Jatmiko Kresnatama, co-founder Inavoice

Inavoice sebagai platform digital voice over agency mampu tumbuh cepat meski baru didirikan beberapa bulan lalu.

TechnoBusiness Talks • Inavoice, platform digital voice over agency yang berbasis di Yogyakarta, dihadirkan oleh para pendirinya pada September 2020 untuk menangkap peluang bisnis yang menggiurkan dalam dunia voice over.

Baca Juga: Madeinindonesia.com: “Kami Pionir Perdagangan B2B Lintas Batas”

Sepertinya prediksi mereka benar sehingga Inavoice langsung mendapatkan klien perusahaan-perusahaan besar seperti Shopee, Penerbit Erlangga, Biotika, Unicef, WHO, dan Bank Indonesia.

Bahkan, Inavoice juga telah memiliki 200 voice over talent dari 30 negara dan 6 music contributor yang tersebar di 4 negara. Wah, cepat sekali ya… Seperti apa strateginya?

Baca Juga: TokoTalk: “Kami Berangkat dari Layanan Berbasis Chatbot”

Berikut penjelasan Jatmiko Kresnatama, co-founder Inavoice, terkait Inavoice, strategi bisnis, dan potensi pasarnya kepada Purjono Agus Suhendro dalam TechnoBusiness Taks pada Senin (19/4).




Tampilan web Inavoice

Bisa dijelaskan, apa itu Inavoice?

Inavoice merupakan B2B digital voice over agency, yaitu sebuah platform digital yang menjembatani bertemunya antara klien dengan voice over talent.

Inavoice didirikan pada 1 September 2020. Apa yang melatarbelakangi pendiriannya?

Pendirian Inavoice dilakukan setelah kami melihat mulai masifnya pertumbuhan industri voice over di Tanah Air tapi belum adanya standardisasi di industri tersebut.

Luasnya definisi kualitas hasil voice over yang diproduksi menjadi celah bagi calon pengguna untuk bernegosiasi. Untuk itu, kami hadir untuk menawarkan pengalaman kami dalam industri produksi audio dengan jaminan hasil kualitas terbaik dan konsistensi yang tetap terjaga.


Siapa saja yang mendirikan Inavoice?

Inavoice didirikan oleh Fajar Risna Rosedra, Indar Adhi Kusuma, saya sendiri Jatmiko Kresnatama, dan Henry Yunan Lennon yang berbagai peran sebagai co-founder.

Kami memiliki kapabilitas diri masing-masing. Fajar mengembangkan keahliannya dengan mengenyam pendidikan di Universitas Gadjah Mada dan berperan sebagai chief of administration di Inavoice.

Indar merupakan lulusan teknologi informasi Amikom Yogyakarta pada 2009 yang saat ini berperan sebagai chief technology officer.

Saya, Jatmiko, mengembangkan keahlian terkait sound engineering dan voice directing sebagai keahlian utama saya dan telah menyelesaikan pendidikan di jurusan Kajian Media Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Lalu, Henry Yunan Lennon yang reputasinya di bidang seni telah diakui setelah berperan di beberapa proyek kesenian di Yogyakarta menjadi Chief Creative Officer Inavoice.


Inavoice hanya memproduksi voice over?  

Selain mengembangkan jasa produksi voice over melalui digital voice over agency, Inavoice juga menawarkan Inavoice Audio Marketplace. Inavoice Audio Marketplace adalah pasar background musik yang memungkinkan setiap kontributor terpilih dapat menjual musiknya melalui platform tersebut.

Inavoice Audio Marketplace kami hadirkan atas dasar rasa prihatin kami terhadap sulitnya kreator konten audio visual ketika mencari atau membeli background musik berlisensi khusus.

Karena tingkat kesulitan yang cukup tinggi itulah banyak kreator konten yang memilih mencari free copyright music meski tidak sesuai dengan yang diinginkan.


Siapa target pasar dari Inavoice itu?  

