Empat pelajar British School Jakarta pencipta kendaraan pembersih sampah plastik inovatif, peraih Rising Stars Award dari BIEA, London, Inggris.

Kendaraan pembersih sampah plastik nirawak inovatif karya empat pelajar British School Jakarta ini berhasil memenangkan penghargaan internasional “Rising Stars Award” dari British International Education Association (BIEA), London, Inggris.

TechnoBusiness Talks • Walau harus belajar di rumah akibat pandemi COVID-19, namun tidak menyurutkan langkah bagi empat pelajar British School Jakarta, antara lain Aliyah Azlan, Caitlyn A. Limbert, Chiara R. Hutapea Zhang, dan Ines Indira, untuk berprestasi.

Belum lama ini, mereka berhasil meraih penghargaan “Rising Stars Award” dalam ajang kompetisi BIEA International STEM Youth Innovation Competition 2020 yang diselenggarakan oleh British International Education Association (BIEA), London, Inggris.

Baca Juga: Karyanto: “Saya Ingin Mendigitalkan Jamu Lewat JamuDigital”

Dalam kompetisi internasional bertema “Save Our Shores—STEAM (Stop) the Tide of Plastic Pollution” itu, sistem multi-kendaraan amfibi nirawak pembersih sampah segala medan, baik di darat, lumpur, maupun sungai, yang mereka beri nama Mothership dan Minion dinilai oleh dewan juri cukup inovatif.

“Kami memilih untuk mendasarkan desain kami dengan permasalahan yang dekat dengan kami, yaitu Sungai Citarum. Para juri tertarik karena kami membawa elemen dari negara sendiri saat berkompetisi dan berinovasi. Dari sanalah mereka melihat potensi kami,” kata Chiara.

Baca Juga: Hadi Kuncoro: E-commerce Perbanyak Barang Impor Itu Begini Hitung-Hitungannya…


Atas prestasi itu, British School Jakarta pun bangga. David Butcher, Kepala Sekolah British School Jakarta, menyatakan mereka telah membuktikan bahwa kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan dan orang lain, ketika digabungkan dengan ketekunan dapat menghasilkan solusi yang nyata bagi permasalahan dunia.

Sebenarnya seperti apa inovasi kendaraan pembersih sampah plastik nirawak hasil desain mereka? Mengapa dinamakan Mothership dan Minion? Bagaimana cara kerjanya? Lalu, apa keunikannya sehingga berhasil meraih penghargaan “Rising Stars Award” dari BIEA?

Simak hasil wawancara eksklusif Purjono Agus Suhendro dalam program TechnoBusiness Talks bersama keempat pelajar British School Jakarta peraih penghargaan tersebut, yaitu Aliyah, Caitlyn, Chiara, dan Indira, pada Rabu (16/9).

Apa yang mendorong kalian untuk mengikuti kompetisi yang diselenggarakan oleh BIEA?

Mothership; berperan sebagai pusat navigasi bagi kendaraan pembersih sampah plastik Minion.

Indira: Saya pertama kali mengetahui tentang kompetisi BIEA International STEM Youth tahun lalu (2019). Saat itu, saya baru saja mendapatkan beasiswa untuk program Sains musim panas di Inggris, dan mengetahui tentang kompetisi ini ketika sedang melakukan penelitian.

Saat mengetahuinya, saya langsung tertarik untuk mengikuti kompetisi tersebut dan berpikir akan memberi tahu teman-teman saat sudah kembali ke sekolah.

Chiara: Saya tertarik dengan ide untuk melakukan proyek sains berskala internasional. Itu merupakan hal yang baru bagi saya, karena sebelumnya saya hanya pernah mengikuti kompetisi matematika, sejarah, serta berpartisipasi dalam Konferensi Model United Nations. Namun, saya selalu menyukai tantangan, karena itu saya memutuskan untuk bergabung dalam kompetisi BIEA.

Bisa diceritakan bagaimana kemudian bisa memunculkan ide membuat inovasi desain kendaraan amfibi untuk mengumpulkan sampah plastik?

Indira: Tema tahun ini adalah “Save Our Shores–STEM (Stop) the Tide of Plastic Pollution”. Tugas kami adalah menghasilkan desain kendaraan amfibi. Fungsi utamanya adalah untuk mengambil sampah plastik dari daerah terpencil. Kendaraan kami harus dapat beroperasi di banyak lingkungan, mulai dari tepi sungai berlumpur hingga saluran air.

