Vensia Tjhin, Chief of Commercial and Omni Channel Bhinneka.com

Bhinneka.com telah mengubah strategi bisnisnya dalam menghadapi pandemi COVID-19. Seperti apa perubahannya?

TechnoBusiness Talks • Bhinneka.com, marketplace B2B yang mengkhususkan pada penjualan perangkat komputer dan aksesorinya, menyatakan telah mengubah strategi dalam menghadapi pandemi COVID-19.

TechnoBusiness Talks: AWS Indonesia: “Indonesia Pasar yang Penting bagi AWS” (2)

Menurut Vensia Tjhin, Chief of Commercial and Omni Channel Bhinneka.com, strategi yang semula bertumpu pada omni-channel, kini difokuskan ke arah online. “Kami fokuskan semuanya secara online,” katanya.

Nah, untuk mengetahui seperti apa kinerja bisnis Bhinneka.com sebelum dan setelah pandemi COVID-19, M. Yunus dari TechnoBusiness Indonesia mewawancarai Vensia dalam program “TechnoBusiness Talks” pada Rabu (23/9) pekan lalu.

TechnoBusiness Talks: Tokopedia: “Hadapi Pandemi, Kami Ubah Strategi Kampanye”

Berikut petikannya: 


Seperti apa strategi Bhinneka.com sebelum dan sesudah pandemi COVID-19?

Bhinneka.com

Sejak pertengahan 2019, Bhinneka.com yang fokus pada segmen Business to Business (B2B) telah bertransformasi menjadi super-ekosistem untuk bisnis (business super ecosystem).

Lebih dari sekadar toko online, Bhinneka.com menjadi platform yang mempertemukan kebutuhan bisnis dari hulu ke hilir para pelanggan kami, baik itu UMKM, korporasi, maupun institusi pemerintah.

Sebelum pandemi, strategi ini kami jalankan secara omni channel, baik melalui kanal online (website, media sosial, chat, email, telepon), dan offline (toko fisik, acara komunitas, dll).

Dengan adanya pandemi, pendekatan perusahaan mengalami penyesuaian. Kami fokuskan semuanya secara online. Bahkan, hubungan antara account manager kita dengan para klien korporasi juga dilakukan secara online. Semua aktivitas bisnis pun terjadi dalam platform.

Selama pandemi, jumlah pelanggan Bhinneka.com naik atau turun?

Kenaikan pelanggan terjadi. Tetapi, berbeda dengan marketplace pada umumnya, pelanggan yang bertambah didominasi dari segmen UMKM dan korporasi.

Sedangkan untuk penjualan, terjadi peningkatan permintaan, tetapi lebih lamban jika dibandingkan secara year on year. Tidak hanya karena work from home, tetapi juga karena banyaknya UMKM yang harus pivot bisnisnya, serta aktivitas Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Lalu, apakah kenaikan jumlah pelanggan itu berimbas pada belanja infrastruktur teknologi informasi?

Dengan adanya pandemi, pendekatan perusahaan mengalami penyesuaian.

Sebelum pandemi, Bhinneka.com telah mengalokasikan belanja infrastruktur di akhir 2019.

Proyeksi ini dijaga demi menjaga operasional business as usual (BAU) yang baik. Sejauh ini, tidak ada perubahan dari persentase belanja infrastruktur tersebut.

Untuk data center, Bhinneka.com menggunakan gabungan layanan mandiri yang dikelola oleh internal dan cloud service pihak ketiga. 

Untuk pihak ketiga, pakai layanan cloud dari mana?

AWS

Kondisi perekonomian kurang baik tahun ini. Bhinneka.com menurunkan target penjualannya atau tetap optimistis bisa meraihnya?

Bhinneka.com tetap optimistis bisa mencapai proyeksi bisnis yang telah disesuaikan di tengah tahun ini.

Kami terus berupaya menghadirkan inovasi produk, layanan, dan penyediaan kelengkapan produk untuk kenormalan baru lingkungan kerja, rumah, dan sekolah.

Juga, terutama semangat dan ketangguhan seluruh jajaran tim Bhinneka.com sangat mendukung, semoga target tetap tercapai.•

 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TVJangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.


LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here