Ekhel Chandra Wijaya, External Communications Senior Lead Tokopedia (Foto: Dok. Pribadi)

Tokopedia memilih mengubah strategi kampanye pemasarannya dalam menghadapi pandemi COVID-19. Berhasilkah strategi tersebut?

TechnoBusiness Taks • Tokopedia, e-commerce terbesar asli Indonesia, memutuskan untuk meniadakan selebrasi dan memilih mengubah strategi kampanye pemasarannya dalam menghadapi pandemi COVID-19.

TechnoBusiness Talks: TikTok Indonesia: “3 Tahun, 30 Miliar Views per Bulan”

Selebrasi itu diganti dengan sejumlah kampanye yang dianggap lebih sesuai dengan situasi saat ini melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, seperti pemerintah, pegiat usaha lokal, dan lintas sektor.

Apa saja kampanye yang dilakukan Tokopedia selama pandemi ini? Berikut penjelasan Ekhel Chandra Wijaya, External Communications Senior Lead Tokopedia, kepada M. Yunus dari TechnoBusiness Indonesia dalam program TechnoBusiness Talks pada Kamis (24/9).

TechnoBusiness Talks: “Pembersih Sampah Plastik Nirawak Inovasi Kami Meraih Penghargaan Internasional”

Pandemi COVID-19 dipandang sebagai “pembunuh” atau justru pendorong pertumbuhan bisnis. Bagaimana dengan Tokopedia dan strategi apa untuk menghadapinya?


Sebagai perusahaan teknologi Indonesia yang terus bertransformasi menjadi super ecosystem, Tokopedia selalu beradaptasi dalam berbisnis, tidak terkecuali ketika menghadapi pandemi COVID-19 seperti ini.

Hal ini dilatarbelakangi industri teknologi yang secara umum bergerak sangat cepat, terlebih ketika menghadapi “the unknown”.

Praktiknya, misalnya, selama pandemi kami memutuskan untuk meniadakan selebrasi di Ramadan Ekstra, yang biasanya diadakan selama bulan Ramadan.

Dalam menjawab tantangan pandemi, kami memilih untuk terus fokus membangun bisnis yang konsisten dan berkelanjutan.

Selebrasi tersebut diganti dengan sejumlah kampanye yang lebih sesuai dengan situasi saat ini, melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, seperti pemerintah, pegiat usaha lokal dan lintas sektor.

Bisa disebutkan sejumlah kampanye yang baru selama pandemi?

Sejumlah kampanye itu, di antaranya #SatuDalamKopi hasil kerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Perindustrian, dan lebih dari seribu pegiat usaha kopi yang mengusung industri kopi Nusantara.

Jumlah penjual makanan siap masak di Tokopedia meningkat hampir tiga kali lipat selama pandemi.

#BanggaBuatanIndonesia hasil kerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, mengakselerasi adopsi platform digital bagi para pegiat usaha, khususnya UMKM, agar bisnis yang masih sepenuhnya dikelola secara offline dapat segera beroperasi kembali lewat kanal online.

Lalu, program Tokopedia Nyam! hasil kerja sama dengan pegiat usaha makanan dan minuman, juga Nusantara Fashion Festival hasil kolaborasi engan pegiat usaha lokal dari industri fashion, dan masih banyak program kampanye lainnya.

Melalui berbagai kampanye dan sejumlah inisiatif lainnya yang konsisten kami hadirkan, kami melihat tingginya antusiasme masyarakat, baik dari sisi penjual maupun pembeli, dalam menciptakan peluang online dan memenuhi kebutuhan tanpa harus keluar rumah sekaligus mendorong pemulihan ekonomi Indonesia yang terdampak pandemi.

TechnoBusiness Talks: Hadi Kuncoro: E-commerce Perbanyak Barang Impor Itu Begini Hitung-Hitungannya…

Apakah itu berhasil?