Target pasar kami adalah orang yang bekerja di industri kreatif yang memiliki kesadaran penuh akan pentingnya kualitas audio pada produk audio maupun audio visual yang mereka kerjakan.

Lantas, cara memonetisasinya bagaimana?

Seperti saya sampaikan tadi, Inavoice memiliki dua lini bisnis, yaitu digital voice over agency dan audio marketplace. Dua lini bisnis itu kami kembangkan dengan model bisnis yang berbeda. Digital voice over agency untuk pasar B2B, sedangkan audio marketplace untuk pasar B2C.

Dengan demikian, klien kami akan menggunakan jasa kami secara B2B dan pelanggan perorangan dapat memiliki akses dengan mudah untuk membeli lagu berlisensi dari konten digital yang mereka produksi.


Saat ini sudah menghasilkan?

Sejak didirikan Inavoice telah memperoleh sejumlah besar pembeli musik melalui audio marketplace serta beberapa pengguna jasa voice over dan music production. 


Sekarang sudah mendapatkan pendanaan dari pemodal ventura atau masih didanai oleh para pendirinya?

Sampai saat ini kami sama sekali tidak berupaya untuk mencari funding, penggalangan dana, atau apa pun. Kami masih berupaya untuk mengembangkan perusahaan ini dengan cara self-funding.

Sudah berapa banyak pengguna Inavoice saat ini?

Inavoice telah digunakan oleh beberapa perusahaan dan production house seperti Shopee, Penerbit Erlangga, Biotika, SABm Specs, Unicef, WHO, Bank Indonesia, dan lain sebagainya. Selain pengguna, kami juga memiliki 200 voice over talent dari 30 negara dan 6 music contributor yang tersebar di 4 negara.

Bagaimana strategi Inavoice dalam mendongkrak jumlah pengguna dan pendapatannya?

Kami menggunakan strategi untuk memaksimalkan SEO dan menjalankan kampanye dengan tema “You Deserve Better”. Sekadar informasi, selain pandemi, perubahan core algoritma google sangat mempengaruhi dan berdampak pada website kami beberapa waktu yang lalu.

Tentunya kita juga harus beradaptasi dengan hal-hal baru seperti itu. Kami memaksimalkan SEO dengan kata kunci target tertentu untuk mendapatkan lebih banyak pengguna. Hasilnya, kami menjadi lebih baik sekarang.


Kami sangat sadar bahwa membangun perusahaan itu seperti infinite game sebagaimana dikatakan oleh mentor kami Simon Sinek.


Inavoice memiliki dua lini bisnis, yaitu digital voice over agency dan audio marketplace.

Kami berusaha meningkatkan kualitas dan bertanggung jawab terhadap orang-orang yang bekerja di perusahaan kami terlebih dahulu agar mampu bekerja sesuai dengan kemampuannya dan menjadi orang yang lebih baik.

Setelah itu, kami mencoba membidik klien dan voice over talent melalui kampanye “You Deserve Better”. Dengan memberikan nilai tambah ini, kami berharap setiap orang yang terhubung dengan Inavoice, baik secara internal maupun eksternal, akan merasakan hal yang sama, yaitu menjadi lebih baik.


Apa target Inavoice dalam waktu dekat?

Yang sedang kami upayakan adalah memaksimalkan distribution channel kami agar bisa menambah jumlah trafik dan memaksimalkan kemungkinan konversi melalui hal itu.

Itu penting mengingat kami merupakan start-up digital voice over agency dan audio marketplace pertama di Indonesia berbasis self funding. Dengan kondisi pasar yang kurang baik dikarenakan pandemi, proses bootstraping menjadi berjalan sedikit lebih lambat.

Adapun target kami adalah memaksimalkan kemampuan dan pengalaman yang kami miliki di bidang audio untuk menjadi win-win solution, baik bagi talenta dan music contributor maupun klien yang nantinya akan menggunakan jasa kami.


Tekan “tombol lonceng” di sisi kiri layar Anda untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru dari TechnoBusiness lebih cepat. 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TV. Jangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here