Caitlyn: Kami memulai dengan sejumlah ide mentah untuk sistem satu kendaraan konvensional. Tetapi sistem itu memiliki kekurangan dalam menjalankan fungsinya, sehingga kami mendesain konsep multi-kendaraan yang lebih baik.

Kami mendapatkan banyak inspirasi dari beberapa peralatan luar biasa, seperti robot penyerap debu, ekskavator, dan bahkan kendaraan Mars Rovers, sebuah kendaraan yang menjelajahi permukaan planet Mars untuk mempelajari lingkungan di sana.

Bagaimana sistem kerja dari inovasi kalian tersebut?

Caitlyn: Sistem multi-kendaraan kami terdiri dari dua jenis: Mothership dan Minion. Kendaraan ini ditenagai oleh energi surya yang dapat diperbarui, dan bekerja bahu-membahu untuk mengumpulkan sampah plastik di tanah, lumpur, dan air.

Bagaimana cara kerjanya? Kedua kendaraan ini memiliki fitur khusus untuk menjalankan fungsinya. Misalnya, mereka masing-masing memiliki roda yang dirancang unik untuk beradaptasi dengan medan yang berbeda sehingga tidak akan tenggelam dalam lumpur.

Selain itu, Minion juga dilengkapi dengan kantong udara di antara roda sehingga bisa terapung ketika beroperasi di air. Mereka juga memiliki dua lengan robotik dan tempat sampah yang dapat dilepas untuk menampung limbah plastik yang dikumpulkan.

Kedua kendaraan ini memiliki fitur khusus untuk menjalankan fungsinya.

Meskipun kelihatannya Minion dapat bekerja sendiri-sendiri, sebenarnya Mothership memiliki peran yang sangat penting.

Sebagai pusat navigasi dan komunikasi, Mothership menggunakan sistem GPS dan pemancar sinar inframerah untuk mengoordinasikan kerja beberapa Minion dan memandu mereka ke berbagai lokasi limbah plastik.

Selain itu, ketika tempat sampah Minion sudah penuh dan tidak bisa menampung lagi, mereka akan kembali ke Mothership untuk memindahkan limbah yang sudah terkumpul. Setelah itu, mereka dapat kembali dan melanjutkan pekerjaan bersih-bersih mereka.

Pada dasarnya, proyek kami adalah sistem multi-kendaraan yang berfungsi untuk membersihkan limbah plastik di lingkungan-lingkungan yang berbeda, terutama yang sulit dijangkau manusia.

Apa keunikan dari alat yang kalian desain?

Caitlyn: Desain kendaraan kami menggabungkan berbagai elemen teknologi seperti Global Positioning System (GPS), pemancar dan sensor inframerah, optical image recognition, dan algoritma kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang mampu mempelajari penemuan dan pengalaman fisik (physical experiences and encounters).

Semua fitur ini bekerja sama dalam sebuah peralatan multi-kendaraan pintar, yang berbeda dengan desain kendaraan tunggal lainnya karena mampu mengambil lebih banyak limbah dan bekerja dengan lebih efisien. Sebab, beberapa kendaraan dapat bekerja bersamaan di area yang luas dengan kontur permukaan yang berbeda-beda, misalnya tanah, lumpur, dan saluran air.

Apakah alat yang kalian desain itu belum pernah ada di dunia?

Desain Minion; bertugas sebagai pengumpul sampah plastik di bawah kendali navigasi Mothership.

Caitlyn: Desain kami merupakan hasil eksplorasi, eksperimen, dan penggunaan elemen-elemen teknologi yang berbeda. Secara konsep menyeluruh, kami percaya bahwa desain kami belum pernah dibuat untuk tujuan mengelola limbah plastik.

Desain ini mengintegrasikan berbagai area ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah digunakan dengan cara-cara yang berbeda, misalnya perangkat rumah tangga, otomotif, militer, dan bahkan eksplorasi luar angkasa.

Berapa lama kalian memikirkan ide hingga ide inovasi itu diajukan ke BIEA?

Caitlyn: Proses penelitian dan desain membutuhkan waktu sekitar tiga bulan, mulai dari menyusun ide sampai dengan menyelesaikan proyek.

Indira: Kami juga membutuhkan waktu untuk menulis laporan dan menyusun presentasi.

Selama kalian menciptakan inovasi tersebut masih dalam masa pandemi COVID- 19. Bagaimana cara kalian berkoordinasi satu sama lain?

Indira: Salah satu tantangan utama yang kami hadapi adalah pandemi COVID-19. Tidak lama setelah kami membentuk kelompok ini, kami diberitahu bahwa sekolah akan ditutup dan semua orang harus tinggal di rumah.