Bisa dilihat dari berbagai tren belanja yang diungkapkan oleh data internal Tokopedia. Misalnya, selama kampanye Tokopedia Nyam berlangsung, jumlah penjual makanan siap masak di Tokopedia meningkat hampir tiga kali lipat selama pandemi. Transaksi makanan siap masak juga tumbuh signifikan menjadi lebih dari tiga kali lipat jika dibandingkan dengan periode sebelum pandemi.

Pada kategori Olahraga, Tokopedia mencatatkan adanya peningkatan transaksi menjadi hampir tiga kali lipat pada Agustus 2020 jika dibandingkan dengan periode sebelum pandemi. Bersepeda, yoga dan pilates, bermain sepatu roda dan skateboard, golf, serta tenis meja merupakan lima aktivitas olahraga yang paling digemari masyarakat selama pandemi.

Kinerja yang meningkat tentu membutuhkan infrastruktur teknologi informasi yang semakin mumpuni. Misalnya, kapasitas data center/cloud yang lebih besar…

Tokopedia terus mengedepankan lima hal guna mendorong perkembangan bisnis, yaitu: (1) memperkuat fondasi, (2) fokus pada kebutuhan konsumen, (3) memperluas pemanfaatan data, (4) penggunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan (5) menjalankan kerangka kerja yang optimal secara finansial.

Salah satu langkah konkretnya adalah dengan menerapkan strategi multi-cloud untuk memastikan hampir 100 juta orang Indonesia yang mengunjungi Tokopedia setiap bulannya dapat secara konsisten mendapatkan pengalaman pengguna terbaik.

Strategi multi-cloud memungkinkan Tokopedia untuk mendapatkan sederet nilai tambah, termasuk memiliki kecepatan dan fleksibilitas yang lebih signifikan, skalabilitas yang lebih tinggi, dan meningkatkan efisiensi anggaran.

Tokopedia memiliki hampir 9 juta penjual dan 100 juta pengunjung per bulan.

Di sisi lain, infrastruktur ini dapat membantu menyelesaikan segala kebutuhan berkaitan dengan fungsi bisnis di platform Tokopedia, seperti daya komputasi, komputasi edge, pengelolaan dan penyimpanan big data.

Berkaitan dengan penambahan kapasitas data center, Tokopedia selalu mengedepankan kolaborasi dengan berbagai mitra strategis dengan misi yang sama, yang mengantarkan perusahaan menjadi super ecosystem.

Dalam hal ini, Tokopedia selalu mendukung peluncuran data center lokal serta pemanfaatan teknologi cloud computing dengan data center yang sudah ada di Indonesia.

Keberadaan data center di Indonesia ini dinilai dapat membantu lebih banyak pegiat usaha, termasuk UMKM dan sejenisnya, menghasilkan kinerja yang lebih cepat, latensi yang lebih rendah sekaligus mendukung ekonomi digital di Indonesia.

Baca Juga: Shopee, E-commerce Paling Populer di Asia Tenggara

Sebenarnya berapa pangsa pasar Tokopedia di pasar e-commerce Tanah Air saat ini?

Berkaitan dengan pangsa pasar, target, dan nilai investasi, kami tidak dapat membagikan angka spesifik. Yang bisa kami sampaikan adalah Tokopedia terus berupaya memberikan panggung seluas-luasnya untuk mendorong masyarakat menciptakan peluang online sekaligus ikut berkontribusi pada pemulihan ekonomi Indonesia.

Kunci menghadapi pandemi adalah beradaptasi dengan terus berinovasi dan berkolaborasi. Inilah yang kami lakukan bersama para mitra ekosistem kami, termasuk hampir 9 juta penjual di Tokopedia, yang hampir 100%-nya UMKM, bahkan 94%-nya penjual berskala ultra-mikro. Juga, tak terkecuali puluhan juta pengguna, jaringan mitra perbankan, logistik, beserta pemerintah.•

 

Simak berita-berita kami dalam bentuk video di kanal TechnoBusiness TVJangan lupa berikan atensi Anda dengan “like, comment, share, dan subscribe”.


LEAVE A REPLY

Masukkan komentar Anda di sini!
Please enter your name here