Connect with us

TechnoBusiness News

Pendapatan Merck Sepanjang 2021 Melonjak 62% Jadi Rp1 Triliun

Pendapatan Merck sepanjang 2021 melonjak 62% sehingga perusahaan membagikan dividen sebesar Rp107,5 miliar.

Published

on

Jakarta, TechnoBusiness ID PT Merck Tbk. (IDX: MERK), perusahaan sains dan teknologi terkemuka di bidang healthcare, life science, dan electronics yang berbasis di Indonesia, mengumumkan bahwa sepanjang 2021 kinerja keuangannya tumbuh cukup kuat.

Dalam pengumuman secara virtual kepada media usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta hari ini, dewan direksi mengungkapkan bahwa pendapatan Merck melonjak 62% dari Rp656 miliar pada 2020 menjadi Rp1 triliun pada tahun lalu.

Baca Juga: Kisah Fullerton Health Tangani Pandemi Diangkat Jadi E-Book

Kenaikan pendapatan Merck itu diiringi dengan efisiensi operasional sehingga laba bersih perusahaan naik 83% menjadi Rp132 miliar. Karena itu, RUPST menyetujui pembagian dividen tahun buku 2021 sejumlah Rp107,5 miliar atau senilai Rp240 per lembar saham.

“Perusahaan menjalankan banyak inisiatif strategis yang terbukti berhasil mempertahankan pangsa pasar, khususnya selama masa pandemi yang memaksa dunia melakukan transformasi digital lebih cepat,” ungkap Evie Yulin, Presiden Direktur Merck.

Advertisement

Kinerja Merck

Evie Yulin, Presiden Direktur PT Merck Tbk.

Pendapatan Merck pada 2021 yang melonjak ditopang oleh kinerja positif beberapa lini bisnis, antara lain healthcare, operasional pabrik, dan bisnis lainnya. Divisi healthcare perusahaaan tumbuh 23,3% yang berarti 18% di atas target.

Pendapatan Merck naik dari Rp656 miliar pada 2020 menjadi Rp1 triliun pada 2021.

Divisi Obat-Obatan Resep merealisasikan pendapatan sebesar Rp594 miliar sehingga berkontribusi sebanyak 56% terhadap total pendapatan Merck. Divisi Plant tetap mampu menggunakan 90% kapasitasnya selama pandemi dan berhasil memproduksi 892 juta dari 840 juta tablet yang ditargetkan.

Pendapatan lini usaha Bahan Baku Obat yang merupakan residual dari bisnis chemical milik Merck KGaA sebagai principal dan dijalankan oleh PT Merck Chemicals and Life Sciences juga tumbuh 21% dari Rp78 miliar pada 2020 menjadi Rp94 miliar pada 2021.

Baca Juga: Pengumuman! Right Issue BNC Diundur ke Triwulan Empat

Meski demikian, kontribusi lini usaha Bahan Baku Obat terhadap total pendapatan Merck menurun dari 12% pada 2020 menjadi 9% pada 2021. Menurut Evie, penurunan itu karena Merck lebih fokus meningkatkan bisnis healthcare dan kegiatan ekspornya.

PT Merck Tbk. didirikan pada 14 Oktober 1970 dengan kantor pusat di Jakarta. Merck menjadi perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada 1981. Mayoritas saham Merck dimiliki oleh Grup Merck (Merck Holding Gmbh) yang dirintis oleh Friedrich Jacob Merck di Darmstadt, Jerman, pada 1668.

Advertisement

—Purjono Agus Suhendro, TechnoBusiness ID Foto: Merck

TechnoBusiness, Menara Astra Lt. 25 Unit 25D, Jalan Jend. Sudirman Kav. 5-6, Jakarta 10220, E-mail: editorial@technobusiness.id Copyright © 2017-2025 - TechnoBusiness: Published by PT Pasx Strato International, A Member of Pasxmedia Holding. All Rights Reserved.