Selama waktu ini, kami tidak dapat bertemu secara langsung, sehingga kami harus mengatur pertemuan daring melalui Zoom dan Google Meet. Kami juga membuat group chat dan tetap terhubung melalui media sosial untuk saling memberitahu kemajuan pekerjaan kami.

Bagaimana Anda meyakinkan kepada dewan juri bahwa ide inovasi kalian memang dibutuhkan dunia dan layak menjadi pemenang?

Secara konsep menyeluruh, kami percaya bahwa desain kami belum pernah dibuat untuk tujuan mengelola limbah plastik.

Caitlyn: Kami fokus untuk menciptakan sebuah desain kendaraan amfibi Mothership-Minion inovatif yang mampu bekerja dengan efektif dan menunjukkan fitur-fitur tersebut kepada dewan juri.

Dewan juri kemudian melihat potensi desain yang kami kembangkan, yang sanggup menghemat waktu sekaligus memungkinkan pengelolaan limbah di lingkungan yang tidak memungkinkan bagi manusia. Mereka percaya bahwa desain tersebut dapat membawa manfaat bagi permasalahan limbah plastik yang menggunung saat ini.

Chiara: Selain itu, pada pertemuan kami dengan dewan juri dan melalui video presentasi, kami menekankan pentingnya memulai dari hal yang kecil bahwa inovasi akan menjadi efektif apabila kita fokus pada area-area kecil yang perlu diperbaiki.

Oleh sebab itu, kami memilih untuk mendasarkan desain kami dengan permasalahan yang dekat dengan kami: Sungai Citarum. Para juri tertarik karena kami membawa elemen dari negara kami sendiri di dalam kompetisi dan proses inovasi. Dari sanalah mereka melihat potensi kami.

Setelah meraih Rising Star Awards dari BIEA, apakah kalian benar-benar akan mewujudkan ide inovasi tersebut menjadi nyata? Kalau ya, bagaimana caranya?

Caitlyn: Keadaan pandemi saat ini membatasi kami untuk melakukan hal tersebut, tapi kami terbuka untuk hal itu.

Chiara: Untuk menambahkan jawaban Caitlyn, kami, sebagai sebuah tim, akan sangat senang apabila desain inovasi kami dapat diwujudkan menjadi kendaraan yang nyata. Apabila kami diberi kesempatan, dengan senang hati kami akan meluangkan waktu.

Namun, sebagaimana yang dikatakan Caitlyn, karena kondisi pandemi saat ini (yang tengah memburuk di Indonesia), tentu akan menghalangi niat kami untuk mewujudkan desain kami menjadi nyata untuk saat ini.

Apakah kalian akan mengikuti kompetisi-kompetisi lain setelah ini?

Indira: Saya mempunyai beberapa pengalaman, seperti mengikuti kompetisi matematika, menulis, dan kompetisi beasiswa. Namun, pengalaman kompetisi ini sangat berkesan. Ini pertama kalinya saya mengikuti sebuah kompetisi sains, secara kelompok, di tengah-tengah kondisi lockdown. Saya berharap dapat mengikuti kompetisi-kompetisi lain di masa depan.

Caitlyn: Saya mempunyai pengalaman mengikuti kompetisi-kompetisi matematika internasional, mewakili sekolah untuk kompetisi sejarah yang baru-baru ini memenangkan penghargaan, dan berpartisipasi dalam Konferensi Model PBB.

Namun, mengikuti kompetisi STEM (Science, Technology, Engineering, Math) sangat menyenangkan dan menantang karena kami harus menemukan sebuah solusi dari suatu permasalahan dan menciptakan hal yang baru. Kami berharap dapat berpartisipasi lagi kelak!

Aliyah: Sejujurnya ini adalah pertama kalinya saya mengikuti kompetisi sains, dan menjelajahi area baru yang biasanya tidak saya pelajari. Bekerja sama dalam sebuah grup juga merupakan sebuah pengalaman yang menyenangkan dan saya sangat senang dapat bersama-sama dengan kelompok ini. Apabila ada kompetisi serupa kelak, saya sangat tertarik untuk berpartisipasi.

Chiara: Saya mempunyai beberapa pengalaman mengikuti kompetisi matematika, sejarah, dan Model PBB. Ini pertama kalinya saya mengikuti kompetisi sains semacam ini. Kompetisi ini menjadi salah satu pengalaman berkompetisi saya yang paling menyenangkan, dan saya akan mengenang ini selamanya.•

 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TVJangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.


 

LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here