yang ditulis ekonom William Yu dan Direktur UCLA Anderson Forecast Jerry Nickelsburg disebutkan bahwa perbedaan yang signifikan memotivasi posisi negosiasi kedua negara.

Semakin lama perang dagang berlangsung, semakin mahal untuk memulihkan pola perdagangan sebelumnya yang lebih efisien.

Washington menolak kompromi 50:50 dengan alasan Beijing telah diuntungkan secara tidak adil dalam kerja sama perdagangan selama ini.

Sedangkan Beijing pun telah berulang kali mengindikasikan bahwa mereka tidak akan menerima “perjanjian yang tidak setara”.

Baca Juga: Terimbas Perang Dagang, Apple Digugat

Jika negosiasi gagal, barang-barang impor dari Tirai Bambu ke Paman Sam akan terbebani kenaikan tarif antara 15-30%—yang sebagian sudah berlaku sejak 1 September lalu. Dampaknya, ekonomi global berpotensi kurang cerah.

Mitra Dagang Utama Amerika Serikat Berdasarkan Nilai Impor 

Data: US Census

“Amerika Serikat akan membeli banyak barang dari negara lain dengan harga lebih tinggi … dan China akan terus, bahkan mengintensifkan, mengarahkan porosnya ke Asia Selatan dan Tenggara,” tulis laporan tersebut.

Semakin lama perang dagang berlangsung, semakin mahal untuk memulihkan pola perdagangan sebelumnya yang lebih efisien. Yu dan Nickelsburg menegaskan bahwa tidak ada jalan yang jelas untuk mencapai solusinya.●

—Philips C. Rubin, TechnoBusiness ID ● Foto: Cathay Bank/UCLA Anderson Forecast

 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TVJangan lupa berikan atensi Anda berupa “like, comment, share, dan subscribe“.

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here